Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Mengembangkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita Di Tk Baitul Mukarammah Desa Blang Teungoh Kec. Panton Reu Kab. Aceh Barat Ratna Dewi; Nurma; Karuni Humairah Arta
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 2 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i2.302

Abstract

Bahasa adalah salah satu cara untuk mengekspresikan diri setiap individu. Tanpa bahasa, manusia tidak dapat melakukan aktivitas apapun, karena kehidupan mereka sangat bergantung pada interaksi sosial dan komunikasi. Kemampuan berbicara, yang merupakan keterampilan berbahasa yang paling umum dan efektif, memegang peranan penting dalam proses ini. Perkembangan bahasa anak dapat didorong melalui berbagai metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pendidikan. Salah satunya adalah metode bercerita. Di TK Baitul Mukaramah Desa Blang Teungoh, kemampuan bahasa anak-anak kelompok A masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode dan media pembelajaran yang kurang menarik serta bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita di TK Baitul Mukaramah Desa Blang Teungoh, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian yang dilakukan di TK Baitul Mukaramah menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media gambar di kelas A memberikan hasil yang positif. Dari hasil penelitian, 4 anak menunjukkan perkembangan yang sangat baik, 3 anak berkembang sesuai harapan, 2 anak mulai berkembang, dan 1 anak belum berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media gambar di TK Baitul Mukaramah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Permainan Lego Pada Anak Usia 5-6 Tahun Tk Negeri Pembina 1 Kuala Hasmiati; Nurma; Karuni Humairah Arta
Educalia: Journal of Educational Research Vol 4 No 2 (2025): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v4i2.303

Abstract

Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan seni anak yang harus diberikan stimulasi optimal sejak usia dini. Untuk mengembangkan kreativitas ini, sekolah dapat memanfaatkan berbagai jenis permainan yang dapat merangsang daya cipta anak. Jika kreativitas tidak dikembangkan sejak usia dini, kemampuan berpikir dan kecerdasan anak akan terhambat. Untuk menghasilkan produk atau bakat kreatif yang tinggi, diperlukan pengembangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas anak kelompok B1 melalui permainan lego di TK Negeri Pembina 1 Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc.Taggart. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengembangan kreativitas anak usia 5-6 tahun melalui permainan lego di TK Negeri Pembina 1 Kuala, yang terlihat pada siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus pertama, rata-rata nilai peserta didik adalah 50,77, dengan mayoritas anak memperoleh nilai sekitar 50. Pada siklus kedua, seluruh peserta didik berhasil memperoleh nilai 70 atau lebih, dengan rata-rata nilai meningkat menjadi 71,04. Peningkatan ini mencerminkan kenaikan rata-rata sebesar 20,27 poin atau sekitar 39,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan pada siklus kedua lebih efektif dibandingkan dengan siklus pertama.
Unpacking Failures and Challenges in Flood Mitigation: An Actuating-Based Policy Implementation Analysis in West Aceh Erlinda Sarni Sidim; Ikhwan Rahmatika Latif; Ilham Mirza Saputra; Aulia Risky; Karuni Humairah Arta; Najamudin Najamudin
JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/govsci.v7i1.150

Abstract

Flood disasters remain a recurrent and escalating risk in Indonesia, particularly in regions with high hydrometeorological vulnerability such as West Aceh Regency. This study aims to analyze the implementation of flood disaster mitigation policies at the local government level by employing George R. Terry’s actuating framework, which encompasses motivating, directing, communicating, and leading. A qualitative research approach was adopted, utilizing in-depth interviews, field observations, and document analysis to capture the dynamics of policy implementation in practice. The findings reveal that the effectiveness of flood mitigation in West Aceh is constrained by several interrelated factors, including low community participation, weak policy synchronization across institutions, limited communication systems, and insufficient leadership coordination. Although the local government has undertaken both structural measures—such as drainage improvement and flood control infrastructure—and non-structural measures—such as community awareness programs and institutional strengthening—these efforts remain fragmented and insufficiently integrated. As a result, mitigation outcomes have not yet significantly reduced the recurring flood risks. This study contributes to the literature by proposing an integrative conceptual framework that connects the actuating function with structural and non-structural mitigation approaches. The framework highlights that effective disaster mitigation is not solely dependent on technical interventions but also on the quality of policy execution, institutional capacity, and participatory governance. The study recommends strengthening institutional coordination, enhancing participatory communication strategies, and ensuring the integration of technical and social approaches in local disaster mitigation policies. These findings provide practical and theoretical implications for improving disaster governance in flood-prone regions, particularly within decentralized governance contexts.
Sosialisasi Pendampingan Implementasi Program Kebijakan PAUD-HI di TK Pocut Meuligoe Samalanga Kabupaten Bireuen Karuni Humairah Arta; Arfriani Maifizar; Ikhwan Rahmatika Latif; Ilham Mirza Saputra; Najamudin Najamudin; Afrizal Tjoetra; Khairan Khairan; Chairul Iqbal Aziz; Reza Fahlevi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.14503

Abstract

Holistic Integrative Early Childhood Education (PAUD-HI) is a strategic approach to fulfilling the essential needs of early childhood, including education, health, nutrition, care, protection, and welfare. This community service activity aimed to provide socialization and mentoring on the implementation of the PAUD-HI program at TK Pocut Meuligoe Samalanga, Samalanga District, Bireuen Regency. The activity employed a participatory approach through material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions involving school principals, teachers, and school committee members. The materials delivered included PAUD-HI policies based on Bireuen Regent Regulation Number 4 of 2020, priority PAUD-HI programs, and PAUD management. The results indicate that the participant targets were successfully achieved, the materials were well understood, and participants showed high enthusiasm throughout the activity. This program is expected to enhance stakeholders’ understanding of PAUD-HI implementation and contribute to improving the quality of early childhood education services in a sustainable manner.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Berbasis Eksplorasi dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di Lembaga PAUD Berbasis Islam Arizul Suwar; Said Nazaruddin; Rahmat Saputra; Karuni Humairah Arta; Fariyoni Fariyoni
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.572

Abstract

Pembelajaran sains di lembaga PAUD berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kreativitas anak sejak dini, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru di lembaga PAUD berbasis Islam mengoptimalkan pembelajaran sains berbasis eksplorasi sebagai media pengembangan kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua orang guru PAUD dari KB Al-Bunayya yang berlokasi di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dan dari TK Bungong Barona yang berlokasi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru telah menjalankan tiga peran utama secara konsisten, yakni sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah dijangkau dari lingkungan sekitar. Sebagai motivator, guru mendorong keberanian eksplorasi anak melalui pujian, pendampingan bertahap, dan pemberian kebebasan berkreasi. Sebagai mediator, guru menghubungkan konsep sains dengan pengalaman keseharian anak serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam seperti tafakkur, itqan, dan rasa syukur. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya pengetahuan sains guru, serta kurangnya sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sains eksploratif dapat menjadi wahana pembentukan karakter Islami sekaligus pengembangan kreativitas anak usia dini apabila guru memiliki komitmen, kreativitas, dan dukungan kelembagaan yang memadai
Model Pendidikan Pesantren dan Kontribusinya bagi Pendidikan Islam Nasional Karuni Humairah Arta; Mandaliya Ulfa Daulay; Erna Wati
Educalia: Journal of Educational Research Vol 3 No 2 (2024): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v3i2.338

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis model pendidikan pesantren dan kontribusinya terhadap pendidikan Islam nasional melalui pendekatan kajian pustaka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan teknik analisis isi dan analisis tematik terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk buku akademik, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan. Fokus kajian diarahkan pada pemetaan karakteristik model pendidikan pesantren, pola pembelajaran yang dikembangkan, serta relevansinya dalam konteks sistem pendidikan Islam nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pendidikan pesantren memiliki karakter integratif yang memadukan aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam satu ekosistem pendidikan berbasis asrama. Sentralitas keteladanan kiai, pembiasaan nilai melalui kehidupan komunal, serta fleksibilitas kurikulum menjadi kekuatan utama pesantren dalam membentuk karakter dan integritas moral peserta didik. Selain itu, pesantren berkontribusi dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, memperkuat pendidikan karakter, serta mendukung pengembangan institusi pendidikan Islam formal dalam sistem nasional. Secara konseptual, model pendidikan pesantren dapat dipahami sebagai paradigma pendidikan holistik yang relevan untuk memperkaya pendidikan Islam nasional, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kebutuhan penguatan nilai. Meskipun tidak seluruh elemen strukturalnya dapat direplikasi, prinsip-prinsip dasar pesantren dapat diadaptasi secara selektif untuk mendukung pengembangan sistem pendidikan yang lebih integratif dan berbasis karakter.
Implementasi Program Sekolah Sehat untuk Meningkatkan Kesadaran Gizi Anak Usia Dini Nazaruddin, Said; Rafsanjani, Aiza; Yuriansa, Adelfa; Humairah Arta, Karuni
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 7 No 1 (2025): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v7i1.282

Abstract

Program Sekolah Sehat (PSS) merupakan salah satu strategi penting dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi dan perilaku hidup sehat pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PSS dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran gizi anak usia dini di lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal nasional dan internasional yang relevan periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Program Sekolah Sehat memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan gizi anak. Melalui kegiatan pembiasaan seperti cuci tangan, sarapan sehat bersama, dan pembelajaran tematik berbasis gizi, anak menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Keberhasilan program ini juga ditentukan oleh peran aktif guru sebagai fasilitator pendidikan gizi dan dukungan orang tua dalam membentuk pola makan sehat di rumah. Temuan menunjukkan bahwa sinergi antara sekolah, keluarga, dan kebijakan pemerintah menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi program. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas pendukung dan rendahnya literasi gizi sebagian guru dan orang tua. Oleh karena itu, penguatan kapasitas tenaga pendidik, penyediaan sarana sanitasi dan kantin sehat, serta kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program. Secara keseluruhan, implementasi Program Sekolah Sehat terbukti efektif dalam membentuk perilaku gizi yang positif sejak usia dini dan berpotensi menjadi model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Indonesia.
Dampak Penyelenggaraan Aktivitas Baca, Tulis, dan Hitung (CALISTUNG) Pada Anak Usia Dini Humairah Arta, Karuni; Saputra, Rahmat; Yuriansa, Adelfa; Nazaruddin, Said; Nurhabibah
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 7 No 1 (2025): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v7i1.284

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak penyelenggaraan aktivitas Calistung (baca, tulis, dan hitung) pada pendidikan anak usia dini di Indonesia berdasarkan sepuluh jurnal akademik terpilih yang diterbitkan antara 2016 dan 2023. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi praktik pendidikan yang seimbang sesuai prinsip perkembangan masuk dampak positif dan negatif, serta kesimpulan dengan rekomendasi. Temuan utama menunjukkan bahwa Calistung meningkatkan keterampilan kognitif dan kesiapan belajar, tetapi dapat menyebabkan stres akademik dan gangguan psikis jika tidak diterapkan dengan pendekatan bermain yang sesuai. Penelitian ini merekomendasikan praktik pendidikan yang seimbang sesuai prinsip perkembangan anak.
Pemanfaatan Media Digital Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Awal Anak Usia Dini Yuriansa, Adelfa; Humairah Arta, Karuni; Saputra, Rahmat; Nazaruddin, Said; Saputra, Rizal
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 7 No 1 (2025): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v7i1.286

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran literasi pada anak usia dini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media digital interaktif dalam meningkatkan literasi awal anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada beberapa taman kanak-kanak di wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti aplikasi membaca interaktif, video edukatif, dan permainan berbasis huruf dapat meningkatkan minat baca, pengenalan huruf, dan kemampuan berbahasa anak. Namun, dibutuhkan pendampingan intensif dari guru dan orang tua agar media digital digunakan secara tepat. Studi ini merekomendasikan integrasi media digital dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai salah satu strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Tinjauan Pustaka tentang Peran, Faktor, dan Strategi Penguatan Kemitraan Sekolah–Keluarga Humairah Arta, Karuni; Islamiyah, Ummi Habibatul; Yuriansa, Adelfa; Nazaruddin, Said; Nurhabibah
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 7 No 2 (2025): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v7i2.288

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK) merupakan fondasi penting bagi perkembangan holistik anak, yang memerlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis peran, manfaat, bentuk, faktor pengaruh, dan strategi keterlibatan orang tua dalam PAUD/TK berdasarkan 10 studi relevan. Metode penelitian menggunakan pendekatan library research dengan analisis konten kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua meningkatkan prestasi akademik, perkembangan sosial-emosional, dan ketahanan keluarga anak. Bentuk keterlibatan meliputi parenting, komunikasi, belajar di rumah, pengambilan keputusan, dan kolaborasi masyarakat. Faktor pendukung termasuk kesadaran orang tua dan sikap guru yang ramah, sementara hambatan meliputi keterbatasan waktu dan kesibukan kerja. Strategi efektif mencakup komunikasi rutin, program parenting, dan visit home. Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya kemitraan berkelanjutan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, dengan rekomendasi penguatan program kemitraan berbasis teknologi dan inklusif.