Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan User Interface dan User Experience Aplikasi Web Reservasi Layanan Galangan Kapal Menggunakan Pendekatan Design Thinking di PT Pelindo Solusi Maritim Manggarsari, Siti Nur; Wardhana, Mahendra
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i3.7599

Abstract

Industri perkapalan Indonesia memegang peranan penting dalam perekonomian global, dengan meningkatnya kebutuhan akan pemeliharaan dan perbaikan kapal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemesanan layanan galangan kapal berbasis web dengan pendekatan Design Thinking, guna meningkatkan efisiensi operasional di PT Pelindo Solusi Maritim. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan testing, untuk memahami masalah pengguna serta merancang solusi yang dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain UI/UX yang dirancang dengan pendekatan ini berhasil meningkatkan usability dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, dengan skor System Usability Scale (SUS) mencapai 84,125, menunjukkan bahwa aplikasi dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dalam bidang sistem informasi dan desain interaksi, khususnya pada industri galangan kapal yang kini sedang dalam transformasi digital. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Design Thinking dalam perancangan sistem pemesanan galangan kapal berbasis web dapat meningkatkan kinerja operasional dan kepuasan pengguna. Sistem yang dirancang mampu mengoptimalkan penggunaan fasilitas galangan dan mengurangi masalah yang timbul dalam proses pemesanan konvensional.
Inovasi Layanan Uji Kompetensi ASN Berbasis Digital Melalui Pendekatan Design Thinking dan Business Model Canvas Lubis, Ravendra Syahinda; Wardhana, Mahendra
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 8 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i8.9115

Abstract

This study aims to develop an innovative competency assessment service for civil servants (Aparatur Sipil Negara/ASN) through the formulation of a new Business Model Canvas (BMC) based on a Design Thinking approach at the Competency Assessment Unit of the Regional Civil Service Agency (BKD) of East Java Province. The study is motivated by several tangible problems in the implementation of assessment services, including delays in the distribution of competency test results, limited access for ASN to detailed and transparent assessment information, and the low effectiveness of post-assessment feedback as a basis for competency development. Through the stages of empathize, define, ideate, prototype, and test, this research explores users’ actual needs by conducting in-depth interviews with UPT leaders, assessors, and ASN participants, developing empathy maps and user personas, and formulating core problems using the Point of View and How Might We approaches. The ideation process generates proposals for a more responsive service model, including the provision of a real-time digital dashboard, specific and structured feedback, the integration of post-assessment consultation sessions, and the strengthening of online service access. The study results in a redesigned BMC featuring a value proposition centered on transparency, digitalization, and continuous support, changes in service channels through interactive digital platforms, expanded customer relationships through mentoring and training, and updates to key resources and activities encompassing the development of a digital assessment information system and enhanced assessor capacity. Validation through Focus Group Discussions indicates that the proposed BMC is considered relevant and feasible for implementation, although it still requires adjustments to standard operating procedures, strengthening of human resource capacity, and support from digital infrastructure. Overall, this study demonstrates that the Design Thinking approach is effective in generating adaptive and user-centered public service business model innovations, contributing to bureaucratic transformation toward a more transparent, integrated, and responsive ASN competency assessment service.
KRITERIA ELEMEN INTERIOR FASILITAS OLAHRAGA PADEL DALAM MENDUKUNG INTERAKSI SOSIAL PENGGUNA Putri, Jasmine Adhania Putri; Wardhana, Mahendra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4516

Abstract

Abstract: The rapid growth of padel sports facilities has encouraged these spaces to function not only as venues for physical activity but also as potential settings for social interaction. This condition presents new challenges in providing sports facilities that are capable of supporting social interaction among users. Physical qualities, particularly interior elements, play an important role in shaping spatial experience and encouraging social interaction. This study aims to identify the criteria of interior elements in padel facilities that support social interaction based on users’ perceptions. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through an open-ended questionnaire distributed online to active users of padel facilities in urban areas, selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that users’ perceptions of social interaction are influenced by five main categories of interior elements: spatial layout and circulation, furniture and seating areas, lighting and color, materials and textures, and spatial comfort. Open spatial layouts, warm lighting and color schemes, safe and natural materials, adequate furniture and seating areas, as well as overall spatial comfort are perceived as important interior element criteria in supporting social interaction and user comfort. The findings of this study are expected to provide conceptual references and interior design strategies for sports facilities such as padel, enabling them to function optimally in supporting users’ social interaction. Keyword: Interior design; padel sports facilities; social interaction Abstrak: Perkembangan fasilitas olahraga padel yang semakin meningkat mendorong fasilitas padel tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas fisik tetapi juga memiliki potensi sebagai ruang interaksi sosial. Kondisi ini menciptakan tantangan baru dalam menyediakan fasilitas olahraga yang mampu mendukung terjadinya interaksi sosial. Kualitas fisik seperti elemen interior berperan penting dalam membentuk pengalaman ruang dan mendorong terjadinya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria elemen interior fasilitas padel yang mendukung interaksi sosial berdasarkan persepsi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka (open-ended question) yang disebarkan secara daring kepada responden pengguna aktif fasilitas padel di kawasan perkotaan yang dipilih melalui purposive sampling. Pendekatan model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna terhadap interaksi sosial dipengaruhi oleh lima kategori elemen interior utama, yaitu tata ruang dan sirkulasi, furnitur dan area duduk, pencahayaan dan warna, material dan tekstur, serta kenyamanan ruang. Tata ruang yang terbuka, pencahayaan dan warna yang hangat, material yang aman dan alami, furnitur dan area duduk yang memadai, serta kenyamanan ruang menjadi kriteria elemen interior yang penting dalam mendukung interaksi sosial dan kenyamanan menurut persepsi pengguna. Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan acuan konseptual serta strategi desain interior pada fasilitas olahraga seperti padel sehingga dapat berfungsi dan mendukung interaksi sosial pengguna secara optimal. Kata Kunci: Elemen interior; fasilitas padel; interaksi sosial
PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM DESAIN LOBI HOTEL BUTIK UNTUK MENCIPTAKAN MEMORABLE EXPERIENCE fahriyah, talitha; Wardhana, Mahendra; Astuti, Susy Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4544

Abstract

Abstract: Tourism growth in the city of Bandung has increased significantly, particularly in the hospitality industry. This has prompted hotels to provide a more impactful, memorable, and distinctive spatial experience compared to other hotels, especially in the lobby area, which serves as the first point of contact with guests. The lobby functions not only as a space for guests to wait but also as a representation of the hotel’s identity and a key factor in shaping the initial impression that influences visitors perceptions. This study employs a qualitative approach using a literature review method, involving the collectiob and synthesis of various scientific sources related to multisensory design, hospitality experience, and repeat visit behavior. The analysis was conducted thematically to identify the interrelationships between sensory stimuli (visual, auditory, olfactory, and tactile), spatial experiences, and the formation of revisit intentions. The results indicate that the integration of multisensory elements in hotel lobbies has the potential to strenghthen emotional engagement and create a more immersive and memorable experience. This study confirms that a multisensory approach plays a strategic role in building memorable spatial experiences without relying on new physical design interventions, but rather through the integrated optimization of sensory stimulation. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception Abstrak: Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung meningkat dengan jauh terutama pada industri perhotelan. Hal ini mendorong setiap hotel untuk memberikan pengalaman ruang yang lebih kuat, berkesan, dan berbeda dengan hotel lainnya, khususnya pada area lobi yang menjadi titik kotak pertama dengan tamu. Lobi tidak hanya berfungsi sebagai ruang singgah tamu, tetapi sebagai representasi identitas dan pembentuk kesan awal yang memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multisensory experience dalam desain interior lobi hotel “X” serta mengkahi hubungannya terhadap niat tamu untuk kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui pengumpulan dan sistesis berbagai sumber ilmiah terkait desain multisensory, pengalaman hospitality, dan perilaku kunjung ulang. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antaa stimulus sensorik (visual, auditori, olfaktori, dan taktil), pengalaman ruang, dan pembentukan niat kembali. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen multisensori pada lobi hotel berpotensi untuk memperkuat keterlibatan emosional dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan mudah diingat. Studi ini mengeaskan bahwa pendekatan multisensori memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman ruang yang berkesan tanpa bergantung pada intervensi desain fisik baru, melainkan melalui optimalisasi stimulasi inderawi secara terintegrasi Kata Kunci: Lobi Hotel; Memorable Spatial Experience; Persepsi Indrawi. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception
Peran social furniture arrangement dalam mendukung interaksi sosial pada fasilitas kesehatan: Tinjauan literatur Kamila, Annisa; Wardhana, Mahendra; Astuti, Susy Budi
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1674

Abstract

Lingkungan fasilitas kesehatan membentuk lebih dari sekadar latar bagi aktivitas medis, ruang di dalamnya juga memengaruhi cara pasien, keluarga dan tenaga kesehatan saling berinteraksi. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pengalaman sosial yang positif berkontribusi terhadap kenyamanan psikologis dan proses pemulihan pasien. Namun, dalam pembahasan desain terapeutik, peran pengaturan furnitur sering kali hadir sebagai aspek teknis, bukan sebagai elemen utama yang membentuk hubungan sosial di dalam ruang perawatan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menelaah peran social furniture arrangement dalam mendukung interaksi sosial di fasilitas kesehatan. Kajian ini dilakukan melalui metode narrative literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan tata letak furnitur, keterbukaan visual, serta skala dan fleksibilitas ruang memiliki keterkaitan dengan terbentuknya interaksi sosial yang lebih suportif. Temuan menunjukkan bahwa social furniture arrangement berperan melalui mekanisme spasial seperti fleksibilitas tata duduk, keterbukaan visual, pengelompokan furnitur berskala kecil dan kejelasan sirkulasi, yang secara bersama-sama memfasilitasi pilihan interaksi sosial, rasa kendali, serta kenyamanan psikologis pengguna dalam pengalaman terapeutik.
Klinik Mata Sebagai Healing Environment: Tinjauan Literatur Integratif Kenyamanan Emosional Pasien Pasca Lasik Kumara Rafi Isandhia; Prasetyo Wahyudie; Mahendra Wardhana; Firman Hawari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i5.11075

Abstract

Artikel ini bertujuan menyusun kerangka konseptual untuk menjelaskan bagaimana desain interior klinik mata memengaruhi kenyamanan emosional pasien pasca LASIK. Kajian ini berangkat dari keterbatasan penelitian Healing Environment yang umumnya berfokus pada indikator fisik atau hasil klinis tanpa menjelaskan proses emosional yang mendasari pengalaman pasien, khususnya pada konteks klinik mata dengan sensitivitas visual tinggi. Pendekatan integrative literature review digunakan melalui sintesis konseptual literatur desain interior fasilitas kesehatan dan psikologi lingkungan. Kerangka Environment–Occupant–Health diintegrasikan dengan pemahaman Therapeutic Environment dan dimensi pleasure–arousal–dominance untuk membangun model mediasi emosional. Intergrasi konseptual yang dihasilkan menunjukkan pengaruh elemen interior terhadap kenyamanan emosional pasien dijembatani oleh respons emosional yang terbentuk melalui konfigurasi dimensi emosi pleasure, arousal, dan dominance. Melalui proses integrasi teori ke dalam Environment–Occupant–Health, artikel ini merumuskan alur konseptual yang menempatkan desain interior sebagai stimulus terstruktur, therapeutic environment sebagai lensa konseptual yang memperjelas mekanisme kerja stimulus lingkungan, dan dimensi pleasure–arousal–dominance sebagai penguku respons afektif yang menentukan kenyamanan emosional pasien. Enam proposisi teoretis dirumuskan sebagai panduan penelitian empiris lanjutan, khususnya pada konteks klinik mata dengan karakteristik sensitivitas visual dan emosional yang khas.
The Role of Lighting Quality on the Risk of Visual Fatigue in Tahfidz Learning in Islamic Schools: A Literature Review Diana Novitasari; Mahendra Wardhana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64428

Abstract

Classroom lighting plays a crucial role in supporting students' visual health. Inadequate lighting conditions may increase ocular accommodation load and trigger visual fatigue, particularly in Tahfidz learning activities that require sustained visual concentration over extended periods. Poor visual environments can negatively affect learning comfort, academic performance, and eye health. This study employs an integrative literature review approach by analyzing 20 open-access empirical and review articles related to classroom lighting quality and visual fatigue risk. The findings indicate that low illuminance, uneven light distribution, glare exposure, and suboptimal lighting quality are consistently associated with increased visual discomfort. In the context of Tahfidz learning, the risk is amplified due to intensive reading of Qur'anic text, which requires higher visual precision, recognition of small text, and prolonged near-vision tasks. The evidence suggests that classroom lighting is a key determinant of students' visual health. Lighting interventions, including glare control, window management, appropriate lighting selection, and regular illuminance evaluation, are essential to prevent visual fatigue in Tahfidz classrooms. This study highlights that lighting should be considered not only as a design factor but also as an environmental health concern.
Kajian Literatur: Atensi Individu terhadap Elemen Interior Mellani Vionita; Mahendra Wardhana; Susy Budi Astuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64550

Abstract

Desain interior memegang peranan penting bagi individu di dalamnya, baik dalam membentuk pengalaman maupun respon kognitif individu tersebut di dalam sebuah ruang. Proses kognitif individu terhadap elemen interior di dalam ruangan diawali dengan proses atensi, dimana elemen interior yang dapat diraba indera individu merupakan stimulus bagi proses atensi tersebut. Proses atensi ini menjadi proses awal dalam menentukan respon individu selanjutnya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasikan hubungan antara elemen interior dengan atensi individu dan faktor apa saja dari elemen interior yang mempengaruhi atensi tersbut. Pendekatan metode yang diterapkan merupakan tinjauan literatur sistematis (systematic literature review), dimana dengan mengkaji penelitian-penelitian terdahulu dan menarik kesimpulan secara objektif dan transparan. Penelitian mengenai atensi individu dimulai dengan penggunaan metode penelitian kuantitatif atau campuran dengan teknik pengambilan data eye-tracking test untuk mengidentifikasikan area mana yang mendapatkan atensi individu. Selain itu, pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara dapat memperdalam maksud responden dalam penelitian atensi terhadap elemen interior. Hasil sintetis penelitian menunjukkan bahwa elemen interior berperan dalam penentuan atensi individu secara signifikan. Contohnya, elemen dinding yang selevel penglihatan, penggunaan material yang dipakai, hingga dekorasi dan tanaman. Selain itu, ada keterkaitan dengan elemen desain di dalam elemen interior tersebut yang mempengaruhi atensi individu. Mulai dari penggunaan warna, bentuk, garis, form, ruangan, hingga cahaya, dapat mempengaruhi arah atensi individu di dalamnya. Kajian ini diharapkan memberikan informasi kepada khalayak umum, desainer, praktisi, dan dalam dunia penelitian mengenai faktor elemen desain interior apa saja yang mempengaruhi atensi individu dan bagaimana pengalaman individu di dalamnya.
Co-Authors Adi Soeprijanto Adibah Yusuf Aditya Andhy Prabowo Adlina, Saarah Dewi Afifah, Intis Hariah Nur Agista Maulidiya Rochmah Ahmadina, Putri ahmadina Ailsashofa Alfadhila Amin, Ahmad Hanan Ammalia, Nuuru Rizky Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra Anggra Ayu Rucitra, Anggra Ayu Anggri Indraprasti Anjar, Byanca Putri Ardiantono, Dewie Saktia Aria Weny Anggraita Arifah, Nurmalita Fajar Arinto Nugroho Arinto Nugroho Aris, Kamila Fakhriyah Astrid Amidiaputri At-Taqi, Abdul Muta'ali Muharik Author, Ahmad Nailul Bambang Kartono Kurniawan Beatrix, Putry Reydiana Berto Mulia Wibawa Budiono Budiono Byantoro, Muhammad Billva Caesario Ari Budianto Caesario Ari Budianto, Caesario Ari Chrysan Adi Putri CORRY LIANA Dewangga, Erdian Okta Bima Diana Novitasari DITA PERWITASARI Donny Revangga Adityara El Fachriza, Dimas Aditya Eny Sulistyowati ENY SULISTYOWATI Ervianti , Berlian Lusia fahriyah, talitha Faruq, Muhammad Fazrin, Ravina Firman Hawari FITHRONI, HIJRIN Fredy Kurniawan Hamidah, Niswatul Hamidah, Sinta Nur Haq, Qonita Nadya Harus Laksana Guntur Hasyyati, Astrid Amidiaputri Imam Abadi Indianna Putri Dharmawan Iqbal, Muhammad Firdaus Ismar M. S. Usman Kamila, Annisa Karima, Tirsa Okta Kayungyun, Inggrid Rahadyan Khairunnisa, Ibtisam Mumtaz Khairunnisa, Nisrina Kumara Rafi Isandhia Lea Kristina Anggraeni Loggar Bhilawa Lovisonnya, Intan Lubis, Ravendra Syahinda Manggarsari, Siti Nur Mareta, Alicia Masnun, Muh Ali Masnun, Muh Ali Masnun, Muh. Ali Mellani Vionita Meydiandra, Falah Mohammad Herli Nabyla, Aisy Lubna Nadinda, Septania Olivia Nadya Rizky Fitriana Nangkula Utaberta Nany Maryani Nikita Bunga Pratiwi Nurdini Elsa Indira Nurhalima, Alidha Nurul Hikmah Nurul Hikmah Okta Putra Setio Ardianto Okta Putra Setio Ardianto, Okta Putra Setio Permata, Salsabila Berlian Piansyah, Alief Prasetyo Wahyudie Putri, Jasmine Adhania Putri Putri, Nabilah Talithania Azaria Rachmadyta, Fauziah Rachman, Audi Fatchur Radityotomo, Revaya Rafii Fadhil Nasywa Rahayu, Dega Puji Rahmat Charis Wijayanto Ramadhan, Ken Nayyara Azkhira Rasyid, Wildan Ratri Bodromulatsih Rifdah Azizah Salsabila Sabar Sabar Sabiela, Yaritsa Husni Safitri, Nisabillah Saputra, Alfian Anugrah Sayyida Sayyida Selvi Marcellia Sopian, Usep Sumaningrum, Shinta Adhania Suprayitno, Sarah Adhibah Surya, Renadi Marizki Susilowati, Indri Fogar Susy Budi Astuti Susy Budi Astuti, Susy Budi Syarif, Abdurahman TAMSIL Tegar Aditya Cahyadi Thomas Ari Kristianto, Thomas Ari Tiara Ika Widia Primadani Wahyu Waskito Putra Wahyudie, Prasetyo Wiwik Handayani Yang Haziqah Musa Yudha Firmansyah, Muhamad Rizal Yuniar, Riang Yustiva Yuniarti, Putri Irma Zahra Ayudhia Pawestri Zahri Tsaniyal Baqy