Claim Missing Document
Check
Articles

POLA PEMBERIAN MAKAN DAN PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA PASIEN BALITA USIA 1-3 TAHUN: Feeding Patterns and Picky Eater Behavior on Nutritional Status in Children Aged 1-3 Years Nyiayu farahnaz Septiani; Lara Ayu Lestari; Aftulesi Nurhayati; Dera Elva Junita
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1264

Abstract

Balita membutuhkan stimulasi dan kondisi yang tepat untuk tumbuh kembang optimal, namun sering menghadapi masalah makan seperti pola makan yang kurang baik dan perilaku picky eater. Pola makan merupakan perilaku pemberian makan dan Picky eater adalah perilaku memilih-milih makan. Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting, overweight dan obese seperti kurangnya asupan gizi, dan pola pemberian makan. Kurangnya asupan gizi berkaitan dengan picky eater di karenakan pemberian pola makan yang tidak tepat. Salah satu cara meningkatkan status gizi adalah memantau pola pemberian makan dan perilaku picky eater balita. Tujuan dari penelitian mengetahui hubungan pola pemberian makan dan perilaku picky eater terhadap status gizi pasien balita usia 1-3 tahun di Rumah Sakit Bumi Waras Lampung 2024. Rancangan penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita berusia 1-3 tahun berjumlah 104 balita dan responden 89 balita di RS Bumi Waras pada Oktober – November 2024 menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner CEBQ dan CFQ. Analisis univariat mengetahui persentase, dari hasil setiap variable berbentuk frekuensi, Analisa bivariat menguji dua variabel data dilakukan uji korelasi gamma. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pola pemberian makan dan picky eater terhadap status gizi dengan hasil p-value 0.002 dan 0.035. Diharapkan ibu dapat meningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pola pemberian makan terhadap anak Picky eater agar mendapatkan status gizi dengan komposisi tubuh baik.
Hubungan Tingkat Kepuasan Makanan dan Variasi Makanan dengan Daya Terima Pasien Rawat Inap Nondiet Makan Biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus : Penelitian Vera Amelia; Dera Elva Junita; Masayu Dian Khairani; Abdullah Abdullah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7422

Abstract

Penyelenggaraan makanan di rumah sakit merupakan bagian integral dari pelayanan gizi yang bertujuan mendukung percepatan pemulihan pasien. Daya terima makanan yang optimal ditandai dengan konsumsi makanan sebesar 80% atau lebih dari porsi yang disajikan. Rendahnya daya terima makanan dipengaruhi berbagai faktor, di antaranya tingkat kepuasan pasien dan keberagaman menu yang tersedia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kepuasan makanan dan variasi menu dengan daya terima pasien rawat inap nondiet makan biasa di RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 159 pasien rawat inap nondiet makan biasa, dengan sampel 67 responden melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner kepuasan dan variasi makanan serta penimbangan sisa makanan (food weighing). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (59,7%) memiliki daya terima kurang baik. Proporsi responden puas mencapai 74,6%, sedangkan 70,1% menilai variasi menu kurang beragam. Terdapat hubungan bermakna antara kepuasan makanan dengan daya terima (p=0,001) dan antara variasi menu dengan daya terima (p=0,003). Diperlukan upaya diversifikasi menu untuk meningkatkan daya terima pasien.
The Relationship Between Animal Protein Consumption Patterns and the Incidence of Anemia in Adolescent Girls at MTS Darul Hidayah Sriminosari, East Lampung Dera Elva Junita; Betty Leli Kristiana; Desti Ambar Wati; Amali Rica Pratiwi; Andi Mulyono
Indonesian Journal of Health Research and Development Vol. 2 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Research and Development
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijhrd.v2i1.161

Abstract

MTs Darul Hidayah is one of 7 schools whose teenage girls experience anemia at the highest rate of 70% in the Labuhan Maringgai Community Health Center Nutrition Program. The condition of iron nutritional anemia is caused by several interrelated factors, including the insufficient amount of iron in food due to low consumption of animal protein sources. Therefore, research was conducted which aimed to analyze the relationship between animal protein consumption patterns and the incidence of anemia in young women at MTs Darul Hidayah. The type of research is quantitative with an analytical survey method using a cross sectional design approach. The research was carried out in December 2022 at MTs Darul Hidayah. Sampling was carried out by purposive sampling. The population in this study were all 101 young women at MTs Darul Hidayah classes VII, VIII and IX. The total sample after screening was 69 young women who had anemia, where each class had a sample to represent and meet the inclusion criteria. Data on animal consumption patterns was obtained using the FFQ (Food Frequency Questionnaire) Form. Hemoglobin levels were measured using a Family Dr. The statistical test used for analysis is the Fisher Exact Test. The research results show that 69.6% of young women never consume animal protein, 53.6% have chronic energy deficiency and 55.1% have moderate anemia. The results of the statistical test analysis show that there is a relationship between animal protein consumption patterns and the incidence of anemia in young women at MTs Darul Hidayah Sriminosari East Lampung with a p-value = 0.007 (p-value <0.05). So, it is concluded that there is a relationship between animal protein consumption patterns and the incidence of anemia in young women at MTs Darul Hidayah.
Fiber Content and Antioxidant Activity of Chiapuding from Chia Seeds and Soybean Extract with Temple Flower Extract as a Dilution for Obesite Teenagers Moulieda Rosyalia; Dera Elva Junita; Desti Ambar Wati; Alifiyanti Muharramah
Indonesian Journal of Health Research and Development Vol. 2 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Health Research and Development
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijhrd.v2i2.180

Abstract

The aim of this research was to analyze the fiber content and antioxidant activity in pudding made from chia seeds and soybean juice with butterfly pea flower extract. The type of research is experimental research, with the RAL (Completely Randomized Design) method, which is carried out by adding chia seeds to making pudding with 5 treatments, namely F0 (0%), F1 (2%), F2 (4%), F3 (6%) and F4 (8%). Fiber content analysis using the AOAC method and antioxidant activity analysis using the DPPH method were carried out at the Lampung State Polytechnic Laboratory. Data processing was carried out by ANOVA and Duncan tests using SPSS 20. The results of statistical tests on fiber content showed that there was no effect of adding chia seeds to making pudding with a p-value = 0.106 even though there was an increase in each formula. The highest fiber content in F4 (8%) is 5.86% or 5.8 gr/100 gr pudding, which can meet daily fiber needs, namely 2.7 -3.7 gr/day. The results of statistical tests on antioxidant activity show that there is an effect of adding chia seeds to make pudding with a p-value = 0.000. The highest IC50 antioxidant activity was in F4 (8%) at 6090 µg/mL, even though the IC50 value was in the weak category, the smaller the IC50 value, the stronger the antioxidant was in warding off free radicals. Based on research results, the more chia seed formula added, the higher the fiber content and the higher the IC50 antioxidant activity.
Pengaruh Media Puzzle Terhadap Pengetahuan Jajanan Sehat Pada Siswa Di Sekolah Dasar Tania Sinika Putri; Alifiyanti Muharramah; Dera ELva Junita; Desti Ambar Wati
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 2 No 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v2i2.34

Abstract

Child nutrition is a worldwide concern. One of the causes of nutritional problems in school-age children is the selection of snacks consumed. Snacking behavior is closely related to their knowledge about healthy snacks. One of the efforts that can be done to improve knowledge is to provide education with educational media in the form of puzzles. The purpose of this study was to determine the effect of using puzzle media on school children's knowledge about healthy snacks at SD Negeri 5 Bumi Nabung Ilir. This research is a quantitative analytic research with pretest-posttest control group design. The subjects in this study amounted to 62 elementary school children who were divided into an intervention group of 31 children and a control group of 31 children. The intervention group was the group that received education using puzzle media and the control group was the group that received education without puzzle media. Knowledge about healthy snacks was assessed before and after the study which was seen based on the analysis score using the Wilcoxon Test and the Mann-Whitney Test. The results showed that the average knowledge of children before the intervention in the control group increased by 3.13 points while in the intervention group it increased by 4.4 points. There is a difference in knowledge scores about healthy snacks in children at SD Negeri 5 Bumi Nabung Ilir (p= 0.000). The study conclusion is that nutrition education with puzzle media can increase knowledge in school children about healthy snacks
Co-Authors Abda Abda Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Afifah Nurhasanah Majid Aftulesi Nurhayati Ahmad Syauqy Alftulesi Nurhayati Alifianti Muharramah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Alifiyanti Muharramah Amali Rica Pratiwi Amara, Talika Ambar Wati, Desti Amir Syaifurrohman Anang M Legowo Aqila Nur Fadhillah Arafika Adytia Arina Sofiyanti Arni Despa P Azhyra, Yolanda Betty Leli Kristiana Desi Wulandari, Desi Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Desti Ambar Wati Dhifa Nadia Zahra Dian Ferdiyanto Dian Khaerani, Masayu Dian Nisa Irfi Izzanti Dwi Rahma Sari Evita Anggraini Fauziyah Lathifatul Azhar Febyani, Fajarita Gemala Anjani Iga Mayola Pisacha Ika Azahra, Rismantia Lara Ayu Lestari Leli Kristiana, Betty Masayu Dian Khairani Mastuti, Yuni Mauliyah, Mauliyah Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani Mayesti Akhriani, Mayesti Mayesty Akhriani Meilina, Ayu Moulieda Rosyalia Muflihatul Muniroh Mulyono, Andi Nikmah Oktaviyeni Nofiyanti, Alfina Nurhayati, Aftulesi Nurhikmah Nurhikmah Nurmasari Widyastuti Nyiayu farahnaz Septiani Oktora, Rindha Peninsula, Peninsula Pratiwi, Amali Rica Pratiwi, Dilla Cindy Putri Agustiana Putri Alfisyah Ricky Usman Ridha Anggraini Rio Rima Septiana Rosida, Oktania Rossy, Ayutiara Rostanty, Rizky Adhiarti Sembiring, Rinawati Tania Sinika Putri Vera Amelia Vista Citra Sari Wahyudi, Dian Arif Wardhani, Erma Septya Wati, Desti Ambar Yuke Yuristya Utami Yustika, Adelia Yustini, Fatmawati