p-Index From 2021 - 2026
8.784
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemerintah Daerah Dalam Menurungkan Angka Anak Tidak Sekolah Di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Nurhaliza Ahmad; Muhammad Ikbal; Sundari Sundari
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.1774-1779

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi pemerintah daerah dalam menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah diwujudkan melalui pendataan, verifikasi data, pembangunan Sekolah Rakyat, dan pelibatan stakeholder. Analisis memperlihatkan indikator penetapan tindakan strategis paling dominan (44%), diikuti alokasi sumber daya (22%), penetapan tujuan jangka panjang (18%), dan evaluasi strategi (14%). Faktor pendukung utama adalah komitmen pemerintah daerah dan dukungan kebijakan, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur pendidikan, akurasi data, rendahnya motivasi anak, serta pengaruh budaya masyarakat. Kesimpulannya, meskipun pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi, strategi yang dijalankan belum optimal, sehingga perlu penguatan sistem pendataan, peningkatan anggaran, pendekatan sosial-psikologis, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan pendidikan anak
Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional Terhadap Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Mattiro Deceng Kabupaten Pinrang Wismayanti; Sundari; Muhammad Ikbal
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/69c8hn54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Mattiro Deceng, Kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 86 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan bantuan program IBM SPSS Statistics versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN berada pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 78%, sementara pelayanan kesehatan di Puskesmas Mattiro Deceng pada kategori baik dengan persentase sebesar 75%. Ketepatan sasaran, perubahan yang terjadi, dan tercapainya tujuan merupakan indikator efektivitas tertinggi, sedangkan keadilan pelayanan menjadi indikator pelayanan kesehatan terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin efektif pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN, semakin baik pula pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat. Meskipun demikian, literasi digital pada kelompok usia lanjut, kemudahan akses, dan keadilan pelayanan masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatan aplikasi dapat berjalan lebih merata.
Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Sarana Transparansi Informasi Publik Di Pemerintahan Desa Lasiwala Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Putri Aisyah; Muhammad Ikbal; Muhammad Arisal Asad; Erfina
Jurnal Niara Vol. 19 No. 2 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/3xxdtc14

Abstract

This study aims to analyze the utilization of WhatsApp as a means of public information transparency in the Lasiwala Village Government, Pitu Riawa Sub-district, Sidenreng Rappang Regency, examined through four dimensions of transparency: clarity, accessibility, integration, and rationality of information. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through in-depth interviews with nine informants consisting of key informants (village officials), supporting informants (residents joined in the WhatsApp group), and comparative informants (residents not joined in the group), complemented by observation and documentation. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model, assisted by NVivo 12 software. The results show that WhatsApp utilization has been running but remains suboptimal. Clarity has improved through mixed-language messaging, yet lacks a written standard. Accessibility is the weakest dimension, reaching only around 25 percent of household heads. Integration shows consistent message substance but weak timeliness and archiving. Rationality of information still depends heavily on the personal judgment of the Village Head rather than a documented procedure. These findings indicate that transparency through WhatsApp in village governance is constrained less by technology itself than by the absence of standardized communication management.
Mapping the Transformation of Government Political Communication on Global Social Media: A Bibliometric and Thematic Analysis Muh. Awalil Resky Sutanto; Achmad Nurmandi; Herman Lawelai; Muhammad Ikbal; Hazel Jovita
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 2 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i2.15566

Abstract

The growing centrality of social media in government–citizen interaction has reshaped the scholarly landscape of government political communication, yet its geographical, conceptual, and thematic development remains fragmented across political contexts, platforms, and research traditions. This study maps the global development of research on government political communication through social media by examining geographical contributions, dominant concepts, influential publications, conceptual structures, and thematic evolution. Its novelty lies in integrating cross-country, conceptual, citation-based, and temporal evidence within a single framework to clarify the development of government political communication at the intersection of institutional communication. A systematic bibliometric review was conducted using 875 English-language journal articles indexed in Scopus for the 1999–2024 period, with the identification and filtering process reported with reference to PRISMA 2020. Bibliometric performance analysis and science-mapping techniques were used to examine geographical distribution, keyword patterns, citation influence, conceptual structure, and thematic evolution. The findings reveal a geographically concentrated research landscape dominated by Western contexts and a conceptual structure centered on social media and political communication, with personalization, populism, platform characteristics, and political participation emerging as prominent themes. The thematic trajectory further indicates a transition from public communication and representation toward increasingly complex concerns involving digital communication, disinformation, platform governance, algorithms, and digital democracy. The study contributes to communication scholarship by showing that government political communication is not an isolated domain; it is embedded within a communication ecosystem in which institutional, public, electoral, and political communication intersect. This integrated perspective provides a conceptual basis for more comparative and theoretically differentiated research, particularly across underrepresented Global South contexts. Keywords: Government political communication, social media, bibliometric analysis, thematic mapping.   ABSTRAK Meningkatnya sentralitas media sosial dalam interaksi pemerintah warga telah mengubah lanskap kajian komunikasi politik pemerintah, tetapi perkembangan geografis, konseptual, dan tematik bidang ini masih terfragmentasi dalam berbagai konteks politik, platform, dan tradisi penelitian. Penelitian ini memetakan perkembangan global kajian komunikasi politik pemerintah melalui media sosial dengan menganalisis kontribusi geografis, konsep dominan, publikasi berpengaruh, struktur konseptual, dan evolusi tematik. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi bukti lintas negara, konseptual, berbasis sitasi, dan temporal dalam satu kerangka analisis untuk memperjelas perkembangan komunikasi politik pemerintah pada persinggungan antara komunikasi institusional. Penelitian menggunakan systematic bibliometric review terhadap 875 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terindeks Scopus pada periode 1999–2024, dengan proses identifikasi dan penyaringan dilaporkan mengacu pada PRISMA 2020. Analisis kinerja bibliometrik dan teknik science mapping digunakan untuk mengidentifikasi distribusi geografis, pola kata kunci, pengaruh sitasi, struktur konseptual, dan evolusi tematik. Temuan menunjukkan bahwa lanskap penelitian masih terkonsentrasi pada konteks negara-negara Barat, dengan struktur konseptual yang berpusat pada media sosial dan komunikasi politik serta tema menonjol berupa personalisasi, populisme, karakteristik platform, dan partisipasi politik. Evolusi tematik menunjukkan pergeseran dari komunikasi publik dan representasi menuju isu yang semakin kompleks, termasuk komunikasi digital, disinformasi, tata kelola platform, algoritma, dan demokrasi digital. ini berkontribusi pada studi komunikasi dengan menunjukkan bahwa komunikasi politik pemerintah bukan merupakan bidang yang sepenuhnya terpisah, melainkan semakin tertanam dalam ekosistem komunikasi berbasis platform tempat komunikasi institusional, publik, elektoral, dan komunikasi politik yang lebih luas saling beririsan. Perspektif integratif ini menyediakan dasar konseptual bagi penelitian komparatif yang lebih terdiferensiasi secara teoretis, terutama dalam konteks Global South yang masih kurang terwakili. Kata Kunci: Komunikasi politik pemerintah, media sosial, analisis bibliometrik, pemetaan tematik.
Co-Authors ., Sapri A. Feby Febriani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Jabbar Abdul Rahmat Ali Achmad Nurmandi Achmad Nurmandi Adnan Rifaldi Ahmad Mustanir Ahmad Yasin Ali, Akhwan Andi Astinah Adnan Andi Astinah Adnan Andi Feby Febriani Andi Sinrang Andi Tenri Olle Arham Andi Uceng Andiny, Arum Tri Andrian, Debi Askar Askar Azis Kalrah Barisa, Barisan Darlis, Muh Akbar Ali Darlis, Muhammad Akbar Ali Demak, Herman Desty Kurnia Sari Devi Novitasari Elaine Macamay Baulete Erfina Erfina Erfina, Erfina Fatima Fatima Febrianti, Astrina Fitriyani Fitriyani Galuh Pujiawati Haeruddin Haeruddin Haeruddin Syarifuddin Haeruddin Syarifuddin Hamid, Hariyanti Hardianti Hardianti Hardianti, Hardianti Hariyanti Hamid Hariyanti Hamid Hartina Thamrin Hazel Jovita Herman Dema Herman Lawelai Irmawati Irmawati Jamaluddin Ahmad Juana, Juana Jumariah Jumriah Kamaruddin Sellang Lukman Lukman Lukman, Lukman Lutfiah Asilah M Miranda Miranti Miranti Monalisa Ibrahim Monalisa Ibrahim Muh. Awalil Resky Sutanto Muhammad Abduh Muhammad Arisal Asad Muhammad Arisal Asad Muhammad Fatiril Haq Muhammad Ikbal Muhammad Rais Rahmat Nandhita Nilwana, Andi Niwadi, Ramli Nur Annisa Nur Syahrini Nurainy Nurhaliza Ahmad Nurjannah Nonci Nurul Qamaria Pertiwi, A Putri Aisyah Rahmah, St Nur Ramadani, Rezky Ramlan, Pratiwi Rika Sasmika Risdha Azmar Riska Jabir S, Muliani Sahar Sahar Sahar Sahar Saifullah Saifullah Saifullah Saifullah Saifullah Sandi Lubis Sandi Lubis Sapri Sapri sapri sapri Selfiani Selfiani Sellang, Kamaruddin Sennang, Putri Rahayu sri rahmayanti Sri Rahmayanti, Sri Suci Amirullah Sulfikar Sulfikar Sundari Sundari Kawaru Sundari Sundari Syafruddin Syafruddin Useng, Abd. Razak Winda Ayu Lestari Wismayanti Yuliana Alwi Zainal Abidin Kahar Zulfia Syam