Articles
Psychosocial Problems on Defendants in Detention Center
Aisyah Dzil Kamalah;
Eka Budiarto
Babali Nursing Research Vol 3 No 2 (2022): July
Publisher : Babali Health
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.69 KB)
|
DOI: 10.37363/bnr.2022.3291
Introduction: Psychosocial problems can trouble anyone. Defendants living at a detention center have high risk of experiencing psychosocial problems due to restrictions on social relations with people outside. The purpose of this study was to determine the psychosocial problems experienced by defendants in Pekalongan Detention Center.
Perbedaan Pemberian Kabohidrat dan Protein Telur Terhadap Kenaikan Berat Badan Pada Anak Balita Gizi Buruk
Pujiati Setyaningsih;
Mokhamad Arifin;
Eka Budiarto
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.175 KB)
|
DOI: 10.31101/jkk.399
This study aims to determine differences in the provision of carbohydrates and protein eggs to weight gain in malnourished children under five in the region of Pekalongan. This research was using quasi experiment design. Sampling using purposive sampling method, obtained 28 samples divided into two groups. Independent t-test showed that there were the influence of carbohydrate (p-value = 0.0025) and egg protein (p-value = 0.0055) to the weight gain of malnourished children under five years. Mann-withney test showed there was a difference between carbohydrates and egg protein to weight gain in malnourished children under five (p = 0.491). The results of the research can be used as guidance of giving nutrition for under five children, especially malnutrition toddlers.
Pengaruh Afirmasi Positif terhadap Depresi, Ansietas, dan Stres Warga Binaan di Rutan pada Kasus Penyalahgunaan Napza
Ahmad Khodhi Mayliyan;
Eka Budiarto
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jkj.10.4.2022.683-690
Gangguan psikologis sering di alami warga binaan diantaranya depresi, ansietas dan stres. Warga binaan dengan kasus narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) juga akan mempengaruhi kesehatan fisik, psikis dan fungsi sosial. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah psikologis adalah afirmasi positif. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tindakan afirmasi positif terhadap depresi, ansietas dan stres pada warga binaan. Penelitian ini melibatkan warga binaan berjumlah 47 responden di Rutan kelas 2A Kota Pekalongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental one group pre-test & post-test design. Alat ukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42). Analisa data menggunakan Uji T-test dependent. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh afirmasi positif terhadap depresi, ansietas dan stres pada warga binaan dengan p value 0,000. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini upaya mengatasi masalah psikologis yang di alami warga binaan, baik dari pengelola rutan dan warga binaan itu sendiri dengan melakukan afirmasi positif.
Gambaran Self Esteem Warga Binaan Dengan Kasus Penyalahgunaan NAPZA di Rutan
Ahmad Khodhi Mayliyan;
Herlina Mia Marizza;
Nikmatul Azizah;
Eka Budiarto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Orang-orang yang menggunakan napza terutama yang berada didalam rutan dapat mempengaruhi harga diri (self esteem) pada individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self esteem pada warga binaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan deskripsi menggunakan pendekatan crossectional. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur menggunakan kusioner self esteem dari Rosenberg. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata skor self esteem pada kasus penyalahgunaan napza adalah 25,24.
Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Remaja sebagai Upaya Pencegahan Early Psikosis: Self Esteem dan Self Efficacy Remaja
Eka Budiarto;
Nikmatul Azizah;
Herlina Lidiyawati;
Rita Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja menjadi kelompok rentan yang dapat mengalami masalah kesehatan jiwa seperti early psikosis. Pencegahan masalah kesehatan jiwa dapat dilakukan dengan melakukan deteksi dini kesehatan jiwa remaja. Program pengabdian masyarakat dilakukan untuk mendeteksi secara dini tingkat self esteem dan self efficacy remaja sebagai upaya mencegah early phychosis. Program pengabdian masyarakat dilakukan secara online di salah satu sekolah menengah negeri di Kabupaten Pekalongan dengan melibatkan sebanyak 251 peserta. Pengabdian dilakukan dengan membagikan leaflet tentang perkembangan remaja yang didiskusikan melalui whatsapp grup dengan peserta. Pengukuran tingkat self esteem dan self efficacy dilakukan setelah remaja mendapatkan leflet tersebut sebagai upaya deteksi dini kesehatan jiwa remaja. Pengukuran self esteem menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSE). Pengukuran self efficacy menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSE). Data hasil pengukuran disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh bahwa 51,39% remaja memiliki self esteem yang rendah dan 53,39% remaja memiliki self efficacy yang rendah. Deteksi kesehatan jiwa remaja diperoleh bahwa rata-rata remaja yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat ini masih lebih dari 50% memiliki self esteem dan self efficacy yang rendah. Oleh karena itu, perlu upaya dalam meningkatkan self esteem dan self efficacy remaja agar remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam mencapai identitas dirinya sebagai remaja dan mencegah terjadinya masalah psikososial seperti early psikosis.
Layanan Konvergensi Stunting pada Ibu Hamil
Lia Dwi Prafitri;
Eka Budiarto;
Nina Zuhana;
Windha Widyastuti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prevalensi stunting secara keseluruhan yaitu sebesar 30,8%. Pengalaman global menyatakan bahwa tindakan intervensi yang terpadu atau konvergensi pada kelompok prioritas merupakan kunci keberhasilan perbaikan status gizi, tumbuh kembang anak, dan pencegahan stunting. Edukasi layanan konvergensi stunting merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga dapat menurunkan prevalensi angka stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest desain. Pengambilan sampel menggunakan total populasi sejumlah 51 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto Kota Pekalongan. Kuesioner diberikan kepada ibu hamil untuk mengetahu pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil uji Kolmogorov smirnov menunjukkan distribusi data tidak normal, sehingga analisa bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui terdapat pengaruh edukasi layanan konvergensi stunting terhadap pengetahuan ibu hamil (0,000 < 0,05). Tenaga kesehatan, khususnya bidan diharapkan dapat memberikan layanan konvergensi stunting kepada semua ibu hamil. Puskesmas dan Dinas Kesehatan dapat memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai kepada tenaga kesehatan dalam memberikan layanan konvergensi stunting.
Psychosocial Health of Junior High Schoolers after A Year of Online Learning
Jumaroh Jumaroh;
Eka Budiarto
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 3 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.809 KB)
|
DOI: 10.37287/ijghr.v4i3.1203
The massive use of smartphone as the main learning tool for young learners due to Covid-19 pandemic has affected various aspects, including their psychosocial health. However, this case does not gain much attention from neither the parents nor the teachers. This study aimed to investigate the psychosocial problems faced by junior high school students associated with the overuse of smartphone after having a year of online leaning due to Covid-19 pandemic. This research was a descriptive study. The respondents were 78 junior high school students studying in Pemalang who were selected by a purposive sampling technique with two inclusive criteria: they used smartphones as the main learning media; and they had done online learning for at least one year. The collected data were analysed by a frequency distribution. The results showed that 29.12% of the respondents were psychosocially unhealthy; 22.78% of them were almost psychosocially unhealthy; and 48.1% of them were psychosocially healthy. However, only 10.1% of them did not suffer any psychosocial problems. Besides, the data showed that 65.8% of the respondents were in high risk of being addicted to smartphone. It can be concluded that most of the respondents faced psychosocial problems and were in high risk of smartphone addiction. Therefore, parents, teachers, and other related parties are expected to assist students in healing and maintaining their psychosocial health.
Hipnotis Lima Jari sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Remaja dalam Mengelola Stres
Eka Budiarto;
Ratnawati Ratnawati;
Wiewik Natalya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2022
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v4i1.965
Remaja adalah individu belum menikah pada rentang usia 10 – 24 tahun dengan banyak perubahan yang terjadi pada dirinya untuk mencapai konsep diri yang optimal. Pencapaian konsep diri pada remaja memerlukan adaptasi dan dalam prosesnya disertai dengan stress. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan terapi hipnotis lima jari agar remaja dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola stress. Desain operational research digunakan sebagai upaya yang pemecahan masalah dalam membantu remaja mengelola stress. Sebanyak 35 remaja menjadi sasaran. Remaja dilakukan pengukuran tingkat stress khususnya ansietas dengan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Ansietas diukur sebelum dan sesudah diberikan teknik hipnotis lima jari. Kegiatan dilakukan selama satu minggu. Pada hari pertama remaja diukur kecemasan dan diajarkan teknik hipnotis lima jari, pada hari kedua sampai dengan ke enam remaja latihan mandiri, dan pada hari ke tujuh dilakukan pengukuran post test. Rata-rata skor HRS-A sebelum dilakukan hipnotis lima jari adalah 28 dengan tingkat ansietas berat dan turun menjadi 20 dengan tingkat ansietas ringan sesudah intervensi. Seluruh sasaran dapat melakukan hipnotis lima jari dengan benar. Hipnotis lima jari yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan tingkat ansietas. Oleh karena itu, penggunaan hipnotis lima jari dalam waktu yang lebih lama dan teratur dianjurkan agar remaja dapat mengatasi ansietasnya.
Pengaturan dan Pendampingan Diit Pasien dan Kelompok Risiko Diabetes Mellitus
Trina Kurniawati;
Eka Budiarto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1068
Diabetes mellitus merupakan penyakit akibat gangguan metabolisme tubuh. Pencegahan kesakitan dan kematian akibat DM menjadi penting karena penyakit tersebut merupakan penyakit yang dapat dikendalikan dengan mematuhi program pencegahan dan penatalaksanaan DM. Program pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman pasien DM dan kelompok risiko, meningkatkan kemampuan pasien DM dan kelompok risiko dalam mengelola pola makan, dan memastikan bahwa pasien DM dan kelompok risiko dapat secara mandiri melakukan pengaturan diit DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pemberian edukasi dan pendampingan langsung kepada peserta. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien DM sebanyak 5 orang, kelompok berisiko DM 3 orang, dan kader kesehatan sebanyak 3 orang. Kegiatan dilaksanakan pada minggu pertama berfokus pada edukasi dilanjutkan pendampingan pada minggu kedua dan ketiga. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan kuesioner tentang diit DM yang dilakukan sebelum dan sesudah edukasi. Evaluasi kemandirian diberikan lembar menu makanan setiap hari selama pendampingan. Kegiatan edukasi dan pendampingan yang dilakukan melalui pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman tentang pengaturan diit DM sebesar 33,94% dan praktik pengaturan diit DM sebesar 88,89%. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman tentang pengaturan diit DM pada pasien dan kelompok berisiko DM sangat penting, diperkuat dengan proses pendampingan yang dapat meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan program pengaturan diit DM.
A Health Education about Sefl-Prevention of Covid-19 Transmission
Jumaroh Jumaroh;
Eka Budiarto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1176
Along with the widespread Covid-19 pandemic, limitless information related to the virus, the pandemic, and their impacts spread wildly either. It may cause not only misunderstanding, but also confusion, anxiety, and fear among people. This community service aimed to share the proper and sufficient information about the pandemic based on valid references to raise people awareness, increase their understanding about the pandemic, and to show them ways to differ valid information from the invalid ones. The health education was carried out door-to-door and in informal setting. During the activities the respondents received the printed material, explanation about the material, answers for their questions, and face masks. The activity ran smoothly and the respondents took part actively. Therefore, health care personnel are supposed to spread valid information about the Covid-19 pandemic to wider communities to create better understanding and avoid any misunderstanding among people in general.