Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI MP - ASI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG IBU BALITA GIZI KURANG USIA 6 – 24 BULAN DI DESA TANJUNG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA Jeany Mariam Virginia; Yuli Laraeni; Lalu Khairul Abdi; Susilo Wirawan
Media Bina Ilmiah Vol. 16 No. 11: Juni 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.987 KB)

Abstract

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyatakan bahwa kasus gizi kurang pada tahun 2018 sebanyak 13,8%, dan hasil Riset Kesehatan Dasar NTB, prevalensi baduta tahun 2018 dikabupaten Lombok Utara adalah 11,24%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Edukasi Pemberian MP-ASI menggunakan media buku saku terhadap tingkat pengetahuan gizi seimbang ibu balita gizi kurang usia 6 – 24 bulan di Desa Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara.Desain penelitian menggunakan pra Eksperimen dengan rancangan one group pre test and post test design terhadap 33 responden (penyuluhan dengan media buku saku) yang diberikan selama 1 minggu dan diuji menggunakan uji Paired T Test dengan data berdistribusi normal dengan derajat kesalahan yang dapat ditoleransi α 0,05.Hasil penelitian p value=0.00 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Dilihat dari hasil post test yang diberikan lebih baik dari hasil pre test yaitu kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 25 orang dengan presentase (76%), kategori tingkat pengetahuan cukup sebanyak 6 orang dengan presentase (18%) dan kategori tingkat pengetahuan kurang sebanyak 2 orang dengan presentase (6%). Dan hasil pengetahuan post test pada presentase terbesar pada kategori tingkat pengetahuan baik sebanyak 33 orang dengan presentase (100%).Ada pengaruh edukasi pemberian MP-ASI dengan menggunakan buku saku untuk ibu balita gizi kurang usia 6-24 bulan di Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
EDUKASI METODE DEMONSTRASI PEMBUATAN MP-ASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU BALITA Uyun Nul Hikmah; Yuli Laraeni; I Nyoman Adiyasa; L. Khairul Abdi
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 4: Nopember 2022
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.606 KB)

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang merupakan salah satu penyakit akibat gizi yang masih merupakan masalah di Indonesia. Gizi kurang pada baduta membawa dampak negatif terhadap pertumbuhan fisik maupun mental yang selanjutnya akan menghambat prestasi belajar, penurunan daya tahan, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat baduta, timbulnya kecacatan, tingginya angka kesakitan dan percepatan kematian. Data yang diperolah dari Puskesmas Batunyala tahun 2020 didapatkan presentase BB/PB usia 6-23 bulan sebesar 37% di desa Lajut mengalami masalah gizi kurang. Tujuan : Untuk melihat pengaruh penyuluhan dengan metode demonstrasi pembuatan mp-asi terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu yang memiliki baduta gizi kurang. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre Eksperimen dengan rancangan one group pre test dan post test design dan tidak ada kelompok pembanding (control), tetapi memberikan prestest dan posttest kepada sampel yang akan diberi intervensi. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan seluruh total populasi sebagai sampel. Data dianalisis secara kuantitatif yang dilakukan dengan cara melakukan analisis perbedaan rata-rata antara variabel bebas (pengetahuan dan keterampilan) sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil : Hasil penelitian didapatkan pengetahuan responden tentang MP-ASI untuk bayi 6-9 bulan setelah diberikan penyuluhan adalah kategori baik yaitu 100%, untuk bayi 9-12 bulan adalah kategori baik 100% dan untuk bayi 12-24 bulan adalah kategori baik 100%. Sedangkan untuk hasil keterampilan responden didapatkan untuk bayi 6-9 bulan adalah kategori baik 100%, untuk bayi 9-12 bulan adalah kategori baik 62,5% dan kategori cukup 37,5% dan untuk bayi 12-24 bulan adalah kategori baik 955 dan kategori cukup 5%. Kesimpulan : Penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan dengan metode demonstrasi pembuatan MP-ASI terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan ibu balita gizi kurang usia 6-23 bulan di Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Loteng.
Pendampingan Pembuatan Frozen Food Berbahan Dasar Ikan sebagai Makanan Tinggi Protein dimasa Pandemi Covid-19 Joyeti Darni; Retno Wahyuningsih; Yuli Laraeni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8450

Abstract

ABSTRAK Pandemi Covid-19 dapat memperburuk situasi yang sebelumnya telah dihadapi banyak keluarga dalam mengakses makanan berkualitas yang terjangkau. Teknologi pembekuan makanan (Frozen Food Technology) merupakan salah satu solusi dalam memperpanjang umur simpan dan daya tahan suatu produk. Frozen Food Technology merupakan teknologi mengawetkan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air. Keunggulan dari teknik pembekuan makanan adalah kualitas makanan seperti nilai nutrisi dan sifat organoleptik tetap terjaga. Protein sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak pada anak. Kandungan protein ikan tidak kalah dengan protein yang berasal dari daging. Budaya mengkonsumsi ikan sejak usia balita perlu mendapat perhatian, mengingat pola makan bagi keluarga dimulai dari kebiasaan makan sejak masih kecil. Tujuan kegiatan adalah melakukan pemberdayaan kader dalam pembuatan Frozen Food berbahan dasar ikan sebagai makanan tinggi protein dimasa pandemi Covid-19 untuk memperbaiki status gizi balita. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan pendampingan pembuatan produk frozen food. Evaluasi kegiatan edukasi menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pre-post test, sedangkan evaluasi kegiatan pendampingan pembuatan produk produk frozen food dengan mengadakan kegiatan lomba produk frozen food. Hasil rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar <60 sebanyak 30%, setelah pemberian edukasi, tingkat pengetahuan mulai membaik dibuktikan dengan nilai responden yang <60 sudah tidak ada lagi. Skor pengetahuan sebelum penyuluhan dengan kategori skor >80 sebanyak 10% dan mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah penyuluhan menjadi 90%. Kata Kunci: Pendampingan, Frozen Food, Ikan, Protein, Covid-19  ABSTRACT The Covid-19 pandemic could exacerbate the situation that many families had previously faced in accessing affordable good quality food. Food freezing technology (Frozen Food Technology) is one solution for extending the shelf life and durability of a product. Frozen Food Technology is a technology to preserve food by lowering its temperature to below the freezing point of water. The advantage of the food freezing technique is that food quality such as nutritional value and organoleptic properties is maintained. Protein is needed for body growth and brain development in children. The fish protein content is not inferior to protein derived from meat. The culture of consuming fish from the age of toddlers needs attention, considering the diet for the family starts from eating habits since childhood. The purpose of the activity is to empower cadres in making fish-based Frozen Food as a high-protein food during the Covid-19 pandemic to improve the nutritional status of toddlers. The method used is counseling and assistance in the manufacture of frozen food products. The evaluation of educational activities used a pre-post test knowledge level questionnaire, while the evaluation of assistance activities for the manufacture of frozen food products was carried out by holding a frozen food product competition. The average result of knowledge before counseling with a correct score of <60 was 30%, after giving education, the level of knowledge began to improve as evidenced by the value of respondents who were <60 no longer. Knowledge score before counseling with a score category > 80 was 10% and there was an increase in knowledge score after counseling to 90%. Keywords: Frozen Food, Fish, Protein, Covid-19
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP KETERAMPILAN KADER DALAM MENIMBANG BALITA yuli laraeni; I Nyoman Adiyasa; Joyeti Darni; Irianto Irianto; Ismi Tohriah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.162 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1145

Abstract

Balita merupakan salah satu aset bangsa yang tidak ternilai, sehingga harus mendapat perhatian khususnya pertumbuhan dan perkembangannya. Namun demikian, kondisi balita di Indonesia pada umumnya dan dibeberapa daerah, kasus gizi kurang maupun gizi buruk masih menunjukkan angka yang memprihatinkan. Penggunaan media pada penyuluhan kesehatan akan membantu memperjelas informasi yang disampaikan, karena dapat lebih menarik, lebih interaktif, dapat mengatasi batasan ruang, waktu, dan indra manusia. Maka perlu untuk memberi intervensi melalui edukasi dengan menggunakan media video untuk meningkatkan keterampilan kader dalam penimbangan balita. Metode. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimental, yaitu menggunakan kelompok perlakuan (eksperimen) dan adanya kelompok pembanding (kontrol). Variabel independent pada penelitian ini yaitu edukasi tentang Penimbangan Balita dengan media video dan variable dependent pada penelitian ini yaitu tingkat keterampilan kader. Dianalisis dengan Analisa statistic menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Berdasarkan output “Test Statistics” dikatakan bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailend) sebesar (0.033) dimana 0.033 < 0.05 . Maka dapat disimpulkan bahwa “Hipotesis diterima”, dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada perbedaan hasil antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Karena ada perbedaan yang signifikan maka dapat dikatakan bahwa “ada pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Keterampilan Kader Dalam Penimbangan Balita. 
KAMPUNG SEHAT “SI MELI” MELALUI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INSIDEN HIPERTENSI: HEALTHY VILLAGE "SI MELI" THROUGH THE USE OF USED COOKING OIL AS AN EFFORT TO PREVENT THE INCIDENCE OF HYPERTENSION Kristinawati, Erna; Getas, I Wayan; Resnhaleksmana, Ershandi; Laraeni, Yuli
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.631 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1022

Abstract

Hipertensi merupakan  keadaan  meningkatnya tekanan darah  sistolik ? 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ? 90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang  Hipertensi tidak langsung menimbulkan efek mematikan pada penderitanya, tetapi hipertensi memicu terjadinya penyakit lain. Hasil survei pendahuluan menunjukkan bahwa pedagang gorengan menggunakan minyak  goreng bekas (jelantah) sehingga radikal bebas dan risiko  terjadinya hipertensi. Perilaku pedagang gorengan membuang limbah minyak jelantah  secara sembarangan bisa berdampak pada kesehatan  lingkungan. Perilaku –perilaku diatas merupakan salah satu faktor penyebab tingginya insiden hipertensi. Solusi yang ditawarkan untuk merubah perilaku-perilaku tersebut antara lain melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan serta praktikum secara langsung pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun cuci piring dan lilin aromaterapi untuk menghindari risiko hipertensi dan  memberikan dampak peningkatan ekonomi warga dari hasil penjualan produk yang dihasilkan.
”COOK HEALTHY” MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIAPKAN MENU SEIMBANG REMAJA PUTRI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH ANEMIA Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1321

Abstract

Berdasarkan survei kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2005, menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil 50,9%, ibu nifas 45,1%, remaja puteri  usia 10-14 tahun 57,1%, wanita usia subur (WUS) usia 17-45 tahun sebesar 39,5% (Supriyono. 2010) Remaja puteri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putera. Hal ini dikarenakan remaja  puteri mengalami menstruasi setiap bulannya, sedang dalam masa  pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Remaja  puteri biasanya  sangat memperhatikan bentuk tubuh, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanan dan banyak pantangan terhadap makanan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabmas ini  Remaja puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi mengatasi anemia  dengan pemanfaatan makanan tinggi protein dan Fe berbasis pangan lokal dengan pendampingan cara penggolahan makanan (cook healthy) adalah salah satu cara mengolah bahan makanan yang tinggi protein dan Fe dengan cara yang benar dan tidak menghilangan zat gizi yang terdapat dalam bahan makanan sehingga makanan yang terolah bermanfaat untuk peningkatan protein dan Fe dalam tubuh, sebanyak 15 remaja puteri. Metode yang diterapkan dalam pendampingan ini dengan melakukan  praktek pengolahan bahan makanan tinggi protein hewani dan Fe untuk diterapkan di rumahnya selama sebulan seminggu 1 kali. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi untuk melihat dampak pendampingan cook healthy terhadap remaja puteri dalam mengolah makanan tinggi protein hewani dan Fe melalui lomba. Terjadi peningkatan pengetahuan melalui pendampingan cook healthy pada remaja putri. The household health research (SKRT) 2005 reports that the anemia prevalence on pregnant women is at 50.9%, on postpartum mothers is at 45.1%, on female teenagers around 10-14 years old is 57,1%, on mature age women around 17-45 years old is 39,55% anemia was found (Supriyono. 2010).  Female teenagers suffering anemia possibilities are ten times greater risk compared to male teenagers risk of suffering anemia. This phenomenon happens because female teenagers are in a growing progress as well as experiencing menstruation monthly. Thus monthly. Thus monthly. Thus, they require more iron intake to support the growth of their body. For the sake of fulfilling their “body goal”,  the female teenagers often restrict on consuming some foods and committed some eating “taboo”. By seeing these phenomena, the research is aimed at preventing the anemia by means of high protein traditional based foods. The “cook healthy” is one of the high protein and Fe cooking technique without no decreasing on nutrition containing in particular foods. This cooking technique was believed to have significant effects on anemia suffering by 15 female teenagers. The cooking techniques were given once a week in one month along with home practices. by the end of the program,  an evaluation was carried out to see the impact of “cook healthy” assistance on female teenagers’ skills in processing high animal protein and Fe foods. The result shows that there was a significant effects of “cook healthy” on female teenagers skill processing high animal protein and Fe foods with p = 0,006 (p<0,05).  
EDUKASI TENTANG PENERAPAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HPK REMAJA PUTRI UPAYA UNTUK MENCEGAH STUNTING Laraeni, Yuli; Sulendri, Ni Ketut Sri; Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i2.1563

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada remaja pada dasarnya dikarenakan perilaku gizi yang salah, yaitu ketidak seimbangan antara konsumsi gizi dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Bila konsumsi gizi selalu kurang dari kecukupan maka seseorang akan mengalami gizi kurang. Sebaliknya jika konsumsi melebihi kecukupan akan menderita gizi lebih. Adapun tujuan pelasanaan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri dan mempersiapkan dan memotivasi remaja puteri untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang pada periode 1000 HPK untuk mencegah stunting. Remaja Puteri di Dusun Bengkel Selatan 1  Desa Bengkel Kecamatan Labuapi. Metode kegiatan pemberian konsultasi gizi tentang edukasi dalam penerapan gizi seimbang pada 1000 HPK pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode secara langsung yaitu assessment masalah gizi dan pemberian konsultasi gizi dan metode yang digunakan adalah pemberian contoh makanan bergizi  yang sesuai dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Pengukuran antropometri. Pada akhir kegiatan dilkukan evaluasi hasil terjadinya peningkatan pegetahuan tentang makanan gizi seimbang sebelum edukasi pengetahuan yang baik sebesar 46,7% setelah edukasi menjadi 80 %, untuk pengetahuan sedang sebelumnya 46,7 % menjadi 20% dan pengetahuan kurang 6,6 % setelah penyuluhan dan pemberian contoh makanan semua menjadi katagori baik dan sedang. Saran: Koordinasi dengan pihak aparat dan puskesmas terkait lebih ditingkatkan mengingat masih terdapat sasaran yang perlu mendapatkan tindak lanjut karena mengalami anemia dan mengalami KEK.
PENGENALAN MAKANAN BERGIZI UNTUK MENURUNKAN ANGKA STUNTING DAN PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) Laraeni, Yuli; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i1.1747

Abstract

Stunting merupakan salah satu status gizi yang mengindikasikan terjadinya kekurangan zat gizi dan penyakit penyakit infeksi yang kronis dan berulang, Sebagian besar stunting  dimulai saat janin/bayi berada pada priode 1000 Hari Pertama Kehidupan  (1000 HPK) separuh dari periode ini terjadi saat di dalam kandungan. Data Riskesdas 2013 nenunjukkan bahwa mereka yang dilahirkan dengan BBLR mempunyai resiko stunting usia dibawah 2 tahun 2,5 kali lebih besar dibandingkan yang lahir dengan BB normal, indikasi bahwa kemungkinan besar stunting terjadi bersamaan dengan terjadinya proses penurunan kemampuan  kognitif dan meningkatnya risiko Penyakit Tidak Menular. Berdasarkan data Profil Puskesmas Selaparang  dan dialog dengan tokoh-tokoh yang bersangkutan, terdapat beberapa permasalahan kesehatan yang ada di lokasi, antara lain stunting yaitu terdapat 31 balita dengan indikator sangat pendek 11 balita dan pendek 20 balita, ibu hamil KEK di Kelurahan Sayang-Sayang pada bulan Januari-Maret 2024 sebanyak 2 ibu hamil, hipertensi satu tahun terakhiur mengalami peningkatan kasus sebanyak 364 kasus dan diabetes melitus pada satu tahun terakhir sebanyak 247 kasus. Tingginya presentase balita stunting, kasus hipertensi dan DM, ibu Hamil KEK. Tujuan Dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Ini Adalah Untuk Memberikan Edukasi Dan Pengenalan Makanan Bergizi Untuk Menurunkan Angka Stunting Dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
Pengaruh Edukasi Buku Saku Gizi Seimbang terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Stunting Usia 6-23 Laraeni, Yuli; Adiyasa, I Nyoman; Darni, Joyeti; Nurhayati, Nurhayati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i1.1004

Abstract

Stunting adalah kegagalan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang sejak dalam kandungan sampai bayi lahir. Masa balita merupakan suatu periode penting dalam tumbuh kembang anak karena masa balita yang akan menentukan perkembangan anak di masa selanjutnya. Ketepatan pemberian makan pada balita dapat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang gizi karena ibu sebagai tombak dalam penyedia makanan untuk keluarga. Desain Penelitian menggunakan Desain Quasi Exsperimental Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design dengan total 36 sampel yang diberikan edukasi selama 3 minggu. Analisis statistik menggunakan uji wilcoxon dan uji mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan pada kelompok perlakuan sebesar 30 poin, sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat 5,09 poin. Pada kelompok perlakuan pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dengan hasil nilai p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p = 0,102 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap sikap pada kelompok perlakuan dengan nilai yang dihasilkan p = 0,000 < α = 0,05 sehingga H0 ditolak, sedangkan kelompok kontrol nilai p = 0,775 > α = 0,05, sehingga H0 diterima. Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh yang signifikan edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pemberian edukasi buku saku gizi seimbang tidak ada pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap. Terdapat perbedaan pengaruh edukasi gizi seimbang dengan media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DAN KANKER BERBASIS KEARIFAN LOKAL Laraeni, Yuli; Faiqah, Syajaratuddur; Pratiwi, Intan Gumilang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v6i2.1792

Abstract

Early prevention of stunting is essential to avoid long-term adverse impacts. Efforts to prevent stunting should begin as early as possible, particularly targeting women of reproductive age who are preparing for pregnancy, so that the first 1000 days of life (HPK) for the child can be optimally supported. In addition to stunting, cancer is also a significant public health concern that needs attention. Cancer is a disease caused by abnormal and uncontrolled cell growth. Both of these health problems — stunting and cancer — can actually be prevented through the consumption of nutritious food. The purpose of this community service activity was to provide education on stunting and cancer prevention based on local wisdom. The methods used in this activity included health education on nutritious menu planning, demonstrations of healthy food preparation, and the provision of information on stunting and cancer prevention.The result of this community service activity showed an increase in public knowledge regarding the prevention of stunting and cancer. It is recommended that community participation continues to be enhanced through collaboration with healthcare workers and local government. This collaboration is crucial to continuously remind and encourage residents to consume a balanced and nutritious diet as a collective effort in improving public health.