Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Motivasi Akademik dalam Self-compassion untuk Meminimalisir Perilaku Bullying Hidajat, Helga Graciani; Pratiwi, Iqlima; Rahmi, Yaumul; Putri, Raissa Dwifandra
Flourishing Journal Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i92022p605-615

Abstract

Abstract: Bullying behavior still occurs in various parts of the world, including in Indonesia, until now. This bullying behavior had a negative impact, namely emotional and behavioral disturbances for both bullies and victims of bullying. The purpose of this research was to explore the factors that influence bullying behavior; psychological dynamics of perpetrators and victims of bullying as well as psychological dynamics of academic motivation development interventions in self-compassion in minimizing bullying behavior. This research is a literature study. The research procedure included reading theories related to academic motivation, self-compassion, academic motivation in self-compassion, bullying behavior, predictors of bullying, psychological dynamics of academic motivation in compassion in minimizing bullying. The results of this study were the factors that cause bullying behavior is a lack of moral knowledge about bullying behavior and its effects; parenting style that is too authoritarian and permissive; justification for bullying in schools. There were many negative impacts on bullying behavior, starting from emotional and behavioral disturbances in bullying perpetrators, which were related to aggression and emotional and behavioral disturbances in bullying related to low self-esteem, stress, depression, difficulty adapting, and even attempted suicide in victims of bullying. One of the interventions to minimize bullying behavior was by developing academic motivation in self-compassion to minimize bullying. Abstrak: Perilaku bullying masih terjadi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, hingga saat ini. Perilaku bullying ini memberi dampak yang negatif yakni gangguan emosi dan perilaku baik pada pelaku bullying maupun korban bullying. Tujuan penulisan artikel ini adalah melakukan studi literature terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bullying; dinamika psikologis pelaku dan korban bullying serta dinamika psikologis intervensi pengembangan motivasi akademik dalam self-compassion dalam meminimalisir perilaku bullying. Penelian ini merupakan penelitian studi literature. Prosedur penelitian ini meliputi membaca teori berkaitan dengan motivasi akademik, self-compassion, motivasi akademik dalam self-compassion, perilaku bullying, prediktor bullying, dinamika psikologis motivasi akademik dalam compassion dalam meminimalisir bullying. Hasil penelitian ini adalah Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku bullying adalah kurangnya pengetahuan moral tentang perilaku bullying dan dampaknya; pola asuh orang tua yang terlalu otoriter dan permisif; pembenaran bullying di sekolah. Banyak dampak negatif dalam perilaku bullying mulai dari gangguan emosi dan perilaku pada pelaku bullying yakni berkaitan dengan agresi dan gangguan emosi dan perilaku pada bullying terkait dengan rendah diri, stress, depresi, susah beradaptasi, bahkan percobaan bunuh diri pada korban bullying. Salah satu intervensi untuk meminimalisir perilaku bullying dengan mengembangkan motivasi akademik dalam self-compassion untuk meminimalisir bullying.
Eksplorasi Pengalaman Individu dengan Gangguan Psikosomatik: Gejala, Faktor Psikologis, Dampak, dan Strategi Koping Adnan, Kahlil; Hidajat, Helga Graciani
Flourishing Journal Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i102025p578-598

Abstract

Psychosomatic disorders represent a complex condition involving the interaction of psychological, biological, and social factors, significantly affecting an individual's physical and mental health. This study aims to explore the experiences of individuals with psychosomatic disorders, particularly regarding the symptoms experienced, contributing factors, impacts on daily life, and coping strategies employed. The research utilizes a qualitative phenomenological approach, conducting semi-structured interviews with three participants who have experienced psychosomatic disorders. The findings reveal that physical symptoms such as headaches, nausea, fatigue, and insomnia are closely related to stress, academic pressure, or work demands. The impacts include decreased productivity, disruption of social relationships, and an overall decline in quality of life. Coping strategies employed encompass internal approaches (relaxation and emotional management) and external approaches (social support and medical consultations). Participants also highlighted the importance of more comprehensive healthcare services, public education, and social support in helping them manage these disorders. This study emphasizes the need for a holistic approach in addressing psychosomatic disorders by integrating biopsychosocial aspects to improve the quality of life for affected individuals. AbstrakGangguan psikosomatik merupakan kondisi yang kompleks, melibatkan interaksi antara faktor psikologis, biologis, dan sosial yang berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman individu dengan gangguan psikosomatik, khususnya terkait gejala yang dialami, faktor penyebab, dampak terhadap kehidupan sehari-hari, serta strategi koping yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga partisipan yang memiliki pengalaman gangguan psikosomatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, kelelahan, dan insomnia sangat terkait dengan stres, tekanan akademik, atau tuntutan pekerjaan. Dampak yang dirasakan meliputi penurunan produktivitas, gangguan hubungan sosial, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Strategi koping yang diterapkan mencakup pendekatan internal (relaksasi dan pengelolaan emosi) serta pendekatan eksternal (dukungan sosial dan konsultasi medis). Partisipan juga mengungkapkan pentingnya layanan kesehatan yang lebih komprehensif, edukasi masyarakat, dan dukungan sosial untuk membantu mereka mengelola gangguan ini. Penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam penanganan gangguan psikosomatik, dengan mempertimbangkan aspek biopsikososial untuk meningkatkan kualitas hidup individu yang terdampak.