Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Relationship Between Age and ASA Physical Status with Recovery Time for Post-General Anesthesia Patient Norhidayat, Muhammad; Suwandewi, Alit; Aprilia, Hanura; Khalilati, Noor; Daud, Izma
Journal of Nursing Invention Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v6i2.980

Abstract

Latar Belakang: General anestesi merupakan salah satu jenis pembiusan yang menimbulkan hilangnya kesadaran, hilangnya persepsi nyeri, hilangnya memori dan relaksasi. Salah satu perhatian utama bagi pasien yang menjalani operasi dengan general anestesi adalah waktu pemulihan kesadaran. Di antara faktor yang dapat mempengaruhi waktu pulih sadar adalah usia dan status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) pasien. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dan status fisik ASA dengan waktu pulih sadar pada pasien post operasi dengan general anestesi. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada bulan Mei-Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,768 (p>0,05), dan tidak ada hubungan antara status fisik ASA dengan waktu pulih sadar dengan p value 0,278 (p>0,05). Kesimpulan: Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong penata anestesi untuk meningkatkan kualitas manajemen anestesi sehingga dapat meminimalkan terjadinya resiko komplikasi pasca pembedahan.
Reducing Pain Score using Finger Hold Technique on Patient with Mild Head Injury in Emergency Department (of) General Hospital Brigadier H Hasan Basry Kandangan 2018 Rahman, Budiya; Khalilati, Noor
Journal Of Nursing Practice Vol. 2 No. 2 (2019): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v2i2.52

Abstract

Background: Treatment for patients who have mild head injury are mostly pharmacological. (Despite of what happens to the patients so far, they do not have to be given drugs as treatment, they can be treated in other ways, that is not in the form of drugs) Purpose: To determine effect of the finger hold technique on decreasing the scale of acute pain on patients with mild head injury. Method: This research used Quasy Experimental design with the One Group Pretest-Postest Design. The population of Mild Head Injury patients in the first semester of 2018 in November-December were 20 people. Samples taken by Accidental Sampling technique in 20 respondents. Instrument for this reseach used the questionnaire sheet. Measurement of respondent's pain level using NRS rating scale 0-10 and the data analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with Paired T-Test. Results: The scale of pain before the finger hold technique on mild head injury patients mostly got moderate pain on 15 people (75%). The scale of pain after the finger hold technique was performed, head injury patients mostly got mild pain category on 13 people (65%). The hypothesis is accepted with a significance level of 0.000 <0.05. Conclusion: By giving finger hold technique, it can decrease pain level patients with mild head injury
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN Indah Nurcahyani; Noor Khalilati; Joko Priyanto Wibowo; Mira
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1820

Abstract

Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.
Makna dan Efektivitas Bapukung terhadap Kualitas Tidur Anak: Suatu Studi Kualitatif Berdasarkan Aktivitas Rapid Eye Movement (REM) Khalidah Khalidah; Uswatun Hasanah; Erliana Puteri; Dian Yuliazahra; M. Irfan Naufal; Herman Ariadi; Noor Khalilati; Izma Daud; Diah Retno
Jurnal Diversita Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v12i1.16361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan efektivitas tradisi Bapukung terhadap kualitas tidur Anak, khususnya ditinjau dari aktivitas Rapid Eye Movement (REM). Bapukung merupakan praktik tradisional masyarakat Banjar dalam menidurkan bayi dengan cara membedong dan mengayun menggunakan kain khusus. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima informan ibu yang rutin melakukan Bapukung. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik berbasis teori tidur fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapukung tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kasih sayang dan warisan budaya, tetapi juga berperan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi bayi, sehingga mempermudah transisi menuju fase tidur REM. Aktivitas REM pada bayi yang dipukung rata-rata berlangsung lebih stabil dengan durasi antara 16 hingga 59 menit per hari, menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur dan kedalaman istirahat. Kesimpulannya, praktik Bapukung memiliki nilai fisiologis dan psikososial yang mendukung kualitas tidur anak, sekaligus mencerminkan kearifan lokal yang relevan dengan konsep neurofisiologi modern tentang tidur anak.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN Indah Nurcahyani; Noor Khalilati; Joko Priyanto Wibowo; Mira
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1820

Abstract

Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.
The Effect of Virtual Reality (VR) Intervention on Anxiety Levels and Quality of Life in Preoperative Patients Undergoing Spinal Anesthesia Ica Lisnawati; Noor Khalilati; Candra Kusuma Negara
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 7 No. 6 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i6.266

Abstract

Preoperative anxiety is a common psychological condition that can negatively affect patients' physiological responses and decrease their quality of life. Patients undergoing spinal anesthesia are particularly vulnerable, as they remain conscious throughout the procedure. Non-pharmacological interventions such as Virtual Reality (VR) offer an innovative approach to reducing anxiety; however, evidence of its effectiveness in regional hospital settings remains limited. This study aimed to examine the effect of Virtual Reality intervention on anxiety levels and quality of life among preoperative patients undergoing spinal anesthesia at Banjarmasin Regional General Hospital. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. The sample consisted of 30 patients purposively divided into two groups: 15 in the intervention group and 15 in the control group. The intervention group received VR exposure for 20 minutes prior to surgery, while the control group received standard care. The instruments used were the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) and the Short Form-36 (SF-36) questionnaire. Data were analyzed using the Mann-Whitney and Wilcoxon Signed-Rank tests. Before the intervention, there were no significant differences between the intervention and control groups in anxiety scores (p = 0.614) or quality of life scores (p = 0.791). After the intervention, the intervention group showed a significant reduction in anxiety scores (13.8 ± 2.7) compared to the control group (20.1 ± 2.6) with a p-value of 0.004. A significant improvement was also observed in the quality of life scores of the intervention group (73.1 ± 6.4) compared to the control group (60.2 ± 7.3) with a p-value of 0.007. Virtual Reality intervention was effective in reducing anxiety and improving the quality of life of preoperative patients undergoing spinal anesthesia. VR has the potential to serve as a practical, efficient, and feasible non-pharmacological intervention in healthcare settings.
Program Edukasi Pertolongan Pertama bagi Penderita Sinkop pada Siswa Kelas IX dengan Metode Ceramah dan Permainan Interaktif Wordwall di SMPN 2 Kumai Yona Faura Maharani; Rena Maulidiya; Muhammad Naufal Nuzulan; Muhammad Malfa Atalla Azizi; Noor Khalilati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24940

Abstract

ABSTRAK Sinkop atau pingsan merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara yang sering terjadi pada remaja usia sekolah dan membutuhkan penanganan pertolongan pertama yang tepat. Rendahnya pengetahuan siswa terkait penanganan sinkop dapat meningkatkan risiko cedera dan kesalahan tindakan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus sinkop di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kumai dengan melibatkan 30 siswa kelas IX. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui ceramah menggunakan media PowerPoint dan permainan interaktif Wordwall. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa pada kategori pengetahuan baik. Edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan permainan interaktif Wordwall efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada kasus sinkop. Kata Kunci: Sinkop, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Syncope is a temporary loss of consciousness caused by reduced cerebral blood flow and frequently occurs among school-aged adolescents. In the school setting, inadequate knowledge of first aid management for syncope may lead to improper handling and increase the risk of injury. This community service activity aimed to improve students’ knowledge regarding first aid management of syncope in the school environment. The activity was conducted at SMP Negeri 2 Kumai and involved 30 nainth-grade students. Health education was delivered through lectures using PowerPoint media and interactive learning with Wordwall games. Students’ knowledge levels were evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results showed a significant improvement in students’ knowledge after the educational intervention, indicated by an increase in the number of students classified as having good knowledge. Health education using lecture methods combined with interactive Wordwall games is effective in improving students’ knowledge of first aid management for syncope in schools. Keywords: Syncope, First Aid, Health Education.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Upaya Promotif dan Preventif Dipanti Asuhan Nur Azizah Belitung, Banjarmasin Barat Rena Maulidiya; Yona Faura Maharani; Noor Khalilati; Zahratunnida Zahratunnida; Zahra Ramadhan Ananda Putra; Nur Lina; Rabiatul Oktamawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24983

Abstract

ABSTRAK Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan penting dalam mencegah penularan penyakit menular, terutama pada kelompok anak yang tinggal di lingkungan hunian komunal seperti panti asuhan. Anak-anak panti asuhan termasuk kelompok rentan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan dan kebiasaan higienis yang belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak Panti Asuhan Nur Azizah Belitung, Kecamatan Banjarmasin Barat, dalam menerapkan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung CTPS dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah intervensi, di mana sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya CTPS dan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Disarankan agar edukasi CTPS dilakukan secara rutin dan terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari panti asuhan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Panti Asuhan.  ABSTRACT Handwashing with soap (HWWS) is a clean and healthy lifestyle behavior that plays a crucial role in preventing the transmission of infectious diseases, especially among children living in communal living environments such as orphanages. Children in orphanages are particularly vulnerable to health problems due to limited knowledge and suboptimal hygiene habits. This Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of children at the Nur Azizah Belitung Orphanage in West Banjarmasin District, in implementing handwashing with soap as a promotive and preventive measure. The methods used included health education, demonstrations, and hands-on practice of HWWS, using a participatory approach. Evaluation was conducted by measuring knowledge levels before and after the activity. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels after the intervention, with the majority of participants in the good knowledge category. This activity can be concluded aseffective in increasing children’s understanding of the importance of HWWS and is expected to encourage the development of sustainable clean and healthy lifestyle habits. It is recommended that HWWS education be conducted routinely and integrated into the orphanage’s daily activities. Keywords: Handwashing With Soap, Health Promotion, Disease Prevention, Orphanage.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat Dalam Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular Melalui Metode Pelatihan Simulasi Novia Heriani; Noor Khalilati; Hanura Aprilia; Julianto Julianto; Indrayadi Indrayadi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Snake bites are a potentially life-threatening health problem, especially in residential areas near swamps and bushes. Inappropriate initial treatment can worsen the victim's condition and increase the risk of complications. This community service activity aims to improve the community's knowledge and skills in providing first aid for snake bites through simulation training. The activity was held on October 7, 2025, in Kelayan Barat Village, RT 09, Banjarmasin City, with 41 participants. The methods used included education, demonstrations, simulations, and hands-on practice. The results of the activity showed an increase in the community's understanding and skills in recognizing the signs of snake bites, providing correct first aid, and avoiding erroneous actions. This activity is expected to increase community preparedness in dealing with snake bites and reduce the risk of complications due to inappropriate treatment.
Pengaruh Resusitasi Cairan terhadap Nilai Revised Trauma Score (RTS) pada Pasien Trauma di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Kota Banjarmasin Durratun Nafisah; Hanura Aprilia; Mira Mira; Noor Khalilati
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.662

Abstract

Trauma is one of the leading causes of death and disability worldwide, accounting for approximately 50% of all deaths. Generally, trauma patients experience both external bleeding, which is visible, and internal bleeding, which is not visible; both result in the loss or reduction of blood volume. Fluid resuscitation is the primary treatment for trauma to maintain and restore oxygenation following blood loss. This study aims to analyze the effect of fluid resuscitation on the Revised Trauma Score (RTS) in trauma patients at the emergency department of Dr. H. Moch Ansari Saleh Regional General Hospital in Banjarmasin. The study employed a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest design involving 14 participants selected via accidental sampling. Using the nonparametric Wilcoxon test, the results showed a change in the RTS score with a p-value (0.001) < α (0.005). This indicates that fluid resuscitation has an effect on increasing the RTS score in trauma patients. Rapid and appropriate fluid resuscitation plays a crucial role in supporting the initial stabilization process and improving the clinical condition of trauma patients.