Claim Missing Document
Check
Articles

RELASI ANTARA MANUSIA DAN ALAM DALAM SASTRA LISAN SUMATERA SELATAN: SEBUAH KAJIAN EKOFENOMENOLOGI Sri Indrawati; Ernalida Ernalida; Akhmad Rizqi Turama; Abdul Malik
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 9 No 1 (2022): Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/logat.v9i1.148

Abstract

ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan manusia dalam memperlakukan alam atau alam memperlakukan manusia dalam cerita rakyat Suamtera Selatan. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan kajian ekofenomenogi sastra. Sumber data berupa cerita rakyat Sumatera Selatan berjumlah empat cerita. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi.. Analisis data menggunakan analisis karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesimbangan dan ketidakseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Manusia memperlakukan alam dengan cukup bijak, seperti untuk kepeduliaan terhadap lingkungan, ketergantungan terhadap alam, kebersihan dan keindahan, kesehatan, kerusakan alam. Demikian pula alam memperlakukan manusia dengan begitu baik. Alam, baik itu ekologi fauna maupun flora, menyediakan sumber kehidupan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Alam merupakan suatu wadah bagi manusia untuk mencari makna kehidupan bukan untuk mengeksploitasikannya.
Wanita dalam Legenda Tepian Musi Ernalida Ernalida; Akhmad Rizqi Turama; novritika novritika
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 9 No 1 (2022): Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/logat.v9i1.417

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi wanita dalam cerita-cerita yang ada dalam Legenda Tepian Musi. Metode yang digunakan adalah metode analitis deskriptif. Sumber data adalah buku kumpulan dongeng Legenda Tepian Musi yang ditulis oleh Yudhy Syarofie. Analisis dilakukan dengan menggunakan kritik sastra feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita di sebagian besar cerita diposisikan sebagai objek yang tidak memiliki hak atas kehidupannya sendiri. Wanita dalam cerita-cerita tersebut mengalami tindakan represif yang dianggap wajar.
PENGARUH MIND MAPPING KONSTRUKTIF IMAJINATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DAN SIKAP SISWA SMA N 13 PALEMBANG Ernalida Ernalida; Adenan Ayob
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 3 No 2 (2016): Logat: Jurnal Bahasa dan Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Mind Mapping Konstruktif Imajinatif (MMKI) terhadap kemampuan menulis cerpen dan sikap siswa SMA Negeri 13 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 13 Palembang. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol yaitu kelas XI MIA 3 yang berjumlah 32 orang dan kelas eksperimen kelas XI MIA 2 yang berjumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan menulis cerpen dan angket sikap. Tes digunakan untuk memperoleh data kemampuan menulis cerpen dan uji korelasi Pearson digunakan untuk melihat hubungan subskala sikap keyakinan, kesukaan , dan usaha akademik. Analisis data menggunakan SPSS 20. Berdasarkan hasil analisis data pada kelas kontrol terdapat rata-rata tes awal yaitu 72,62 dan tes akhir 76. Sementara itu, tes awal pada kelas eksperimen 68.05 dan tes akhir 79.31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis cerpen dengan menerapkan model Mind Mapping Konstruktif Imajinatif (MMKI) mempunyai pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari hasil uji t yaitu t hitung lebih besar dari t tabel ( 2,00 > 1,999) dengan sig.0,05. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap keyakinan, kesukaan, dan usaha akademik terhadap kemampuan menulis cerpen. Ini berarti bahwa model MMKI dapat digunakan oleh guru-guru bahasa Indonesia terutama dalam pembelajaran menulis cerpen.
KESALAHAN DALAM BERNALAR PADA KARANGAN MAHASISWA: ANALISIS ISI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA Hani Atus Solikhah; ernalida ernalida; zahra alwi; novritika novritika; khalidatun nuzula
Logat: Jurnal Bahasa Indonesia dan Pembelajaran Vol 9 No 2 (2022): Logat: Jurnal Bahasa dan Indonesia dan Pembelajaran
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/logat.v9i2.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan dan mengetahui kesalahan dalam bernalar pada karangan argumentasi. Penelitian dilaksanakan terhadap mahasiswa Universitas Sriwijaya pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia, dengan subjek penelitan tentang kesalahan bernalar yang dilakukan mahasiswa semester 2 angkatan 2021 pada karangan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi. Sumber data penelitian adalah karangan argumentasi mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan nalar yang ditemukan hanya kesalahan yang disebabkan penggunaan bahasanya atau kesalahan informal. Kesalahan formaldan informal yang dijadikan acuan berdasarkan teori Hurley. Kesalahan formal tidak didapati. Kesalahan informal terdiri 18, yaitu appeal to the people, red herring, missing the point, accidence, hasty generalization, weak analogy, false cause appeal to ignorance, slippery slope, appeal to the author, amphiboly, begging the question, complex question, false dichotomy, suppressed evidence, division dan composition. Kesalahan nalar baru penulis namakan kesalahan kompleks. Jumlah kesalahan nalar yang ditemukan adalah 214. Jenis kesalahan nalar yang berfrekuensi paling tinggi adalah kesalahan amphiboly, sebanyak 23,14%, sedangkan yang paling rendah adalah kesalahan appeal to authority, accidence, composition, dan division, masing-masing 0,58% atau 1 kesalahan. Kesalahan nalar yang tidak ditemukan berjumlah lima, yaitu appeal to force, appeal to pitty, argumentum againts the person, straw man, dan equivocation. Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa adanya kesalahan nalar menunjukkan bahwa penalaran memiliki peran yang sangat penting dalam karangan argumentasi. Permasalahan eksternal mengacu pada faktor mahasiswa itu sendiri, minimnya buku tentang penalaran, serta permasalahan pengajaran terkait pemahaman penalaran mahasiswa.
REQUIREMENT ASSESSMENT FOR DIGITAL READING LITERACY MINIMUM COMPETENCY ON ASSESSMENT QUESTIONS Ernalida Ernalida; Nurhayati Nurhayati; Izzah Izzah; Russel Marga Retha Nadapdap; Emelia Sucini
Curricula : Journal of Teaching and Learning Vol. 7 No. 3 (2022): Curricula: Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.419 KB)

Abstract

Today's teachers must prioritize teaching kids to read more effectively using digital technologies. This research aims to examine the significance of creating reading literacy Minimum Competency Assessment (KKM) questions utilizing digital tools. SMP Negeri 41 Palembang and SMA Negeri 8 Inderalaya in Ogan Ilir Regency participated in the study. Interviews and questionnaires are used for data gathering. Students and faculty from two representative schools (n=370) participated in the study. The qualitative descriptive methodology was used for this study. Questions and answers were reviewed to conclude. In short, the results demonstrated that neither students nor teachers fully grasped MCA. To complete them, MCA questions must be created. They need to create reading comprehension MCA questions using digital tools. Recommendations were made to the Education Office based on the study's findings to increase MCA's visibility in the classroom and provide instructors with training on properly constructing MCA-based questions.
PERSEPSI GURU SUMATERA SELATAN TERHADAP ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA Nurhayati, Nurhayati; Ernalida Ernalida; Nurulanningsih Nurulanningsih; Izzah Izzah; Yanti Sariasih; Hani Atus Solikhah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6870

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru Sumatera Selatan terhadap Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional design. Instrumen pengumpulan data adalah angket melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% guru setuju dan menyambut positif terhadap kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan AKM di sekolah, 85% guru senang mengajarkan siswa dengan menggunakan konsep pembelajaran HOTS, 96% guru semakin termotivasi memberikan dorongan kepada siswa untuk berpikir kritis, 91% guru suka mengunduh materi berkaitan dengan AKM, dan 92% guru senang memberikan pelatihan soal kepada siswa untuk menghadapi AKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah siap menerima penerapan AKM di sekolah. Pada sisi lain, penelitian menyimpulkan bahwa belum semua guru yang menjadi responden dapat mengidentifikasi soal-soal AKM. Dengan demikian, walaupun penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan AKM, penelitian ini belum mengungkapkan apakah guru dapat mengembangkan soal-soal yang meminta siswa berpikir kritis. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kemampuan guru mengembangkan soal-soal yang menuntut siswa berpikir kritis atau soal-soal bertipe AKM. Kegiatan selanjutnya yang dapat dilakukan ialah pelatihan menyusun soal-soal AKM khususnya yang berkaitan dengan soal-soal literasi membaca dan numerasi. Perlu juga dilakukan penelitian lanjutan apakah dengan diberlakukannya AKM, guru akan mengubah “gaya mengajarnya” yang menginisiasi kemampuan berpikir siswa.KATA KUNCI: asesmen kompetensi minimum, berpikir kritis; literasi membaca; literasi numerasi; persepsi guru THE PERCEPTIONS OF SOUTH SUMATRAN TEACHERS OF MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT IN THE EFFORT TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING. ABSTRACT: This study aims to describe the perception of South Sumatran teachers on the Minimum Competency Assessment (MCA). This study uses a cross-sectional design method. The data collection instrument is a questionnaire through Google Form. The results show that 83% of the teachers agreed and responded positively to the government's policy regarding the implementation of MCA in the school, 85% of the teachers liked to teach students using HOTS learning concepts, 96% of the teachers were increasingly motivated to encourage students to think critically, 91% of the teachers liked to download materials related to MCA, and 92% of the teachers were happy to provide question training for the students to face MCA. The results of this study indicate that the teachers were ready to accept the application of MCA in the schools. On the other side, this study concludes that not all the teachers who were respondents can identify MCA questions. Thus, although this study shows that the teachers had positive perceptions of the MCA implementation, this research has not revealed whether the teachers could develop questions that asked students to think critically. Therefore, further study is needed to determine the teachers’ abilities to develop questions that require students to think critically or questions with MCA-type. The next activity that can be carried out is training in compiling MCA questions, especially those related to reading and numeracy literacy questions. It is also necessary to do further study on whether with the implementation of MCA, the teachers will change their "teaching styles" which initiate students' thinking skills.KEYWORDS: minimum competency assessment; critical thinking; reading literacy; numeracy literacy; teachers’ perceptions.
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI ADAT PERNIKAHAN SUKU KOMERING SUMATRA SELATAN Hani Atus Sholikhah; Ernalida Ernalida
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rangkaian prosesi pernikahan adat suku Komering Sumatra Selatan; (2) nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi adat pernikahan Komering Sumatra Selatan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sementara  teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data hasil dokumentasi, wawancara, dan observasi, temuan menunjukkan terdapat beberapa tahapan dalam rangkaian prosesi pernikahan adat suku Komering. Prosesi itu terbagi menjadi tiga tahap, yakni (1) tahap sebelum acara pernikahan: bhupodok, mancikko cawa, pangatu, nyawak, dan kebayan; (2) tahapan pada saat acara pernikahan: mangian, akad, ngusung kebayan, sambutan,dan pemberian adok/jajuluk; (3)   tahapan setelah acara pernikahan: onggokan/jumput gimon, sanjau tedok. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi adat pernikahan suku Komering Sumatra Selatan adalah nilai estetika, nilai religius,  nilai sosial, dan nilai ekonomi.
South Sumatra Local Culture-Based Teaching Materials Training for Vocational School Language Teachers Inderawati, Rita; Amrullah, Amrullah; Sofendi, Sofendi; Mirizon, Soni; Purnomo, Mulyadi Eko; Ernalida, Ernalida; Indrawati, Sri; Shilviany, Sary; Alwi, Zahra
ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education Vol. 6 No. 1 May (2022): ENGLISH FRANCA : Academic Journal of English Language and Education provide
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ef.v6i1.3665

Abstract

This article reported a training conducted to increase competency mastery of teachers of Bahasa Indonesia and English in vocational schools in Palembang in developing teaching materials based on the local culture of South Sumatra. Applying the development research method, the following stages were conducted:  identifying goals and objectives, conducting instructional analysis, determining entry behavior and student characteristics, writing performance objectives, developing assessments of teaching materials that refer to criteria, and developing texts of teaching materials. The training was conducted in the form of lectures, questions and answers, discussions, and demonstrations. The product of this training was teaching materials with the readings that were based on the local culture of South Sumatra.
KOMIK DIGITAL PULO KEMARO: UPAYA PELESTARIAN NILAI-NILAI KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUMATERA SELATAN Sholikhah, Hani Atus; Ernalida, Ernalida; Lika, Putri Permata
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2024: Konferensi Internasional Kesusastraan XXXII HISKI (Maret 2024)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/psni.v1i0.155

Abstract

Implementasi  nilai kearifan lokal  melalui cerita  rakyat telah banyak dilakukan, seperti identifikasi dan dokumentasi, ataupun penelitian sastra murni. Upaya tersebut hanya sampai  pada tahap bidang keilmuan sastra, pendidikan bahasa dan sastra ataupun  kajian histori.  Padahal, era saat ini agar cerita rakyat tetap eksis harus bertransformasi  ke arah  digital. Untuk dapat bertransformasi  dengan baik,  cerita  rakyat Pulo Kemaro perlu dibuat dalam bentuk komik digital. Dengan pemanfaatan IPTEK saat ini, cerita rakyat Pulo Kemaro dapat diadaptasikan ke dalam komik digital sehingga dapat lebih mudah diakses, biaya lebih terjangkau, dan wawasan yang berkembang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data melalui nilai-nilai kearifan lokal dan pendekatan perancangan komik digital. Dasar perancangan mengacu pada data berupa desain karakter tokoh  dan unsur storytelling melalui komik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama,  nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada karakter dalam cerita rakyat Pulo Kemaro  ialah nilai sosial, nilai estetika,  nilai ekonomi, nilai budaya, dan  nilai politik. Komik Pulo Kemaro mengedepankan nilai sosial dan politik dalam penceritaan. Kedua, perancangan komik digital dapat meningkatkan pendekatan aspek storytelling dalam pembuatan naskah komik yang dapat menghadirkan pesan-pesan yang terkandung dalam nilai-nilai pendidikan karakter. Ketiga, komik ini dikembangkan dalam perancangan di media digital instagram dan youtube sehingga dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda. 
Kearifan Lokal Sumatera Selatan dalam Penulisan Cerpen: e-Modul Alternatif Pembelajaran Karakter di Sekolah Indrawati, Sri; Soliha, Anisa’u Fitriyatus; Izzah, Izzah; Ernalida, Ernalida
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2024: Konferensi Internasional Kesusastraan XXXII HISKI (Maret 2024)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/psni.v1i0.157

Abstract

Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal. Bentuk kearifan lokal ini perlu dijaga agar nilai-nilai yang terkadung di dalamnya dapat dijadikan pedoman dalam berkehidupan. Sumatera Selatan memiliki banyak cerita rakyat. Terdapat pesan moral dan nilai edukasi dalam cerita rakyat tersebut.  Nilai-nilai moral itu  diharapkan    dapat membentuk penanaman   karakter. Melalui cerita rakyat penanaman kakrakter seperti ketaqwaaan,  kedisiplinan, kepahlawanan, kegotongroyongan, kerelaaan berkorban, kepatuhan dapat ditumbuhkembangkan. Cerpen salah satu materi yang disukai siswa dapat dikembangkan menjadi alternatif pembelajaran penanaman  karakter. Apalagi  pembelajarannya  menggunakan media digital tentulah sangatlah menarik. Selain itu juga, pembelajaran dengan media digital diharapkan dapat  meningkatkan motivasi dan hasil belajar. E-modul sebagai pembelajaran digital diharapkan menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Dengan dikemas melalui pembelajaran e-modul  materi teks cerpen dapat meningkatkan kemampuan  menulis  siswa. Dengan pembelajaran e-modul  ternyata siswa dapat belajar mandiri, menyenangkan, waktu yang sering menjadi kendala dapat diatasiKata Kunci: kearifan lokal, pembelajaran karakter