p-Index From 2021 - 2026
9.307
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Harmonia: Journal of Research and Education KEMBARA Jurnal Studi Agama dan Masyarakat MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Journal of Language and Literature Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya MUDRA Jurnal Seni Budaya Aksara JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Jurnal Budaya Nusantara Acintya Jurnal Komposisi Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Jurnal Skripta Sunan Kalijaga International Journal on Islamic Educational Research Jurnal Adat dan Budaya Indonesia MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia International Journal of Business, Law, and Education SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya ESTETIKA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Jurnal Komunikasi dan Budaya Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Journal of Islamic Education Management IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya Al Kawnu : Science and Local Wisdom Journal Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Jurnal Sistem Informasi Mahakarya (JSIM) Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Cendekia: Jurnal Kependidikan dan Kemasyarakatan Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) Widyaparwa Journal of Education and Learning Sciences Mardibasa: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Jurnal Bima: Pusat Publikasi Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra BAHASTRA Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah MEMACE Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Aksara Jurnal Bahasa dan Sastra Diwangkara: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Jawa Aksara Sumbula : Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Religius dalam Tradisi Baritan di Desa Wates Kabupaten Blitar Shova Afkaryna; Bagus Wahyu Setyawan
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 21 No. 2 (2023): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v21i2.177

Abstract

Indonesia, with its abundant wealth of traditions and cultures, stands out as a country renowned for its diverse cultural heritage. One unique tradition still firmly held by its people is Baritan. Baritan is a customary practice that continues to be observed by the residents of Desa Wates, located in the Wates sub-district of Blitar Regency. This tradition holds its uniqueness as it is usually conducted when the rainy season arrives, serving as a symbol of gratitude to God for the blessing of rain, which is crucial for agriculture and plant growth, and marking the beginning of a new planting season. The research method employed in this article is qualitative, allowing researchers to delve deeper into the cultural aspects and social meanings of the Baritan tradition. Despite Indonesia's rapid advancements in technology and modernization, particularly with the progress in science and technology (IPTEK), there remain challenges in preserving the sustainability of traditional customs such as Baritan. The younger generation, especially in Desa Wates, Blitar Regency, have not fully grasped and appreciated the religious values embedded in the Baritan tradition. Many of them participate in the tradition without understanding its deeper meanings and significance. Therefore, this study aims to delve deeper into the implementation stages of the Baritan tradition and the religious values contained within it. These religious values encompass aspects of belief (aqidah), Islamic law (syari'ah), and morality (akhlak), which form the main foundation in the implementation of the Baritan tradition.
Nilai Religius dalam Tradisi Baritan di Desa Wates Kabupaten Blitar Shova Afkaryna; Bagus Wahyu Setyawan
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 21 No. 2 (2023): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v21i2.177

Abstract

Indonesia, with its abundant wealth of traditions and cultures, stands out as a country renowned for its diverse cultural heritage. One unique tradition still firmly held by its people is Baritan. Baritan is a customary practice that continues to be observed by the residents of Desa Wates, located in the Wates sub-district of Blitar Regency. This tradition holds its uniqueness as it is usually conducted when the rainy season arrives, serving as a symbol of gratitude to God for the blessing of rain, which is crucial for agriculture and plant growth, and marking the beginning of a new planting season. The research method employed in this article is qualitative, allowing researchers to delve deeper into the cultural aspects and social meanings of the Baritan tradition. Despite Indonesia's rapid advancements in technology and modernization, particularly with the progress in science and technology (IPTEK), there remain challenges in preserving the sustainability of traditional customs such as Baritan. The younger generation, especially in Desa Wates, Blitar Regency, have not fully grasped and appreciated the religious values embedded in the Baritan tradition. Many of them participate in the tradition without understanding its deeper meanings and significance. Therefore, this study aims to delve deeper into the implementation stages of the Baritan tradition and the religious values contained within it. These religious values encompass aspects of belief (aqidah), Islamic law (syari'ah), and morality (akhlak), which form the main foundation in the implementation of the Baritan tradition.
Metode Pembelajaran Berbasis Budaya Jawa dalam Rangka Menyukseskan Pendidikan Multikultural di Era Revolusi Industri 4.0 Setyawan, Bagus Wahyu
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 4, No 3 (2019): SPECIAL ISSUE SEMNAS FKIP
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.665 KB) | DOI: 10.24269/jpk.v4.n3.2019.pp1-12

Abstract

Kesuksesan dari proses pembelajaran ditentukan oleh beberapa aspek, salah satunya adalah pemilihan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sebuah metode pembelajaran yang baik ketika metode tersebut dapat memudahkan siswa untuk memahami materi pembelajaran sehingga mereka dapat mencapai tujuan dari pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis budaya Jawa untuk menyongsong pembelajaran multikultural di era revolusi industri 4.0. Dalam penelitian RD terdiri dari sepuluh tahapan, tetapi dalam penelitian ini hanya diambil empat tahap saja, yaitu 1) studi awal atau eksplorasi, 2) pengembangan prototype model, 3) pengujian prototype, dan 4) diseminasi produk. Dari penelitian ini diketahui bahwa tujuan dari pembelajaran bahasa Jawa juga menanamkan rasa mencintai terhadap bahasa dan budaya Jawa. Selanjutnya, untuk meraih poin tersebut dapat menggunakan metode pembelajaran berbasis budaya Jawa. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan metode pembelajaran yang ada (seperti jigsaw, numbered head together, make a match, TGT, dll) kemudian dikombinasikan dengan beberapa elemen dari budaya Jawa. Hal mengacu fenomena di era globalisasi seperti sekarang, banyak generasi muda yang mulai tergerus rasa memiliki terhadap budaya sendiri, khususnya budaya Jawa. Dengan mengaplikasikan metode pembelajaran berbasis budaya Jawa secara tidak langsung dapat digunakan untuk sarana reaktualisasi pengetahuan tentang budaya Jawa kepada siswa di era revolusi industry 4.0.learning method based on java culture in order to success multicultural education in the era of industrial revolution 4.0. The success of the learning process one of many reason is determined by learning method which using by the teacher to explain learning materials. A good learning methods when its method can easily make student know the learning materials so they can reach the goal of learning. This research is research development which develop the learning method based on Javanese culture for facing the multicultural learning in industrial revolution era 4.0. The research and development consist of ten stages, but only four stages were applied in this research, including (1) preliminary study or exploration, (2) prototype development, (3) prototype testing, and (4) product dissemination. From this research know that the purposes of Javanese language learning also embed the sense of belonging with Javanese language and culture. Therefore, to reach that point can using learning method based on Javanese culture. This matter can be done with developming the existing learning method (like jigsaw, numbered head together, make a match, TGT, etc) then combine with some elements of Javanese local wisdom. The aims of integrated the Javanese local wisdom elements on learning methods is for embed-knowing Javanese culture. Considering of phenomena in this time most of young generation who already eroded the sense of belonging with their own culture, especially the Javanese culture. By applying learning method based on Javanese culture indirectly can be used for re-actualizing knowledge of Javanese culture for student in industrial revolution era 4.0.
Islamic Integrated Curriculum Model to Strengthen Santri’s Religious Character: A Case Study at Islamic Boarding School in Blitar Aziz, Abd.; Setyawan, Bagus Wahyu; Purwowidodo, Agus; Yasin, Muhamad
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v21i1.6082

Abstract

The religion-based integrated curriculum model differs the curriculum system at Islamic boarding schools from other formal schools. Thus, the researchers conducted a case study to determine the Islamic integrated curriculum model at Islamic boarding schools in Blitar. The sample of this research was five leading Islamic boarding schools in Blitar. The data were collected through field observation and in-depth interviews with some informants, such as ustadz/ustadzah, santri, and santri’s guardians/parents. Then, it was analyzed using integrative and interactive techniques. It included data reduction, data display, and conclusion. This study found that the Islamic integrated curriculum system was applied by combining the national curriculum with the hidden curriculum compiled by each Islamic boarding school. It was adjusted to the Islamic boarding school’s vision, mission, and form. Applying the Islamic integrated curriculum model has effectively improved the santri’s religious character. Besides, the parent/guardian satisfaction index showed 89.6%. This research contributes to the Islamic integrated curriculum model into santri’s religious character in Blitar, East Java, Indonesia.
Tindak Tutur Komisif Dalam Pementasan Ketoprak Lakon Rembulan Wungu: Analisis Sociopragmatik Setyawan, Bagus Wahyu; Hidayah, Sa'adatun Nuril; Saddhono, Kundharu
SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra Vol. 15 No. 2 (2023): SPHOTA: Jurnal Linguistik dan Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa Asing (FBA) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/sphota.v15i2.6903

Abstract

The branch of pragmatics makes speech acts as the main object of its study. Speech acts do not have to be spoken directly by the speaker but can take other forms such as in literary works. The purpose of this study is to describe and explain the form of commissive speech acts in the performance of the play Rembulan Wungu. This research is included in qualitative research using a pragmatic approach. The primary source of data in this study is the performance of the play Rembulan Wungu by Bondan Nusantara. Data retrieval techniques using listen, engage, and record techniques. The instrument used for data retrieval is a data card. The stages of data analysis consist of data classification, data condensation, data presentation and analysis, and drawing conclusions. The results of the study found three types of commissive speech acts in the performance of the play Rembulan Wungu, namely commissive speech acts intending, promising, and swearing. The most intent commissive speech acts were found with a total of 9 data with the most dominant verbal markers in the form of the words yen and ajeng. The commissive speech act promises 3 data with verbal markers in the form of the word bakal. An interesting thing is found in the type of oath that is pronounced using sesanti in the form of parikan or Javanese poem. 
Konsep Diri Dan Karakter Wanita Jawa Dalam Serat Wulang Reh Putri Karya Pakubuwono X Bagus Wahyu Setyawan; Teguh; Shinta Tyas Pratisthita
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i1.258

Abstract

Dewasa ini banyak wanita Jawa yang sudah mengalami disrupsi karakter sehingga sebagian kehilangan jati dirinya. Untuk itu, perlu dilakukan reaktualisasi Pendidikan karakter dengan mengangkat beberapa piwulang yang tertanam dalam karya sastra Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan konsep dan karakter wanita utama Serat Wulang Putri karya Pakubuwono X. Sumber data penelitian ini adalah teks serat Wulang Putri dan informan dari para pakar bidang sastra dan budaya Jawa. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan studi filologi dan in-depth interview. Uji validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Dari hasil analisis data ditemukan konsep dan karakter wanita utama dalam Serat Wulang Putri. Konsep wanita Jawa utama disimbolkan dengan beberapa tokoh, diantaranya Dewi Adaninggar dan Dewi Citrawati yang memiliki sikap berbakti kepada suami. Wanita Jawa juga harus memahami esensi, peran, dan posisinya dalam keluarga. Adapun karakter dari wanita Jawa yang baik diantaranya adalah berbakti, patuh kepada suami, menjaga lisan, memahami posisinya dalam keluarga, dan tentu menjaga segala sesuatu yang diberikan oleh suami.
SIMBOLISASI DAN REPRESENTASI BUDAYA PATRIARKI DALAM MANUSKRIP JAWA: TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE Setyawan, Bagus Wahyu; Teguh
Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu Vol 29 No 2 (2024): Widya Aksara
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/widyaaksara.v29i2.288

Abstract

Patriarchal culture has been deeply rooted and shackled in almost all aspects of people's social life. Even literary works are also influenced by a very strong patriarchal culture. This research aims to reveal the symbolization and representation of patriarchal culture in Javanese manuscripts. The selected data source is Javanese manuscripts aimed specifically at women, namely Serat Wulangreh Putri, Serat Candrarini, and Serat Wulang Wanita. The data collection technique uses content analysis techniques and hermeneutic readings of the three manuscripts. The data analysis in this study uses Charles Sanders Pierce's semiotic theory with the concept of reading three-meaning semoticons. The results found in this study are that there are several forms of depictions of patriarchal culture in the three manuscripts that make the roles and positions of Javanese women marginalized. The impact of patriarchal cultural hegemony is the existence of subordination, the emergence of double burdens, and psychological violence against women. In these manuscripts, there is also a recommendation that women must accept the practice of polygamy carried out by their husbands. Thus, it is necessary to take a step of reconciliation and reinterpretation to form a new perspective in responding to duties and women in the family. It is appropriate for husband and wife to establish good communication and a proportionate division of roles in the family so as not to be influenced by patriarchal understanding.
Pengaruh Politik Kolonial Belanda terhadap Peristiwa Pemberontakan Raden Rangga dalam Babad Pakualaman Setyawan, Bagus Wahyu; Maulina, Risqi Novita; Hidayah, Sa'adatun Nuril
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7665

Abstract

Naskah babad Pakualam merupakan wujud salah satu karya sastra Jawa yang mengandung nilai-nilai sejarah yang dimuat dalam naskah. Karya sastra ini tidak terlepas dari latar belakang penulis dalam menceritakan karya sastranya. Tidak dapat dipungkuri dalam naskah babad Pakualaman sebagian besar menceritakan bagaimana sejarah raja-raja di Keraton Solo dan Keraton Yogya pada saat itu. Karena kolonialisme saat itu terjadi banyak sekali ditemukan pergolakan dan juga kemarahan terhadap pihak kompeni yang sangat semena-mena dan terlalu ikut campur kedalam pemerintahan keraton. Hal ini yang membuat salah satu anggota kerajaan yaitu Raden Rongga melakukan pemberontakan terhadap kompeni sebagai bentuk patriotisme dalam memerangi pihak kompeni dan rela berkorban demi kemakmuran dan kejayaan kerajaan agar bisa mengusir pihak kompeni agar supaya tidak turut andil dalam pemerintahan. Akan tetapi karena Raden Rongga melawan pemerintahan keraton Yogya maka dianggap sebagai tindakan pemberontakan. Hal ini karena Raden Rangga tidak mengindahkan isi surat yang berisikan agar datang untuk meminta maaf kepada Tuan Besar dan mempertanggung jawabkan apa yang telah menjadi kesalahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah karya sastra mampu memberikan catatan sejarah pada era kolonialisme di Keraton Yogya yang bersifat setengah historis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan metode psikoanalisis dalam menganalisis data.
Moralitas dalam Novel "Tentang Kamu" Karya Tere Liye Marentika, Sisca Wahyu; Setyawan, Bagus Wahyu
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 11, No 1 (2022): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.432 KB) | DOI: 10.35194/alinea.v11i1.1628

Abstract

Artikel ini akan memaparkan nilai-nilai dalam sebuah karya sastra. Sumber data dalam penelitian adalah novel “Tentang Kamu” karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode diskriptif. Penelitian menggunakan pandangan teori M.H. Abrams yaitu pendekatan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai moral yang terkandung dalam novel adalah hidup itu perlu dilakoni dengan gigih. Hal seperti itu, tentu sangat bermanfaat untuk para pembaca. Gambaran yang terangkai dalam untaian setiap cerita memfokuskan pada kehidupan moral.  Katakunci: nilai; novel; moral; pragmatikAbstract:This article will describe the values in a literary work. The data source in this research was the novel “Tentang Kamu” by Tere Liye. The method utilized in this research was descriptive. This study used the theoretical view of M.H. Abrams as a pragmatic approach. The results of the study indicate that the moral values contained in the novel is that life needs to be lived persistently. Those values are surely beneficial for readers. The illustration represented in every sense of story focuses on the moral life.Keywords: value; novel; moral; pragmatics
Makna Religi Tradisi Nyadran dan Atraksi Pencak Silat di Desa Abar abir Khilmiyyah, Dahliyatul; Setyawan, Bagus Wahyu
Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 4 No 2 (2023): Lani: Jurnal Kajian Sejarah Dan Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/Lanivol4iss2page76-79

Abstract

A tradition can be understood as a custom passed down through generations and still practised within a community. The most fundamental aspect of a tradition is the transmission of information from one generation to the next, whether written or oral, because, without this, a tradition will become extinct and will not evolve. There are many different traditions passed down in each region, such as in the village of Abar Abir in Gresik Regency, where the Nyadran and Pencak Silat traditions are practised. These traditions, handed down through generations, carry significant religious meanings and ancestral legacies, ensuring that future generations can continue them.
Co-Authors Abd. Aziz Abd. Aziz Afkaryna, Shova Agus Purwowidodo Ahmad Fahrudin Al Fatih Rijal Pratama Alifuddin Ubaidillah Alifuddin Anggoro Putranto Anggraini, Filisya Putri Ani Rakhmawati Anisa Zakia Rahma Annas Ribab Sibilana Aprilianti, Elok Dwi Astiana Ajeng Rahadini Ayunda Riska Puspita, Ayunda Riska Azizah, Nova Auliatul Berliana, Willda Eka Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Chafit Ulya Deva Okta Cahyani Dewi Kurnia Sari Dita Karisma Fahriani Djoko Sulaksono Djoko Sulaksono Djoko Sulaksono Dwi Amita Noviarwati Dwi Rahmi Supradini Dwi, Octa Dwi, Risna Sagita Edy Suryanto Elen Inderasari Elsa Nandita Sari Else Liliani Faizal Abdi Yulik Pratama Filisya Putri Anggraini Hafidz Rosyidiana Hani Ananda Aprilisa Hespi Septiana Hidayah, Sa'adatun Nuril Hidayah, Sa’adatun Nuril Husni Cahyadi Kurniawan Idamatul Khoiriyah Indah, Tantri Laroiba Joyotu , Toerhthangquor Shuvrangshu Khilmiyyah, Dahliyatul Ku-Ares Tawandorloh Kundharu Saddhono Kundharu Saddhono Lilis Fashihatul Lisan Linda Risnawati M. Jazeri Mahdina Nurrohmah Marentika, Sisca Wahyu Maulidiyah, Tri Annisa Maulina, Risqi Novita mawadah, ilma maretiana Memet Sudaryanto Muhammad Dwi Toriyono Muhammad Rohmadi Mulia, Tamtu Ageng Nafi'ah, Zainun Natsir, Ahmad Nisha Agustina Wulandari Nur Antonny Priambodo Nur Samsiyah Putri , Ulfa Rizqi Putri, Rosi Octharyna Rahma, Anisa Zakia Rahmad Syaifudin Rahmawati Mulyaningtyas Rakhmawati, Ani Rizki Hayu Fitriana Sa'adatun Nuril Hidayah Samsiyah , Nur Santika Dewi Lestari Sari, Dian Nurfita Selvia Eva Novaliana Septiana, Hespi SF. Lukfianka Sanjaya Purnama Shinta Tyas Pratisthita Shova Afkaryna Sibilana, Annas Ribab Tawandorloh, Ku-Ares TEGUH Teguh, Teguh Tiara Risa Ninda Gramidia Toerhthangquor Shuvrangshu Joyotu Trisnianti, Dewi Ulfa Rizqi Putri Yasin, Muhamad Yusuf Muflikh Raharjo