Articles
FIQIH WANITA KONTEMPORER (WANITA KARIER)
Zidniy Alfi Zakiyyatin Nabila;
Ashif Az Zafi
TAFAQQUH: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Dan Ahwal Syahsiyah Vol. 5 No. 1 (2020): Juni
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebenarnya yang dinamakan gender ialah perbedaan antara perempuan dan laki-laki yang bukan biologis maupun kodrat Tuhan. Gender adalah suatu anggapan yang disematkan oleh masyarakat kepada seseorang yang dianggap sebagai suatu kebiasaan pada umumnya. Gender itu selalu berubah dari waktu ke waktu, tempat ke tempat, hingga kelas ke kelas. Adapaun jenis kelamin (seks) tidak akan pernah mengalami perubahan. Selama ini, perempuan dipahami sebagai makhluk lemah yang hanya tinggal di rumah, mengurus semua pekerjaan yang berehubungan dengan sektor domestik, tidak boleh keluar rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan kaum laki-laki. Telah lama sekali tatanan ini dianggap cukup mapan sebagai sesuatu yang alamiah bahkan oleh kaum perempuan sendiri. Padahal dalam Islam sendiri tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Islam sebagai rahmat seluruh alam (rahmatan lil alamin) mengangkat derajat dan posisi perempuan. Perempuan pada masa jahiliah tidak dihargai, namun dengan kedatangan Islam ia mendapatkan tempat terhormat.
Konsep Humanisme Ditinjau dari Perspektif Pendidikan Islam
Eka Nilam Safitri;
Ashif Az-Zafi
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 7 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53627/jam.v7i1.3842
Researchers conducted this research because they deperted from education to instill the concept of humanism in their daily lives so that a lot of the problems that occurred in real life began with the bullying case, disrespect for the differences that occur, blaspheming each other on social media. This study aim to determine how Islamic education views the concept of humanism. The method the author uses to make this research is to refer to pepper the method or library research. Based on the discussion, it can be concluded that the concept of humanism in the view of Islamic education that humanism exists in the alquran and in Islamic education concept of humanism aims to seek the blessing of god with the feedom to develop religious knowledge and general knowledge for the benefit of the people
TRANSFORMASI BUDAYA MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN
ashif az zafi
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.597 KB)
|
DOI: 10.30738/sosio.v3i2.937
Pendidikan dianggap sebagai sistem persekolahan. Sistem ini hanya melihat hubungan struktural antar bagian seperti guru, siswa, kurikulum dan sarana prasarana. Namun ternyata lembaga pendidikan dapat dilihat lebih dari itu yaitu sebagai sebuah tempat dalam melakukan transformasi budaya. Lembaga pendidikan dan transformasi budaya tidak dapat dipisahkan karena keduanya terkait dengan nilai. Lembaga pendidikan dapat disamakan dengan sistem sosial karena didalamnya terjadi proses sosialisasi. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan kontribusi berupa konsep dalam melakukan transfer nilai sehingga membentuk karakter melalui lembaga pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa menurut teori perkembangan budaya Van Peursen maka diharapkan lembaga pendidikan dapat memposisikan diri sebagai tahap fungsional. Pada tahap ini lembaga pendidikan sebagai agen transformasi nilai harus berfungsi dalam memberikan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Dalam melakukan proses pembudayaan nilai agar terbentuk menjadi karakter dapat menggunakan pendapat dari Pierre Bourdieu mengenai Habitus. Lembaga pendidikan dapat melakukan pembiasaan melalui beberapa kegiatan. Pembiasaan dapat dilakukan melalui interaksi sosial antar warga sekolah (lembaga pendidikan). Pembiasaan yang telah mengakar menjadi pembudayaan harus dijaga dengan kontrol yang dilakukan oleh lembaga pendidikan.
MAKNA KEISLAMAN TRADISI PESTA LOMBAN DI JEPARA
Ali Ridwan;
Ashif Az Zafi
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 19 No 2 (2020): September 2020
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29138/lentera.v19i2.231
This paper intends to express views about the Syawalan tradition in Jepara. Syawalan tradition in Jepara is one form of community tradition carried out by coastal Javanese people. For the people of Jepara, the Syawalan tradition is a form of gratitude to Allah SWT for the gift of sustenance and as an expression of prayer for salvation. Syawalan tradition means caring for nature, especially at sea while building harmony in society. In this study includes how the history of Lomban Feast in Jepara and its process, Islam and Javanese acculturation, and the relationship between Islam and the tradition of Lomban Feast. From here, with the aim of providing information to readers or researchers about the meaning of Islam in the Lomban Feast in Jepara. Specifically information about the history of the Lomban Feast in Jepara along with the process, Islam and Javanese, as well as the relationship between the Islamic religion and the Lomban Feast.Tulisan ini bermaksud untuk mengekspresikan pandangan tentang tradisi Syawalan di Jepara. Tradisi Syawalan di Jepara adalah salah satu bentuk tradisi masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat Jawa pesisir. Bagi masyarakat Jepara, tradisi Syawalan adalah bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas karunia rezeki dan sebagai ungkapan doa untuk keselamatan. Tradisi Syawalan berarti merawat alam, terutama di laut sambil membangun harmoni dalam masyarakat. Dalam penelitian ini memuat bagaimana sejarah Pesta Lomban di Jepara beserta prosesnya, Islam dan akulturasi Jawa, dan hubungan antara agama Islam dan tradisi Pesta Lomban. Dari sini, dengan tujuan memberikan informasi kepada pembaca atau peneliti tentang makna keislamaan pada tradisi Pesta Lomban di Jepara. Khususnya informasi tentang bagaimana sejarah Pesta Lomban di Jepara beseta prosesinya, Islam dan Jawa, serta keterkaitan antara agama Islam dengan tradisi Pesta Lomban.
Fiqih Perserikatan Wanita Dalam Politik dan Jihad
Riza Umami;
Ashif Az Zafi
Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35673/ajmpi.v5i2.692
This scientific article aims to provide understanding and knowledge to readers about the jurisprudence of women's unions in political matters and also women's unions in wars and jihad such as what is good and what Allah accepts. Because many people think that the woman is only a housewife whose job is to educate children and serve their husbands. That women are also allowed to participate in politics and jihad. And there are laws in jihad. The method used for the research of this scientific article uses a qualitative descriptive method that is the data that has been obtained by the author presented in the discussion. In obtaining data the author uses literature in the form of books and journals, and also international journals.
PENERAPAN NILAI-NILAI MODERASI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI PTKIN MENGGUNAKAN KONSEP PROBLEM BASIC LEARNING
Hani Hiqmatunnisa;
Ashif Az Zafi
JIPIS Vol 29 No 1: April 2020
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF TANGERANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nilai moderat atau wasathiyah penting untuk dipertahankan sebagai kesadaran kolektif umat Islam di Indonesia. Hal ini, karena nantinya akan menjadi ikatan kesopanan dalam menghadapi keragaman dalam tubuh Muslim itu sendiri serta keragaman pihak lain. PTKIN sebagai lembaga pendidikan sekaligus lembaga yang berada dibawah naungan kementrian agama harus turut berkontribusi dalam menebarkan nilai moderasikepada mahasiswanya melalui pembelajaran. Pembelajaran Fiqih dapat menjadi wadah penanaman nilai moderasi Islam dengan menyajikan konsep Pembelajaran Berbasis Masalah yang menuntut para mahasiswa untuk membuka wawasan secara luas dan terbuka mengenai perbedaan hukum Islam yang di terapkan dalam masyarakat sehingga mampu memposisiikan diri untuk berada di tengah dan berlaku moderat dalam menyikapi perbedaaan yang ada. Dengan penanaman nilai moderat diharapkan PTKIN dapat mempersiapkan warga Negara Indonesia yang beragama Islam dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan, toleransi, dan tidak radikal.
VALUE OF NATIONALISM ACTIVIST ROHIS
Ashif Az Zafi
Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/jm.v9i2.4713
Having a Nationalism Value is a duty for every citizen. In other words, it is an unconditional value. At the same time, the issue of racial disunity has been grown lately. This issue is related to religion. Most compelling evidence, high school student’s Nationalism Value moreover theirs who follow spiritual organization has been descending due to the incorporation between religion and nationality. The scope of this field research is within SMA Negeri 1 Purworejo. Qualitative analysis method supported by descriptive statistical data is being used in this study. As a result, this research found that Nationalism Value can be instilled through classroom learning, recitation and activities in the spiritual program. The value of Unity and Patriotism, which constitutes for Nationalism Value, is invested through verbal and non verbal communication. For this reason, Islamic religion teacher is the most crucial agent in instilling Nationalism Values to spiritual activists. In the event that 57% of students have a high Unity Value and 68% of students have high Patriotism Value, henceforth the Nationalism's Value of spiritual activists tends to be high.
Prespektif Islam Mengenai Tradisi Manganan di Punden Mbah Rahmad Desa Gelang Kabupaten Jepara
Muhammad Nur Khabib;
Ashif Az Zafi
Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam Vol 20 No 1 (2020): Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/tamaddun.v20i1.5594
The tradition of Manganan or also called Nyadran is a tradition that is still preserved and preserved until now by village community Bracelet, subdistrict keling, District Jepara. It is usually performed during the Earth's charity celebrations. This research uses qualitative description methods. The results of the interviews, as well as the study of libraries are then analyzed using qualitative methods of descriptive analysis. The results of this study explained that 1) the implementation of the tradition Manganan in Punden Mbah Rahmad aims as a media grateful to Allah for the abundance of the earth and as a prayer to be kept away from calamities and diseases 2) symbols and the meaning of the tradition of Manganan consisting of lined leaves that contain the meaning of the ordinance of Prayer in congregation, rice and side dishes , the white porridge represents the origin of a child, frankincense which contains the meaning of one's means to pray, 3) concerning the perspective of Islam to the tradition of Manganan, can be attributed to the rule of Imam Syafi'i who mentions that appreciate the idea that grows and made role model among the community is better, than to difference the Sunnah that still Ikhtilah.
Respon Masyarakat kepada Pelaku Transgender
Suci Maharani;
Ashif Az Zafi
Intelektualita Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intelektualita.v9i1.5603
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk memaparkan bagaimana agama dan khususnya masyarakat memandang transgender. Penelitian ini merupakan penelitian perpustakaan yang membahas suatu topik tentang respon masyarakat kepada pelaku transgender. Dalam hal ini transgender dianggap seperti gangguan pada mental seseorang, dimana tidak seperti halnya manusia pada umumnya yang terpikat dengan lawan jenis maupun tidak mampu bersanding dengan gender normal umumnya. Transgender. Dalam segi agama dianggap sebagai penyelewangan norma dalam agama. Dari segi hak asasi manusia transgender layak dilindungi seperti halnya manusia normal lainnya.
Tradisi Pesta Baratan dalam Perspektif Islam di Desa Kriyan Kalinyamatan Jepara
Ririn Ernawati;
Ashif Az Zafi
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 6 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.098 KB)
Abstrak: Tradisi merupakan sejarah peninggalan nenek moyang di masa lampau yang tetap lestarikan hingga detik ini. Sebagai contoh tradisi adalah Tradisi Pesta Baratan yang ada di desa Kriyan Kalinyamtan Jepara. Tradisi ini merupakan peninggalan Nyai Ratu Kalinyamat guna mengenang kematian suaminya yaitu sultan hadirin, yang terbunuh kala perang dengan Arya Penangsang. Tradisi ini di gelar pada bulan Nisfu Sya’ban atau lebih tepatnya pertengahan bulan sya’ban yang dilaksanakan secara meriah dengan berbagai macam rangkaian acara. Dalam prosesi tradisi ini, mengandung makna Religius yang berkaitan dengan bulan suci ramadhan. Penelitian ini menggunakn metode kualitatif melalui kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dalam penyajian data. Tradisi merupakan contoh sejarah kebudayaan yang harus terus dilestarikan sampai genarasi setrusnya. Kata kunci: Tradisi, Kebudayaan, Baratan, Jepara