Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Manajemen Rekrutmen Penerimaan Peserta Didik Baru Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan DI SMA Walisongo Sragen Jawa Tengah Khonaah, Khonaah; Widiastuti, Nur; Setyaningsih, Rina; Zulkarnain , Iskandar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.11145

Abstract

This research aims to explore and analyze the recruitment management of new student admissions at Walisongo Sragen High School as an effort to improve the quality of graduates. Secondary education has a crucial role in shaping the character and skills of students, and an effective recruitment process can be the key to success in achieving this goal. The research results show that a well-planned recruitment strategy can improve the quality of incoming new students, as well as influence the quality of graduates. The use of information technology and social media is also an important factor in achieving efficiency and effectiveness in the recruitment process. Apart from that, parental involvement in the recruitment process can have a positive impact on students' academic and non-academic development during their study period at Walisongo High School, Sragen. This research contributes to schools improving recruitment management strategies, including the use of technology and parental involvement as an integral part of the process. In this way, it is hoped that Walisongo Sragen High School can produce quality graduates, ready to face global challenges, and make a positive contribution to society.
Implementasi Tanggung Jawab Orang Tua Dan Guru Aqidah Akhlak Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Lampung Selatan Muntadziroh, Siti; Setyaningsih, Rina; Mujiyatun, Mujiyatun
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.11146

Abstract

Orang tua dan guru Aqidah Akhlak  merupakan bagian di antara pihak-pihak yang paling bertanggung jawab dalam membentuk akhlak peserta didik. Namun karena keterbatasan yang ada pada meraka, pembinaan akhlak Peserta Didik tidak dapat berjalan secara ideal dan hasilnya pun belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi tanggung jawab orang tua dalam membentuk akhlak peserta didik, menggambarkan implementasi tanggung jawab Guru Aqidah Akhlak dalam membentuk  Akhlak Peserta Didik, dan membuktikan faktor-faktor yang menghambat  dan mendukung Implementasi Tanggung Jawab Guru Akhlak Peserta Didik dan orang tua dalam membentuk akhlak Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin serta solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dimulai dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan : 1) Tanggung jawab orang tua dalam membina akhlak anak-anaknya diimplementasikan dengan berbagai upaya, yaitu: membekali diri dengan ilmu agama, memberikan pendidikan agama sejak masih bayi, membimbing dan membiasakan anak untuk menjalankan kewajiban agamanya, dan mengarahkan anak untuk mengikuti pembelajaran mengaji; 2) Tanggung jawab guru Aqidah Akhlak dalam membina akhlak para peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Hidayatul Mubtadiin diimplementasikan dengan berbagai upaya, yaitu: mengintegrasikan pembinaan akhlak mulia dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak dan melaksanakan program pembiasaan yang mengarah pada pembentukan akhlak yang mulia; 3) Faktor-faktor yang menghambat implementasi tanggung jawab orang tua dan guru Aqidah Akhlak adalah: frekuensi kebersamaan orang tua dan anak di rumah sangat kurang, sinergitas antara pihak Madrasah dan orang tua dalam pengawasan siswa masih kurang; belum adanya bentuk evaluasi yang tepat untuk mengontrol kebiasaan siswa di rumah; kesadaran peserta didik untuk mempraktekkan pembiasaan disiplin ibadah masih kurang, kesadaran peserta didik untuk mempraktekan pembiasaan bersikap baik terhadap guru, terhadap lingkungan madrasah untuk menjaga kebersihan setiap hari masih belum sempurna. Menghadapi persoalan tersebut, baik orang tua maupun guru Aqidah Akhlak  melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya, baik secara terpisah maupun melalui kerja sama di antara kedua pihak.
Peran Permainan Edukatif dalam Mengembangkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris pada Anak Usia Dini Setyaningsih, Rina
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran permainan edukatif dalam pengembangan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada anak usia dini. Metode studi literatur digunakan untuk menyelidiki berbagai aspek literatur terkait, terutama yang berkaitan dengan integrasi permainan edukatif. Fokus utama penelitian ini adalah pada konteks pendidikan anak usia dini. Dengan menggunakan metode ini, penelitian dapat menggali wawasan mendalam mengenai bagaimana permainan edukatif dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses pendidikan anak usia dini. Dalam penelitian ini, temuan utama mengungkap bahwa permainan edukatif memiliki dampak positif yang signifikan terhadap motivasi, pengembangan kosakata, dan keterampilan sosial anak-anak. Sebagai langkah konkrit, integrasi permainan edukatif ke dalam kurikulum telah menunjukkan peningkatan yang berarti dalam konteks pembelajaran sehari-hari di lingkungan pendidikan. Para peneliti menyoroti bahwa efek positif ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan seiring berjalannya waktu. Dengan memasukkan permainan edukatif, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini mendukung penerapan strategi pembelajaran yang dinamis dan menyenangkan. Kesimpulannya, permainan edukatif berperan penting dalam mendukung pengembangan keterampilan berbicara bahasa Inggris pada anak usia dini.
Circular economy model: Integrating BSF maggot and tilapia cultivation for organic waste management in vocational schools Sulistyowati, Fitria; Septiani, Devi; Setyaningsih, Rina; Wati, Ika Wahyu Kusuma; Suwartini, Suwartini; Kirom, Hawis Ahmadul; Nafisyah, Khoirul; Wijaya, Aya; Ayona, Khansa Amalia
Community Empowerment Vol 10 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14857

Abstract

The Special Region of Yogyakarta (DIY) faces a priority waste problem, with daily production exceeding 1000 tons. Vocational high schools (SMK) with Culinary Arts Programs contribute significantly to organic waste from practical activities. This community service program aimed to reduce waste production at the source (school level) by implementing a creative, circular economy-based project: the cultivation of Black Soldier Fly (BSF) maggots and tilapia. The methods applied included socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation for teachers. The activity focused on training teachers to process school organic waste into BSF maggot feed, which was then utilized as feed for tilapia. The program evaluation results showed that 100% of the participating teachers understood and were able to practice the entire cultivation cycle of BSF maggots and tilapia. The teachers are also ready to disseminate this knowledge to students as a creative project. This program successfully created an effective, integrated food waste management model within the school environment.