p-Index From 2021 - 2026
4.735
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Parole: Journal of Linguistics and Education Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Harmonia: Journal of Research and Education Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Arbitrer IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Panggung Jurnal Ilmiah Peuradeun Ranah: Jurnal Kajian Bahasa TOTOBUANG Lire journal (journal of linguistics and literature Berumpun: international journal of social, politics and humanities Research and Innovation in Language Learning PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Humaniora Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Journal Sampurasun : Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Journal of Social Research Makara Human Behavior Studies in Asia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Studies in English Language and Education Midang Riksa Bahasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Panggung Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TOTOBUANG

FENOMENA UNGKAPAN TRADISIONAL BAHASA SUNDA DI KOTA BANDUNG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK [The Phenomenon of Sundanese Language Traditional Expression in Bandung City: Sociolinguistics Analysis] Asri Soraya Afsari; Cece Sobarna; Yuyu Yohana Risagarniwa
TOTOBUANG Vol. 8 No. 1 (2020): TOTOBUANG, EDISI JUNI 2020
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/ttbng.v8i1.217

Abstract

The purpose of this study is  describing the existence and utilization of Sundanese language traditional expressions in Bandung speech community today. The method  was  descriptive. Data collection techniques was done by direct interviews with informants in the field using Sundanese and in natural situation communication. The main informant was a culture-supporting community who  really known-well the traditional expressions. The informant was assumed,  at least, to understand it as a form of culture. Moreover, notes techniques was used too. The analytical method  used distributional. The results showed that: there are 206 data traditional expressions which is still known by the people in Bandung. The sub-district that is still familiar with traditional expressions is Ujungberung with a percentage of 100%. The sub-district that is unknow-well of traditional expressions is Sumur Bandung with a percentage of 15%. In terms of usage, Sundanese language traditional expressions are still used in the domain of: family, intimate, neighborliness, education, government, employment, and religion. The function of using expessions is to remind, to advise, to admonish, to calm, to affirm, to appeal, and to express  the feelings. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi dan penggunaan ungkapan tradisional bahasa Sunda yang ada di lingkungan masyarakat tutur Kota Bandung dewasa ini. Metode yang digunakan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada informan di lapangan dengan menggunakan bahasa Sunda dan dalam situasi yang asli (natural situation communication). Informan utama yang dipilih adalah masyarakat pendukung budaya yang memahami ungkapan tradisional. Informan tersebut diasumsikan paling tidak mengetahui ungkapan tradisional sebagai sebuah bentuk kebudayaan. Di samping itu, digunakan pula teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah distribusional. Hasil analisis menunjukkan bahwa: ungkapan tradisional yang masih dikenal oleh masyarakat tutur di Kota Bandung berjumlah 206 data. Kecamatan yang masih mengenal ungkapan tradisional dengan baik adalah Ujungberung dengan jumlah persentase 100%. Kecamatan yang sudah tidak lagi mengenal ungkapan tradisional dengan baik adalah Sumur Bandung dengan jumlah persentase 15%. Dari segi penggunaan, ungkapan tradisional bahasa Sunda masih digunakan dalam ranah: keluarga, kekariban, ketetanggan, pendidikan, pemerintahan, kerja, dan agama. Fungsi penggunaan ungkapan untuk mengingatkan, menasihati, menegur, menenangkan, mengiaskan, mengimbau, dan mengungkapkan perasaan.