Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Berbantuan Question Box Terhadap Pemahaman Konsep IPA Kelas V SDN 39 Ampenan Heni Handayani, Hety; Intiana, Siti Rohana Hariana; Hasnawati, Hasnawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3350

Abstract

Tingkat pemahaman konsep siswa yang baik terhadap materi pelajaran akan membantu memudahkan siswa dalam kemampuan memahami konsep berikutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model TGT berbantuan question box terhadap pemahaman konsep IPA kelas V SDN 39 Ampenan. Penelitian ini menggunakan jenis Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi berjumlah 49 siswa yang terdiri menjadi 2 kelas yaitu V-A dan V-B. Pemilihan sample menggunakan teknik sampel jenuh dimana kelas V-A berjumlah 25 siswa sebagai eksperimen dan V-B berjumlah 24 siswa sebagai kontrol. Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes berupa tes pemahaman konsep dan non tes berupa observasi. Data hasil observasi di analisis menggunakan persentase, diperoleh rata-rata 89,285% yang menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran model TGT berbantuan question box pada kategori sangat baik. Data hasil tes digunakan untuk uji hipotesis menggunakan uji t. Namun sebelum dilakukan uji t terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji normalitas pretest eksperimen nilai sig. 0,091 lebih besar dari 0,05 dan pretest kontrol memperoleh nilai sig. 0,115 lebih besar dari 0,05 sedangkan posttest eksperimen nilai sig. 0,081 lebih besar 0,05 dan posttest kontrol nilai sig. 0,260 lebih besar dari 0,05 disimpulkan data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pretest nilai sig. 0,744 lebih besar dari 0,05 dan untuk posttest nilai sig. 0,133 lebih besar dari 0,05 sehingga data homogen. Data hasil tes untuk uji hipotesis menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung 2,449 > t tabel 2,011 dan sig. 0,018 < 0,05 artinya Ha diterima dan Ho ditolak ini menunjukkan ada perbedaan dari kedua kelas setelah diberikan perlakuan sehingga disimpulkan terdapat pengaruh model TGT berbantuan question box terhadap pemahaman konsep IPA kelas V SDN 39 Ampenan.
Pelatihan Pengembangan Materi Ajar bagi Guru-Guru Bahasa dan Sastra Indonesia di Kabupaten Lombok Utara Intiana, Siti Rohana Hariana; Musaddat, Syaiful; Suyanu
DARMADIKSANI Vol 1 No 1 (2021): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v1i1.89

Abstract

ABSTRAK Pengabdian Kepada Masyarakat ini secara spesifik bertujuan untuk: (1) memberikan pengetahuan kepada peserta tentang kriteria pemilihan bahan ajar yang baik; (2) memberikan keterampilan kepada peserta dalam memilih bahan ajar yang sesuai kebutuhan dan kondisi tempatnya mengajar; dan (3) memberikan keterampilan kepada peserta dalam mengembangkan bahan ajar yang sesuai kebutuhan dan tempatnya mengajar. Materi disampaikan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan pelatihan memilih dan mengembangkan bahan ajar berbasis kebutuhan. Adapun materi yang diberikan adalah: (1) Hakikat Pemilihan dan Pengembangan Materi Ajar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; (2) Pemilihan Materi Ajar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; dan (3) Pengembangan Materi Ajar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Analisis hasil pelatihan menunjukkan bahwa para guru BSI se-Kabupaten Lombok Utara memberikan sambutan positif terhadap materi yang diberikan. Hal ini terlihat dari antosiasme dan partisipasi aktif mereka terhadap materi dan tugas-tugas yang diberikan. Berdasarkan tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini cukup berhasil. Hal ini terbukti dari kualitas hasil kegiatan berupa materi ajar yang dipilih dan dikembangkan oleh peserta. Semua peserta berhasil memilih dan mengembangkan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhannya. Peserta yang mengikuti kegiatan sampai akhir adalah 23 orang. Jumlah hasil analisis materi ajar yang berhasil dipilih dan dikembangkan oleh peserta adalah 5 karena pada latihan terakhir peseta dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Dalam hal ini, semua kelompok berhasil menyelesaikan tugasnya. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen materi ajar yang dipilih dan dikembangkan, yaitu komponen kesesuaian dengan kurikulum, adaptasi materi dan pengembangan sendiri. Khusus bagian terakhir ini, belum bisa dilakukan karena berbagai keterbatasan. ABSTRACT The specific aims of this community service are: (1) To provide knowledge to participants about the criteria for selecting good teaching materials; (2) To provide skills to participants in selecting teaching materials according to the needs and conditions of their place of teaching; and (3) To provide skills to participants in developing teaching materials according to their needs and places of teaching. The material is delivered by lecturing, question and answer methods, and training in selecting and developing needs-based teaching materials. The materials provided were: (1) The Nature of Selection and Development of Teaching Materials for Indonesian Language and Literature Learning; (2) Selection of Teaching Materials for Indonesian Language and Literature Learning; and (3) Development of Teaching Materials for Indonesian Language and Literature Learning. The analysis of the results of the training showed that BSI teachers in North Lombok Regency gave a positive response to the material given. This can be seen from their enthusiasm and active participation in the given material and assignments. Based on the stages of implementing the activities carried out, it can be concluded that this service activity was quite successful. This is evident from the quality of the results of the activities in the form of teaching materials selected and developed by the participants. All participants have successfully selected and developed teaching materials according to their needs. Participants who took part in the activity until the end were 23 people. The number of results of the analysis of teaching materials that were successfully selected and developed by the participants was 5 because in the last exercise the participants were grouped into 5 groups. In this case, all groups successfully completed their task. Even so, there are still deficiencies in several components of the teaching material that are selected and developed, namely components of conformity to the curriculum, material adaptation and self-development. Especially for this last part, it cannot be done because of various limitations.
Pelatihan Pengayaan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks pada Guru MGMP Bahasa Indonesia Kemenag di Kabupaten Lombok Barat Jafar, Syamsinas; Ali, Nasarudin M.; Ashriany, Ratna Yulida; Nazir, Yuniar Nuri; Khairussibyan, Muh.; Hidayat, Rahmad; Intiana, Siti Rohana Hariana
DARMADIKSANI Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i1.1295

Abstract

ABSTRAK Para guru yang diberikan pelatihan adalah guru-guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Pemilihan sasaran pelatihan guru-guru bahasa Indonesia berdasarkan pertimbangan yakni masih ditemukannya fenomena guru-guru bahasa Indonesia di lingkungan Kemenag yang bukan berasal dari sarjana pendidikan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, hal urgen yang harus menjadi perhatian adalah masih banyak kelemahan para guru dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Pelatihan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengayaan materi pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks kepada para guru MGMP bahasa Indonesia Kemenag di wilayah Kabupten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam pelatihan berupa ceramah, diskusi, evaluasi pelatihan berupa luaran berupa portofolio. Pelatihan ini dapat dikatakan berhasil berdasarkan pertama, kehadiran para guru bahasa Indonesia MTs dan MA sesuai target, para guru mengikuti tahap-tahap pelatihan dengan tertib, para guru merespon positif dalam menyerap materi pelatihan dan mendiskusikan berbagai masalah dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, dan menyelesaikan tugas mengisi portofolio tepat waktu. Kedua, pada tahap evaluasi yang meliputi evaluasi materi, diskusi (tanya jawab), dan hasil pengisian portofolio dapat disimpulkan pelatihan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks pada guru-guru bahasa Indonesia MA dan MTs menunjukkan hasil sesuai tujuan pelatihan. Hasil refleksi dari tanggapan para guru adalah bahwa pelatihan menambah kompetensi tentang pemahaman konsep pembelajaran berbasis teks, menjadi masukan tentang solusi memecahkan masalah-masalah pembelajaran berbasis teks yang setiap saat ditemukan dalam kelas, menjadi bahan evaluasi praktik pembelajaran berbasis teks yang telah dilaksanakan dalam kelas, menjadi bahan refleksi diri menuju perbaikan praktik pembelajaran berbasis teks yang lebih profesional di masa datang. ABSTRACT Our preliminary survey found that many of the MGMP Indonesian language teachers within the Indonesian Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency have non-Indonesian language education background that results in some drawbacks in the teaching and learning practices of Indonesian subject using the text-based learning materials. This community service aims at improving professionalism of the MTs/MA Indonesian language teachers in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials. To meet this objective, the training was approached by administering lectures, discussions, and evaluation of the teachers’ portfolios during and after the training sessions. The results show that the training is successful based on the the criteria that included: (1) the number of teachers who joined the program meets the target, (2) the participating teachers followed every stage of the training in an orderly manner, (3) the participating teachers understand the text-based materials and describe various problems related to the practices of teaching text-based in the classroom very well, (4) the participating teachers completed the tasks on time. In conclusion, the objective of this community service i.e. to develop professionalism of the MTs/MA Indonesian subject teachers with no Indonesian language education background in the Ministry of Religious Affairs of West Lombok Regency in developing more effective text-based learning materials is fulfilled.
Pengenalan Korpus Data Bahasa pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mataram Jafar, Syamsinas; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahidah, Baiq; Khairussibyan, Muh.
DARMADIKSANI Vol 3 No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v3i1.2745

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil penelitian analisis kesalahan berbahasa, kemampuan mahasiswa dalam menerapkan kaidah kebahasaan ketika menulis akademik masih kurang. Ada semacam pola dan jenis kesalahan yang umum dan selalu terjadi ketika mahasiswa menulis skripsi. Oleh karena itu, dalam rangka menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas dari segi substansi sekaligus tata tulis, penyuluhan bentuk kesalahan berbahasa dalam skripsi perlu dilakukan. Dengan demikian, kesalahan berbahasa skripsi dapat diminimalisasi. Penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun, dan demonstrasi. Secara khusus, metode penyuluhan mengadopsi tahapan pembelajan teks dengan sedikit modifikasi. Tahapan yang dimaksud, yakni membangun konteks, memberikan model, menemukan kesalahan, dan mengevaluasi kesalahan. Kegiatan penyuluhan ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan swasunting terhadap tulisan sendiri menjadi lebih baik. Selain itu, para peserta lebih memahami hubungan teori kebahasaan dengan kesalahan berbahasa sehingga memudahkan mereka menganalisis dan mengidentifikasi kesalahan berbahasa. Pada akhirnya, kegiatan penyuluhan ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas tulisan ilmiah mahasiswa khususnya dari segi tata tulis. Peningkatan kualitas tersebut juga selaras dengan peningkatan kualitas lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. ABSTRACT The main goal of this community service program was to address the existing issue that students face when writing scientific papers, particularly their lack of understanding of language data corpus, which is crucial for their research. The problem stems from the fact that students have limited knowledge about language data corpus, which ideally should have been taught in research methodology classes before they start writing their scientific papers. To overcome this challenge, the community service initiative aimed to introduce language data corpus to students enrolled in the Indonesian Language and Literature Program at the University of Mataram. The objective was to enhance their comprehension of this linguistic resource, specifically targeting final-year students who were working on their scientific theses. The program involved a combination of offline and online activities. Offline sessions were used to deliver both theoretical and practical content, while online components included student registration via WhatsApp groups and Google forms, as well as final evaluations and reflection activities conducted through the same platform. The offline activities employed various methods such as lectures, discussions, and group presentations to facilitate learning. The training was successfully carried out according to the planned schedule, yielding the desired outcomes. The results demonstrated that the participants, or students, were able to understand the conceptual aspects of a corpus, including electronic and non-electronic data corpus, metadata, annotations, and more. They were also able to apply this knowledge by completing assignments, participating in discussions, and delivering presentations. The evaluation results indicated satisfactory performance, and participant reflections showed a positive response to the training.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Berbasis Kearifan Lokal Musik Suku Sasak Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas IVB SDN 7 Ampenan Ardene, Mia Tri; Intiana, Siti Rohana Hariana; Hakim, Mansur
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4796

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikembangkan pada siswa sekolah dasar untuk menunjang kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Talking Stick berbasis kearifan lokal musik suku Sasak terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IVB SDN 7 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 29 siswa dengan teknik pengumpulan data berupa tes kinerja berbicara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 64,22 pada pretest menjadi 86,63 pada posttest, serta hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Talking Stick berbasis kearifan lokal musik suku Sasak berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Pengaruh Penggunaan Media Flipbook Pada Materi Bilangan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 29 Ampenan Oktaviani, Fitri Ayu; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahyuningsih , Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ehv52041

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 29 Ampenan pada materi bilangan, khususnya dalam menentukan nilai tempat, membandingkan bilangan, dan mengurutkan bilangan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep secara menarik dan interaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media flipbook terhadap hasil belajar siswa pada materi bilangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 34 siswa kelas V SDN 29 Ampenan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengukur keterlaksanaan pembelajaran dan tes berupa pretest serta posttest untuk mengukur hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan inferensial yang meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-test, dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media flipbook mengalami peningkatan dari 85% pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan ketiga. Nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 67,35 pada pretest menjadi 80,44 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi < 0,001 dan nilai t hitung sebesar 8,211 lebih besar daripada t tabel (1,692), yang menunjukkan bahwa penggunaan media flipbook berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Nilai N-Gain sebesar 0,67 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa media flipbook memiliki efektivitas yang cukup baik dalam meningkatkan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa media flipbook mampu meningkatkan aktivitas, motivasi, dan pemahaman siswa melalui penyajian materi yang memadukan unsur teks, gambar, latihan soal, dan kuis interaktif sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan berpusat pada siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flipbook memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 29 Ampenan pada materi bilangan. Implikasi penelitian ini adalah media flipbook dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran digital yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih inovatif, interaktif, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Flash card Berseri tentang Bencana Alam untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Cerita Pendek Kelas IV SDN 36 Cakranegara Putri, Della Nadya; Intiana, Siti Rohana Hariana; Andika, I Putu Herry Widhi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ye77gr87

Abstract

Rendahnya tingkat kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Dasar berdampak langsung pada kesulitan mereka dalam merangkai alur cerita dan mengembangkan ide secara logis pada materi menulis cerita pendek. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pemanfaatan media inovatif dan masih dominannya metode pembelajaran konvensional di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas media flash card berseri tentang bencana alam dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa kelas IV SDN 36 Cakranegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan desain pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini terdiri atas 20 peserta didik kelas IV SDN 36 Cakranegara, dengan teknik analisis data menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui uji prasyarat normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-Test, serta analisis skor Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flash card berseri memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan validasi ahli materi (97,2%) dan ahli media (98%). Media ini juga dinyatakan sangat praktis berdasarkan respons guru (95%) serta respons peserta didik pada uji kelompok kecil (93,9%) dan uji kelompok besar (89,9%). Dari aspek efektivitas, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang signifikan dari pretest sebesar 63,70 menjadi posttest sebesar 86,15 dengan perolehan skor rata-rata N-Gain sebesar 0,6258 yang termasuk dalam kategori sedang atau cukup efektif. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media flash card berseri tentang bencana alam sangat valid, sangat praktis, dan cukup efektif untuk meningkatkan kompetensi menulis cerita pendek siswa. 
Pengaruh Penggunaan Media Papan Perkalian Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Peserta Didik Kelas III SDN 06 Ampenan Andriami, Anggun Julia; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1b7yk293

Abstract

Rendahnya kemampuan operasi hitung perkalian pada peserta didik sekolah dasar seringkali disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat hafalan tanpa pemahaman konsep yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan perkalian berbasis kearifan lokal suku Sasak terhadap kemampuan operasi hitung peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan. Novelty dalam penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal suku Sasak pada media tradisi begibung dengan penggunaan dulang sebagai representasi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik adalah 41,54, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 84,62. Uji normalitas menunjukkan data posttest tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal dalam media pembelajaran matematika tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep perkalian peserta didik secara signifikan, tetapi juga dapat melestarikan budaya lokal serta menjadi alternatif model pembelajaran kontekstual bagi guru di sekolah dasar.