Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemanfaatan insang ikan tuna (Thunnus sp.) dan lemuru (Sardinella lemuru) sebagai bahan baku pengolahan keripik: Utilization of tuna (Thunnus sp.) and Bali sardinella (Sardinella lemuru) fish gills as raw materials for chips processing Budiadnyani, I Gusti Ayu; Dewi, Resti Nurmala; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Khairunnisa, Anis; Nugraha, I Made Aditya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i6.63268

Abstract

Insang merupakan hasil samping perikanan bernilai rendah namun kandungan gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, yaitu keripik. Mengingat insang berfungsi sebagai penyaring zat kimia (logam berat), maka aspek keamanan pangan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan karakteristik insang ikan tuna dan lemuru dalam kondisi segar dan beku sebagai bahan baku keripik, berdasarkan kandungan proksimat, cemaran logam berat, mikrobiologi, dan tingkat penerimaan konsumen. Penelitian menggunakan empat perlakuan, yakni insang dari tuna segar, tuna beku, lemuru segar, dan lemuru beku (duplo). Analisis proksimat meliputi kadar abu, air, lemak dan protein. Analisis logam berat meliputi Hg, Pb dan Cd. Analisis mikrobiologi terdiri atas TPC, E. coli, Salmonella sp., dan V. cholerae. Tingkat penerimaan konsumen menggunakan uji hedonik dengan parameter ketampakan, aroma, rasa, tekstur, aftertaste dan keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa insang ikan memiliki kadar protein 14,15–17,62%, lemak 1,61–5,79%, air 65,36–69,19%, dan abu 10,81–14,93%. Pengolahan insang menjadi keripik menghasilkan kadar protein 8,04–9,52%, kadar lemak 19,33–26,75%, kadar air 4,12–4,67%, dan kadar abu 4,66–6,19%. Keripik insang lemuru segar mengandung lemak tertinggi (26,75%) dan keripik tuna beku memiliki protein tertinggi (9,52%). Kandungan logam berat pada insang berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan SNI 7387:2009, dengan kadar Hg 0,01 ppm, Pb 0,02–0,15 ppm, dan Cd 0,02–0,05 ppm. Kandungan mikrobiologi menunjukkan seluruh keripik insang aman dikonsumsi. Analisis hedonik oleh panelis terlatih menunjukkan keripik insang sangat disukai, dengan skor keseluruhan di atas 8,00 dan keripik insang tuna beku memperoleh skor rasa tertinggi (8,90).
MANAJEMEN BUDIDAYA UDANG VANAME BERKELANJUTAN BERBASIS PENDEKATAN SOSIAL, EKONOMI, EKOLOGI, INSTITUSI, DAN TEKNOLOGI: STUDI KASUS DI UJUNG GENTENG, SUKABUMI Anwar, Kasful; Panggabean, Donwil; Malau, Albert Gamot; Mulyadi, Mulyadi; Khairunnisa, Anis
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Juni (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.2.2025.121-145

Abstract

Keberlanjutan pengelolaan akuakultur merupakan aspek krusial untuk memastikan produktivitas jangka panjang dan kesehatan lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi status keberlanjutan budidaya udang vaname (Penaeus vannamei) di kawasan Ujung Genteng, Sukabumi, melalui pendekatan multidimensi yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, ekologi, institusional, dan teknologi. Metode yang digunakan adalah Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) berbasis pendekatan multi-dimensional scaling (MDS) yang dimodifikasi untuk memasukkan dimensi teknologi serta validasi melalui ulangan Monte Carlo sebanyak 25 kali. Hasil menunjukkan dimensi teknologi memperoleh skor tertinggi (77,325), mengindikasikan "sangat berkelanjutan", sementara dimensi lainnya, termasuk sosial (59,237), ekonomi (68,236), ekologi (61,856), dan institusional (60,215), dikategorikan sebagai "cukup berkelanjutan". Dimensi sosial, ekonomi, ekologi, dan institusional memiliki atribut sensitif, berpotensi meningkatkan status keberlanjutan dari cukup berkelanjutan menjadi berkelanjutan hingga sangat berkelanjutan, yang meliputi semangat gotong royong dan hubungan dengan pemerintah (sosial), tujuan pemasaran dan penyerapan tenaga kerja (ekonomi), tingkat pemanfaatan lahan dan kualitas air tambak (ekologi) serta skala usaha dan kemitraan kelembagaan (institusional). Penekanan juga diberikan pada integrasi teknologi canggih seperti sistem nanobubble, pemberi pakan otomatis, energi surya, dan pemantauan real-time berbasis IoT. Inovasi-inovasi ini menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan kadar oksigen terlarut, efisiensi pakan serta pengurangan biaya operasional, yang berkontribusi pada pertumbuhan udang yang lebih baik dan penurunan tingkat kematian. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang mengombinasikan kemajuan teknologi, keterlibatan komunitas, dan dukungan institusional untuk mencapai praktik akuakultur yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk penelitian mendatang mencakup pengujian aplikasi yang lebih luas di berbagai lingkungan akuakultur serta pengembangan teknologi adaptif untuk menghadapi tantangan yang muncul di sektor budidaya udang.Sustainability in aquaculture management is essential to ensure long-term productivity and environmental health. This study evaluates the sustainability status of whiteleg shrimp (Penaeus vannamei) farming in Ujung Genteng, Sukabumi, using a multidimensional approach covering social, economic, ecological, institutional, and technological dimensions. The Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH) method, based on multi-dimensional scaling (MDS) and modified to include technology, was applied with 25 Monte Carlo iterations for validation. Results indicate that the technological dimension achieved the highest score (77.325), categorized as “highly sustainable”, while other dimensions, including social (59.237), economic (68.236), ecological (61.856), and institutional (60.215), were considered “moderately sustainable”. Sensitive attributes in social, economic, ecological, and institutional dimensions have the potential to improve sustainability status from moderately sustainable become sustainable to highly sustainable, including community cooperation and government relations (social), market orientation and employment absorption (economic), land use intensity and pond water quality (ecological), as well as business scale and institutional partnerships (institutional). The study highlights the role of advanced technologies such as nanobubble systems, automatic feeders, solar energy, and IoT-based real-time monitoring. These innovations can enhance dissolved oxygen levels, improve feed efficiency, reduce operational costs, and ultimately support better shrimp growth and lower mortality rates. Overall, the findings emphasize the importance of a holistic approach combining technological innovation, community involvement, and institutional support to achieve sustainable aquaculture. Future research is recommended to expand applications across diverse aquaculture environments and to develop adaptive technologies for emerging challenges in shrimp farming.
ANALISIS MUTU SENSORI DAN BIAYA PRODUKSI PENGEMBANGAN GARAM RUMPUT LAUT DI DESA PENGAMBENGAN, NEGARA BALI Kurniawati, Made Devi; Anwar, Kasful; Sumandiarsa, Ketut; Rusdiyanto, Edi; Khairunnisa, Anis
Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan (JKPT) Vol 7, No 2 (2024): JKPT Desember 2024
Publisher : Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpt.v7i2.14880

Abstract

Rumput laut merupakan sumber daya alam yang potensial dengan berbagai manfaat, termasuk sebagai bahan baku garam yang memiliki karakteristik unik dan nilai tambah berbeda dibandingkan garam dapur biasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh garam rumput laut dengan mutu sensori terbaik dan menganalisis mutu sensori dan biaya produksi garam rumput laut di Desa Pengambengan, Bali, menggunakan jenis rumput laut Ulva lactuca, Gracilaria sp.,dan Sargassum sp. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel, preparasi, pencucian, pengeringan, pembuatan tepung garam, dan uji mutu sensori serta analisis biaya produksi dengan metode full costing. Data hasil analisis diolah menggunakan program SPSS 26 dan analisis statistik menggunakan ragam analisis ANOVA-Duncan. Hasil analisa pengujian menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p <0,05) antara bahan baku rumput laut terhadap mutu sensori garam rumput laut. Mutu sensori terbaik adalah garam rumput laut dari jenis Ulva lactuca pada parameter warna dengan nilai 7.05, rasa 6.58, tekstur 6.49, dan kenampakan 7.36. Kandungan kadar air Ulva lactuca adalah 0.758%, natrium klorida 90.11%, bagian tidak larut dalam air 0.553%, kadmium <0.050 mg/kg, arsen 0.398 mg/kg, dan raksa 0.013 mg/kg, yang semuanya memenuhi standar SNI 3556:2016. Produksi garam rumput laut membutuhkan biaya sebesar Rp 2.508.000. Garam rumput laut dari Ulva lactuca aman dikonsumsi dan memiliki potensi pasar yang baik.
Bimbingan Teknis Diversifikasi Olahan Udang di Smart Fisheries Village (SFV) Pengambengan Kabupaten Jembrana Bali Perceka, Medal Lintas; Khairunnisa, Anis; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Cesrany, Mahaldika; Dewi, Resti Nurmala; Panjaitan, Fenny Crista A; Nugraha, I Made Aditya
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.13554

Abstract

This community service activity aimed to increase knowledge and understanding of the Processing and Marketing Group regarding the diversification of processed shrimp, packaging, and online product marketing. The method of implementing this service used technical guidance with 10 participants from Wijaya Fish Processing and Marketing Group. The evaluation instruments used were pre-test and post-test questions. Pre-test and post-test values were analysed using a t-test at 95% confidence intervals (α = 0,05). The results showed that there was an increase in knowledge and understanding of Wijaya Fish Processing and Marketing Group (P<0.05) regarding the diversification of vannamei shrimp processing, packaging, and online product marketing.
Kawasan Konservasi Mangrove sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Budeng Kabupaten Jembrana Bali Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Dewi, Resti Nurmala; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Febrianti, Desy
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.386-394

Abstract

Budeng Village, located in Jembrana Regency, is home to a significant mangrove conservation area featuring 32 species of mangroves with substantial potential for utilization. Conservation activities in this region are led by the Wana Merta Group, which aims to engage the local community of Budeng Village in these deeds. However, the residents have yet to show much interest due to the lack of perceived economic benefits from conservation activities. The purpose of the community service activities conducted in Budeng Village is to enhance the knowledge and skills of the community in transforming mangroves into economically valuable enterprises. These activities comprised three stages: technical guidance, training sessions, and questionnaire distribution. The activities were attended by 15 participants from the Wana Mertha Forest Farmer Group (KTH), which manages the mangrove conservation area in Budeng Village. The technical guidance included institutional strengthening materials for the group. The training sessions covered topics such as mangrove product diversification, processing Brugueira sp. into mangrove chips, processing Xylocarpus granatum into scrubs, processing shrimp and fish into siomay, as well as packaging and digital marketing to support the group's business endeavors. Throughout the technical guidance and training, participants actively engaged in discussions and followed the sessions diligently. The questionnaire results indicated a significant increase in participants' knowledge, from 40% to 73.76%, reflecting an improvement of 34.67% after the activities.
Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
Optimasi pembuatan garam Ulva lactuca menggunakan response surface methodology: Optimization production process of Ulva lactuca salt using response surface methodology Listyaningrum, Niken Prawesti; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Astiana, Ika; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Niken Prawesti; Lailatussifa, RR Radipta; Kurniawati, Made Devi; Kusuma, Ni Kadek Sita Anyaniti; Murtiningsih, Ni Made Ayu Meylia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 2 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i2.62123

Abstract

Rumput laut Ulva lactuca merupakan bahan baku potensial dalam pengembangan garam fungsional. Kendala yang dihadapi ialah rendemen yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi proses optimum pada produksi garam U. lactuca berdasarkan persentase rendemen tertinggi, mutu kimia, dan sensori menggunakan metode Response Surface Methodology dengan desain Box-Behnken (BBD). Metode pembuatan garam rumput laut menggunakan tiga variabel dengan tiga tingkatan, yakni rasio penambahan tepung U. lactuca dan pelarut akuades (A = 1:5, 1:10, 1:15), waktu ekstraksi (B = 10, 15, dan 30 menit), dan suhu ekstraksi (C = 40, 55, dan 70oC). Kombinasi ketiga faktor tersebut menghasilkan 15 percobaan. Model persamaan diuji dengan analisis varian (ANOVA) dengan α = 0.05. Garam U. lactuca hasil optimasi diuji mutu kimia, cemaran logam berat, dan karakteristik sensori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan optimum dalam menghasilkan rendemen garam rumput laut tertinggi, yakni rasio tepung dan pelarut sebesar 1:13,5, waktu ekstraksi selama 12 menit, dan suhu ekstraksi 70oC. Perlakuan tersebut menghasilkan respons rendemen sebesar 31,81±1,63%, yang memiliki perbedaan 0,82% dibandingkan respons prediksi 31,55%. Garam U. lactuca yang dihasilkan memiliki kadar abu 59,970%, protein 3,586%, lemak 0,25%, karbohidrat 15,46%, dan air 10,49%, kadar NaCl 27,31%, yodium <0,35%, kadmium 0,07 mg/kg, merkuri <0,002 mg/kg, dan timbal 3,6 mg/kg. Nilai respons sensori garam U. lactuca untuk atribut warna butiran, warna larutan, rasa, aroma, mouthfeel, flavor, aftertaste, dan overall berkisar pada rentang 4,2±1,69 (agak tidak suka) hingga 4,8±1,21 (netral).
Shrimp Product Innovation in Smart Fisheries Village Kombading, Jembrana, Bali Anis Khairunnisa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; Desy Febrianti; Iftachul Farida; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Made Tisna Adhi Bharata; Ni Made Anggun Pradnyani Putri
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7174

Abstract

Kombading village is Smart Fisheries Village (SFV) area from Shrimp Cluster of Devisa Village under Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic and Indonesian Export Financing Institute Denpasar guidance. This technical guidance aims to supporting one of SFV concept development as priority program of Blue Economy based by Ministry of Marine and Fisheries. The technical guidance attended by 20 participants from Processing and Marketing groups of Mina Jaya Pertiwi (10 person) and teachers-parent of Early Childhood Education School Darul Ulum Kombading. There are 3 substances was given to participants i.e. (1) benefits of consuming the fish product, (2) shrimp products diversification (crispy shrimp head, fried shrimp meatball, and shrimp head broth powder), and (3) introduction of PIRT Certification for home industry products. Sensory evaluation shows that crispy shrimp head and fried shrimp meatball needs improvement in texture and appearance. Moreover, this technical guidance was able to increase participants knowledge significantly (p<0,05).
Analisis Pajanan Polusi Udara Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) : Literatur Review Fuji Ahmad Fathoni; Ernyasih; Aldo Septrianto; Anis Khairunnisa; Adisna Gita Zain; Benny Margawijaya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7312

Abstract

nfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan angka morbiditas yang tinggi pada berbagai kelompok usia. Polusi udara, baik ambien maupun domestik, diidentifikasi sebagai faktor risiko lingkungan yang dominan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pajanan polutan udara dengan kejadian ISPA melalui tinjauan literatur sistematis. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah (nasional dan internasional) yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2021–2026. Data diekstraksi berdasarkan parameter polutan, karakteristik sampel, dan hasil temuan statistik. Hasil sintesis menunjukkan hubungan signifikan antara konsentrasi Particulate Matter (PM2,5) dan (PM10) serta gas kimia (SO2, NO2, O3) dengan peningkatan kasus ISPA di kawasan urban. Di lingkup domestik, asap rokok dan penggunaan obat nyamuk bakar menjadi prediktor kuat kejadian ISPA, terutama pada balita. Selain itu, faktor meteorologi seperti curah hujan terbukti memengaruhi dinamika konsentrasi polutan di atmosfer melalui proses deposisi basah. Kejadian ISPA memiliki keterkaitan erat dengan kualitas udara lingkungan. Diperlukan strategi multisektoral yang mencakup edukasi perilaku rumah tangga, perlindungan kesehatan kerja bagi kelompok berisiko tinggi, dan kebijakan pengendalian emisi untuk menurunkan beban penyakit pernapasan di Indonesia.
STRENGTHENING COLD CHAIN MANAGEMENT IN THE TUNA LOIN INDUSTRY IN BALI: EFFORTS TO IMPROVE PRODUCT QUALITY AND COMPETITIVENESS Nugraha, I Made Aditya; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.1.2026.%p

Abstract

This study discusses the importance of implementing a cold chain system and optimizing cold storage to support the tuna loin processing process at PT. XYZ. The quality of fishery products, especially tuna, is greatly influenced by temperature stability during the post-harvest process to distribution. Uncontrolled temperature fluctuations can cause quality degradation, accelerate damage, and reduce the selling value of the product. The purpose of this study was to evaluate the effect of implementing a cold chain on the quality of tuna loin and its implications for competitiveness in the local and export markets. The methods used include temperature monitoring at each stage of the supply chain, organoleptic and microbiological quality testing, and comparative analysis of product competitiveness with and without a cold chain system. The results showed that consistent temperature control was able to maintain the freshness, texture, and safety of the product, as well as extend its shelf life. The implementation of an optimal cold chain system also contributes to increasing the economic value of the product and the company's ability to meet international export standards. Although technical challenges such as temperature fluctuations during distribution are still found, PT. XYZ shows a commitment to improving temperature monitoring infrastructure and technology. In conclusion, optimizing the cold chain and cold storage system is a key strategy in maintaining product quality, strengthening competitiveness, and improving the sustainability of the fish processing industry, especially in facing the demands of an increasingly competitive global market.
Co-Authors Adisna Gita Zain Agustin , Novita Ajeng Dyah Kurniawati Albert Gamot Malau Aldo Septrianto Angkasa Putra Benny Margawijaya Bharata, Made Tisna Adhi Cesrany, Mahaldika Citra Defira Dede Robiatul Adawiyah Desy Febrianti DIAH AYU SATYARI UTAMI Djari, Anthon Anthonny Dwi Adinda Wulan Maulidiyah Ernyasih Esti Widowati, Esti Faizah Faizah Faizah Fenny Crista Anastasia Panjaitan Fenny Crista Anastasia Panjaitan Fitriyan Kurnia Fuji Ahmad Fathoni Gusti Ngurah Putu Paksi Kencana Herianto Suriadin I Gusti Ayu Budiadnyani I Gusti Made Ngurah Desnanjaya I Ketut Sumandiarsa I Ketut Sumandiarsa I Made Aditya Nugraha I Nyoman Juniarta Iftachul Farida Iftachul Farida Ika Astiana Ika Astiana Iskandar, Raihan Jatayu, Diklawati Juniarta, I Nyoman Kasful Anwar Kharisma Sako Kurniawati, Made Devi Kusuma, Ni Kadek Sita Anyaniti Lailatussifa, RR Radipta Listyaningrum, Niken Prawesti Luthfi Luthfi, Luthfi Made Mahendra Jaya Made Tisna Adhi Bharata Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany Mahaldika Cesrany medal lintas perceka Medal Lintas Perceka Mulyadi Mulyadi Murtiningsih, Ni Made Ayu Meylia Ni Gusti Ayu Putu Intan Sri Wahyuni Ni Gusti Ayu Putu Intan Sri Wahyuni Ni Luh Dea Sari Ni Made Anggun Pradnyani Putri Niken Prawesti Niluh Putu Sonia Agustini Novita Lestari Nugraha Edhi Suyatma Nurul Latifasari Panggabean, Donwil Panjaitan, Fenny Crista A Panjaitan, Fenny Crista Anastasia Pinky Natalia Samanta Pradnyani, Ni Made Anggun Putri Yuliana Masrin Putri, Satiti Rakma Fitria Larasati Resti Nurmala Dewi Ririn Fatma Nanda Rusdiyanto, Edi Samanta, Pinky Natalia Sarifah Aini Satiti Kawuri Putri siluh putu sri dia utari Sumandiarsa, I Ketut Tri Audia Paputungan Trimulya, Agung Utami, Ni Made Dwi Rahayu Utari, Siluh Putu Sri Dia Windi Atmaka, Windi Wulansari, Arnanti