Suskandini Ratih Dirmawati
Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Begomovirus: Potensi ancaman pertanian hortikultura Lampung Helina, Selvi; Akin, Hasriadi Mat; Dirmawati, Suskandini Ratih; Fitriana, Yuyun; Maryono, Tri; Suharjo, Radix; Ginting, Cipta
Jurnal Proteksi Agrikultura Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER, JURNAL PROTEKSI AGRIKULTURA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpa.2242-55

Abstract

Begomoviruses are a group of plant viruses belonging to the Geminiviridae family, persistently transmitted by the whitefly Bemisia tabaci, and pose a serious threat to horticultural crops in Lampung Province, Indonesia. These viruses infection symptoms such as mosaic, chlorosis, leaf curling, and stunted growth, with yield losses reaching up to 90%. The spread is exacerbated by intensive cultivation practices, the use of uncertified seeds, and tropical climates that favor high vector populations. This study explores the biological characteristics of Begomoviruses, their transmission mechanisms via vectors, and their high genetic variability due to frequent mutation and recombination. Several begomovirus species have been identified infecting key horticultural crops in Lampung, including Ageratum yellow vein virus (AYVV), Tomato yellow leaf curl Kanchanaburi virus (TYLCKaV), and Pepper yellow leaf curl Indonesia virus (PepYLCIV). In addition to vector transmission, some begomovirus species are also known to be seed-transmitted, expanding their epidemic potential. Integrated management strategies discussed in this article include the use of resistant varieties, biological and agronomic control of vectors, and the development of innovative approaches such as mild strain cross-protection. This review emphasizes the need for continuous monitoring and science-based sustainable strategies to mitigate the impact of Begomoviruses on food security and horticultural productivity in tropical regions such as Lampung.
Pengaruh ekstrak rimpang Cyperus rotundus L. terhadap pertumbuhan jamur Botryodiplodia theobromae penyebab penyakit blendok pada jeruk secara in vitro Maryana, Maryana; Dirmawati, Suskandini Ratih; Wibowo, Lestari; Efri, Efri
Jurnal Proteksi Agrikultura Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER, JURNAL PROTEKSI AGRIKULTURA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpa.2265-71

Abstract

Bleeding disease in tangerine plants is caused by the fungus Botryodiplodia theobromae. This study aimed to determine the effect of Cyperus rotundus L. extract on the growth of B. theobromae mycelia and spores in vitro, and to determine the best concentration of C. rotundus extract in inhibiting the growth of the fungus. The study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 7 treatments, namely C. rotundus extract concentrations of 0.0% (control), 0.1%, 0.2%, 0.3%, 0.4%, and 0.5%, as well as a fungicide treatment containing the active ingredient carbendazim 0.1%. The observed variable was fungal growth measured by colony diameter. The results showed that the treatment of sedge rhizome extract was able to suppress the development of B. theobromae fungal colonies. This nutmeg rhizome extract has the potential to be developed as a botanical pesticide to control B. theobromae fungus, and a concentration of 0.5% nutmeg rhizome extract has the highest inhibitory power against the growth of B. theobromae fungus, namely 56%.
EFEKTIFITAS FRAKSI METANOL BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BULAI (Peronosclerospora spp.)PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Ramadhani, Fathia; Efri, Efri; Dirmawati, Suskandini Ratih; Prasetyo, Joko
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9851

Abstract

Penyakit bulai merupakan salah satu kendala utama pada tanaman jagung di Indonesia.  Pengendalian alternatif penyakit dikembangkan dengan penggunaan fungisida nabati.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan fraksi metanol ekstrak tanaman tunggalmaupun kombinasi dalam mengurangi penyakit bulai pada tanaman jagung.  Penelitian dilaksanakan di halaman Gdan Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan Februari - Maret.  Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan.  Perlakuan terdiri atas ekstrak daun sirih, daun mimba, dan daun kelor.  Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan perbedaan nilai tengah antar perlakuan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi metanol ekstrak tanaman tunggal maupun kombinasi efektif menekan intensitas penyakit bulai, dan tidak ada perbedaan keefektifan terhadap ekstrak tanaman tersebut.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK KANDANG TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT MOLER (Fusarium oxysporum) DAN PRODUKSI BAWANG MERAH BERPOLA TANAM ORGANIK Khusmayudi, Khusmayudi; Dirmawati, Suskandini Ratih; Hendarto, Kus; Nurdin, Muhammad
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9881

Abstract

Rendahnya produksi bawang merah di Indonesia disebabkan salah satunya oleh penyakit moler (Fusarium oxysporum). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap intensitas penyakit moler, mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap produksi bawang merah, dan mengetahui interaksi dari pupuk hayati dan pupuk kandang terhadap intensitas penyakit moler dan produksi bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Delapan perlakuan tersebut adalah tanpa pupuk hayati dan tanpa pupuk kandang (P0K0), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang ayam (P0K1), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang kambing (P0K2), tanpa pupuk hayati+pupuk kandang sapi(P0K3), pupuk hayati 10 ml/l+tanpa pupuk kandang (P1K0), pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang ayam (P1K1), pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang kambing (P1K2), dan pupuk hayati 10 ml/l+pupuk kandang sapi (P1K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang mampu menekan intensitas penyakit moler dengan P1K2 36% pada 4 MST dan 5,3% pada 6 MST pada keterjadian penyakit sedangkan pada keparahan penyakit P1K2 7,2% pada 4 MST dan 1,1% pada 6 MST. Pemberian pupuk hayati dan pupuk kandang menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata pada variabel bobot tanaman umbi basah dan kering angin. Hal tersebut diduga karena tanaman tidak maksimal menyerap unsur hara dan tidak ada pemberian pupuk kimia.
Spodoptera frugiperda: Hama utama pada tanaman jagung dan strategi pengendaliannya Anintyas, Dytri; Safitri, Khofifah Nur Indah; Kusumawati, Eka; Masoyogie, Kholfira; Dirmawati, Suskandini Ratih; Aeny, Titik Nur; Suharjo, Radix
Jurnal Proteksi Agrikultura Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER, JURNAL PROTEKSI AGRIKULTURA
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpa.2166-80

Abstract

Spodoptera frugiperda (FAW), or fall armyworm, is a major invasive pest that attacks corn crops in various tropical and subtropical regions. In recent decades, the global spread of FAW has been accelerated by international trade and climate change. In Indonesia, the presence of this pest was first reported in 2019 in West Sumatra, with attacks spreading to various other areas. The FAW life cycle includes four stages (eggs, larvae, pupae, and imago) with significant levels of plant damage, especially in the larval stage.Various con- trol strategies have been implemented, including integrated pest management (IPM) approaches, such as the use of biological agents (Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae), push-pull techniques, and crop rotation. In addition, the development of pest-resistant corn varieties is an important alternative. Recent re- search has identified two genetic lines of FAW, namely corn and rice lines, which show differences in host preference and resistance to insecticides.This study highlights the need for further development of ecologi- cally based strategies, including exploration of local parasitoids and effective bioinsecticide formulations. In addition, genetic and microbiota analyses offer new potential in understanding FAW population dynamics and its control. These results are expected to be the basis for sustainable pest management in Indonesia and other regions.
PENGARUH APLIKASI Trichoderma sp DAN PUPUK MAJEMUK UNTUK MENEKAN PENYAKIT HAWAR DAUN DAN MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN MELON (Cucumis melo L) Ratih, Suskandini; Hendarto, Kus; Suharjo, Radix; Admaja, Gede Kusuma
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.9853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Trichoderma sp. dan pupuk majemuk terhadap penyakit hawar daun dan produksi tanaman melon (Cucumis melo L). Penelitian ini dilaksanakan dilaksanakan di laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Provinsi Lampung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah Trichoderma sp. yang terdiri dari 2 level yaitu tanpa Trichoderma sp (T0) dan dengan menggunakan Trichoderma sp. 20 g (T1). Faktor kedua dengan menggunkan pupuk majemuk yang terdiri dari 0 g (T0), 30 g (T1), 60 g (T2), dan 90 g (T3). Variabel yang diamati adalah keterjadian penyakit, keparahan penyakit, panjang tanaman, jumlah bunga betina, jumlah bungan jantan, diameter buah melon, dan bobot buah melon. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan selanjutnya diuji dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian bahwa Trichoderma sp. 20 g dapat menekan keparahan penyakit dan dapat meningkatkan bobot buah melon. Tidak ada interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk terhadap panjang tanaman, keterjadian penyakit, jumlah bunga betina, jumlah bunga jantan dan diameter buah melon. Perlakuan pupuk majemuk 90 g dapat meningkatkan jumlah bunga betina dan meningkatkan bobot buah tanaman melon. Kemudian pada perlakuan pupuk majemuk 30 g dapat meningkatkan bobot buah tanaman melon. Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 0 g yang dapat menekan keparahan penyakit tanaman melon. Kemudian Terdapat interaksi antara perlakuan Trichoderma sp. 20 g dan pupuk majemuk 90 g yang mampu meningkatkan bobot buah tanaman melon.
PENGARUH APLIKASI CENDAWAN SELULOLITIK TERHADAP LAJU DEKOMPOSISI CAMPURAN SERASAH DAN BLOTONG TEBU (Saccharum officinarum L.) Isnaini, Suci Husna; Sri Yusnaini, Sri Yusnaini; Dirmawati, Suskandini Ratih; Sumardi, Sumardi
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11401

Abstract

Pengembalian limbah dari perkebunan berupa serasah dan limbah pabrik berupa blotong tebu ke lahan menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah sebagai sumber bahan organik. Pengembalian limbah ke lahan sebagai sumber bahan organik membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga perlu dilakukan pengomposan. Pengomposan serasah dan blotong tebu membutuhkan waktu yang lama karena kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin dalam serasah tebu begitu tinggi sehingga sulit terurai. Penambahan cendawan selulolitik digunakan untuk mempercepat proses dekomposisi karena kemampuannya dalam menghasilkan enzim pemecah substrat karbohidrat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cendawan selulolitik terhadap laju dekomposisi, mendapatkan satu perlakuan terbaik, dan mengetahui korelasi rasio C/N, sisa bobot, suhu, pH, dan kadar air dengan konstanta kecepatan dekomposisi. Perlakuan yang diujikan yakni (K1) kontrol, (K2) pemberian cendawan Cunninghamella sp., (K3) pemberian cendawan Trichoderma sp., dan (K4) pemberian kombinasi kedua cendawan tersebut. Percobaan perlakuan dilakukan sebanyak 4 ulangan, dan 3 kali pengamatan yang dilakukan setiap 3 pekan sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cendawan selulolitik mempercepat penurunan rasio C/N dan sisa BKO pada kompos serasah dan blotong tebu, laju dekomposisi terjadi lebih cepat pada 3 pekan pertama, dan terjadi korelasi negatif antara rasio C/N, sisa BKO dan suhu dengan konstanta laju dekomposisi (k) serta terdapat korelasi positif antara pH dan kadar air dengan konstanta laju dekomposisi (k). Perlakuan terbaik terdapat pada penambahan kombinasi cendawan Cunninghamella sp., dan Trichoderma sp.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W adawiah adawiah, adawiah Adi Setiawan Admaja, Gede Kusuma Agus Karyanto Agus Karyanto Agus M Hariri Agus Muhammad Hariri Agus Muhammad Hariri, Agus Muhammad Agus Pranyata Ali, Mufty Anak Agung Gede Sugianthara Andi Irwansyah Andi Setiadi Anintyas, Dytri Anise Wulandari Annisa Fitri, Annisa Annisa Lesmana Ari Saputra Cipta Ginting Cipta Ginting Cipta Ginting Ginting Cipta Ginting, Cipta Dad Resiworo Jekti Sembodo Dad Resiworo Sembodo, Dad Resiworo Deciana Deciana Denny Marini Sihite Dermiyati Dermiyati Dermiyati, Dermiyati Dini Aprilia Dini, Aci Prima Efri Efri Efri Efri Efri, Efri Eka Kusumawati, Eka Erni Aslinda Fajryah, Jeanette Febi Eka Febriansyah Fembriarti Erry Prasmatiwi Fitria Fitria Franciscus Xaverius Susilo, Franciscus Xaverius Galih Prasetyo Geraldo Sandy Hardy Muhammad Ridwan Hasriadi Mat Akin Helina, Selvi I GEDE SWIBAWA, I GEDE Indah Puspita Dewi Indriyati . Irwan Adi Pribadi Islamika, Nur Isnaini, Suci Husna Ivayani Ivayani Ivayani, Ivayani Jayanti, Watini Hefri Joko Prasetyo Joko Prasetyo Khusmayudi, Khusmayudi Kristina Hayu Herwidyarti Kus Hendarto Kus Hendarto, Kus Kushendarto Kushendarto Lambang Kawilarang Lestari Wibowo Lestari Wibowo Lestari Wibowo Mareli Telaumbanua Maryana Maryana, Maryana Masoyogie, Kholfira Maya Gusmarini Maya Gustina Muhammad Imam Suryadi Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Novenda Novenda Nyimas Sadiyah Oryza Wahyu Setiawan Prasojo, Ibnu Pratiwi Iswari Purnomo Purnomo Purnomo Purnomo Radix Suharjo Radix Suharjo Radix Suharjo Ramadhani, Fathia Ramasta Nesya Elvara Reny Destya Angrum Reza Baharsyah Reza Putri Ristya Irma Wardhani Rosma Hasibuan, Rosma Rudianto Butarbutar Rugayah Rugayah Ruruh Anjar Rwandini, Ruruh Anjar Rusdi Evizal Sa'diyah, Nyimas Sadiyah, Nyimas Safitri, Khofifah Nur Indah Saraswati, Kadek Dwi Sari, Ni Nengah Yulyani Purnami Selvi Anasari Selviani, Zakiah SEPTIANA SEPTIANA Septiana Septiana Septiana Septiana Septiana, Liska Mutiara Setyo Dwi Utomo Setyo Widagdo Setyo Widagdo Solikhin ., Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Sri Yusnaini Sri Yusnaini Sri Yusnaini, Sri Yusnaini Sudi Pramono Sudiono Sudiono Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sugiatno Sumardi . Suputa Suputa Titik Nur Aeny Titik Nur Aeny Titik Nur Aeny Tri Maryono Wahyudi Wahyudi Wardhana, Rachmansyah A. Wati, Tri Agus Setiya Widodo, Soesiladi Esti Yohan Yogaswara Yohannes C Ginting Yohannes Cahya Ginting Yuktika Yuktika Yulida Sarif Hidayat Yunita Fitri Astuti YUSNITA YUSNITA Yuyun Fitriana Zulferiyenni, Zulferiyenni