Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship between Learning Activities and Mathematical Problem-Solving Abilities in Elementary School Febrianti, Inda; Prasetyo, Teguh; Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Chongbang , Nirmal; Kumar , Komil
International Journal of Mathematics and Mathematics Education (IJMME) Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/ijmme.v1i3.659

Abstract

This research investigates the relationship between elementary school students' learning activities and mathematical problem-solving abilities. A quantitative functional correlation method was utilized with 52 fourth-grade students. Questionnaires were used to measure learning activities, while problem descriptions were used to assess mathematical problem-solving abilities. The IBM SPSS Statistics 22.0 application and the Spearman Rank method were used for data analysis. The study results indicate a positive relationship between learning activities and mathematical problem-solving abilities. The regression equation showed a proportional relationship, where higher learning activities resulted in better problem-solving abilities. The coefficient of determination indicated that 8.2% of the variance in problem-solving abilities could be attributed to learning activities. The t-test results demonstrated a significant relationship between learning activities and mathematical problem-solving abilities. Therefore, this study concludes that learning activities significantly impact the mathematical problem-solving abilities of fourth-grade elementary school students in Banjarwatu, Bogor Regency.
Human Best Practice Science Learning Model on Human Respiratory System Material Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Sondakh, Delfina Christie; Febriani , Regina
Islamic Journal of Integrated Science Education (IJISE) Vol. 3 No. 3 (2024): November
Publisher : Program Studi Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijise.v3i3.3871

Abstract

The success of the learning process really depends on the teacher's teaching. The aim is to find out what learning models are usually used by a teacher and how to apply these models to the learning process. This research uses a qualitative interview and observation approach. The results of this research, the model that is often used is the project based learning model and interestingly the learning is carried out by making human respiratory system teaching aids which are affordable and interesting. In conclusion, teachers choose methods based on the complexity of the material and learning objectives, where theory is conveyed through discussions or lectures, while concrete concepts are understood through experiments.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN OPEN ENDED QUESTION PADA KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Rifani, Rini; Prasetyo, Teguh; Indra, Syukri; Hayu, Wiworo Retnadi Rias
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 11 No 01 (2025)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v11i01.3936

Abstract

This study aims to describe the development and analyze the criteria for an Open-ended-question-based assessment instrument within the Merdeka Curriculum, designed to measure the creative thinking skills of 4th-grade elementary school students. The research adopts a nine-step instrument development model: defining the instrument's purpose, determining the scope of material, developing item indicators, constructing the instrument items, conducting content validity, revising the instrument, pilot testing, analyzing the trial results, and assembling the final instrument. The content validity analysis using Aiken's V index, conducted by three validators, indicated that four assessment items had moderate validity and eight had high validity. Large-scale product testing produced the following results: (1) validity tests of 10 questions showed all questions were valid, (2) the instrument items were reliable with a Cronbach's Alpha of 0.822, indicating very high reliability, (3) difficulty index analysis revealed eight items were of medium difficulty and two items were easy, and (4) discrimination index analysis showed two items were moderately good, six items were good, and two items were perfect. Thus, it can be concluded that the developed assessment instrument is suitable for use.
Pengaruh Metode Pair Check Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKN Kelas III SDN 02 Cibadak Yustiasyah, Alda; Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Efendi, Irwan
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i1.297

Abstract

Siswa cenderung malu bertanya dan tidak berani menyampaikan pendapatnya. Siswa mendengarkan tanpa mampu mengembangkan informasi yang diperoleh atau berdiskusi. Sehingga keterampilan berpikir kritis siswa belum optimal. Oleh sebab itu, pembelajaran menggunakan metode pair check dalam pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Cibadak pada kelas III. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat korelatif dengan dua variabel yang terdiri dari variabel bebas yaitu metode pair check dan variabel terikat yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan angket untuk semua variabel dari 35 siswa kelas rendah. Hasil data yang didapatkan dianalisis secara statistik menggunakan Program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai f sebesar 2.113 dan signifikansi sebesar 0,156 > 0,05. Besaran pengaruh variabel metode pair check terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 0,245 atau 24,5%. Hal ini dapat diartikan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas III dipengaruhi oleh metode pair check. Sehingga rumusan persamaan regresi pada penelitian ini adalah Y = 15,071 + 0,246 X. Oleh karena itu, semakin baik dan menarik metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru maka semakin meningkat keterampilan berpikir kritis siswa. Salah satu metode yang direkomendasikan bagi guru untuk diterapkan yaitu  metode pair check sehingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn.
Pola Keterampilan Komunikasi Berbasis Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) Siswa Kelas III SDIT Green Bhakti Insani Susilawati, Rina Yuni; Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Kurniasari, Daningsih
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i2.871

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru adalah model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition). CIRC adalah model pembelajaran yang menekankan bahwa siswa belajar secara berkelompok dan guru memberikan materi untuk dipahami oleh siswa. Dalam pembelajaran CIRC, setiap siswa bertanggung jawab terhadap tugas kelompok, setiap anggota kelompok saling mengeluarkan ide-ide untuk memahami suatu konsep dan menyelesaikan tugas, sehingga terbentuk pemahaman dan pengalaman belajar yang lama. Langkah-langkah dalam model CIRC tersebut diskusi fase pertama orientasi yaitu guru melakukan apersepsi dan pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan diberikan. Fase kedua organisasi yaitu guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, dengan memperhatikan keheterogenan akademik. Membagikan bahan bacaan tentang materi yang akan dibahas kepada siswa. Fase ketiga pengenalan konsep yaitu guru mengenalkan tentang suatu konsep baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan ini bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, kliping, poster atau media lainnya. Fase keempat publikasi yaitu siswa mengkomunikasikan hasil temuan-temuannya, membuktikan, memperagakan. Fase kelima penguatan dan refleksi yaitu guru memberikan penguatan berhubungan dengan materi yang dipelajari.Hasil penelitian yang telah dilaksanakan di kalangan siswa menemukan bahwa pembelajaran dengan model CIRC yang digunakan pada kelompok eksperimen lebih efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan tingkat penyimpanan. Keterampilan Komunikasi Verbal dan Nonverbal Keterampilan berkomunikasi sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar dan hubungan dengan lingkungan sekitar. Siswa AMD dan AI dia aktif dalam Keterampilan komunikasi verbal, di dalam keterampilan komunikasi Nonverbal ada siswa A dan GAN, dan dalam keterampilan komunikasi berbasis model CIRC NAR dan HIR. Bahwa pendidikan pada era  revolusi  industri  4.0 menuntut  10 skill yang  harus  dimiliki  oleh  seseorang  untuk mengembangkan   kemampuannya. Dengan menggunakan metodologi studi kasus dan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa   fitur Keterampilan Komunikasi model pembelajaran SDIT Green Bhakti Insani dalam Pembelajaran Keterampilan Komunikasi & Model Cooperative Integrated Reading and Composition dalam Pembelajaran di SDIT Green Bhakti Insani, peneliti melihat adanya kelompok dalam pembelajaran melalui beberapa proses penerapan, kelebihan, dan kekurangan. Adapun keterampilan komunikasi berbasis model Cooperative Integrated Reading and Composition kelas III di SDIT Green Bhakti Insani  dapat membantu siswa dalam meningkatkan membaca dan menulis, komunikasi dengan berbagai cara diantaranya meringkas, menjawab pertanyaan, diskusi dan komunikasi dengan temannya dengan mempresentasikan. Setelah siswa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, maka siswa harus dapat menyampaikan apa yang telah dikerjakan. Guru dalam Model pembelajaran CIRC ini berperan sebagai fasilitator.
The Influence of Students' Creativity on Science Learning Independence Putri, Ayunda Dwi Gustami; Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Ramdhani, Muhammad Rendi; Muniroh, Luthfiyatul
Islamic Journal of Integrated Science Education (IJISE) Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Program Studi Tadris IPA, Fakultas Tarbiyah (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/ijise.v4i1.4746

Abstract

One of the factors that influences learning independence is creativity. The purpose of this study was to determine the effect of student creativity on the independence of learning science in grade IV at SDN Pabuaran 02 Bogor. The method used is quantitative with the type of causal correlation. The population in this study were all grade IV students totaling 156 students. The sample used was 39 students from grade IV. The sampling technique is sample random sampling. The data collection technique used is the assessment of creative work with product assessment and the learning independence observation sheet. The data analysis technique is by using a simple linear regression test formula. Based on the results of the regression test, the value of Y = 17.198 + 0.994X and the correlation value (R) is 0.680 and the coefficient of determination (R Square) which is 0.462 means that there is an influence between student creativity on learning independence of 46.2%. While the significance value is 0.000 <0.05 which means a significant influence related to student creativity on learning independence which means Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be seen that there is an influence of student creativity on learning independence in science.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Website Di Sekolah Dasar Huriyyatul Kamila, Nur; Prasetyo, Teguh; Retnadi Rias Hayu, Wiworo
Buletin Ilmiah Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/bip.v2i1.443

Abstract

This study aims to determine the use of Web-based learning media in improving student learning outcomes in class IV at SDN No. 178491 Pohan Door, Toba Samosir Regency. Pre-research results show that teachers rarely use media or materials that can motivate students. This contradicts the 2013 Curriculum, which emphasizes using electronic media to prevent boredom during learning. The research was conducted for three months, from November 2022 to January 2023, with 16 fourth-grade students as research subjects. This study uses classroom action research carried out in two cycles. Qualitative data were analyzed using qualitative descriptive analysis by comparing cycles I and II. In contrast, quantitative data on student learning outcomes were analyzed using descriptive comparative analysis by comparing initial test scores, cycles I and II. The results showed that using Web-based learning media significantly increased the learning outcomes of fourth -grade students at SDN No. 178491 Pohan Door, Toba Samosir Regency. The average student learning outcomes increased from 62.50 at the beginning of the study to 73.13 at the end of cycle I and increased again to 85.63 at the end of cycle II. The initial completeness level of 12.50% increased to 50% at the end of cycle I and again to 100% at the end of cycle II. The results of the observer's assessment showed that student activity and teacher performance also increased from cycle I to cycle II. In conclusion, the application of Web-based learning media can positively impact student learning outcomes, increasing the level of completeness, student activity, and teacher performance. Therefore, it is suggested that teachers use Web-based learning media in the learning process to motivate and improve student learning outcomes.
Strategi Metakognitif dalam Pembelajaran: Tinjauan Sistematis dan Implikasinya terhadap Efektivitas Belajar Prasetyo, Teguh; Rasmitadila, Rasmitadila; Hayu, Wiworo Retnadi Rias; Mulyanti, Eneng
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v4i1.1604

Abstract

Artikel ini mengkaji efektivitas strategi metakognitif dalam pembelajaran melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024. Kajian ini berfokus pada penerapan strategi metakognitif yang mencakup perencanaan, pemantauan, dan evaluasi diri pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif yang konsisten terhadap empat aspek utama, yaitu: (1) keterampilan berpikir kritis dan reflektif, (2) self-efficacy dalam belajar, (3) pemahaman konsep dan penalaran logis, serta (4) keterampilan pemecahan masalah. Meskipun sebagian besar penelitian mendukung efektivitas strategi ini, satu penelitian menunjukkan temuan berbeda yang menekankan pentingnya peran guru dalam optimalisasi implementasi. Temuan ini menggarisbawahi perlunya integrasi strategi metakognitif dalam praktik pembelajaran di kelas dan membuka peluang penelitian lanjutan, terutama terkait dampak jangka panjang serta penerapan adaptif dalam berbagai konteks pembelajaran.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa PGSD untuk Melanjutkan Program Profesi Guru (PPG) Iyonu, Rusman; Duawulu, Miqdad; Prasetyo, Teguh; Hayu, Wiworo Retnadi Rias
JIPSD Vol. 1 No. 3 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (April 2025)
Publisher : Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa PGSD untuk melanjutkan program profesi guru. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan wawasan mendalam tentang pengalaman individu atau latar penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa PGSD dari tiga universitas di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal, seperti pengembangan diri, minat mengajar, dukungan keluarga, dan kebutuhan profesional, berperan dalam keputusan mahasiswa untuk melanjutkan program profesi guru. Meskipun motivasi untuk melanjutkan PPG sangat kuat, kendala keuangan merupakan tantangan yang signifikan bagi sebagian mahasiswa. Implikasi praktis dari temuan ini dapat memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam program pendidikan dan pelatihan guru untuk lebih mendukung mahasiswa PGSD dalam membuat keputusan karier yang tepat.
Inovasi Pendidikan: Strategi Meningkatkan Kreativitas dan Berpikir Kritis Siswa Melalui Project Based Learning Mulyanti, Eneng; Hayu, Wiworo Retnadi Rias
JIPSD Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Pengajaran Sekolah Dasar (Desember 2024)
Publisher : Konsorsium Pengetahuan Innoscientia (KOPINNOS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pendidikan menjadi kebutuhan esensial untuk menghadapi tantangan dunia yang kompleks dan dinamis. Artikel ini membahas penerapan Project-Based Learning (PjBL) sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis siswa. Dengan pendekatan berbasis proyek, siswa didorong untuk belajar melalui pengalaman langsung, eksplorasi masalah nyata, dan kolaborasi. Model ini tidak hanya meningkatkan keterampilan akademik tetapi juga kemampuan sosial seperti komunikasi dan tim kerja. Kajian literatur menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan keterampilan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity) serta fleksibel untuk diterapkan pada berbagai mata pelajaran. Selain itu, integrasi teknologi terbukti memperkuat efektivitas PjBL melalui alat kolaborasi dan platform digital. Namun, implementasi model ini memerlukan peran guru sebagai fasilitator yang inovatif serta strategi untuk mengatasi tantangan, seperti pengelolaan waktu dalam pembelajaran. Temuan ini mendukung pentingnya PjBL sebagai strategi utama dalam inovasi Pendidikan untuk meningkatkan kreativitas dan berfikirkritis siswa.