Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH PADA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST BROILER Irma Susanti S; St Nuraliah; Ahmadi Ahmadi; Suhartina Suhartina; N. Ali
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2373

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Income Over Feed Cost ayam broiler yang diberi suplementasi tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali, dengan jumlah ayam setiap satuan percobaan sebanyak 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian tepung bawang putih (komersial) yang ditambahkan pada pakan dengan beberapa taraf perbandingan yakni P0 (tanpa pemberian tepung bawang putih), P1 (dengan tepung bawang putih 0,5 persen), P2 (dengan tepung bawang putih 1,25 persen) dan P3 (dengan tepung bawang putih 2 persen). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih memberikan pengaruh yang siginfikan terhadap pertambahan bobot badan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Income Over Feed Cost tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar  Rp. 13.117 dan terendah pada perlakuan P0 dengan nilai Rp 8.323.
SOSIALISASI MANAJEMEN KESEHATAN TERNAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI DESA TANGAN BARU KECAMATAN LIMBORO, POLEWALI MANDAR Hendro Sukoco; Irma Susanti; Marsudi; Sitti Nuraliah; Agustina; Muhammad Irfan; Eni Susanti
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i1.20333

Abstract

Tangan Baru Village is one of the villages in Limboro District, Polewali Mandar. Most of the people in the village work as cattle and goat breeders. Results Based on the problems with the Village Head, it was found that there was a lack of knowledge of the breeders in Tangan Baru Village regarding livestock health management. So it is necessary to socialize about cattle and goat diseases and their prevention in Tangan Baru Village, Limboro District, Polewali Mandar. This activity was held on February 19, 2022, in the New Hand Village Office Hall. The method used in this activity is lecture and question and answer. The target of this activity is the farmers in the village of Tangan Baru. The purpose of this activity is to provide insight to farmers in Tangan Baru Village, Limboro District, Polewali Mandar regarding livestock health management as an effort to improve food security. The results of the interview after showing that there is an increase in the knowledge of farmers in Tangan Baru Village, Limboro District, Polewali Mandar on livestock health management as an effort to increase food security. In addition, all participants also stated that this socialization activity was very useful and increased their knowledge. So it can be said that this activity received a positive response and went according to purpose.  ---  Desa Tangan Baru merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Limboro, Polewali Mandar. Sebagian besar masyarakat di desa tersebut berprofesi sebagai peternak sapi dan kambing. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan bersama dengan Kepala Desa setempat diperoleh bahwa minimnya pengetahuan para peternak di Desa Tangan Baru terkait manajemen kesehatan ternak. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi mengenai penyakit pada sapi dan kambing serta pencegahannya di Desa Tangan Baru Kecamatan Limboro, Polewali Mandar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2022 di Aula Kantor Desa Tangan Baru. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Sasaran dari kegiatan ini adalah peternak yang ada di Desa Tangan Baru. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para peternak di Di Desa Tangan Baru, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar mengenai manajemen kesehatan ternak sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan. Hasil wawancara setelah kegiatan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan peternak di Desa Tangan Baru, Kecamatan Limboro, Polewali Mandar mengenai manajemen kesehatan ternak sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan. Selain itu seluruh peserta juga menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan ini memperoleh respon positif dan berjalan sesuai tujuan.
MAKANAN RINGAN BERBASIS PENGOLAHAN HASIL IKUTAN PEMOTONGAN TERNAK AYAM Irma Susanti S.; Suhartina Suhartina; Dahniar Dahniar; Mariani Mariani; Rustang Rustang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.12245

Abstract

ABSTRAKKegiatan pemotongan ternak ayam yang dilakukan oleh para pedagang maupun peternak menghasilkan limbah yang harus diolah secara benar agar masih dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi.  Sampai saat ini limbah tersebut belum banyak dimanfaatkan oleh penduduk di Desa Adolang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan penyuluhan dan bimtek tentang pengolahan limbah pemotongan ayam menjadi kripik yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan terdiri dari : persiapan dan koordinasi teknis, sosialisasi dan pembuatan kripik usus dan kaki ayam, pengemasan, pemasaran, dan monitoring. Banyaknya hasil ikutan pemotongan ayam menumbuhkan harapan baru, bagi Kelompok Wanita Tani Bura’ Asso di Desa Adolang untuk mengolah bahan pangan tersebut menjadi makanan ringan. Usus dan ceker ayam ini diolah menjadi kripik yang bergizi karena diolah dengan proses pembersihan, pencampuran bumbu-bumbu, digoreng kemudian dikemas dengan baik.  Potensi lain terkait dengan produk ini adalah peningkatan perekonomian keluarga dari usaha kripik usus dan ceker ayam. Manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan makanan ringan berbahan baku limbah pemotongan ayam sehingga menanggulangi pencemaran lingkungan.  Melalui kegiatan kemitraan masyarakat stimulus, diharapkan akan menjadi percontohan bagi kegiatan-kegiatan kemitraan di desa-desa lainnya dalam rangka peningkatan ekonomi melalui usaha mikro, kecil dan menengah. Kata kunci : hasil ikutan pemotongan; kripik; usus ayam; kaki ayam. ABSTRACTThe slaughtering of chickens carried out by traders and breeders produces waste that must be processed properly so that it can still generate economic added value. Until now, this waste has not been widely used by residents in Adolang Village, Pamboang District, Majene Regency. This service activity aims to provide counseling and technical guidance on processing chicken cutting waste into economically valuable chips. The activity method consists of: preparation and technical coordination, outreach and manufacture of chicken intestine and leg chips, packaging, marketing, and monitoring. The large number of by-products of slaughtering chickens has given rise to new hope for the Bura' Asso Women Farmers Group in Adolang Village to process these foodstuffs into snacks. Intestines and chicken feet are processed into nutritious chips because they are processed by cleaning, mixing spices, frying and then packing them properly. Another potential associated with this product is increasing the family economy from the business of intestinal chips and chicken feet. The direct benefit felt by the community after the training and assistance was carried out was an increase in knowledge and skills in processing snacks made from chicken slaughtering waste so as to overcome environmental pollution. Through the stimulus community partnership activities, it is hoped that this will become a model for partnership activities in other villages in the context of increasing the economy through micro, small and medium enterprises. Keywords: cutting waste; chips; chicken intestine; chicken feet.
Persepsi Peternak Terhadap Manajemen Pakan Ternak Kambing Di Kelompok Tani Bukit Harapan Desa Bukit Samang Irma Susanti; Agustina; Reinaldi; Suhartina; Taufik DK; Najmah A; Siti Nuraliah; Dahnia; Reski F
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 3 No. 01 (2023): VOLUME 03, NOMOR 01, JUNI 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v3i01.609

Abstract

Tujuan penetian ini adalah untuk mengetahui persepsi peternak terhadap manajemen pakan ternak kambing di Kelompok Tani Bukit Harapan Desa Bukit Samang. Penelitian ini menggunakan metode deskripktif kuantitatif dengan melihat frekuensi dan persentase skala interval hasil penilaian responden terhadap manajemen pakan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa persepsi peternak pada manajemen pakan dari aspek jenis pakan dengan frekuensi 58 pada skala interval 323% dengan kategori setuju, formulasi pakan frekuensi 42 sakala interval 266% kurang setuju, biaya pakan frekuensi sebanyak 32 pada skala interval 272%  kurang setuju, waktu pemberian pakan frekuensi 65 skala interval 320% kategori setuju. Persepsi peternak terhadap manajemen pakan ternak kambing di Kelompok Tani Bukit Harapan Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana pada jenis pakan termasuk dalam kategori setuju, waktu pemberian pakan termasuk kategori setuju sedangkan biaya pakan cukup tinggi termasuk dalam kategori kurang setuju dan penyusunan formulasi pakan yang minim dilakukan ternasuk kategori kurang setuju.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK SAPI BALI SISTEM BAGI HASIL DI DESA KUO KECAMATAN PANGALE KABUPATEN MAMUJU TENGAH PROVINSI SULAWESI BARAT Taufik DK; Irma Susanti S; Suhartina Suhartina; Agustina Agustina; Nita A; N. Ali
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3060

Abstract

The purpose of this study is to determine the income of Bali Cow breeders with a profit-sharing system. This research was conducted in Kuo Village, Pangale District, Central Mamuju Regency. This study uses survey and observation methods. Determination of respondents using saturated sampling, amounting to 20 breeders. Descriptive data analysis by calculating the value of income by using research variables, namely revenue, variable costs, and fixed costs. The results of this study indicate that breeders gain significant profits in terms of income in the Bali Cow breeding business with a profit-sharing or gaduhan, with an average profit of one business scale of Rp. 763.555, two business scale of Rp. 1.767.571, and three business scales tail Rp. 2.592.500. So it can be concluded that the larger the scale of the business, the higher the level of income. INTISARITujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan peternak Sapi Bali dengan sistem bagi hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kuo, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi. Penentuan responden menggunakan sampling jenuh yang berjumlah 20 orang peternak. Analisis data secara deskriptif dengan menghitung nilai pendapatan dengan menggunakan variabel variabel penelitian yaitu penerimaan, biaya variabel, dan biaya tetap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peternak memperoleh keuntungan yang signifikan dari segi pendapatan pada usaha peternakan Sapi Bali sistem bagi hasil atau gaduhan, dengan rata-rata keuntungan skala usaha satu ekor sebesar Rp 763.555, skala usaha dua ekor Rp 1.767.571, serta skala usaha tiga ekor sebesar Rp 2.592.500. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar skala usaha maka semakin tinggi tingkat pendapatannya.
Penerapan Produk Fitobiotik Jamu Ternak Ramah Lingkungan pada “Kelompok Ternak Balanipa” Polewali Mandar Sulawesi Barat Najmah Ali; Siti Nuraliah; Hendro Sukoco; Besse Mahbuba We Tenri Gading; Agustina Agustina; Irma Susanti S; Takril Takril; Dahniar Dahniar; Nurfadilah Nurfadilah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7529

Abstract

Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam meramu “jamu ternak” berdasarkan formulasi ransum, yaitu penyusunan berdasarkan angka kecukupan nutrisi ternak. Kegiatan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2022 di “Kelompok Ternak Balanipa” Kelurahan Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar.  Anggota kelompok mitra adalah kelompok peternak ayam dan sapi. Pelaksanaan pelatihan, meliputi 1.  Pemberian materi pelatihan dengan topik “Manajemen Usaha Kecil”. Memperkenalkan mitra mengenai manajemen usaha kecil, di dalamnya menjelaskan tentang aspek pemasaran, aspek produksi, aspek permodalan dan keuangan, dan aspek sumber daya manusia. 2. Pemberian materi pelatihan dengan topik “Pembuatan jamu ternak”.  Pada sesi ini disampaikan 2 topik materi yaitu pembuatan jamu untuk ternak sapi dan ternak unggas.    Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, terjadi penambahan pengetahuan dan kesadaran para anggota kelompok ternak “KT Balanipa” Kelurahan Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar tentang pentingnya manajemen usaha kelompok ternak dan pembuatan jamu ternak.  Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan skor hasil kuesioner awal dan akhir dari 17 anggota kelompok ternak, terdapat peningkatan pengetahuan peternak dari 25%  menjadi 70% yang paham dan tahu betul tentang jamu ternak dan kelebihan-kelebihannya jika diberikan pada ternak. This activity aims to develop the knowledge and skills of breeders in concocting "livestock herbs" based on a ration formula, namely preparation based on livestock nutritional adequacy figures. This PKM program activity was carried out on November 22, 2022, at the "Balanipa Cattle Group" in Balanipa Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency. Members of the partner group are groups of chicken and cattle breeders. Implementation of training, including 1. Provision of training materials on the topic "Small Business Management." Introducing partners regarding small business management, in which they explain marketing, production, capital, financial, and human resource aspects. 2. Provision of training materials on "Making herbal medicine for livestock". In this session, two material topics were presented, namely the manufacture of herbal medicine for cattle and poultry. After counseling and training, additional knowledge and awareness of the members of the livestock group "KT Balanipa" Balanipa Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency was carried out regarding the importance of managing livestock groups and making livestock herbal medicine. This can be seen from comparing the scores of the initial and final questionnaire results of 17 members of the livestock group. There was an increase in farmers' knowledge from 25% to 70% who understood and knew very well about herbal medicine and its advantages when given to livestock. 
ANALISIS PENGARUH BIAYA TERHADAP ASPEK PENDAPATAN USAHA PETERNAK KAMBING DI KELURAHAN MOSSO KECAMATAN SENDANA Muhammad Adnan; Irma Susanti S; Suhartina Suhartina; Taufiq Dunialam Khaliq; Ruth Dameria Haloho; Muhammad Irfan; Lyndon Parulian Nainggolan; Posman HP Marpaung
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol 20, No 1 (2023): Juli
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i1.937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh biaya terhadap aspek pendapatan usaha ternak kambing di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene. Penelitian ini mengunakan metode survey di Kelurahan Mosso. Pemilihan responden dipilih secara simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil Penelitian menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak sebesar Rp 2.397.093. Nilai R Square sebesar 82,1%. Biaya yang mempengaruhi pendapatan adalah biaya pakan, biaya obat, biaya bibit, biaya penyusutan dan biaya tenaga kerja.
Indeks Pertumbuhan Pada Sapi Bali Yang Dipelihara Secara Ekstensif Di Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene Agustina Agustina; Tasrif Tasrif; Irma Susanti S; Hendro Sukoco
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan Vol 8, No 2 (2023): MaduRanch: Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v8i2.2060

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui indeks pertumbuhan pada sapi Bali yang dipelihara secara ektensif di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene dan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menghambat pertumbuhan sapi Bali secara ekstensif di Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang memanfaatkan hasil penelitian kualitatif dan di jabarkan secara deskritif. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 736 ekor sapi bali. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan rundom sampling, rundom sampling adalah pengambilan sampel secara acak dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh populasi untuk terpilih sebagai sampel. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 ekor sapi. Hasil penelitian rata-rata ukuran lingkar dada sapi bali mengalami kenaikan lingkar dada sebesar 5,67 cm perekor sapi yang di pelihara secara ekstensif selama 3 bulan. Tinggi pundak sapi yang pemeliharaan selama tiga bulan mengalami kenaikan sebesar 2,73 cm untuk tiap ekor sapi menjadi 103,81 cm/ekor. Panjang badan sapi bali yang dipelihara secara ekstensif atau di gembalakan terjadi kenaikan sebesar 99,65 cm/ekor sapi atau terjadi kenaikan sebesar 1,83 cm/ekor selama 3 bulan pemeliharaa secara ekstensif. Berat rata-rata badan sapi bali berdasarkan data awal yakni sebesar 248,22 kg/ekor sapi dan setelah dilakukan pemeliharaan secara ekstensif atau sistem penggembalaan/ ekstensif mengalami kenaikan sebesar 18,10 kg/ekor selama 3 bulan atau menjadi 266,32 kg/ekor atau mengalami rata-rata kenaikan 0,20 kg/ekor/hari
SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH PADA PAKAN TERHADAP INCOME OVER FEED COST AYAM BROILER Irma Susanti S; St Nuraliah; Ahmadi Ahmadi; Suhartina Suhartina; N Ali; Dahniar Dahniar
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.3728

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Income Over Feed Cost ayam broiler yang diberi suplementasi tepung bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 6 kali, dengan jumlah ayam setiap satuan percobaan sebanyak 4 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian tepung bawang putih (komersial) yang dilarutkan dalam air minum dengan beberapa taraf perbandingan yakni P0 (tanpa pemberian tepung bawang putih), P1 (dengan tepung bawang putih 0,5 persen), P2 (dengan tepung bawang putih 1,25 persen) dan P3 (dengan tepung bawang putih 2 persen). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung bawang putih memberikan pengaruh yang siginfikan terhadap pertambahan bobot badan dan Income Over Feed Cost (IOFC) ayam broiler. Income Over Feed Cost tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 sebesar Rp. 13.117 dan terendah pada perlakuan P0 dengan nilai Rp 8.323.Kata kunci : Ayam Broiler, Tepung Bawang Putih, Income Over Feed Cost
Article Review: The Role of Blood-sucking Insect Vectors in the Spread of Jembrana Disease in Bali Cattle Sukoco, Hendro; Irfan, Muhammad; Agustina, Agustina; Marsudi, Marsudi; Susanti S, Irma; Cahyani, Annisa Putri; Wahyuni, Sri; Siswanto, Ferbian Milas
Jurnal Peternakan Vol 21, No 2 (2024): September 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i2.25222

Abstract

ABSTRACT.  Jembrana disease is a contagious disease in cattle and causes enormous economic losses for farmers. This disease, known as bovine lentivirus, was first reported in 1964 in Jembrana District. Jembrana disease specifically attacks Bali cattle at various ages. The cause of this disease is a lentivirus from the Retoviridae family. Jembrana disease transmission occurs by direct contact and is mediated by blood-sucking insect vectors. Not all blood-sucking insects can be vectors for Jembrana disease. Some blood-sucking insects capable of spreading Jembrana disease are Tabanus rubidus flies Culicoides sp mosquitoes, and Aedes lineatopennis, which act as mechanical vectors. As for the Boophilus microplus tick, it is suspected that it acts as a biological vector. Even after re-testing the tick, it could not prove its role as a biological vector for JDV. Prevention and control of this disease can be carried out by vaccination, biosecurity, biosafety, administration of vitamins, isolation of infected livestock, and control of blood-sucking insect vectors by administering insecticides to cages.