Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku higiene dan sanitasi meningkatkan risiko kejadian stunting balita usia 12-59 bulan di Banten Dewi Khairiyah; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.583 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v3i2.137

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan salah satu keadaan kurang gizi yang masih menjadi masalah di negara berkembang. Stunting disebabkan oleh banyak faktor terutama terkait dengan lingkungan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara higiene dan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mandala, Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control, melibatkan balita usia 12-59 bulan sebanyak 41 balita stunting (TB/U <2 SD) dan 41 balita dengan status gizi normal (TB/U 2≤ x ≤2 SD) di wilayah kerja Puskesmas Mandala. Penelitian ini dilakukan pada Januari sampai Februari 2019 dan telah mendapatkan Surat Kelaikan Etik dari Komite Etik Poltekkes Kemenkes Jakarta II dengan nomor: LB.02.01/I/KE/L/021/2019. Data dikumpulkan dengan alat bantu kuesioner perilaku higiene dan kuesioner sanitasi lingkungan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Spearman Correlation dengan derajat kemaknaan 95% (p<0,05). Hasil: Subjek dengan higiene yang buruk mempunyai risiko terjadi stunting (p=0,000; OR=27,28), begitu pula sanitasi lingkungan yang buruk memiliki korelasi positif dan berkekuatan sedang dengan terjadinya stunting (p=0,000; r=0,511). Kelompok balita stunting cenderung memiliki perilaku higiene dan kondisi sanitasi lingkungan yang lebih buruk daripada kelompol tidak stunting. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara perilaku higiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan.
Sarapan dan asupan selingan terhadap status obesitas pada anak usia 9-12 tahun Putri Kurniawati; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.92 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v1i2.3

Abstract

Pendahuluan : Obesitas merupakan masalah gizi yang semakin banyak dijumpai pada anak di dunia. Asupan energi yang melebihi dari jumlah kalori yang dibakar dalam proses metabolisme tubuh dapat menjadi penyebab terjadinya obesitas. Kegemukan dan obesitas terutama disebabkan oleh faktor lingkungan yang terjadi melalui ketidakseimbangan antara pola makan, perilaku makan, serta aktivitas fisik. Sarapan pagi pada anak sekolah bertujuan untuk mencukupi kebutuhan energi selama beraktivitas di sekolah. Melewatkan sarapan kemungkinan akan berkaitan dengan meningkatnya konsumsi snack dan tingginya asupan dari snack tinggi lemak. Tujuan : Menganalisis hubungan sarapan, konsumsi makanan selingan, karakteristik orang tua, dan asupan energi terhadap kejadian obesitas pada siswa di SDI Pondok Duta Depok Tahun 2016. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 140 siswa (9-12 tahun). Data diperoleh melalui pengukuran antropometri (timbangan digital dan microtoise) dan pengisian kuesioner oleh siswa berisi data sarapan dan konsumsi selingan, serta FFQ Semi Quantitative untuk data asupan energi dan kontribusi energi selingan. Hasil : Kejadian obesitas anak di SDI Pondok Duta Depok Tahun 2016 sebesar 25,7%. Sebanyak 50,7% subyek tidak rutin sarapan, 47,9% subyek mengkonsumsi jenis sarapan kurang, dan 94,3%  subyek memiliki waktu sarapan baik (sebelum atau jam 9). Konsumsi makanan selingan, sebanyak 27,1% subyek mengkonsumsi selingan sering, 51,4% subyek mengkonsumsi jenis selingannya lebih dari 2 jenis dan 87,9% subyek memiliki kontribusi energi dari selingan lebih dari 10% asupan energi, serta sebanyak 37,1% memiliki asupan energi lebih dari AKG Asupan energi yaitu 37,1% lebih. Berdasarkan analisis statistik Chi-square diketahui bahwa ada hubungan frekuensi sarapan (p<0,05; OR 6,12) dan asupan energi (p<0,05; OR 14,59) terhadap kejadian obesitas. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi sarapan dan asupan energi terhadap kejadian obesitas.
Pengaruh pemberian susu kedelai terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi Felia Handayani; Gunarti Yahya; Syarif Darmawan; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.017 KB) | DOI: 10.35842/ilgi.v1i1.9

Abstract

Latar belakang: Susu kedelai merupakan salah satu pangan fungsional yang mempunyai efek menurunkan tekanan darah. Hipertensi masih menjadi masalah utama di masyarakat karena berkaitan dengan resiko komplikasi penyakit kardiovaskuler.  Terdapat peningkatan angka kejadian penderita hipertensi di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSI Jakarta Pondok Kopi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pretest-posttest control group design, yang melibatkan 30 subjek (15 sampel perlakuan, 15 sampel kontrol) yang memiliki tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg tanpa komplikasi. Kedua kelompok diberi perlakuan berupa pemberian obat hipertensi, cairan parenteral dan diet rendah natrium. Kelompok perlakuan diberikan susu kedelai sebanyak 2 x 250 cc selama 2 hari. Data asupan diukur dengan menggunakan recall 24 jam, status gizi diukur dengan konversi Indeks Massa Tubuh dan pengukuran tekanan darah menggunakan spyghmomanometer yang diukur oleh tenaga kesehatan. Analisis statistik menggunakan Independent t test dan paired t test untuk melihat efek perubahan tekanan darah kedua kelompok. Hasil : Terdapat perbedaan signifkan antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok (p<0,05), namun rata-rata tekanan darah diastolik pada perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol. Terdapat penurunan tekanan darah pada sampel perlakuan sistolik sebesar 15,5 mmHg dan diastolik10,6 mmHg pada kelompok perlakuan, selisih ini 2 kali lebih besar daripada selisih penurunan pada kelompok kontrol (sistolik 7,6 mmHg dan diastolik 3,5 mmHg). Kesimpulan : Pemberian susu kedelai secara signifkan dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. 
Konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi berhubungan dengan status anemia remaja putri di Jakarta Timur Yulia Warda; Adhila Fayasari
Ilmu Gizi Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v4i2.198

Abstract

Latar Belakang: Angka anemia pada wanita usia subur di DKI Jakarta masih tinggi. Anemia pada remaja dapat mengakibatkan dampak yang negatif pada kondisi remaja antara lain, penurunan konsentrasi belajar, perkembangan motorik dan mental, serta penurunan kesehatan reproduksi. Anemia dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya status gizi, lama masa haid, konsumsi zat besi dan protein, malabsorpsi zat besi, dan penyakit infeksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi pangan, dan bioavailabilitas zat besi dengan status anemia pada siswi di SMPN 91 Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 125 siswi di SMPN 91 Jakarta dengan teknik stratified random sampling. Status anemia ditentukan dengan pengukuran menggunakan Hb meter, status gizi diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise, data konsumsi pangan menggunakan food record selama 2 hari, pengetahuan dan karakteristik diperoleh dari pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi Square dan Spearman Correlation. Analisis multivariat menggunakan analisis regresi logistik. Hasil: Anemia remaja putri sebesar 25,6%. Terdapat hubungan antara pendapatan orang tua (p=0,011), siklus menstruasi (p=0,026), konsumsi zat besi (p=0,000), konsumsi protein (p=0,002), konsumsi enhancer (p=0,000), konsumsi inhibitor (p=0,000), dan bioavailabilitas zat besi (p=0,000) dengan status anemia. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi zat besi adalah variabel yang paling berpengaruh dengan kejadian anemia pada remaja putri (OR=15,812). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara konsumsi pangan dan bioavailabilitas zat besi dengan status anemia remaja putri.
FIBER AND FAT INTAKE, SMOKING HABITS, BODY MASS INDEX AND CENTRAL OBESITY AND ITS ASSOCIATION WITH LIPID PROFILE OF MAN IN GATOT SUBROTO HOSPITAL HEART POLYCLINIC Kevinti Febrina; Adhila Fayasari
Media Gizi Indonesia Vol. 15 No. 3 (2020): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v15i3.205-213

Abstract

An increase in blood lipid profi le escalates risk of coronary heart disease (CHD). CHD is the leading cause of death in the world. This study was intended to analyze the relationship between fat intake, fi ber intake, smoking habits, Body Mass Index (BMI) and central obesity and lipid profi le among patients in cardiology clinic. This study used cross sectional design with 60 subjects aged >29 years who were outpatients in the Cardiaology Polyclinic at Gatot Soebroto Hospital. Central obesity was measured using metline by measurung waist circumference; BMI was converted from measurements of body weight and height; characteristics and smoking habits were taken using a questionnaire; and food intake was measured using Semi Quantitative FFQ. Lipid profi le data was collected through secondary data. Bivariate data analysis on categorical data used chi-square, Fisher-exact test or spearman ordinal correlation and stratifi cation analysis using ANOVA or kruskall-wallis. There were 78.3% subjects who had abnormal LDL, 76.7% had abnormal HDL, 80% had abnormal triglycerides and 78.3% had abnormal cholesterol. There were signifi ant relationship between fat intake, smoking habits, BMI and central obesity to the lipid profi le (LDL, HDL, triglycerides and cholesterol) (p <0.05). Fiber intake was not signifi cantly related to lipid profi le. However, based on stratifi cation analysis,the more fi ber intake the lower levels of LDL profi les, triglycerides and cholesterol, and the higher levels of HDL.
Makanan Pendamping Asi, Ketahanan Pangan, dan Status Gizi Balita di Bekasi Selvi Purnama Dewi; Adhila Fayasari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.2.4069

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between complementary feeding, food security, and nutritional status (Weight-for-age (WAZ)) of children aged 6-59 months in Bekasi. This study used cross sectional design of 135 pairs of mothers and children aged 6-59 months in the Jatiluhur Primary Health Center, Bekasi City. Provision of complementary feeding and food diversity were collected using questionnaire. Food Security was collected using (Household Food Insecurity Access Scale- HFIAS) questionnaire. Anthropometic data was collected using weighing scale and was converted into z-score using WHO-Anthroplus software. Data were analysed by chi-square/Fischer exact test with 5% significant p value. The result showed that 86 (63.7%) children were underweight (z-score -1 SD). There was a significant relation between timing of introduction complementary feeding and nutritionaatus (p = 0.031). On the other hand, there was no significant relation between food security and food diversity with nutritional status. This study showed that that the timing of introduction complementary feeding is significantly related to the nutritional status of children in Bekasi. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian makanan pendamping ASI dan ketahanan pangan dengan status gizi balita (BB/U) usia 6-59 bulan di puskesmas wilayah Kota Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 135 ibu dan balita usia 6-59 bulan di wilayah Puskemas Jatiluhur, Bekasi. Data karakteristik, keragaman pangan dan riwayat pemberian MP-ASI diukur menggunakan kuesioner, ketahanan Pangan diukur dengan kuesioner Household Food Insecurity Access Scale- (HFIAS). Data status gizi didapatkan dengan pengukuran berat badan kemudian diolah menggunakan software WHO-Antrhoplus. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square/fischer exact dengan tingkat kesalahan 5%. Sebanyak 86 balita (63,7%) memiliki status gizi kurang (z-score  -1 SD). Terdapat hubungan antara waktu pemberian MP-ASI dengan status gizi balita BB/U ( p = 0,031). Tidak terdapat hubungan ketahanan pangan, keragaman pangan, frekuensi dan jenis pemberian MP-ASI dengan status gizi balita BB/U (p=0,443). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hanya waktu pemberian MP-ASI yang terkait dengan status gizi balit di bekasi.
Penerapan Perilaku Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Status Gizi Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Kranji Bekasi Putri Pratiwi Oktaviani; Meylina Djafar; Adhila Fayasari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2019.3.2.3421

Abstract

This study aimed to analyze association between the implementation of nutrition conscious family with the nutritional status of children aged 24-59 months in Puskesmas Kranji Bekasi. This research used a cross sectional design. Subjects were 71 mothers who  had children aged 24-59 months  taken by purposive sampling. Weight and height data were measured by stepping scales and microtoise, then converted to z-scores. Bivariate analysis using Chi-Square test. Underweight about 9 (12,7%) subjects, and 42 (59,2%) families did not apply KADARZI, indicator points that have not been done includes providing nutritional supplements (vitamin A) (7 %), varied meals (14,1%), using iodized salt (16,9%), weighing regularly (19,7%), and giving exclusive breastfeeding 31 (43,7%). Based on Chi-Square test is proved that there is correlation between KADARZI implementation with nutritional status of  children aged 24-59 months. The implementation of KADARZI had a significant association between nutritional status of children aged 24-59 months (p-value 0,006), particularly at indicators irregularly posyandu participation.
Micronutrients Intake and Central Obesity Associated with Blood Pressure in The Elderly in The Region of Jasinga District West Bogor Irna Aprianti; Adhila Fayasari
Jurnal Dunia Gizi Vol 4, No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v4i2.5049

Abstract

Introduction: The elderly are at risk for hypertension due to several dominant factors including being overweight, food intake, coffee drinking habits and heredity factors. Objective: To analyze the relationship between micronutrient intake and central obesity with blood pressure in the elderly in the district of Jasinga, West Bogor. Materials and Methods: This type of research used a cross sectional design involving 68 elderly respondents. Bivariate analysis related to micronutrient intake (sodium, potassium, and magnesium) and central obesity using chi square analysis. Results: The results of statistical analysis showed that there was a relationship between sodium intake and systolic and diastolic blood pressure (p 0.05) in the elderly, there is a relationship between potassium intake and systolic and diastolic blood pressure (p 0.05) in the elderly, there is no relationship between magnesium intake and systolic and diastolic blood pressure (p 0.05) in the elderly, and there is a relationship between central obesity and systolic blood pressure and and diastolic (p 0.05) in the elderly. Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between intake of sodium, potassium and central obesity with blood pressure in the elderly. There is no relationship between magnesium intake and blood pressure in the elderly.
Food supplement consumption does not related to self-reported symptoms of covid-19 among students in Binawan University Mia Srimiati; Adhila Fayasari; Angga Rizqiawan; Lina Agestika
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 5, No 2 (2020): AcTion Vol 5 No 2 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v5i2.348

Abstract

The world is facing a pandemic of COVID-19. Multivitamin and other supplement is already known can improve immunity and prevent infected by the virus. The purpose of this study was to determine the relationship of multivitamin/supplement intake with the appearance of COVID-19 symptoms. The method of this study was analytic surveys with cross-sectional designs. The questionnaire was distributed twice, the first distribution phase involved 423 respondents to determine the consumption habits of supplements and the appearance of COVID-19 symptoms. Then, from the respondents who consumed supplements, the second questionnaire was sent again, to find out the type of supplements consumed, and only 127 respondents returned completely. As a respondent, we involved students of Binawan University, Jakarta, Indonesia. We used Pearson Chi-Square and Fischer exact test for statistical analysis. The results of this study noted that 67.7% of respondents consumed supplements/multivitamin, 94.8% of respondents did not show symptoms of COVID-19. The type of supplement consumed by most respondents was vitamin C (51.2%), while multivitamins / other vitamins were 20.1%. In conclusion, based on statistical analysis, there was no significant relationship between supplement consumption with the appearance of COVID-19 and conditions in carrying out daily activities on respondents who show COVID-19 symptoms
Effect Education of DASH DIET on Dietary Intake Adherence and Blood Pressure of Hypertension Outpatients in Rumkital Marinir Cilandak Rita Uliatiningsih; Adhila Fayasari
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.949 KB) | DOI: 10.20884/1.jgps.2019.3.2.1924

Abstract

Background: Diet DASH (Dietary Approaches To Stop Hypertension) is one of the methods to lowering high blood pressure. Dietary compliance is one of the important things that hypertensive patients need to care of. The hypertensive patients should obey DASH diet in order to avoid further complication. This study aims to discover the effect of DASH diet education on diet adherence and blood preesure re in hypertensive patients in Cilandak Marine Hospital, Jakarta.Method: This study used quasi experimental design with pretest-posttest one group design approaches. There were 75 respondents in this study which were obtained using purposive sampling type. The data were obtained from Cilandak Marine Hospital, Jakarta. The statistical analysis used paired sample t test. Result: The result of the study showed that dietary compliance of DASH diet with blood pressure in hypertensive patients in Cilandak Marine Hospital, Jakarta were categorized 3 parts as non compliants when the score is 31-45 for as many as 32 respondents (42,7%), fair compliants when the score is 46-60 for as many as 39 respondent (52,0%) and 4 respondents (5,3%) are categorized in compliant score 61-75. The analysis of the systole and diastole of the blood pressure before and after the intervention in hypertensive patients showed a significant related correlation (p=0,000) .Conclusion: There is a significant correlation between the dietary compliance of DASH diet with blood pressure in hypertensive patients in Cilandak Marine Hospital, Jakarta.
Co-Authors Afiah Romadhona, Nur Afraihana, Nur Agestika, Lina Alfaz, Ni'ma Ghida Allifiya, Bella Nur Amalia, Vinka Angga Rizqiawan Anggraeni, Maya Anisa Noviani Aprilla Aprilla Aqila Permata Dewi Assyifa, Aulia Azhari, Muhammad Arif Chika Meidiana Amelia Chika Meidiana Amelia Daniah Yuliani Dewi Khairiyah Dewi Wulandari Diani, Dita Dleydy Deyshelina Sumilat Emy Huriyati Farida Agustin Farida Agustin, Farida Fauziah, Rizda Fauziana, Sri Febri Nilainsari, Anis Felia Handayani Felia Handayani, Felia Gina Ganda Fitriana Gunarti Yahya Gunarti Yahya, Gunarti Gusti Kumala Dewi Gusti Kumala Dewi, Gusti Kumala Harjito, Zaneta Hasuna, Munada Madalia Hasyisya Avicenna Rahmadani Ina Ratnawati Indrianti Irna Aprianti Iskari Ngadiarti Isti Istianah Isti Istianah Istianah, Isti Istiqomah, Indah Sulistiyani Juang Bertorio, Margala Juanita, Elizabeth Karmila Karmila Kevinti Febrina Kezia Natasha Kurniati, Lilik Lestari, Putri Winda Linggar Puspa Virginia Lutfiana, Andi Madarina Julia Mariska, Refi Maya Anggraeni Meylina Djafar Meylina Djafar Mia Srimiati Mira Krisma Yudina Mutiah Mustaqimatusy Syahadah Nilansari, Anis Febri Nurullita Rossa Febriana Oktaviani, Putri Pratiwi Padli Yanti, Mellisa Puspa Virginia, Linggar Putri Kurniawati Putri Kurniawati, Putri Putri Pratiwi Oktaviani Putri Sekar Wardhani Qothrun Nada, Azzahra Rara Maulidya Putri Ratnayani Ratu Fitria Nurhaliza Rike Minati Sekti Rita Uliatiningsih Rizka Akbar Rizki Salsabila, Ade Rohmansyah, Ryan Safira Indri Cahyani Salsabila, Delia Sandra Sandra Saputri, Ananda Egy Sekti, Rike Minati Selvi Purnama Dewi Soekatri, Moesijanti Yudiarti Endang Sri Fauziana Sri Fauziana Sulistia, Putri Syarif Darmawan Syarif Darmawan, Syarif Tiny Kurnianih Tri Ardianti Khasanah Tri Sari Wijayanti Vera Kasmira Widodo, Monicha Wenny Pertiwi Wijayanti, Tri Sari Winantoro, Dimas Wahyu Yasfa Aulia, Hunalika Yoeniske Angreine Yudhowanti, Septiajati Yudina, Mira Krisma Yulia Warda Zahrani Astuti, Elsa