Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kesehatan Mental Pada Remaja Putri, Nopi Anggista; Riyadi, Selianita Rahma; Juliani, Deta; Rahmawati, Nira; Sari, Eva Yulita; Yuyun, Yuyun; Hoerunnisa, Hoerunnisa; Sari, Feti Yulia; Siskarina, Aulia; Dewi, Terresia Novita; Wulandari, Septi; Yana, Putri Sheilla Septi Erda; Anggriani, Yunita; Putriani, Olif Delfia
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 8 (2025): Juni
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/x1jr7352

Abstract

Masalah kesehatan mental yang terjadi pada remaja dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Perubahan biologi, psikologi dan sosial dapat menjadi faktor risiko atau menjadi faktor protektif terhadap munculnya masalah kesehatan mental pada remaja. Maka, deteksi terhadap masalah kesehatan jiwa menjadi sangat penting, sehingga sedini mungkin dapat dilakukan upaya untuk mencegah munculnya masalah kesehatan mental yang dapat berdampak terhadap kualitas hidup remaja. Berdasarkan hasil penelitian (Malfasari et al., 2020) diperoleh bahwa kondisi mental emosional remaja sebanyak 78 orang (36,1%) remaja mengalami kondisi mental emosional kategori abnormal, sebanyak 76 orang (35,2%) remaja dengan kondisi mental emosional kategori normal, dan sebanyak 62 orang (28,7%) remaja mengalami kondisi mental emosional kategori borderline. Kesehatan mental remaja dibentuk oleh interaksi kompleks dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mental secara positif atau negatif. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan secara luas ke dalam faktor individu, sosial, lingkungan, dan struktural. Faktor genetik dapat mempengaruhi kecenderungan seseorang terhadap, akses ke sumber daya seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas rekreasi mempengaruhi kesehatan mental, penggunaan smartphone dan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan gangguan tidur. Pengalaman masa lalu seperti perundungan, kekerasan, atau pelecehan dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental remaja, serta peran orang tua dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional remaja,baik melalui pengaruh langsung maupun tidak langsung (Mustamu et al., 2020)(WHO, 2021).
Peningkatan Pemahaman Remaja Tentang Bahaya Pergaulan Bebas  Melalui Edukasi Kesehatan di SMPN 34 Bandar Lampung Putri, Nopi Anggista; Anggriani, Yunita; Ifayanti, Hikmah; Wahyuni, Rini; Dewi, Adinda Puspa; Sari, Juvita; Rossy, Putri Amalia; Azzah, Junis Afif Ulayya
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/451vtx16

Abstract

Penulisan ini dimaksudkan untuk memperluas pemahaman para remaja, terutama siswa di SMPN 34 Bandar Lampung, tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menyadarkan Siswa akan bahaya yang dapat timbul dari pergaulan bebas. Berdasarkan hasil observasi langsung dan penyebaran kuesioner, terlihat bahwa sebagian besar siswa masih kurang memahami isu pergaulan bebas secara mendalam. Kegiatan edukasi yang dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif dan terbagi ke dalam lima tahapan. Materi disampaikan secara interaktif melalui metode ceramah dan diskusi, yang juga dilengkapi dengan media seperti slide PowerPoint, leaflet, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan pemahaman yang semakin baik. Siswa tidak hanya lebih terlibat dalam diskusi, tetapi juga dapat menjawab pertanyaan dengan lebih lancar dan benar. Cara penyampaian yang sederhana namun tepat sasaran terbukti efektif dalam menjangkau Siswa, dan dampaknya cukup terasa dalam jangka panjang. Model kegiatan ini bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan pelatihan serupa, baik untuk peserta didik maupun tenaga pendidik. Secara umum, kegiatan ini membawa dampak yang cukup baik dalam meningkatkan kesadaran para remaja. Harapannya, kegiatan ini juga bisa menjadi langkah awal dalam membentuk kebiasaan bergaul yang lebih positif dan sehat dalam kehidupan Siswa sehari-hari.
Penyuluhan Edukasi HIV pada Remaja di SMA Muhammadiyah Pringsewu Putri, Nopi Anggista; Kesumayusa, Khoirunnisa; Sari, Wanda Fatika; Andriani, Norsya Vitri; Ishaeni, Iyas; Suryanti, Firma Dwi; Zonalentera, Inda; Arselly, Sabrina Windy; Syarah, Swari; Wahyuni, Rini; Anggriani, Yunita; Ifayanti, Hikmah; Putri, Cindyana Sabila
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/eqz80922

Abstract

pentingnya diagnosis dini HIV melalui tes cepat dan mandiri serta strategi konfirmasi oleh tenaga kesehatan guna mengurangi penularan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, dan inovasi edukatif di SMA Muhammadiyah Pringsewu, serta pengembangan materi edukatif dan pelatihan guru untuk keberlanjutan edukasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja tentang pencegahan HIV serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, yang didukung oleh pendekatan santun dan penuh kasih sayang sesuai nilai akhlakul karimah. Kesimpulannya, edukasi yang efektif dan berkelanjutan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat remaja, serta berkontribusi dalam menurunkan angka penularan HIV di masyarakat.
The Effect of Breast Self-Examination Health Education on Knowledge and Motivation to Perform Breast Self-Examination in Adolescent Females at The SMAN 2 Way Tenong Desri Ayu, Juwita; Anggraini, Diana; Anggista Putri, Nopi; Dari, Wulan
INDOGENIUS Vol 4 No 3 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i3.615

Abstract

Background & Objective: In Indonesia, the number of breast cancer patients is estimated to increase by around 65,000 new cases each year, with 70% of new cancer patients visiting the doctor at the final stage. One of the causes of the high number of breast cancer cases is a lack of knowledge, motivation, and desire to undergo early detection examinations. SADARI is a self-breast examination to detect any abnormalities in the breasts. This study aims to determine the effect of health education about SADARI on knowledge and motivation to perform SADARI among female adolescents at SMAN 2 Way Tenong. Method: This study is a pre-experimental study using a one-group pretest-posttest design. The population consists of 31 female adolescents at SMAN 2 Way Tenong. The sample used is 31 female adolescents at SMAN 2 Way Tenong. The sampling technique used is total sampling. The instrument used was a questionnaire, and the study was conducted on November 13, 2024, with data analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The average knowledge about SADARI before the intervention was 48.3% (low knowledge), while the average after the intervention was 91.1% (good knowledge). The average motivation to perform SADARI before was 32.9% (low motivation), while the average after was 90.5% (high motivation). There was an effect of SADARI health education on knowledge with a p-value of 0.000 > 0.05. Conclusion: There is an effect of SADARI health education on motivation to perform SADARI, with a p-value of 0.000 > 0.05. It is hoped that this research can provide information about SADARI to adolescent girls, serve as a reference for education and counseling for high schools and health workers, become a source of publication and literature, and be used as a reference for Aisyah Pringsewu University.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Tentang Menopause Putri, Nopi Anggista; Sukarni, Sukarni; Maesaroh, Siti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.614 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.5

Abstract

Abstrak: Menopause merupakan fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur. Menopause diikuti dengan gejala yang sering timbul pada tiga hingga sepuluh tahun sebelum datangnya menopause dengan berbagai keluhan, baik keluhan fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu tentang menopause di Desa Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu. Desain penelitian ini adalah penelitian survey analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menopause yang ada di Desa Tambahrejo yang berjumlah 148 orang, dengan sampel berjumlah 60 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji chi-square. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap ibu tentang menopause.  CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE WITH THE ATTITUDE OF MOTHER ABOUT MENOPAUSEAbstract: Menopause is a phase in the life a woman that is marked with the stopping the fertile. Menopause is followed by symptoms that often arise on three up to ten years before the arrival of menopause with a variety complaints, either physical or psychological complaints. This research aims to know the relationship of knowledge with the attitude of mothers about menopause in the village of Tambahrejo sub-district og Gadingrejo Regency Pringsewu. Design research is survey analytical research. The population in this research is the mother of menopause in the village Tambahrejo totalled 148 people with a sample 60 people. Data analysis inthis study uses chi-square formula. Conclusion this study is there is a meaningful relationship between maternal attitudes kowledge about menopause.
Optimization of Breast Milk Production in Postpartum Mothers: The Effectiveness of Marmet Massage in Enhancing Milk Expression Febriyanti, Hellen; Anggraini, Desi; Putri, Nopi Anggista; Anggriani, Yunita
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17415

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) penting bagi kesehatan bayi, dan frekuensi pemberian ASI eksklusif dapat mempengaruhi kualitas hidup generasi mendatang. Jika bayi tidak mendapat ASI pada 3-4 hari pertama, berat badannya akan menurun. Pijat marmet, teknik sederhana dua jari, dapat merangsang produksi ASI dengan aman dan terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat Marmet terhadap produksi ASI pada ibu nifas di RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain one-group pre-post design. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan populasi seluruh ibu nifas di RSUD Alimuddin Umar yang berjumlah 20 orang. Sampel sebanyak 20 orang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini melalui Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi pijat pasar, rata-rata produksi ASI tercatat sebesar 34,50; setelah intervensi, rata-rata produksi meningkat menjadi 88,00. Analisis statistik menunjukkan nilai P sebesar 0,000 yang menunjukkan Pengaruh Pijat Marmet terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di RS Alimuddin Umar Kabupaten Lampung Barat. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk menerapkan teknik ini dalam praktik kebidanan. Ibu nifas juga dapat melakukan pijat marmet secara rutin terutama pada awal masa menyusui untuk meningkatkan produksi ASI dan membantu kelancaran proses menyusui.
Edukasi Gizi Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Balita Stunting di Desa Pandan Sura Kecamatan Sukoharjo Putri, Nopi Anggista; Fitriana; Sheilla, Putri; Wulandari, Septi; Putriani, Olif Delfia; Rahmawati, Nira; Anggraeni, Egi; Nisrina, Zalfaa; Salwa, Akhla; Hardiana, Erni; Marshanda, Novi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i4.597

Abstract

Introduction: Based on data from the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) conducted by the Indonesian Ministry of Health (2022), the prevalence of stunting in Indonesia in 2022 was 21.6%. Stunting is caused by long-term and short-term factors that influence a person's nutritional status, indicating that certain healthy behaviors can influence food consumption and nutrient intake. Objective: The educational activities in this study aim to increase public understanding of nutritional eating patterns to prevent stunting. Method: This study used a descriptive method, a research technique that aims to present the characteristics of a population or phenomenon methodically and factually. The knowledge of mothers of stunted toddlers was investigated. The target of community service for this population focused on mothers experiencing stunting. Results: Based on the results of the pre-test and nutritional evaluation, the average knowledge score increased from 61% to 96.5%. After nutrition education through reading and leaflet distribution, the knowledge of all participants increased. Post-test results showed that all students were in the appropriate category, meaning they understood the material very well and were in the appropriate category with a minimum score of 76%. In short, this study shows the effectiveness of leaflet-based and interactive learning methods in improving nutritional knowledge of mothers of toddlers.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. D, Ny. N dan Ny.S di PMB Eli Noviandari, S.Tr.,Keb Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah Sagita, Yona Desni; Putri, Nopi Anggista; Agustina, Rika
Journal of Current Health Sciences Vol. 2 No. 2: 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.202226

Abstract

Breast milk production is strongly influenced by the psychological condition of the nursing mother. Psychologically the mother occurs because the mother experiences anxiety, anxiety is an emotional response to an assessment that describes worry, anxiety, fear, and restlessness accompanied by various physical complaints. When breastfeeding mothers feel comfortable and relaxed, the release of oxytocin can take place. well. In continuous care that focuses on postpartum care, researchers provide different interventions to postpartum mothers, namely oxytocin massage, breast care and marmet techniques, although different interventions are carried out, all of them aim to increase milk production. This study is a case study with the subject of three postpartum mothers who were given intervention on the third postpartum day. The results of the study were obtained after being given treatment, and the mother's milk production began to run smoothly. It is hoped that health workers, especially midwives, can provide education to postpartum mothers and families regarding oxytocin massage, breast care and marmet techniques as a form of stimulation that can facilitate the production of postpartum mother's milk. Abstrak: Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi psikolog ibu menyusui, Psikologis ibu terjadi karena ibu mengalami kecemasan, kecemasan merupakan respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik Saat ibu menyusui merasa nyaman dan rileks maka pengeluaran oksitosin dapat berlangsung dengan baik. Asuhan berkesinambungan yang berfokus pada asuhan nifas ini peneliti memeberikan intervensi yang berbeda kepada ibu nifas yaitu pijat oksitosin, breascare dan teknik marmet meskipun berbeda intervensi yang dilakukan, namun semua bertujuan untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus dengan subjek tiga orang ibu nifas yang diberikan intervensi pada hari ketiga postpartum. Hasil penelitian didapatkan setelah diberikan perlakuan produksi ASI ibu mulai lancar. Diharapkan petugas kesehatan khususnya bidan dapat memberikan edukasi kepada ibu nifas dan keluarga terkait pijat oksitosin, breascare dan teknik marmet sebagai salah bentuk stimulasi yang dapat memperlancar produksi ASI ibu nifas.
SIKAP IBU, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KESUMADADI: The Correlation Between Mother's Attitudes, Family Relations and Early Marriage with the Success of Exclusive Breastfeeding in the Working Area of Kesumadadi Public Health Center Arrozi, Zakia Ulfa; Khairani, Masayu Dian; Muharramah, Alifiyanti; Putri, Nopi Anggista
Media Gizi Pangan Vol 31 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v31i1.516

Abstract

Giving infants under six months of age only breast milk and no other fluids is known as exclusive breastfeeding. In Indonesia, 56.9% of women exclusively breastfeed, while 75.37% of women exclusively breastfeed in the province of Lampung. Aside from knowledge, attitudes, and behavior, factors that contribute to the lack of exclusive breastfeeding include productive age, employment, beliefs, family support, and health professionals. This research objective was to determine the correlation between maternal attitudes, family support, and early marriage with the success of exclusive breastfeeding in the working area of Kesumadadi Public Health Center in 2023.The type of research used is quantitative observational, with a cross- sectional research design. Sampling used a simple random sampling technique using the interview method. The statistical test used is chi-square with a degree of 95%.This study was carried out in the Kesumadadi Community Health Center Working Area between October 2023 and January 2024. The study's findings showed that 36 moms (or59%) had completed high school, 47 women (or77%) were stay-at-home moms, and 58 mothers (or95.1%) were adult (19-45 years old). In the Kesumadadi Public Health Center working area, statistical tests reveal a strong association between early marriage (p=0.039), family support (p=0.002), and mother attitudes (p=0.037) and the effectiveness of exclusive breastfeeding. It is hoped that moms will be able to continue exclusively breastfeeding their children, and that relatives will be able to assist these mothers financially and emotionally.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes: Penelitian Agustina, Mela; Anggista Putri, Nopi; Safutri, Wina; Mayola Pisacha, Iga
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i12.1427

Abstract

Introduction: Acne is a skin disease that is often found in many teenagers to young adults. Propionibacterium acnes is one of the causes of acne infection with a prevalence of 12.9%. As long-term inappropriate use of antibiotics can cause resistance, traditional medicine using natural ingredients can act as an alternative. The secondary metabolite compounds from binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) leaves and moringa (Moringa oleifera Lam.) leaves are believed to have antibacterial activity. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of binahong leaves and moringa leaves in inhibiting the growth of acne-causing bacteria, Propionibacterium acnes. Methods: This quantitative experimental research study tested the antibacterial properties of binahong leaves and moringa leaves againstPropionibacterium acne with random design (RAL) of 11 treatments with 3 repetitions. Bacterial test used paper disc diffusion with a single concentration of 20%, 40%, 60% and a combination of 20%:20%, 40%:60%, and 60%:40%, with clindamycin as positive control and sterile aquadest as negative control. Results: The phytochemical screening results were that binahong leaves and moringa leaves contained alkaloids, tannins, saponins, and flavonoids while the results of the antibacterial activity test were that the 60%:40% combination was more effective in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes with an inhibition zone diameter of 26.7 mm ± 2.0 (strong). Conclusion: Binahong leaves and Moringa leaves contain secondary metabolite compounds of tannins, alkaloids, saponins, and flavonoids, and have antibacterial activity. Binahong leaves and moringa leaves can inhibit the growth of bacterium Propionibacterium acnes with a strong inhibition zone category.
Co-Authors Adinda Risca Salsabila Putri Agustina, Mela Agustini Agustini, Agustini Akhirin, May Munah Alifiyanti Muharramah Alvi Nur Khoiriyah Amelia Senja Amelia, Priska Andini, Dwi Yana Ayu Andriani, Norsya Vitri Anggraeni, Egi Anggraini, Diana Anindhita Aulia Azzahra Arrozi, Zakia Ulfa Arselly, Sabrina Windy Asri Meiwulantari Atik Purwasih Azizca Aldiana, Merri Azzah, Junis Afif Ulayya Beniqna Maharani Besmaya Beti Meilina Bintoro, Panji Cindyana Sabila Putri Dany Hilmanto Dea Fitria Sela Della Oktafia Desi Anggraini DESI KUMALA SARI Desi Safitri Dewi Fatmawati Dewi Sulistiani Dewi, Adinda Puspa Dewi, Terresia Novita Dian Dwi Tanti Dina Rahmawati Dwita, Tamara Eka Firti Febrida Eliya Septi Lestari Elsy Juni Andri Karini Elsy Juni Andry Karini Elva Sari Erli Ernita Fara, Yetty Dwi Fauziah, Nur Alfi Feri Kameliawati Fina Delvira Fitri Ana, Elsa Fitri Indriyani Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriana Fitriyanti Ghina Hamidah Hanun Ghina Hamidah Hanun Hanifah Eka Maulida Hardiana, Erni Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Heni Pujiastuti Hikmah Ifayanti Hindun Arfiani Hoerunnisa, Hoerunnisa Iga Mayola Pisacha Iis Tri Utami Indah Wiridawati Indar yanti Ishaeni, Iyas Isnul Jumrotul Jannah Ivanie Dwi Gadilaj Juliani, Deta Juwita Desri Ayu Kesumayusa, Khoirunnisa Khoiriah, Umi Kirana Putri, Dian Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Leni Alviya Leni Rolimah Lestari, Eliya Septi Lina Wati Linda Puspita LINDA PUSPITASARI - A11111054, LINDA PUSPITASARI Lutfiatul Ulva Mamlu’Atul Ni’mah Mareza Yolanda Umar Marshanda, Novi Masayu Dian Khairani Maulia Isnaini Mayasari, Miranti Meitasari, Reza Melda Retno Puspita Sari Mienna Yuniarti Miratul Hasanah Misfa Setiyawati Nanik Asmawati Ningrum, Sundari Nisrina, Zalfaa Nursafitri, Intan Prilly Make, Jeanny Primadevi, Inggit Psiari Kusuma Wardani Putri Damayanti Putri, Cindyana Sabila Putriana Windarti Putriani, Olif Delfia Qodrini Lika Aprilia Rahmawati, Nira Rika Agustina Rika Agustina, Rika Rini Palupi Rini Wahyuni Rini Wahyuni Riona sanjaya Risa Selviana Risma Alia Riyadi, Selianita Rahma Riza Dwiningrum Rossy, Putri Amalia RR. Ella Evrita Hestiandari Saefinaqia Saefinaqia Safutri, Wina Salwa, Akhla Sanjaya, Riona Sari, Eva Yulita Sari, Feti Yulia Sari, Juvita Sari, Wanda Fatika SEPTI WULANDARI Sfenrianto, Sfenrianto Sheilla, Putri Sinta Lela Destika Siskarina, Aulia Siti Maesaro Siti Maesaroh Siti Marfuah Siti Rohani Soeprihatini, Retno Ariza Sri Astuti Sukarni Sukarni Sukarni Sulastri Sulastri Sulis Yulianti Sulistiawati, Yuni Sulistiawati, Yuni Sulistiawati Surmiasih Suryanti, Firma Dwi Sutini Sutini, Sutini Syarah, Swari Taufik Jamaan Titik Setiawati Titin Titin Tri Wahyuni Turlastri, Ike Umar, Mareza Ummi Tasfiatul Fikroh Vitria Komalasari Vivi Ayu Lestari Wati, Melinda Wina Safutri Wisnu Probo Wijayanto Wiyanti, Zulvi Wulan Dari Wulan Dari, Wulan Wulandari, Fitria Yana, Merda Yana, Putri Sheilla Septi Erda Yani Veronica, Septika Yeni Safitri Yetty Dwi Fara Yona Desni Sagita Yona Desni Sagita, Yona Desni Yuliani Yuliani Yuliani Yuliani Yuni Sulistiawai Yuni Sulistiawati Yuni Sulistiawati Yuni Sulistiawati Yunita Anggriani Yuyun, Yuyun Zonalentera, Inda Zuhelmi, Elza Ayu Zulkifli Zulvayanti Zulvayanti