Claim Missing Document
Check
Articles

MANGROVE COVERAGE CHANGE DETECTION USING LANDSAT IMAGERIES BASED ON HYBRID CLASSIFICATION IN KEMBUNG RIVER, BENGKALIS ISLAND, RIAU PROVINCE Romie Jhonnerie; Vincentius P Siregar; Bisman Nababan; Lilik Budi Prasetyo; Sam Wouthuyzen
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.945 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v6i2.9024

Abstract

ABSTRACT The limited scientific information and lack of attention from stakeholders on the status of mangroves in Kembung River functioned as a basis of this study. Four series of Landsat data recorded in 1996, 2002, 2010, and 2013 were used to map mangrove land cover and changes detection. Hybrid classification technique, a combination of the object-based and random forest classifications, were applied in this study. The result showed that based on hybrid classification, mangrove coverage was detected within 82.6-88.4% overall accuracy. Change detection analyses showed that the mangrove area of Kembung River was relatively stable. For nearly two decades, we found mangrove loss about 197.2 ha, gain of 251.1 ha, and unchanged of 2904.9 ha. Changes in mangrove were generally caused by anthropogenic factors such as mangrove replanting, logging, changes over the function of mangroves into the road, embankment, settlement, shrimp farms, and natural growth. Serious attention from various parties are needed to maintain the existence and sustainablility of mangrove ecosystems in Kembung River.   Keywords: Mangrove, Sungai Kembung, monitoring, Landsat, hybrid classification
CHANGE DETECTION OF CORAL REEF HABITAT USING LANDSAT IMAGERY IN MOROTAI ISLAND NORTH MALUKU PROVINCE Nurhalis Wahiddin; Vincentius P Siregar; Bisman Nababan; Indra Jaya; Sam Wouthuyzen
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1214.66 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v6i2.9026

Abstract

ABSTRACT Scientific information on coral reef habitat changes of Morotai island is very limited to none. This study aimed to detect the change of coral reef habitats between 1996 and 2013, using Landsat imagery integrated with field data in 2012. The research was conducted in the coral reef ecosystem of Morotai Island in North Maluku province. Change detection analyses were conducted using supervised classifications and transformation depth invariant index (DII), with five habitat classes i.e., mixed-habitat, coral, seagrass, sand, and rubble. The result showed that in 1996-2002 there was a significant increase in the mix-habitat and rubble classes (11.3% and 32.5%), however,  there  was  a siginifcant decrease in the sand, seagrass, and coral classes of -14.1%, -14.9%, and -16.6%, respectively. In 2002-2013, mixed-habitat, sand, and seagrass classes were increase by 1.1%, 13.3%, and 24.78%, respectively.  Meanwhile, coral and rubble classes were decrease by -22.7% and -27.0%, respectively. Within the period of 1996-2013, there was about 43.6% loss of coral reef of Morotai island.  This was probably caused by the increase of seas surface temperature nad and the increase of human activities in the region. Keywords: coral reef habitats, Landsat, change detection, Morotai Island
POTENTIAL FISHING GROUND MAPPING BASED ON GIS HOTSPOT MODEL AND TIME SERIES ANALYSIS: A CASE STUDY ON LIFT NET FISHERIES IN SERIBU ISLAND Andi Alamsyah Rivai; Vincentius P. Siregar; Syamsul B. Agus; Hiroki Yasuma
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.159 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v9i1.17948

Abstract

Information on the spatial and temporal of fishing activity can optimize a fisheries management and increase their economical and biological benefit. For effective management and good understanding of fishing activities, information about fishing ground is crucial. In this study, we aimed to analyze the spatio-temporal of lift net fisheries in Kepulauan Seribu by analyzing their fishing season, investigating their hotspot of fishing ground using GIS-based hotspot model, and mapping the potential fishing ground of each target species. We found that anchovy and scad could be caught throughtout the year, while sardine and squid had high fishing season in west monsoon. Hotspot of fishing ground of lift net fisheries in Kepulauan Seribu waters generally was concentrated around Lancang Island and in southern part of Kotok Island. Potential fishing ground for sardines was located in around Lancang Island on west monsoon. Squids were highly distributed around Lancang Island in December to January and around Lancang and Rambut Islands in November. Anchovy and scad had more potential fishing ground in around Kepulauan Seribu waters.  Keywords: fishing ground, lift net, hotspot, fishing season 
KLASIFIKASI HABITAT BENTIK BERBASIS OBJEK DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINES DAN DECISION TREE MENGGUNAKAN CITRA MULTISPEKTRAL SPOT-7 DI PULAU HARAPAN DAN PULAU KELAPA Nico Wantona Prabowo; Vincentius P. Siregar; Syamsul Bahri Agus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.367 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i1.21670

Abstract

Teknik klasifikasi berbasis objek dengan algoritma machine learning SVM untuk citra resolusi tinggi di Indonesia sampai saat ini masih terbatas khususnya untuk pemetaan terumbu karang, oleh karena itu diperlukan kajian lebih lanjut mengenai perbandingan metode maupun penerapan algoritma sebagai alternatif dari proses klasifikasi. Penelitian ini bertujuan memetakan habitat bentik berdasarkan klasifikasi menggunakan metode OBIA dengan algoritma support vector machine dan decision tree di Pulau Harapan dan Kelapa. Segmentasi dilakukan menggunakan algoritma multiresolution segmentation dengan faktor skala 15. Metode OBIA diterapkan pada citra terkoreksi atmosfer dengan skema klasifikasi habitat bentik yang telah ditentukan sebelumnya. Akurasi keseluruhan dari penerapan algoritma SVM dan DT masing-masing sebesar 75,11% dan 60,34%. Analisis nilai Z statistik yang diperoleh dari penerapan dua algoritma yang digunakan yakni sebesar 2,23, dimana nilai ini menunjukkan bahwa klasifikasi dengan algoritma SVM berbeda nyata dengan hasil dari penggunaan algoritma DT.  
ANALISIS DAERAH PENANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING Thunnus albacares DI PERAIRAN SUMATERA BARAT BERDASARKAN MODEL GAM Emma Suri Yanti Siregar; Vincentius Paulus Siregar; Syamsul Bahri Agus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v10i2.21908

Abstract

Pengunaan Generalized Additive Model (GAM) sudah umum digunakan di beberapa wilayah laut Indonesia dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Tujuan dari penelitian adalah untuk memprediksi daerah penangkapan ikan tuna sirip kuning melalui pendekatan statistik Generalized Additive Model (GAM). Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data penangkapan ikan tuna sirip kuning yang didapatkan dari logbook Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus dan data oseanografi berupa data suhu permukaan laut, klorofil-a, salinitas dan tinggi muka laut. Analisis kelimpahan ikan dinyatakan dalam nilai laju pancing (hook rate) tuna longline. Laju tangkap merupakan indeks kepadatan stok. Didalam pemodelan, dataset dibagi menjadi 2 bagian yaitu training data yang digunakan untuk pembentukan model dan evaluation data digunakan untuk memvalidasi hasil prediksi dari pemodelan. Pada penelitian ini, data tahun 2015 digunakan sebagai training data dan data tahun 2016 digunakan sebagai evaluation data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebanyak 14 model prediksi telah dihasilkan melalui pendekatan model GAM berdasarkan parameter oseanografi. Model variabel SPL+Salinitas+TML+Chl-a merupakan yang terbaik dengan nilai AIC terkecil yaitu sebesar 658,1 dan nilai deviance terbesar yaitu 56,9%. Nilai deviance memberikan pengertian model GAM tersebut dapat menjelaskan data hook rate sebesar 56,9%. Berdasarkan model GAM, daerah penangkapan ikan yang potensial pada tahun 2016 terdapat pada perairan Pulau Siberut dan Sipora.
KLASIFIKASI MANGROVE BERBASIS OBJEK DAN PIKSEL MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2B DI SUNGAI LIONG, BENGKALIS, PROVINSI RIAU . Rosmasita; Vincentius P. Siregar; Syamsul B. Agus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1885.166 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.22182

Abstract

ABSTRAK Penelitian pemetaan mangrove di Sungai Liong, Bengkalis Provinsi Riau sangat terbatas, sehingga ketersediaan data spasial di wilayah ini masih sangat terbatas. Pemanfaatan citra satelit dapat dijadikan alternatif dalam menyediakan data spasial secara efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan mangrove sampai tingkat komunitas menggunakan citra sentinel 2B dengan metode klasifikasi berbasis objek/OBIA dan membandingkannya dengan teknik klasifikasi berbasis piksel. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini adalah support vector machine (SVM). Pengembangan skema klasifikasi mangrove pada penelitian ini di bagi menjadi 2 level, yaitu kelas penutup lahan di sekitar mangrove dan kelas komunitas mangrove. Data yang digunakan untuk klasifikasi kelas penutup lahan adalah data foto udara yang diperoleh dengan menggunakan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) dan untuk klasifikasi komunitas menggunakan data transek tahun 2013. Akurasi keseluruhan  (OA) yang diperoleh untuk klafikasi penutup lahan mangrove dengan kedua teknik klasifikasi berbasis objek dan piksel berturut-turut adalah 78,7% dan 70,9%. Sedangkan akurasi keseluruhan (OA) untuk klasifikasi komunitas mangrove berbasis objek dan piksel berutru-turut yaitu 76,6% dan 75,0%. Sekitar 7,8% peningkatan akurasi pemetaan penutup lahan dan sekitar 1,6% peningkatan akurasi pemetaan komunitas mangrove yang diperoleh dengan metode klasifikasi berbasis objek. ABSTRACTResearch on mangrove mapping at the Liong River Bengkalis Riau Province was very limited, therefore the spatial data availability of mangrove in Liong River is also very limited. The use of satellite remote sensing to map mangrove has become widespread as it can provide accurate, effecient, and repeatable assessments. The purposed of this study was to map mangrove at the community level using sentinel 2B imagery based on object-based classification method (OBIA) and it compared pixel-based classification at Liong River, Bengkalis, Riau Provinc. This study was used support vector machine (SVM) algorithm. The scheme classification use is that land cover and mangrove community. The classification data of land cover was collected using unmanned aerial vehicle (UAV) and community mangrove was using transect data of 2013. The result of land cover classification and community mangrove indicated that object-based classification technique was better than pixel-based classification. The highest an overall accuracy of land cover is 78.7% versus 70.9%, whereas mangrove community is 76.6 versus 75.0%. Approximately 7.8% increase in accuracy can be achieved by object-based method of classification for land cover and 1.6% for mangrove community.
ANALISIS PERUBAHAN SEBARAN MANGROVE MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) DENGAN CITRA LANDSAT DI KABUPATEN BINTAN KEPULAUAN RIAU Nur Audina; Vincentius P. Siregar; I Wayan Nurjaya
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4297.302 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i1.22468

Abstract

ABSTRAKMangrove berfungsi sebagai pelindung abrasi pantai, kawasan pemijahan serta sebagai habitat alami bagi biota darat dan laut. Mangrove banyak dimanfaatkan sebagai penghasil kayu, kawasan wisata serta wilayah konservasi. Adanya pemanfaatan mangrove tersebut menyebabkan terjadi perubahan luasan mangrove yang akan berdampak pada keseimbangan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luasan mangrove menggunakan citra satelit Landsat dengan interval waktu 4 tahun (2005 - 2017). Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 5 (2005, 2009) dan Landsat 8 (2013, 2017) pada 3 lokasi yaitu (Desa Berakit, Bintan Buyu dan Teluk Sesah). Algoritma yang digunakan dalam tahap klasifikasi adalah Maximum Likelihood (MLH) dan Support Vector Machine (SVM) dengan 4 kernel. Perubahan penutup lahan selanjutnya dianalisis berkaitan dengan sebaran muatan padatan tersuspensi (MPT). Hasil penelitian menunjukkan mangrove, pemukiman dan perkebunan mengalami pertambahan luasan pada 3 desa tersebut. Hasil klasifikasi tutupan lahan menunjukkan algoritma SVM kernel Radial Basis Function (RBF) memberikan akurasi yang tinggi, yaitu 70,42% dengan koefisien kappa 0,61, sedangkan hasil uji signifikansi menunjukkan bahwa SVM dengan kernel RBF tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan kernel Sigmoid. Berdasarkan tahun 2005-2017, adanya perubahan alih fungsi lahan memberikan dampak pada konsentrasi MPT karena memiliki korelasi yang tinggi serta berpengaruh terhadap perubahan garis pantai yaitu abrasi (Berakit) dan akresi (Bintan Buyu dan Teluk Sesah). ABSTRACTMangrove serves as a protector for coastal abrasion, spawning ground, and natural habitats of species of terrestrial and marine biota. It is widely used for producing woods, tourist areas and conservation areas. The change of its functions above will therefore affect to altering its area cover that is impacted to an imbalance of aquatic ecosystems. This study aimed to analyze the changes of mangrove extent using the Landsat images with data acquisition (2005- 2017) with interval 4 years. The data used in this study were Landsat 5 (2005, 2009) and Landsat 8 (2013 and 2017) at 3 villages (Berakit, Bintan Buyu and Teluk Sesah). The data were analyzed by using algorithms of Maximum Likelihood (MLH) and Support Vector Machine (SVM) with 4 kernels. The change of mangrove cover was then analyzed according to Total Suspended Solid (TSS). The results showed that mangroves, settlements and plantations had increase in the 3 villages. The land cover classification showed that SVM algorithm with kernel Radial Basis Function (RBF) gave high accuracy of 70.42% with coefficient kappa 0.61 while significance test showed no significant difference with SVM Sigmoid kernel type. Based on 2005-2017, changes in land use change have an impact on MPT concentration because it has a high correlation and has an effect on shoreline changes namely abrasion (Berakit) and accretion (Bintan Buyu and Teluk Sesah). 
POLA SPASIAL DAN TEMPORAL DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS MENGGUNAKAN DATA OSEANOGRAFI DI PERAIRAN SUMATERA BARAT Mutiara Alkayakni Harahap; Vincentius Paulus Siregar; Syamsul Bahri Agus
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.054 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i2.22590

Abstract

The West Sumatera waters is one of the waters that has a huge potential for fish resources. Many fishing activities carried out near the coast, and fishing gear used in West Sumatra waters is a Bagan. This study aims to determine the relationships between sea surface temperature and Chl-a concentration with pelagic fish catches in West Sumatera waters. The data used were SST and Chl-a in the periode of 2014 – 2016. The variability of SST and Chl-a data was analyzed using Empirical Orthogonal Function (EOF) method. This study shows that the EOF SPL mode indicates that the overall value of SPL range is above the average (positive anomaly) with a total variance of 81.24%, while the Chl-a shows that the overall value of variability is at an average (negative anomaly) variance of 70.23%. The results of cross-correlation between SPL and pelagic fish have a lag time of 2.2 months, meaning that pelagic fish predates SST and predominantly occurs in a 6-month period. The relationship between Chl-a and pelagic fish was dominant in the 0.5 year period which showed a gap between Chl-a and pelagic fish catches with a lag time of 22 days.
KLASIFIKASI HABITAT PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DAN MAXIMUM LIKELIHOOD PADA CITRA SATELIT MULTISPEKTRAL Muhammad Siddiq Sangadji; Vincentius Paulus Siregar; Henry Munandar Manik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2345.595 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v10i3.22859

Abstract

ABSTRAKLogika fuzzy memiliki aplikasi di berbagai bidang, namun memiliki arti khusus untuk penginderaan jarak jauh. Logika fuzzy memungkinkan keanggotaan parsial, bagian yang sangat penting dibidang penginderaan jarak jauh, karena keanggotaan parsial diterjemahkan secara dekat dengan masalah piksel campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma klasifikasi logika fuzzy untuk memetakan habitat dasar Perairan dangkal pada Citra Satelit SPOT 7 dan Sentinel 2A, menguji tingkat akurasinya dan membandingkan algoritma klasifikasi logika fuzzy dengan maximum likelihood. Pengambilan data lapang berlokasi di gusung Karang Lebar dan Karang Congkak, Kepuluan Seribu pada tanggal 6 Desember sampai dengan 10 Desember 2017. Keseluruhan hasil uji akurasi menunjukan bahwa algoritma logika fuzzy masih memiliki tingkat akurasi yang baik dibandingkan dengan algoritma maximum likelihood. Perbedaan ukuran pixel (resolusi spasial) dari citra satelit juga mempengaruhi hasil akurasi, dimana citra satelit SPOT 7 memiliki tingkat akurasi yang lebih besar dibandingkan dengan Sentinel 2A.ABSTRACTFuzzy logic has applications in various fields, but has special meaning for remote sensing. Fuzzy logic allows partial membership, a very important property in the field of remote sensing, since partial membership is translated closely to the problem of mixed pixels. The aim of this research is to apply fuzzy logic classification algorithm to map benthic habitat in SPOT 7 and Sentinel 2A satellite imagery, test its accuracy level and compare fuzzy logic classification algorithm with maximum likelihood. Field data retrieval located in Karang Lebar and Karang Congkak, Kepulauan Seribu on 6 December until 10 December 2017. The overall accuracy test results show that fuzzy logic algorithm still has a good accuracy level compared to the maximum likelihood algorithm. Differences in pixel size (spatial resolution) of satellite imagery also affect accuracy results, where SPOT 7 satellite imagery has greater accuracy then Sentinel 2A. 
DAYA DUKUNG LAHAN UNTUK PEMUKIMAN PENDUDUK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS PERAIRAN DI PULAU-PULAU KECIL (KASUS PULAU-PULAU KECIL SELAT TIWORO KABUPATEN MUNA BARAT) Romy Ketjulan; Mennofatria Boer; Zulhamsyah Imran; Vincentius P Siregar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.016 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.25731

Abstract

Pulau-pulau kecil merupakan sebuah entitas yang memiliki keterbatasan untuk dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan untuk permukiman penduduk dan inplikasinya terhadap kualitas air di pulau-pulau kecil. Daya dukung lahan ditentukan berdasarkan analisis kebutuhan ruang minimum setiap individu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2004, sedangkan implikasinya terhadap kualitas air ditentukan berdasarkan pendekatan beban nutrien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepulauan Tiworo memiliki total potensi lahan sebesar 198,94 ha. Lahan yang telah dimanfaatkan sebesar 31,45 ha. Meskipun pemanfaatan lahan relatif tergolong kecil, namun terdapat pulau yang dimanfaatkan telah melebihi daya dukung. Kepadatan penduduk setiap pulau memiliki korelasi positif terhadap tingkat degradasi lahan. Total jumlah penduduk saat ini masih dapat ditolerir badan air, namun jika jumlah penduduk sesuai daya dukung lahan, akan meningkatnya rasio baku mutu amonia sebesar 0,086-0,550. Hal ini menunjukkan bahwa daya dukung lahan gugus Kepulauan Tiworo lebih besar dari kemampuan badan air dalam mengasimilasi limbah domestik.
Co-Authors . Rosmasita Ade Ayu Mustika Adriani Sunuddin Afwan Syaugy Agus, Syamsul B. Alfiqi Maulana Alim Setiawan Amelia Suryanita Amran, Muhammad Anshar Andi Alamsyah Rivai Andriani Sunuddin Anggi Tiarasani Ani Mardiastuti Antonius Bambang Wijanarto Ari Anggoro Ari Anggoro Arip Rahman Arip Rahman Aryo Hanggono Asmadin, Asmadin Ayub Sugara Baba Barus Bisman Nababan Budhi Agung Prasetyo Budhi Agung Prasetyo DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma Dietrich G. Bengen Djisman Manurung Doddy M. Yuwono, Doddy M. Domu Simbolon Ega Putra Emma Suri Yanti Siregar Emma Suri Yanti Siregar, Emma Suri Yanti ESTY KURNIAWATI Esty Kurniawati Ety Parwati Faizal Kasim Fanny Meliani Fredinan Yulianda Gatot H. Pramono, Gatot H. Guido Roberto Jerun Parera Harold J.D. Waas Harold J.D.Waas Hartoni Hartoni Henry Munandar Manik Herianto Heru Arafat Hestirianoto, Totok Hidayat Pawitan Hiroki Yasuma I Wayan Nurjaya Ibnu Sofian, Ibnu indah kartika Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Indra Jaya Insaniah Rahimah Irfan Yulianto Iwan E. Setyawan, Iwan E. James Parlindungan Panjaitan Jonniere, Romie Jonson Lumban Gaol Kasim, Faizal Kaulina Silvitiani Khairul Amri Krisna Rendi Awalludin LILIK BUDIPRASETYO Mennofatria Boer Mira Harimurti Miswadi Miswadi Muhammad Banda Selamat Muhammad Banda Selamat Muhammad Banda Selamat Muhammad Iqra Prasetya Muhammad Rizki Nandika Muhammad Siddiq Sangadji Muhammad Sudibjo Mulia Purba Mutiara Alkayakni Harahap Nadia Shalehah Nani Hendiarti Nico Wantona Prabowo Nunung Noer Aziizah Nunung Noer Aziizah Nunung Noer Aziizah Nunung Noer Aziizah, Nunung Noer Nur Audina Nurjannah Nurdin Nurul Khakhim Nurul Khakhim Prasetya, Muhammad Iqra Risti Endriani Arhatin Riza Aitiando Pasaribu Romie Jhonnerie Romy Ketjulan, Romy Ronny I. Wahju Rosmasita, Rosmasita Sabilah, Anisa Aulia Sakka Sakka Sam Wouthuyzen Sam Wouthuyzen Sangadji, Muhammad Siddiq Setyo Budi Susilo Susilo, Setyo B. Syamsul Agus Syamsul B. Agus Syamsul B. Agus Syamsul B. Agus Syamsul B. Agus Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tarlan Subarno Tarlan Subarno, Tarlan Wahidin, Nurhalis Wikanti Asriningrum Wikanti Asriningrum Wikanti Asriningrum Wikanti Asriningrum Wildan Tino Zulhamsyah Imran