Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Perjanjian bagi Hasil terhadap Pengelolaan Bersama Lahan Budidaya Tambak Sulistyowati, Eny; Masnun, Muh Ali; Nugroho, Arinto; Hikmah, Nurul; Wardhana, Mahendra
Jurnal Cakrawala Hukum Vol 10, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/idjch.v10i2.3365

Abstract

The researchers are interested in analyzing the application of how profit sharing agreements are related to guarantee legal certainty and justice for owners, tenants and cultivators of cultivated land. This study uses non-doctrinal research (socio legal), primary data and secondary data used in analyzing problems. The application of the production sharing agreement between the owner, tenant and cultivator of ponds cultivation land in Gresik Regency has not been implemented as stipulated in the Fishery Product Sharing Law. The agreement made, is still in the form of not written, but in oral form that has occurred from generations before them and until now. In terms of the application of the timeframe of the production sharing agreement in Gresik Regency it is still not in accordance with the Fishery Production Sharing Law (specifying a minimum of 3 years and 6 seasons), this is based on the profit sharing agreement that is carried out uncertainly for how many years / how many seasons. In terms of the risk of crop failure, it still does not represent justice.How to cite item: Sulistyowati, E., Masnun, M., Nugroho, A., Hikmah, N., Wardhana, M. (2019). Penerapan Perjanjian bagi Hasil terhadap Pengelolaan Bersama Lahan Budidaya Tambak. Jurnal Cakrawala Hukum, 10(2), 187-197. doi:https://doi.org/10.26905/idjch.v10i2.3365
Politik Hukum Penguasaan Teknologi di Indonesia Masnun, Muh. Ali; Wardhana, Mahendra; Perwitasari, Dita; Lovisonnya, Intan; Hasyyati, Astrid Amidiaputri
Pandecta Research Law Journal Vol 16, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v16i2.31458

Abstract

Penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci bagaimana sebuah negara memiliki posisi daya saing dalam percaturan global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis politik hukum (arah kebijakan) pengaturan berkaitan dengan penguasaan teknologi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian hukum dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sejarah yang kemudian dilakukan analisis preskriptif. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa dinamika politik hukum penguasaan teknologi di Indonesia relatif masih mengalami pergerakan ke arah yang makin baik. Meski demikian pasca diundangkan UU Cipta Kerja, semangat penguasaan teknologi menjadi “lumpuh” karena telah dicabut ketentuannya.Mastery of technology is one of the keys to how a country has a competitive position in the global arena. This article aims to analyze the legal politics of regulations relating to the mastery of technology in Indonesia. The research method used is legal research using a statutory, conceptual, and historical approach which is then carried out with prescriptive analysis. The results of the study indicate that the dynamics of legal politics of technological mastery in Indonesia are still relatively moving in a better direction. However, after the enactment of the Cipta Kerja Act, the spirit of mastering technology has disappeared because the provisions have been revoked.
Kajian Desain Gapura dengan Konsep Green Design sebagai Upaya Pembentuk Identitas suatu Lingkungan Mahendra Wardhana; Anggri Indraprasti; Nadya Rizky Fitriana
Jurnal Desain Interior Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.099 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2376

Abstract

Identitas lingkungan menjadi sangat penting untuk diwujudkan dan diperhatikan dikarenakan hal ini akan menjadi panduan bagi semua orang yang berada di dalamnya untuk mengetahui posisi serta keberadaannya pada lingkungan tersebut. Keberadaan yang dimaksud ini adalah kemudahan dalam menemukan posisinya dalam suatu lingkungan dalam kaitan dengan jarak dan arah terhadap suatu titik tujuannya. Dengan demikian, hal yang dijadikan perhatian atau faktor penting dalam analisa identitas lingkungan adalah view, posisi dan jarak suatu penanda di lingkungan tertentu.Salah satu obyek kajian yang penting dalam memnentuk identitas lingkungan adalah gapura masuk di lingkungan rukun tetangga. Dalam kajian gapura ini tetap dimunculkan konsep green design dikarenakan banyak upaya di lingkungan suatu kota yang cenderung membentuk lingkungan hijau di lingkungannya. Konsep green design pada gapura selalu berkaitan dengan tanaman dan taman yang berada di sekitar gapura. Keberadaan tanaman dan taman yang ada di lingkungan gapura ini yang selanjutnya akan dianalisa posisi dan perletakannya di gapura yang dijadikan contoh kreasi desainnya pada penelitian ini.Olahan konsep green design yang ditunjukkan pada gapura dalam upaya membentuk identitas lingkungan memiliki hasil arahan dengan meletakkan konfigurasi tanaman yang menarik pada bangunan gapura dan di sekitarnya. Hasil analisa lain adalah hadirnya taman akan membentuk kesan green pada lingkungan di sekitar gapura.Kata kunci: Gapura; Identitas; Lingkungan; Tanaman ABSTRACT The environmental identity becomes very important to be realized and cared for because it will be a guide for everyone in it to know its position and whereabouts to the environment. The existence of this is the ease in finding its position in an environment in terms of distance and direction toward a point of its purpose. Thus, an important concern or factor in the analysis of environmental identity is the view, position and distance of a marker in a particular environment.One of the important study objects in establishing environmental identity is the entrance gate in the neighborhood. In the study of this gate is still raised the concept of green design due to many efforts in the environment of a city that tends to form a green environment in the environment. The concept of green design in the gate is always related to plants and parks that are around the gate. The existence of plants and parks that exist in this gate area which next will be analyzed position and placement in the gate that used as examples of design creations in this study.Processed green concept design shown in the gate in an effort to form an environmental identity has the result of landing by putting an interesting plant configuration on the gate and around it. Other analysis results are the presence of the park will form a green impression on the environment around the gate.Keywords: Gate; Identity; Environment; Plants
Pola Penataan Ruang Layanan Publik yang Smart, Berdasarkan Kajian Okupansi dan Attachment Pengguna (Objek Kasus : Ruang Layanan Publik di Kantor / Dinas di Pemerintah Kota Surabaya) Susy Budi Astuti; Mahendra Wardhana; Prasetyo Wahyudie; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9646

Abstract

Ruang layanan publik kantor identik dengan pintu gerbang imej layanan. Secara umum ruang layanan publik berfungsi antara lain area informasi, area tunggu, area penerima tamu, area layanan dan area sekuriti. Bentuk dan jenis area tersebut sangat tergantung pada karakter kantor/kedinasan. Terdapat fenomena bahwa adanya layanan satu atap, yaitu terdapat 2 atau lebih jenis kantor/kedinasan dalam satu bangunan gedung. Hal ini menjadi menarik, karena masing masing memiliki karakter layanan yang berbeda, namun dalam satu ruang layanan publik. Jenis layanan yang beragam yang terjadi di satu ruang di ruang layanan publik, sering menimbulkan disorientasi sebagai dampak dari ketidak efektifan penggunaan ruang. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surya Sembada kota Surabaya, untuk menjadi row model penataan area dan penggunaan ruang. Penelitian dilakukan dengan cara observasi perilaku melalui rekam jejak guna mencermati pola aktivitas yang terjadi. Wawancara digunakan utuk melengkapi data. Rumusan Pola okupansi dan attachment pengunjung di ruang layanan publik kantor PDAM Surabaya diharapkan menjadi row model smart performance public space untuk keberlangsungan/sustainable environment. Luaran penelitian ini berupa paper yang dipublikasikan di jurnal nasional.
Rancang Bangun Otomasi Bangunan Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Peralatan di Dalam Bangunannya Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.504 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4599

Abstract

Perkembangan industri saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0. Pada perkembangan ini setidaknya terdapat dua bagian penting yang berkembang sangat pesat yakni teknologi peralatan dan perkembangan internet. Dengan memanfaatkan dua perkembangan pesat tersebut, maka perangkat otomasi bangunan dapat optimal dirancang dan digunakan. Manfaat dari penggunaan perangkat otomasi bangunan ini juga sangat banyak dan sangat mendukung kebutuhan pengguna bangunannya.Perangkat otomasi bangunan terdiri dari tiga bagian utama yakni sensor, relay dan unit kontrol sebagai pemberi perintah kepada relay yang diaktifkan atau sebaliknya. Ketiga bagian ini memiliki tugas sendiri-sendiri namun juga terintegrasi dalam sebuah pemrograman pada perangkat arduinonya. Sebagai hasilnya, perangkat ini akan berhasil membaca input dari sensornya apabila pemrograman yang dilakukan dijalankan dengan tepat oleh unit kontrolnya. Penggunaan internet sebagai pemberi perintah secara otomatis penuh ataupun dengan perintah manual menjadikan peralatan ini semakin mudah mendukung kebutuhan penggunanya karena dapat dioperasionalkan dari tempat yang jauh.Kata kunci: otomasi; relay; kontrol; sensor ABSTRACT Today's industrial development has entered the 4.0 industrial revolution. In this development there are at least two important parts that are growing very rapidly, namely equipment technology and the development of the internet. By utilizing these two rapid developments, building automation devices can be optimally designed and used. The benefits of using this building automation device are also very much and very supportive of the needs of building users.Building automation devices consist of three main parts, namely the sensor, relay and control unit as the command to the relay that is activated or vice versa. These three parts have their own assignments but are also integrated in a programming on an audio device. As a result, this device will succeed in reading the input from the sensor if the programming is carried out correctly by the control unit. The use of the internet as a giver of commands is fully automatic or with manual commands makes this equipment more easily support the needs of its users because it can be operated from a distance place.Keywords: automation; relay; control; sensor
Peningkatan Desain dan Ketrampilan Batik Celup Ikat untuk Meningkatkan Minat Wira Usaha Masyarakat Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.911 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.1465

Abstract

Batik merupakan warisan budaya di Negara Indonesia yang sangat memiliki nilai jual yang tinggi dan prospek ekonomi yang tinggi pula. Kekayaan batik bisa dilihat dari desain motifnya yang beragam dan kaya akan nilai-nilai kreatifitas. Berbagai corak desain motif batik telah dikembangkan dan menjadi kekayaan ciri daerah di berbagai belahan daerah di Indonesia.Peluang untuk menaikkan minat wira usaha khususnya di bidang batik adalah dicapai dengan tiga tahapan yakni mengenalkan, mencoba dan mengetahui peluangnya. Dari tiga tahapan tersebut, tahapan mengenalkan dan mencoba membuat akan dibahas pada kesempatan ini.Salah satu kemudahan dalam mengenalkan batik adalah dengan mencoba langsung berkreasi di kain batik. Kemudahan dan keunikan hasil batik akan langsung didapat setelah proses membatik selesai. Untuk menunjang kemudahan tersebut, maka dilaksanakanlah batik celup ikat untuk mendukung tujuan tersebut. Hasil yang dicapai adalah keunikan hasil batik ternyata dapat meningkatkan minat berwira usaha membatik tersebut. ABSTRACT Batikis Indonesia's cultural heritage which has a very high value and high economic outlook as well. Batik uniqueness can be seen from the design of batik motives are varied and rich increativity values. Various shades of batik design has been develop and the wealth of local characteristics in different parts of regions in Indonesia.Opportunity to raise the motivation and interest of entrepreneurship, especially in the field of batik are achieved by introducing three phases namely, to try and determine his chances. Those three stages are the stages of introducing and try to make will be discussed on this occasion.One of the chances of introducing batik is to try to direct the creative in batik cloth. The chances and uniqueness results of batik will be immediately obtained after the batik processis completed. To support such ease, then the tie-dyed batik done to support these objectives. While the result is the unique result of batik was found to increase interest entrepreneur the batik business.Keywords: Batik, Indonesia, Unique, tie-dyed 
Menumbuhkan Minat pada Kain Nusantara Melalui Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup (Jumputan) pada Warga Masyarakat Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.791 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1908

Abstract

Batik sebagai salah satu produk kain nusantara merupakan salah satu warisan dari leluhur bangsa Indonesia yang telah dikenal luas di dunia. Sebagai peninggalan bersejarah yang hingga saat ini tetap dikagumi seluruh lapisan masyarakat, maka potensi batik dapat dipakai untuk mencapai kesempatan terbaik dalam menumbuhkan minat terhadap kain nusantara. Salah satu kain nusantara yang juga strategis untuk dikembangkan adalah kain jumputan. Karena lebih mudah dan cepat pembuatannya dari pada batik, kain jumputan akan mudah dipelajari oleh masyarakat. Melalui pelatihan pendampingan akan menjadi salah satu metode penumbuhan minat masyarakat dalam mengenal dan mengembangkan potensi kain nusantara. Hasil pendampingan tersebut menunjukkan bahwa minat kepada batik jumputan tersebut paling menonjol adalah dari motif yang dihasilkannya. Berbagai motif dapat dihasilkan dengan beberapa teknik pembuatan yang relatif mudah dikuasai peserta pelatihan. Sebagai hasil akhir dari upaya ini adalah masyarakat yang semula belum mengenal metode pembuatan kainjumputan ini, hanya dalam waktu dua jam masyarakat dapat menguasai dengan baik dalam menghasilkan berbagai motif kain jumputan.
Strategi Pengembangan UMKM Keris Kabupaten Sumenep Mahendra Wardhana; Adi Soeprijanto; Harus Laksana Guntur; Imam Abadi; Mohammad Herli
Jurnal Desain Interior Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.087 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.6269

Abstract

UMKM di Indonesia saat ini sedang berkembang sangat pesat. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mendorong dan mendukung pengembangan UMKM di semua bidang. UMKM yang telah memiliki kesiapan SDM dan SDA akan sangat berpotensi untuk berkembang lebih cepat.Dalam analisa peluang UMKM keris di Kabupaten Sumenep, terdapat berbagai kekuatan yang telah dimilikinya. Beberapa peluang kekuatan diantaranya adalah SDA dan SDM. Namun demikian beberapa agenda kegiatan pengembangan masih dapat dilaksanakan guna mendukung lebih cepat berkembangnya UMKM Kersi di Kabupaten Sumenep ini.Pengembangan pada menejemen promosi dan kesinambungan penerimaan pesanan dapat diupayakan untuk ditingkatkan. Ini akan dapat meningkatkan keberlangsungan saat pra produksi, produksi dan pasca produksi akan lebih terjalin kuat.Kata kunci: keris; kekuatan; potensi; produksi ABSTRACT MSMEs in Indonesia are currently developing very rapidly. Various activities are carried out to encourage and support the development of MSMEs in all fields. MSMEs that have HR and natural resources readiness will have the potential to develop more quickly.In analyzing the opportunities of the keris MSME in Sumenep Regency, there are various strengths it has. Some of the strength opportunities include natural resources and human resources. However, several agendas of development activities can still be implemented to support the faster development of these MSMEs Keris in Sumenep Regency.Efforts can be made to improve promotion management and the continuity of order acceptance. This will increase sustainability when pre-production, production and post-production will be more closely intertwined. Keyword: kris; power; potency; production
MODEL PEMBERDAYAAN HUKUM PEMBUDI DAYA IKAN MELALUI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MODEL TRIPLE HELIX (STUDI DI KABUPATEN GRESIK) Eny Sulistyowati; Muh. Ali Masnun; Mahendra Wardhana; Arinto Nugroho; Nurul Hikmah
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 19 No 2 (2021): Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v19i2.485

Abstract

AbstractThe real contribution of fish farmer in the development of the national economy through the amount of fisheries production is not followed by the level of welfare of the fish farmer. That the welfare of fish farmers to be able to fulfill their needs with the income they obtain is still very limited. This article aims to analyze the legal empowerment model of fish farmer through the triple helix model development approach. This research is a sociolegal research which is a mixed method between legal research methods and social science. The data used are primary data and secondary data. The results showed that normatively, the role provisions of the government and fish breeders have been clearly regulated, but the provisions for tertiary institutions have not been regulated, even though the role played by universities is no less important. Higher education as one of the elements in the triple helix has human resources who are able to provide knowledge and understanding related to production sharing agreements through legal assistance and mentoring workshops. The government is responsible for the welfare of its citizens, not only acting as a regulator, but also as a facilitator, dynamist and catalyst. Keywords : Legal Empowerment, Fish Farmer,Triple Helix
Desain Interior Insumo Palace Hotel And Resort Kediri Untuk Pengunjung Keluarga Bertema Modern dengan Sentuhan Aplikasi Motif Batik Brantas Mulya Khas Kediri Chrysan Adi Putri; Mahendra Wardhana; Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.122 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18806

Abstract

Hotel merupakan suatu tempat umum yang menyediakan kamar untuk disewakan per harinya dengan ruangan tambahan seperti restoran, fasilitas olahraga, ruang rapat sebagai fasilitas penunjang.  Semakin berkembangnya jaman, perkembangan pariwisata tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya namun juga di kota-kota kecil. Kota Kediri merupakan salah satu kota dengan pilihan pariwisata mulai dari wisata sejarah hingga wisata religi. Salah satu wisata yang terkenal di Kota Kediri adalah Kawasan Wisata Goa Selomangkleng. Saat ini kegiatan berwisata tidak hanya menjadi hiburan semata melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah wisatawan domestik pada tahun 2014 mencapai 251 juta orang (berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata), dimana  angka tersebut mengatakan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan wisata jumlahnya hampir mendekati jumlah penduduk Indonesia. Namun dengan adanya peningkatan tersebut, tidak banyak hotel yang menyediakan fasilitas ataupun dekorasi yang variatif dan  menarik bagi pengunjung khususnya untuk pengunjung keluarga. Metode pengambilan data yang digunakan untuk proses desain hotel ini meliputi pengumpulan data baik secara langsung ke lapangan maupun tidak langsung. Pengumpulan data mengenai Insumo Palace Hotel and Resort dilakukan dengan metode observasi lapangan guna mengetahui keadaan terkini desain hotel dan obervasi tidak langsung untuk mengumpulkan data-data tentang hotel melalui website hotel. Wawancara dengan beberapa narasumber yang pernah menginap di hotel tersebut untuk mengetahui bagaimana kesan dan kenyamanan pengunjung terhadap desain dan fasilitas hotel. Sedangkan studi pustaka tentang standar hotel bintang tiga dan tema modern dilakukan dengan mengumpulkan beberapa informasi baik dari literatur buku, jurnal hingga blog internet. Pengumpulan data digunakan untuk mengetahui standar desain yang digunakan, pembanding dan referensi yang diperlukan berkaitan dengan objek desain. Sehingga dari hasil proses desain didapatkan bahwa tema modern yang menampilkan kesan kekinian pada ruangan merupakan tema yang cocok untuk desain ruangan dengan pengunjung keluarga dan dengan sentuhan aplikasi motif batik brantas mulya khas kediri akan memberikan nuansa berbeda sekaligus memberikan identitas Kota Kediri di dalam ruangan.
Co-Authors Adi Soeprijanto Adibah Yusuf Aditya Andhy Prabowo Adlina, Saarah Dewi Afifah, Intis Hariah Nur Agista Maulidiya Rochmah Ahmadina, Putri ahmadina Ailsashofa Alfadhila Amin, Ahmad Hanan Ammalia, Nuuru Rizky Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra, Anggra Ayu Anggri Indraprasti Anjar, Byanca Putri Ardiantono, Dewie Saktia Aria Weny Anggraita Arifah, Nurmalita Fajar Arinto Nugroho Arinto Nugroho Aris, Kamila Fakhriyah Astrid Amidiaputri At-Taqi, Abdul Muta'ali Muharik Author, Ahmad Nailul Bambang Kartono Kurniawan Beatrix, Putry Reydiana Berto Mulia Wibawa Budiono Budiono Byantoro, Muhammad Billva Caesario Ari Budianto Caesario Ari Budianto, Caesario Ari Chrysan Adi Putri CORRY LIANA Dewangga, Erdian Okta Bima DITA PERWITASARI Donny Revangga Adityara El Fachriza, Dimas Aditya Eny Sulistyowati ENY SULISTYOWATI Ervianti , Berlian Lusia Faruq, Muhammad Fazrin, Ravina FITHRONI, HIJRIN Fredy Kurniawan Hamidah, Niswatul Hamidah, Sinta Nur Haq, Qonita Nadya Harus Laksana Guntur Hasyyati, Astrid Amidiaputri Imam Abadi Indianna Putri Dharmawan Iqbal, Muhammad Firdaus Ismar M. S. Usman Karima, Tirsa Okta Kayungyun, Inggrid Rahadyan Khairunnisa, Ibtisam Mumtaz Khairunnisa, Nisrina Lea Kristina Anggraeni Loggar Bhilawa Lovisonnya, Intan Mareta, Alicia Masnun, Muh Ali Masnun, Muh Ali Masnun, Muh. Ali Meydiandra, Falah Mohammad Herli Nabyla, Aisy Lubna Nadinda, Septania Olivia Nadya Rizky Fitriana Nangkula Utaberta Nany Maryani Nikita Bunga Pratiwi Nurdini Elsa Indira Nurhalima, Alidha Nurul Hikmah Nurul Hikmah Okta Putra Setio Ardianto Okta Putra Setio Ardianto, Okta Putra Setio Permata, Salsabila Berlian Piansyah, Alief Putri, Nabilah Talithania Azaria Rachmadyta, Fauziah Rachman, Audi Fatchur Radityotomo, Revaya Rafii Fadhil Nasywa Rahayu, Dega Puji Rahmat Charis Wijayanto Ramadhan, Ken Nayyara Azkhira Rasyid, Wildan Ratri Bodromulatsih Rifdah Azizah Salsabila Sabar Sabar Sabiela, Yaritsa Husni Safitri, Nisabillah Saputra, Alfian Anugrah Sayyida Sayyida Selvi Marcellia Sopian, Usep Sumaningrum, Shinta Adhania Suprayitno, Sarah Adhibah Surya, Renadi Marizki Susilowati, Indri Fogar Susy Budi Astuti Susy Budi Astuti, Susy Budi Syarif, Abdurahman Talmera, Annisa Triana TAMSIL Tegar Aditya Cahyadi Thomas Ari Kristianto, Thomas Ari Tiara Ika Widia Primadani Trisna Jaya, Mgs Deni Vita Ratnasari Wahyu Waskito Putra Wahyudie, Prasetyo Wiwik Handayani Yang Haziqah Musa Yudha Firmansyah, Muhamad Rizal Yuniar, Riang Yustiva Yuniarti, Putri Irma Zahra Ayudhia Pawestri Zahri Tsaniyal Baqy