Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Finansial Usaha Budidaya Tambak Polikultur Udang Windu (Penaeus monodon) dan Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Desa Simpang Tiga Abadi Kabupaten OKI, Sumatera Selatan ., Isnaini; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.896 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2506

Abstract

Business Development of fisheries in Ogan Komering Ilir highly prospective in terms oftechnical, social, economic, and available resources. Ogan Komering Ilir district, especially Simpang Tigavillage, Tulung Selapan subdistrict have developed tiger shrimp and milkfish in polyculture. This studyaimed to determine the business analysis of tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture anddetermine the appropriateness of the investment criteria of tiger shrimp and milkfish cultivation pondpolyculture in shrimp fishing in Simpang Tiga village, Tulung Selapan subdistrict, OKI South Sumatradistrict in November-December 2012. Questionnaire method used in this study with a sample of 32farmers and farm owners. The results of the business feasibility analysis show that the income of tigershrimp and milkfish cultivation pond polyculture in Simpang Tiga Abadi village, Ogan Komering Ilirdistrict is Rp 49,135,000 per year, while total expense amounting to Rp 27,671,320 and benefit value isRp 21,463,680 so that the tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture got profit. NPV value isRp 62,263,009.28, Net B / C 2.19 and IRR value obtained 42%, then the NPV> 0, Net B / C ≥ 1, and theIRR> discount rate, so that the tiger shrimp and milkfish cultivation pond polyculture is feasible for theforeseeable future.Keywords: Financial Analysis, Simpang Tiga Abadi village, pond polyculture.
Karakteristik Desain Kapal Perikanan Bottom Gillnet di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung Pasaribu, Riana; ., Fauziyah; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.939 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1174

Abstract

The aim of the research were to designed and knowed the characteristic of bottom gillnet ship design. The research was conducted in Nusantara Fishery Port SungaiLiat, Bangka Belitung on Desember which was achieved by measured bottom gilLnet ship directly. Table Data ground offset was processed using by corel draw  in order was achieved three pictures such as body plan, profile plan, and half breadth plan. Based of measuring showed that bottom gillnet ship design for body plan were round flat bottom and round bottom, for profile plan in ship’s stern esspecially in proppler side curved to the keel and for half breadt plan followed body plan. The main dimension charasteristic of bottom gillnet ship design had fulled the standar criteria of dimension rasio of main ship. The body shape ship construction were V bottom in bow side  and U in the middle ship. The material were achieved in the production of ship were meranti woods (Shorea acurinata) and ulin woods (Kusideroxylon zwageri).     Key words : Bottom Gillnet, design, Nusantara Fishery Port Sungailiat   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengetahui karakteristik desain kapal bottom gillnet. Penelitian ini dilakukan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Bangka Belitung pada bulan Desember 2009. Data didapatkan melalaui pengukuran kapal bottom gillnet secara langsung di lapangan. Data pada tabel offset lapangan diolah dengan menggunakan corel draw sehingga didapatkan tiga buah gambar yaitu body plan, profile plan dan half breadth plan. Berdasarkan pengukuran menunjukkan bahwa desain kapal bottom gillnet untuk body plan yaitu round flat bottom dan round bottom, untuk profile plan bagian buritan tepatnya pada bagian propeller melengkung menuju ke lunas dan untuk half breadt plan mengikuti body plan. Karakteristik desain kapal bottom gillnet dimensi utamanya telah memenuhi kriteria standar rasio dimensi utama kapal. Konstruksi bentuk badan kapal adalah V bottom pada bagian haluan dan U pada bagian tengah kapal. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kapal adalah kayu meranti (Shorea acurinata) dan kayu ulin (Kusideroxylon zwageri).     Kata kunci : Bottom Gillnet, Desain, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat
Respon Masyarakat Pesisir Terhadap Pentingnya Pengolahan Air Sungai Menjadi Air Siap Pakai di Desa Sungsang III Banyuasin Sumatera Selatan ., fauziyah; Ulqodry, Tengku Zia; Agustriani, Fitri; ., Rozirwan
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.792 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1340

Abstract

Density residential and transportation activities contribute to the damage and declining water quality in the waters of Sungsang Banyuasin. But the community still use river water for their needs / daily consumption is prone to cause disease. The study was conducted in July 2010 in the Village Sungsang III, Banyuasin II South Sumatra. The method used is Cluster Sampling. Sampling unit is the coastal communities that follow the C model of community service activities (KKN-Thematic) to design the pre-test and post-test without a control treatment with t test. The results of t-test with p value <0.05 indicates that the C model of community service activities through counseling and demonstration of a simple water treatment providing community response to increased motivation to process river water into the water ready to use. The results of the feedback showed that this community service activity further increased knowledge and awareness of coastal communities to maintain the river and a healthy lifestyle. Keywords: response of coastal communities, community service, water treatment ABSTRAK Padatnya pemukiman dan aktivitas transportasi cukup menyumbang kerusakan dan menurunnya kualitas perairan. Namun masyarakat sekitar tetap memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan/konsumsi sehari-hari yang rawan menimbulkan penyakit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2010 di Desa Sungsang III Kecamatan Banyuasin II Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah Cluster Sampling. Sampling unitnya adalah kelompok masyarakat pesisir yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat model C (KKN-Tematik) dengan desain pre-test dan post-test tanpa perlakuan kontrol dengan uji t. Hasil uji t-test dengan nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat model C melalui penyuluhan dan alat peraga pengolahan air sederhana memberikan respon peningkatan motivasi masyarakat untuk mengolah air sungai menjadi air siap pakai. Hasil umpan balik menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian pada masyarakat ini semakin meningkatkan pengetahuan, kepedulian dan kesadaran masyarakat pesisir untuk menjaga sungai dan melakukan pola hidup sehat.   Kata kunci : respon, masyarakat pesisir, pengabdian masyarakat, pengolahan air
Selektivitas Drift Gillnet pada Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) Di Perairan Belawan Pantai Timur Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara Tambunan, Sutan Barita S; ., Fauziyah; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 1, No 1 (2010): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.541 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v1i1.1121

Abstract

The Research are Drift Gillnet Selectivity For Short Bodied Mackerels (Rastrelliger kanagurta) in Belawan East Coast North Sumatera North Sumatera held on July to August 2009. The objective of this research is to determine the size and how the mackerel (Rastrelliger kanagurta) get caught, to determine the drift gillnet selectivity for short bodied mackerels (Rastrelliger kanagurta) using three type treatment of mesh size 1.75; 1.8 and 1.9 inch and using mackerel (Rastrelliger kanagurta) and draw selectivity drift gillnet curve. Fish sampling conduct using Experimental Fishing methods with fishing ground determination following fishing base operation. This Experiment shows result that Mackerel caught using drift gillnet with size of mesh 1.75, 1.8 and 1,9 inch is 282 fish or 25,04 % from total catch 1126 fish. The range size of the fish listed as fork length 13,0-32,2 cm, girth 3,5-7,2 cm, and fish weight 166,30-167,79 gram. During the experiment, based on how the fish caught using entangled is 29, 78 %. The mesh size 1,9 Inch is the most selective getting mackerel (Rastrelliger kanagurta). Selectivity curve for fork length measurement show a slope curve where as ratio of increment and decrement of the three mesh size almost contiguous.   Keywords: belawan coast, drift gillnet, mesh selectivity, short bodied mackerel   Penelitian mengenai selektivitas drift gillnet pada ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) Di Perairan Belawan Pantai Timur Sumatera Utara Provinsi Sumatera Utara pada bulan Juli-Agustus 2009. Tujuan penelitian adalah mengetahui ukuran dan cara tertangkapnya ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta), menentukan selektivitas drift gillnet dengan perlakuan mesh size 1.75, 1.8, dan 1.9 inci dan menggambarkan kurva selektivitas drift gillnet ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta). Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode Experimental Fishing dengan penentuan daerah penangkapan mengikuti operasi penangkapan ikan atau fishing base nelayan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ikan kembung lelaki yang tertangkap dengan menggunakan drift gillnet sebanyak 282 ekor atau sebesar 25.04 % dari jumlah total hasil tangkapan, yaitu sebesar 1126 ekor, kisaran ukuran ikan kembung lelaki yang tertangkap masing-masing adalah fork length 13,0-32,2 cm, girth 3,5-7,2 cm, dan berat ikan 166,30-167,79 gram. Berdasarkan data, cara tertangkap ikan, banyak ikan yang tertangkap dengan cara terpuntal (Entagled) yaitu sebesar 29,78%. Jaring dengan ukuran mesh size 1.9 inci paling selektif menangkap ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta) selama penelitian. Kurva selektivitas memberikan bentuk yang landai dimana nilai ratio kenaikan dan penurunan antara ketiga mesh size tersebut hampir berdekatan.   Kata kunci: drift gillnet, ikan kembung lelaki, mesh selektivitas, perairan belawan
PENGARUH PEMBERIAN AMONIAK DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN FITOPLANKTON Nannochloropsis sp SKALA LABORATORIUM Omariah, Rosti; Diansyah, Gusti; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.184 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v11i2.9466

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup salah satunya di sebabkan adanya limbah amoniak dalam konsentrasi tinggi. Kandungan nitrogen pada amoniak juga berpotensi sebagai sumber hara untuk pertumbuhan mikroalga. Nannochloropsis sp merupakan salah satu jenis mikroalga yang memiliki banyak manfaat dan juga bisa menyerap unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian amoniak dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (A-G) dan 3 kali pengulangan. Perlakuan A merupakan perlakuan tanpa pemberian amonium sulfat, perlakuan B memiliki dosis Amonium Sulfat 5 mg/l, dan perlakuan C-G berturut-turut memiliki dosis Amonium Sulfat 10 mg/l, 20 mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l, dan 50 mg/l dengan dosis TSP 10 mg/l untuk setiap perlakuan. Kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. dianalisis dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian amoniak dengan dosis berbeda memberikan pengaruh terhadap kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi. Kepadatan populasi Nannochloropsis sp tertinggi terdapat pada perlakuan G dengan nilai 4205,00 104 sel/ml pada hari ke 9. Laju pertumbuhan tertinggi didapat dari perlakuan G dengan nilai 0,47 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan G yaitu 1,48 jam. Konsentrasi yang semakin tinggi meningkatkan kepadatan populasi, laju pertumbuhan dan waktu generasi Nannochloropsis sp. 
Pemberian Mikroalga Terhadap Pertambahan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) Pada Skala Laboratorium Di BBPBL Lampung Yudha, Aji Ara; Agustriani, Fitri; ., isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 2 (2013): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.103 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i2.2507

Abstract

Natural food is an important source of food in the fish breeding business. One of the zooplankton are widely used as the main feed saltwater fish breeding is a rotifer. Zooplankton rotifers is used for natural food fish, especially fish larvae are very small in size. Rotifers used in this research that Brachionus plicatilis. The purpose of this study was the effect of the accretion population Microalgae B. plicatilis and obtain the type of phytoplankton that can deliver the highest populations of B. plicatilis. The method used is the experimental laboratory with 3 treatments and 5 repetitions. The treatment used is Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, and Chaetoceros sp. ANOVA one-way statistical results with a confidence level of 99% shows the effect of the treatment. Further trials with LSD showed that the increase of Nannochloropsis sp best with a maximum density of 159.8 ind / ml, followed by Chaetoceros sp the number of 118.4 ind / ml, and Tetraselmis chuii totaled 74.8 ind / ml. The high population of B. plicatilis using a feed treatment B (Nannochloropsis sp) because it has a small body size in accordance with the mouth opening B. plicatilis and high nutrient content. In this study, feeding Nannochloropsis sp produce the highest population and significant effect on population growth B. Plicatilis.Keywords: Population, Brachionus plicatilis, Tetraselmis chuii, Nannochloropsis sp, Chaetoceros sp
Karakterisasi Bakteri Penghasil Gas Metana pada Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii Fatoni, M. Indra; ., Melki; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.003 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1434

Abstract

This study aims to determine the pressure of methane gas produced by the seaweed Eucheuma cottonii and characterization of methane-producing bacteria learn in the process of making biogas from Eucheuma cottonii seaweed species. Laboratory scale research conducted in July-August 2010. The material used is seaweed Eucheuma cottonii 5 kg and 10 kg of sediment taken from the coastal waters Kalianda, Lampung province. Making biogas and methane gas pressure calculations performed at the Laboratory of Marine Biology Department of Marine Science Sriwijaya University and characterization of bacteria carried in the Great Hall of the Public Health Laboratory Palembang. Measurement of methane gas pressure using a manometer and characterization of bacteria through the three stages of colony morphology, cell morphology and physiology with test observations of biochemical reactions. The results showed that the seaweed Eucheuma cottonii can produce methane gas with a maximum pressure of 14.90 psi on day 24. From the results obtained by characterization of the bacteria bacillus-shaped bacteria that are gram-negative group. In tests of biochemical reactions that function to see the metabolic activity of bacteria showed positive results in the motility test, glucose, maltose, indole, TSIA (H2S), red methil, citrat simmon’s, lysine decar and shown negative results in tests of lactose, mannitol, sucrose, urea, voges proskauers and ornithine decar. Key words : seaweed, Eucheuma cottonii, methane, bacteria,  characterization of bacteria. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekanan gas metana yang dihasilkan rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan mengetahui karakterisasi bakteri penghasil gas metana dalam proses pembuatan biogas dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii. Penelitian skala laboratorium ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2010. Bahan yang digunakan adalah rumput laut Eucheuma cottonii 5 kg dan sedimen pantai 10 kg yang diambil dari perairan Kalianda, provinsi Lampung. Pembuatan biogas dan perhitungan tekanan gas metana dilakukan di Laboratorium Biologi Laut Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya serta karakterisasi bakteri dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Pengukuran tekanan gas metana dengan menggunakan alat manometer dan karakterisasi bakteri melalui 3 tahap yaitu morfologi koloni, morfologi sel dan pengamatan fisiologi dengan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut Eucheuma cottonii dapat menghasilkan gas metana dengan tekanan maksimal 14,90 psi pada hari ke 24. Dari hasil karakterisasi bakteri didapatkan bakteri berbentuk basil yang merupakan kelompok dari gram negatif. Pada uji reaksi biokimia yang berfungsi untuk melihat aktivitas metabolisme bakteri menunjukkan hasil positif pada uji motilitas, glukosa, maltosa, indol, TSIA (H2S), methil red, simmon’s citrat, lysine decar dan hasil negatif ditunjukkan pada uji laktosa, manitol, sukrosa, urea, voges proskauers serta ornithine decar.   Kata kunci : Rumput laut, Eucheuma cottonii, gas metana, bakteri,  karakterisasi bakteri
POLA SEBARAN SALINITAS MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK DI MUARA SUNGAI BUNGIN KABUPATEN BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Pratama, Lucky; Surbakti, Heron; Agustriani, Fitri
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 10, No 1 (2018): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.22 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v10i1.5779

Abstract

Salinitas merupakan gambaran penting dari kondisi oseanografi suatu perairan laut dan jugamerupakan salah satu faktor penting bagi penyebaran organisme perairan laut. Tujuan daripenelitian ini memodelkan dan mengkaji pola sirkulasi salinitas pada perairan Muara SungaiBungin dengan model numerik dan mengetahui pola sebaran salinitas pada saat pasang dansurut di Muara Sungai Bungin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2014 di MuaraSungai Bungin. Pemodelan numerik dilakukan dengan lebar grid ?x=?y=20 m, time step = 1detik, Kondisi awal : u=v=?=0 dan S = 11.6 PSU. Hasil dari simulasi nilai salinitas pada kondisisurut memiliki perbedaan nilai sebesar 0.33 PSU dengan nilai simulasi lebih tinggi dari padanilai pengamatan. Sebaliknya pada saat pasang nilai salinitas pengamatan lebih tinggi dari padanilai simulasi, perbedaan nilai tersebut sebesar 1.99 PSU. Perbedaan rata-rata antara nilai hasilsimulasi dan hasil pengamatan sebesar 4.82 PSU. Pola sebaran salinitas pada Sungai Bunginmemiliki nilai tertinggi pada saat pasang dan terendah pada saat surut.KATA KUNCI :,Model Numerik, Muara Sungai Bungin, Salinitas
ANALISIS FINANSIAL UNIT PENANGKAPAN JARING INSANG HANYUT DI DESA SUNGAI LUMPUR KABUPATEN OKI PROVINSI SUMATERA SELATAN Heron, Soni; Agustriani, Fitri; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.091 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2490

Abstract

Alat tangkap yang paling banyak digunakan selang 5 tahun terakhir di Kabupaten OKI adalah jaring insang hanyut. Jaring insang hanyut tergolong pada alat tangkap yang proses pengoperasiannya dengan cara dihanyutkan. Berdasarkan buku tahunan statistik perikanan tangkap Sumatera Selatan (2008 - 2012) tercatat rumah tangga produksi (RTP) yang melakukan penangkapan dengan alat tangkap jaring insang hanyut terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Selama 5 tahun terakhir RTP jaring insang hanyut di Kabupaten OKI mengalami peningkatan sebesar 4,3 % setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan kemudian menentukan kelayakan kriteria investasi dari unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis data meliputi analisis usaha dan analisis kriteria investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan keuntungan rata-rata usaha unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur Kabupaten OKI adalah Rp.75.297.107 per tahun, R/C ratio adalah 1,42 , payback period 7 bulan, 16 hari dan ROI 158,33 %. Berdasarkan analisis kriteria investasi didapatkan NPV sebesar Rp.180.735.847, Net B/C adalah 4,8 dan IRR 160 %. Hal ini menunjukan bahwa kriteria NPV>0, Net B/C≥1 dan IRR>discount rate sehingga unit penangkapan jaring insang hanyut di Desa Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan layak untuk dilanjutkan.KATA KUNCI: Analisis usaha, analisis kriteria investasi, Desa Sungai Lumpur, jaring insang hanyut, Kabupaten OKI.
Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) dengan Pemberian Pakan yang Berbeda Jaya, Berian; Agustriani, Fitri; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 5, No 1 (2013): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.368 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v5i1.1299

Abstract

ABSTRAKPakan yang diberikan selama pemeliharaan benih ikan Kakap Putih harus sesuai dengan kebutuhan benih yang dipelihara, baik dari segi jumlah, waktu, syarat fisik (ukuran dan bentuk) serta kandungan nutrisi, agar pemberian pakan buatan (pellet) ini tepat sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kualitas nutrisi yang baik untuk hidup benih ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch).  Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan (pellet) yang berbeda terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) dan melakukan uji Analisa Sidik Ragam (ANOVA) laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) pada skala laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 11 Oktober – 23 November 2011, bertempat di Laboratorium Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium, dan dianalisa dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan (Pellet) KRA selama perlakuan menghasilkan laju pertumbuhan yang tertinggi 22.18% dan pemberian pakan buatan (Pellet) Turbo Feed menghasilkan laju pertumbuhan yang terendah 8.82%, sedangkan pemberian pakan buatan (Pellet) KRA, Hi Pro Vite, Turbo Feed selama perlakuan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi sebesar 100% dan pemberian pakan buatan (Pellet) Cargil menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terendah sebesar 99.2%.Kata Kunci: Laju Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup, Lates calcarifer, Bloch ABSTRACT Feed given during maintenance of white snapper fish must comply with the requirements of seeds that are maintained, both in terms of quantity, time, physical requirements (size and shape) as well as nutritional content, so that artificial feeding (pellets) is appropriate to their needs and have the quality good nutrition for life White snapper fish (Lates calcarifer, Bloch). The purpose of this study was to determine the effect of artificial feeding (pellets) which is different to the rate of growth and survival rate of seeds perch (Lates calcarifer, Bloch) and to test Analysis of variance (ANOVA) growth rate and survival rate of seedlings perch (Lates calcarifer, Bloch) in a laboratory scale. The research was conducted in 11 October – 23 November 2011 held at the Laboratory Center for Marine Aquaculture Development (BBPBL) Lampung. The method used in this study is an experimental method of the lab, and design used was Complete Randomized Design (CRD). The results obtained show that the artificial feeding (pellets) KRA during treatment produced the highest growth rate of 22.18% and artificial feeding (pellets) Turbo Feed produced the lowest growth rate of 8.82%, while the artificial feeding (pellets) KRA, Hi Pro Vite , Turbo Feed for the treatment produced the highest survival rate of 100% and artificial feeding (pellets) Cargil produces the lowest survival rate of 99.2%.Keywords: Growth Rate, Survival Rate, Lates calcarifer, Bloch
Co-Authors Adietya Ramadhan Hidayatullah Aji Ara Yudha Aji Ara Yudha, Aji Ara Akbarimansyah, Remi Akhmad Tri Prasetyo Amanda Astri Pratiwi Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim Angga Pratama Ani Haryati Ani Haryati, Ani Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo Purwiyatno Anna IS Purwiyanto Apriansyah Putra Atik Hendika Lyusta Bakti Satria Berian Jaya Delas Yuniardi Delas Yuniardi, Delas Desi Melda Situmorang Devi Kristianti Dianysah, Gusti Dika Ardila Dwi Puspa Indriani Dwigothammy, Rahmadella Elisa Wildayana Fatmalina Febry Fatoni, M. Indra FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah . Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Filipus, Rachmat Adi Freddy Supriyadi Gusri, Ariqoh Athallah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Gusti Diansyah Harahap, Diny Novita Sari Hartoni Hartoni Haslan FI Lumbantobing Haslan FI Lumbantobing, Haslan FI Herni Tri Nopiyanti Herni Tri Nopiyanti, Herni Tri Heron Surbakti Heron Surbakti Hidayattullah, Adietya Ramadhan Hidayatullah, Adietya Ramadhan Indra Yustian Iskhaq Iskandar Isnaini Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Jaya, Berian Juaini Anggraini Khotimah, Nadila Nur Lilik Maslukah Lucky Pratama Lyusta, Atik Hendika M AK Pirazuni M. Hendri M. Indra Fatoni Mei Ida Susanti Meiyerani, Jeni Melki Melki . Melki Melki Melki Melki Muhamad Nur Muhammad Abdul Karim Muhammad Abdul Karim, Muhammad Abdul Muhammad Fadli Muhammad Fadli Nidia Nova Riena Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novi Angraini Nur, Muhamad` Nurhadi . Nurhadi . Nurjuliasti Ningsih, Ellis Omairah, Rosti Omariah, Rosti Onolawe Prima Sibagariang Onolawe Sibagariang Peri Pardona Peri Pardona, Peri Pratama, Lucky Purwiyanto, Anna IS Rachmat Adi Filipus Rafki Ernanto Ramses Redho Yoga Nugroho Reftika Ramona Putri Resty Paramitha Rezi Apri Rian Andriansyah Riana Pasaribu Riana Pasaribu Rico Febriansyah Riena, Nidia Nova Riris Aryawati Riris Aryawaty Riris Aryawaty Riris Aryawaty Riska Eka Putri Rosti Omairah Rosti Omariah Rozirwan . RR. Ella Evrita Hestiandari Sarno . Sembiring, Susan MR Septian Vario Gerba Septian Vario Gerba, Septian Vario Sibagariang, Onolawe Prima Sitorus, Rijal Situmorang, Desi Melda Soni Heron Soni Heron, Soni Susan MR Sembiring Sutan Barita S Tambunan Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tita Septia Rahmawati Tita Septia Rahmawati Tuti Afridanelly Tuti Afridanelly Tuti Afridanelly, Tuti TZ Ulqodry Welly Nailis Wike AE Putri Wike Ayu Eka Putri Yulianto Suteja Yundari, Yundari Yusni Ikhwan Siregar