Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PADA SEKOLAH DASAR Ermita
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v2i2.936

Abstract

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat ini, Indonesia mengalami krisis multidimensional diantaranya krisis moral, etika dan toleransi. Banyak kita temukan kasus-kasus yang terjadi dewasa ini seperti,kenakalan remaja, tawuran, bulliying dll. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman akan keberagaman kultur yang ada di Indonesia. Seharusnya keragaman kultur dipandang sebagai anugerahyang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud dari Sunnatullah yang menjadi kekuatan untuk saling mendukung dan membangun persatuan ,bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan diskriminasi, kecurigaan, ketidakadilan dan pelanggaran HAM. Lembaga pendidikan mempunyai peran penting dalam menciptakan generasi yang memahami akan konsep multikulturalisme, dimana siswa dapat diberi pemahaman dan dibiasakan dalam berpikir dan bertindak sesuai dengan konsep multikulturalisme. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan pendidikan multikultural di Sekolah Dasar yang disajikan dalam faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan multikultural sertaa nalisispustaka tentang penerapan pendidikan multikultural di Sekolah Dasa
PERAN KETATAUSAHAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN Dhiya Fadhillah Ismi; Rezcha Amanda; Ermita; Fifin Wildanah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1956

Abstract

Ketatausahaan sekolah berperan penting dalam mendukung efektivitas administrasi sekolah, terutama dalam pengelolaan dokumen, surat-menyurat, dan penyimpanan arsip. Tujuan dalam penelitian ini menganalisis peran ketatausahaan guna meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur review, menelaah berbagai sumber terkait sistem administrasi sekolah dan strategi peningkatan mutu layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ketatausahaan yang efektif mampu meningkatkan efisiensi operasional sekolah, kepuasan stakeholder, serta kredibilitas institusi pendidikan. Strategi yang direkomendasikan meliputi digitalisasi administrasi, standarisasi prosedur kerja, peningkatan kompetensi tenaga tata usaha, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan sekolah dapat memberikan layanan administrasi lebih baik serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KINERJA PEGAWAI Putri Sri Rahayu; Silvetrelli Ririn Sitohang; Ermita; Fifin Wildanah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 5 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Mei
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i5.1967

Abstract

Pengembangan organisasi memegang peranan strategis tidak hanya sebagai sarana untuk mencapai tujuan institusional, tetapi juga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan meningkatkan efisiensi kinerja aparatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan strategi pengembangan organisasi yang dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan efektivitas kinerja pegawai. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yakni pendekatan analitis yang mengandalkan telaah mendalam terhadap berbagai referensi relevan, termasuk jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan topik pengembangan organisasi. Hasil dari kajian ini mengidentifikasi sejumlah strategi utama, antara lain: penyelarasan kebijakan organisasi dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta visi dan misi lembaga; peningkatan kesadaran dan pengelolaan lingkungan kerja melalui program penataan ruang; pemberian arah yang sistematis disertai dengan penerapan sistem motivasi dan penghargaan; penanganan cepat dan responsif terhadap kendala dalam pelayanan; serta pelaksanaan program pengembangan kompetensi dan pembelajaran yang terarah.  Secara keseluruhan, implementasi strategi-strategi tersebut terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja pegawai serta mendorong pencapaian tujuan organisasi secara lebih optimal. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi instansi yang ingin meningkatkan performa pegawainya, khususnya dalam menghadapi tantangan efektivitas kerja di lingkungan birokrasi modern.
PERAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Femia Rizky; Syerli Nitami; Ermita; Fifin Wildanah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.2015

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan sebuah inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pendekatan yang lebih adaptif, kontekstual, dan berpusat pada kebutuhan siswa. Kurikulum ini menawarkan fleksibilitas bagi satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, potensi, dan minat peserta didik. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata siswa. Salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada pembentukan karakter dan penguatan keterampilan abad ke-21 melalui proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kurikulum ini juga mendorong pendekatan diferensiasi, di mana guru dapat menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan kesiapan dan gaya belajar siswa. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong partisipasi aktif peserta didik dan meningkatkan hasil belajar secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan melalui metode studi literatur, dengan menelaah berbagai teori, hasil penelitian terdahulu, serta referensi pustaka terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Berdasarkan hasil kajian, Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Namun, pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, belum meratanya pelatihan guru, serta ketimpangan akses teknologi, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, sekolah, pendidik, dan masyarakat sangat penting untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan dukungan yang optimal, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih humanis, kontekstual, dan mampu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
EMPLOYEE PERCEPTIONS OF ORGANIZATIONAL CULTURE IN THE DEPARTMENT OF EDUCATION AND CULTURE OF AGAM REGENCY Astuti, Meliza; Santoso, Yulianto; Ermita; Achyar, Novriyanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55819

Abstract

This study was motivated by the phenomenon that organizational culture at the Education and Culture Office of Agam Regency had not been implemented optimally. This was indicated by the lack of employee independence in carrying out tasks, suboptimal time discipline, insufficient teamwork among employees, and inconsistent work discipline. The purpose of this study was to determine employees’ perceptions of organizational culture at the Education and Culture Office of Agam Regency in terms of professionalism, commitment, teamwork, and work discipline. This study employed a quantitative approach with a descriptive research method. The population consisted of 79 employees, including civil servants, government employees with work agreements (PPPK), and non-civil servant employees. The sample comprised 68 respondents selected using the proportional random sampling technique. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data were analyzed using mean score analysis. The results showed that employees’ perceptions of organizational culture at the Education and Culture Office of Agam Regency were categorized as good, with an average score of 3.85 for professionalism, 4.27 for commitment, 4.19 for teamwork, and 4.17 for work discipline. Among the four indicators, commitment obtained the highest average score, while professionalism obtained the lowest. Overall, the organizational culture at the Education and Culture Office of Agam Regency has been implemented well; however, improvements are still needed, particularly in the aspect of professionalism, to support the achievement of organizational goals more effectively.
PENGARUH PENGEMBANGAN PROFESIONALITAS TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI GURU SMP NEGERI KECAMATAN PADANG UTARA Widiyastuti, Yuni; Al Kadri, Hanif; Ermita; Susanti, Lusi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.65060

Abstract

This study aims to examine the extent of teacher achievement motivation, the extent of teacher professional development, and the influence of professional development on the achievement motivation of state junior secondary school (SMP Negeri) teachers in Kecamatan Padang Utara. Initial observations indicated that teachers tended to remain within a comfortable routine, treated professional-development activities mainly as an administrative obligation, and avoided professional competition, which raised concern about the strength of their achievement motivation. The study used a quantitative approach with a descriptive-correlational design through a survey method. The population consisted of 128 teachers from three state junior secondary schools, and a sample of 102 teachers was determined using the Slovin formula and proportionate stratified random sampling. Data were collected through a Likert-scale questionnaire consisting of 46 valid statement items and analyzed descriptively and inferentially, including normality, linearity, simple linear regression, t-test, and coefficient of determination, using IBM SPSS Statistics 27. The results show that teacher achievement motivation and teacher professional development are both in the high category, with an achievement level of 81.40% and 81.00% respectively. Simple linear regression produced the equation Y = 66.292 + 0.294X, with tcount 3.820 > ttable 1.984 and p < 0.001, indicating that professional development has a positive and significant effect on teachers' achievement motivation, while explaining 12.7% of its variance (R2 = 0.127). These findings suggest that professional development contributes meaningfully to teachers' achievement motivation, although other factors outside the model remain influential and merit further investigation.