Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN WHOLE BRAIN TEACHING (WBT) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAVID KOLB PADA MATERI SEGIEMPAT Amiliya Nisaul Khusna; Sunismi Sunismi; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan untuk mendeskripsikan keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar David Kolb melalui metode pembelajaran WBT. Pendekatan dalam penelitian ini adalah mixed research jenis sequential explanatory. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMPN 15 Malang sebanyak 282 siswa.  Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling (kelas VII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VII F sebagai kelas kontrol). Data kuantitatif melalui hasil tes dan angket gaya belajar. Analisis data kuantitatif menggunakan uji ANOVA dua jalur. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan. Hasil penelitian data kuantitatif diperoleh nilai  artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya belajar David Kolb antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan pada hasil penelitian kualitatif disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Whole Brain Teaching (WBT) sangat efektif, diminati oleh peserta didik dan metode pembelajaran ini memicu keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pada penelitian ini, penelitian kualitatif yang dilakukan pada tahap kedua diperoleh hasil yang dapat mendukung, melengkapi, dan memperkuat data kuantitatif. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Gaya Belajar David Kolb, Metode    Pembelajaran Whole Brain Teaching (WBT). AbstractThe objectives of this study were to find out the differences of students' abilities in solving mathematic problem, to describe students' abilities in solving mathematic problem, and to describe the correlation between quantitative and qualitative analysis towards students' abilities in solving mathematic problem based on David Kold's learning style with WBT learning method. The approach of this study was mixed research in the form of sequential explanatory. The population of this study was the whole students of SMPN 15 Malang consisting of 282 students. The sample was chosen through cluster random sampling technique (VII G as experimental class and VII F as control class). The quantitative data was taken from test result and learning style questionnaire and was analyzed using two way ANOVA. Meanwhile, the qualitative design was describtive qualitative. The qualitative data was taken from observation, interview and field note. The result of qualitative analysis was sig = 0,027 < 0,05 which mean that there were differences of students' abilities in solving mathematic problems based on David Kolb learning style between experimental class and control class. However, according to qualitative result, the application of Whole Brain Teaching (WBT) method was extremely effective, interested by the students, and motivating students in learning process. In this study, the qualitative result could support, complete and strengthen the quantitative data. Keywords: Abilities in Solving Mathematic Problem, David Kolb’s Learning Style,Whole Brain Teaching (WBT) Learning Method.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ELPSA BERBANTUAN MEDIA VISUAL PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINIER SATU VARIABEL SISWA KELAS VII SMP ISLAM GANDUSARI Wanda Editya Wahidurrijal; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.607 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan, mana yang lebih baik serta mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika antara peserta didik dengan penerapan model ELPSA menggunakan media visual dan peserta didik dengan penerapan model pembelajaran konvensional pada materi PLSV/PtLSV kelas VII SMP Islam Gandusari. Metode Penelitian yang digunakan adalah mixed method desain sequential explanatory. Sampel penelitian kuantitatif adalah peserta didik kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII E (kelas kontrol). Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga peserta didik pada tiap kelompok eksperimen dan kontrol dengan kriteria kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data diperoleh melalui tes dan deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan uji-t dua pihak masing-masing kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika berturut-turut diperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0,000 < 0,05 dan 0,002 < 0,05 dan melalui uji-t satu pihak berturut-turut diperoleh nilai  dan  sehingga H0ditolak yang artinya terdapat perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, ditunjukkan pula bahwa kemampuan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Sedangkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan deskripsi kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi matematika kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dilihat dari pencapaian indikator masing-masing kategori peserta didik.Kata Kunci: pembelajaran matematika, model ELPSA, media visual, kemampuan berpikir kreatif matematika, kemampuan komunikasi matematika,
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS BERDASARKAN TEORI WALLAS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) KELAS VIII SMP TERPADU AL-HIDAYAH SUKOREJO Sulfiana Ramadanti; Sunismi Sunismi; Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 12 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.04 KB)

Abstract

 Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan cara-cara yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan masalah berpikir kreatif berdasarkan teori Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) pada materi SPLDV kelas VIII dan 2) Untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan berpikir kreatif peserta didik berdasarkan teori Wallas ditinjau dari Adversity Quotient (AQ) kelas VIII pada materi SPLDV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 6 peserta didik  kelas VIII yang sudah mengisi kuesioner adversity quotient dan soal tes kemampuan berpikir kreatif berdasarkan teori Wallas materi SPLDV kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Tahap analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) cara-cara yang digunakan oleh peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori tinggi dan adversity quotient tinggi, memenuhi semua tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. Peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori menengah dengan adversity quotient menengah, rata-rata memenuhi 3 tahapan dari 4 tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. Peserta didik dengan kemampuan berpikir kreatif kategori rendah dan adversity quotient rendah, rata-rata memenuhi 2 tahapan dari 4 tahapan kemampuan berpikir kreatif teori Wallas. 2) tingkat kemampuan berpikir kreatif tinggi memiliki rata-rata hasil tes 86,5 dan masuk kategori adversity quotient tinggi. Kemampuan berpikir kreatif menengah memiliki rata-rata hasil tes 69,81 dan masuk kategori adversity quotient menengah. Kemampuan berpikir kreatif rendah memiliki rata-rata hasil tes 42,1 dan masuk kategori adversity quotient rendah.Kata kunci: kemampuan berpikir kreatif matematis, teori Wallas, adversity quotient.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berbasis Open-Ended Materi SPLTV Kelas X MAN 1 Kota Malang Berdasarkan Adversity Quotient Endah Suci Wahyuningkasih; Sunismi Sunismi; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 9 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.14 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan cara yang digunakan peserta didik kelas X dalam menyelesaikan soal cerita berbasis open-ended materi SPLTV berdasarkan adversity quotient dan mendeskripsikan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita berbasis open-ended materi SPLTV kelas X berdasarkan adversity quotient. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan 35 peserta didik kelas X MAN 1 Kota Malang sebagai sumber data dan 4 peserta didik sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, angket, wawancara. Berdasarkan klasifikasi adversity quotient dipilih satu perwakilan peserta didik yang memiliki pola jawaban unik/khas. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi hampir semua mampu memenuhi seluruh indikator, perserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis sedang sebagian memenuhi beberapa indikator, dan peserta didik dengan kemampuan pemecahan masalah matematis rendah sebagian tidak memenuhi semua indikator.  2) peserta didik dengan tingkat klasifikasi kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi memiliki rata-rata hasil tes 89,71 dan masuk kategori adversity quotient tinggi/climbers, pklasifikasi sedang memiliki rata-rata hasil tes 74,6 dan masuk kategori adversity quotient sedang/campers, klasifikasi rendah memiliki rata-rata hasil tes 32,9 dan masuk kategori adversity quotient rendah/quitters.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN POWTOON BERBASIS KEARIFAN LOKAL TUBAN PADA MATERI APLIKASI TURUNAN KELAS XI SMK Karwati Ni&#039;matus Sholikah; Sunismi Sunismi; Yayan Eryk Setiawan
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 17, No 12 (2022): Jurnal Penelitian,Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.192 KB)

Abstract

Abstrak: Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa video pembelajaran matematika dengan Powtoon berbasis kearifan lokal Tuban pada materi Aplikasi Turunan kelas XI SMK. Model penelitian pengembangan yang digunakan yaitu model 4D yakni tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan) dan tahap disseminate (penyebaran). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli desain dan media pembelajaran serta ahli praktisi(guru) dan 10 peserta didik dari SMKN 2 Tuban sebagai pengguna (user). Analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif, menurut penilaian ahli materi, ahli desain dan media pembelajaran diperoleh secara berturut-turut 3,43; 3,77; 3,56 dengan rata-rata 3,58 dan untuk ahli praktisi 3,95, dengan rata-rata keseluruhan 3,68. Sedangkan uji coba pengguna melibatkan 10 peserta didik SMKN 2 Tuban, diperoleh rata-rata keseluruhan 3,47. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran matematika dengan Powtoon berbasis kearifan lokal Tuban pada materi Aplikasi Turunan kelas XI SMK dinyatakan valid dan praktis dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran Matematika, Powtoon, Kearifan Lokal Tuban,Aplikasi Turunan AbstractThis development aims to produce learning media in the form of a mathematics learning video with Powtoon based on Tuban local wisdom in the Derivative Application material for class XI SMK. The research development model used is the 4D model, namely define stage, design stage, develop stage and disseminate stage. The subjects in this study were material experts, design and learning media experts as well as practitioner experts (teachers) and 10 students from SMKN 2 Tuban as users. The analysis of the data used is quantitative and qualitative, according to the assessment of material experts, design experts and learning media obtained respectively 3.43; 3.77; 3.56 with a mean of 3.58 and for expert practitioners 3.95, with an overall average of 3.68. While the user trial involved 10 students of SMKN 2 Tuban, the overall average was 3.47. So it can be concluded that the mathematics learning media with Powtoon based on Tuban local wisdom in the Derivative Application material for class XI SMK is declared valid and practical in the learning process. Keywords: Development, Mathematics Learning Media, Powtoon, Tuban Local Wisdom,                        Derivative App
PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL REMAP TPSS PADA MATERI KUBUS DAN BALOK Moh Arisyur Rahman; Sunismi Sunismi; Isbadar Nursit
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.315 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep peserta didik antara pembelajaran yang menggunakan model REMAP TPSS  dengan metode konvensional; (2) Untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan berikir kritis peserta didik antara pembelajaran yang menggunakan model REMAP TPSS dengan metode konvensional; (3) Untuk mendeskripsikan secara lebih detail pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik antara pembelajaran yang menggunakan model REMAP TPSS dengan metode konvensional; (4) Untuk mendeskripsikan keterkaitan antara data kuantitatif dan kualitatif terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan pembelajaran yang menggunakan model REMAP TPSS. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mix methods dengan desain sequential explanatory. Populasi pada penelitian kuantitatif ini sebanyak 138 peserta didik kelas VIII SMPN 1 Rembang Pasuruan dengan sampel penelitian yaitu VIII-C dan VIII-D dan menggunakan teknik cluster random sampling. Sedangkan pada penelitian kualitatif teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari: tes, lembar observasi, lembar catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Pada penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis peserta didik antara pembelajaran yang menggunakan model REMAP TPSS dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata kunci: pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, dan model REMAP TPSS
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA INTERAKTIF BERBASIS REALSTIK PADA MAERI ARITMATIKA KELAS VII SMP Siti Andriani; Sunismi Sunismi
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 7 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.071 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran interaktif berbasis realistik. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan yaitu model Four-D (4-D), yang  memiliki empat tahap utama yaitu: (1) Define (Pendefinisian/Kajian Awal), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan), dan (4) Disseminate (Penyebaran). Penelitian ini menghasilkan sebuah video pembelajaran matematika interaktif berbasis realistik yang telah dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran oleh validator ahli media, ahli materi, praktisi dan user diperoleh rata-rata kevaidan 3,39. Persentase skor hasil observasi angket kebutuhan guru diperoleh persentase sebanyak 100% dan 70,0% peserta didik menyatakan setuju jika media pembelajaran yang ada disekolah. Maka dari data diatas dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pengembangan video pembelajaran inteaktif berbasis realistik memenuhi krteria media pembelajaran yang valid. This study aims to develop realistic interactive learning videos. This study uses a development research model, namely the Four-D (4-D) model, which has four main stages, namely: (1) Define (Initial Definition), (2) Design (3), (3) Develop (Development) , and (4) Disseminate. This study resulted in a realistic interactive mathematics learning video that has been declared valid and feasible to be used as a learning medium by the media expert validator, material expert, practitioner and user, obtained an average of 3.39. The percentage score of the questionnaire observation needs of the teacher obtained a percentage of 100% and 70.0% of students agreed if the learning media were in school. So from the above data it can be concluded that from this study shows that the results of the development of realistic active-based learning videos meet the validity of learning media. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video, Interaktif, Realistik, Aritmatika Sosial. 
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SFCT DENGAN TSTS PADA MATERI KUBUS & BALOK KELAS VIII MTs NEGERI 10 JEMBER Izza Mar&#039;atul Afkarina; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 14, No 9 (2019): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.008 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mendeskrisikan apakah ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran SFCT dengan TSTS dan model pembelajaran konvensional pada materi kubus & balok kelas VIII MTs Negeri 10 Jember. Mendeskripsikan keterkaitan hasil kuantitatif dan kualitatif. Métode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis penelitian true eksperimen dengan desain pretest-posttes control grup desain. Pengambilan sampel dalam penelitian kuantitatif menggunakan teknik cluster random sampling, pengumpulan data menggunakan tes dan análisis data yang digunakan adalah uji t menggunakan SPSS 23. Sedangkan jenis penelitian kualitatif yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian kualitatif adalah guru matematika serta peserta didik kelas VIII A dan VIII B yang masing-masing terdiri dari 3 peserta didik. Data kualitatif diperoleh dari wawancara, observasi dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data kualitatif menunjukkan bahwa, hasil uji t dua pihak kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis dengan SPSS diperoleh Sig = 0,024 < 0,05 dan Sig = 0,044 < 0,05, artinya ditolak, yang berarti terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah  dan komunikasi matematis antara peserta didik yang menggunakan model pembelajaran SFCT dengan TSTS dan model pembelajaran konvensional dan berdasarkan hasil wawancara kelas eksperimen lebih menguasai indikator pemecahan masalah dan komunikasi matematis daripada kelas kontrol. Sehingga penelitian kualititatif mendukung, melengkapi dan memperkuat hasil kuantitatif Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah, Kemampuan Komunikasi Matematis, Search, Find, and Construct Together (SFCT), Two Stay Two Stray (TSTS). 
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Web pada Materi Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers Siswa SMA Kelas XI Ahmad Santoso; Sunismi Sunismi; Alifiani Alifiani
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 19 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.059 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan, (2) mendeskripsikan hasil pengembangan, dan  (3) mendeskripsikan hasil uji coba dari pengembangan multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI. Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Four-D (4-D) sebagai dasar pengembangan yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) define, (2) design, (3) develop, dan (4) disseminate. Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini meliputi validasi satu ahli materi, satu ahli desain dan media, dua validator praktisi, dan 10 peserta didik kelas XI SMAN 1 Singosari sebagai pengguna (user). Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan data kuantitatif untuk penilaian skor angket validasi produk dan data kualitatif diperoleh dari data komentar dan saran pada angket validasi produk. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini berupa multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI yang divalidasi oleh validator ahli dan praktisi dengan tujuan untuk mengetahui kevalidan produk yang dihasilkan. Menurut ahli materi, ahli desain dan media, dan praktisi, dan pengguna (user), produk multimedia interaktif berbasis web mendapat nilai rata-rata 3,3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis web pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers siswa SMA kelas XI dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kata Kunci:  Pengembangan, multimedia interaktif, web, model Four-D. AbstractThe purposes of this study are: (1) to describe the process of development, (2) to describe the result of the development, and (3) to describe the test result of developing interactive multimedia based web in composition function and invers function of Senior High School Students class XI. This study is used Research and Development design by applying the Four-D model as development foundation which consists of four stages: (1) define, (2) design, (3) develop, and (4) disseminate. The subject in this research and development included the validation of a material expert, a design and media expert, two practitioner validators, and 10 students of class XI of SMAN 1 Singosari as the user. While the data analysis techniques used quantitative data as the assessment of the scores of product validation and qualitative data are obtained from the comment and suggestions on the product validation questionnaire. The result of this research and development is the interactive multimedia based web in the composition function and invers functions of Senior High School students class XI which is validated by the expert validator and practitioner with the aim of knowing the validity of the product. According to the material expert, design and media experts, and practitioner, and user (user), the interactive multimedia based web  product got an average 3,3. Therefore, it can be concluded that interactive multimedia based web in composition function and invers function is valid and usable.                                                                                                  Keywords: Development, interactive multimedia, web, Four-D model.
KEMAMPUAN PENALARAN DAN SELF-REGULARED LEARNING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY DAN GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI STATISTIKA KELAS VIII MTS NEGERI BATU Findi Tias Vebiana Suryani; sunismi sunismi; surya sari fardiba
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 15, No 33 (2020): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.211 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat perbedaan perbedaan dan manakah yang lebih baik antara kemampuan penalaran dan self-regulated learning kels eksperimen dan kelas kontrol untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran dan self-regulated learning kelas eksperimen dan kelas kontrol serta keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kombinasi (mix methods) dengan desain sequential explanatory. Sequential explanatory yaitu analisis yang dilakukan pada tahap awal yaitu analisis data kuantitatif dan pada tahap kedua analisis data kualitatif. Jenis penelitian ini adalah true experimental design dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah claster random sampling. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh nilai Sig kemampuan penalaran = 0,020 < 0,05 dan nilai Sig self-regulated learning = 0,035 < 0,05 yang artinya dapat perbedaan kemampuan penalaran dan self-regulated learning antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada uji hipotesisi satu pihak kemampuan penalaran sebesar 2,489 dan self-regulated learning sebesar 2,416, dengan db = 62 yang artinya kemampuan penalaran dan self-regulated learning kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol.
Co-Authors Abdul Halim Fathani Achmad Zamzamy Ridlo Agus Murniati Ahmad Santoso Ahmad Sufyan Zauri Ainur Rosikin Alfan Zuhairi Alfian Bayani Alifiani, Alifiani Amiliya Nisaul Khusna Anies Fuady Ari Ambarwati Ari Ambarwati Cahyaningrum, Ira Yoshita diana putri Endah Suci Wahyuningkasih Eni Susanti eryk yayan ettik rukmigarsari Fadhila Kartika Sari Faradiba, Suryasari Findi Tias Vebiana Suryani Fittrohtul Musyahadah Fuady, Anies Ganjar Setyo Widodo Gusti Firda Khairunisa Gusti Firda Khairunnisa Halisna, M. Iqbal Maulana Helvida Putri Andini Irana Dewi Syarifah Irbah Tsabitah Isbadar Nursit Izza Mar&#039;atul Afkarina Karwati Ni&#039;matus Sholikah Khasanah, Iswatul Khoirul Siti Mahmudah Laila Mushofa Lilik Mindarti Lina Rumiati Lutfiyah Nurul Wakhidah Mahmudah, Khoirul Siti Mashnu'ah, Nurul Maulidiya Annisah Moh Arisyur Rahman Moh. Arif Zamroni Mohammad Fajar Musafak muh sholeh mawardi Muhammad Baidawi NAILUS SHUFRIYAH Ni Ketut Wedastuti Ni’mah, Rivatul Nike Ayu Wulandari Ninda Aulia Sept Vitri Nur Lailatul Azizah Prasetiyo, M. Mahmudi Rivatul Ni’mah Rizqika Taufiqi Ramadhaniati Robial, Robial RR. Ettie Rukmigarsari Septian Wahyu Pratama Siti Andriani Siti Nurul Hasana Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sukmananda, Indah Susitya Sulfiana Ramadanti Sunardi, Sunardi Surahmat Surahmat Surya Sari Faradiba surya sari fardiba Triayuningsih Permata Suci Trisniwati, Retno Ulin Nuha ulya dina Veronika Dwi Cahyani Walida, Sikky El Wanda Editya Wahidurrijal Wardoyo, Ali Wedastuti, Ni Ketut Yayan Eryk Setiawan Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi Zainal Abidin