Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan Terkait Pencegahan Hpertensi melalui Pendekatan Dietary Approacches to Stop Hypertension (Dash) di Rw 16 Kelurahan Sukamentri Garut Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21686

Abstract

ABSTRAK Pencegahan hipertensi memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran warga setempat sangatlah penting dalam upaya untuk mengatatasi peningkatan angka kejadian hipertensi. Tujuan kegiatan adalah pendidikan kesehatan terkait pencegahan hipertensi melalui pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi dan peran serta uapaya warga dalam pencegahan jhipertensi. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah warga  di Rw 16 Kelurahan Sukamentri. Hasil. Kegiatan di hadiri warga yang ikut dalam kegiatan pendidikan kesehatan yang merupakan perwakilan dari tiap RT dan beberapa kader posyandu  di RW 16 kelurahan Sukamentri. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang pencegahan hipertensi melalui pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4 - 5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 21 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, warga dan bebera kader posyandu diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka kejadian hipertensi melalui pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi di Masyarakat. Kata Kunci: Pencegahan dan Diet Hipertensi, Warga, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Hypertension prevention requires a collaborative effort from all community components, and the role of local residents is crucial in addressing the increasing incidence of hypertension. The objective of the activity is health education related to hypertension prevention through a dietary approach to stop hypertension and the participation of residents in preventing hypertension. Health education is provided using lecture and discussion methods, pre-test and post-test. The target of the activity is residents in RW 16, Sukamentri Village. Results. The activity was attended by residents who participated in the health education activities, which were representatives from each RT and several Posyandu cadres in RW 16, Sukamentri Village. There was an increase in knowledge before and after the health education about hypertension prevention through a dietary approach to stop hypertension with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score was 3 (55.38%) and the average post-test score was 4-5 (83.06%). In conclusion, after the Health Education, knowledge related to stunting prevention in 21 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, residents and several Posyandu cadres are expected to contribute significantly to reducing the incidence of hypertension through a dietary approach to stop hypertension in the community. Keywords: Hypertension Prevention and Diet, Residents, Health Education
Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Napza Pada Remaja Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.20906

Abstract

ABSTRAK Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama di kalangan remaja. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA di Kelurahan Sukamentri, Kabupaten Garut, serta mengevaluasi efektivitas kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman mereka. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kolaboratif antara tim pengabdian masyarakat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Garut, yang menyasar remaja perwakilan RW 1–10 dan RW 21 kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survei pengetahuan tentang bahaya Napza terhadap 100 responden remaja usia 12–18 tahun, ditemukan bahwa 46% memiliki tingkat pengetahuan cukup, 28% kurang, dan hanya 26% yang memiliki pengetahuan baik. Intervensi edukatif yang dilakukan pada 48 remaja menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja dari 70,22 menjadi 75,22. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk pembentukan Warga Peduli NAPZA, sebagai strategi pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja. Kata Kunci: Remaja, Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat NAPZA  ABSTRACT The misuse of narcotics, psychotropics, and addictive substances (NAPZA) is a serious public health issue, particularly among adolescents. This study aims to describe the level of knowledge among teenagers regarding the dangers of NAPZA abuse in Sukamentri Subdistrict, Garut Regency, and to evaluate the effectiveness of educational interventions in improving their understanding. The method used was community empowerment through collaborative health education involving a community service team and the National Narcotics Agency (BNN) of Garut, targeting adolescent representatives from RW 1–10 and RW 21. A survey of 100 adolescents aged 12–18 revealed that 46% had moderate knowledge, 28% had low knowledge, and only 26% demonstrated a high level of understanding. Educational interventions led to an increase in average knowledge scores from 70.22 to 75.22. These findings underscore the importance of continuous education and active community participation, including the formation of "Warga Peduli NAPZA" (NAPZA-Aware Citizens), as a strategic effort to prevent substance abuse among adolescents. Keywords: NAPZA, Health education, Community empowerment,  Adolescents.
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Peningkatan Kesehatan Keluarga dengan Hipertensi menggunakan Pendekatan Mcgill Model of Nursing : Laporan Kasus Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Nurjanah, Lilis Siti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21582

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a condition when a person's blood pressure increases beyond the normal limit. A person is considered to have hypertension if their systolic blood pressure reaches ≥130 mmHg or their diastolic pressure ≥80 mmHg. The prevalence of hypertension in Indonesia reaches 36%. Based on the Indonesian Basic Health Research, the incidence of hypertension was recorded at 34.1%. Hypertension and pre-hypertension are health problems that are often found in families. Providing family nursing care focuses on empowering families to manage health problems independently. The application of the McGill Model of Nursing is an approach in nursing designed to support family-based care, which focuses on empowering families to manage health through strengthening their own abilities, in improving the health of families who have members with hypertension. This study uses a holistic approach that includes cognitive, affective, and behavioral aspects based on the results of observations, interviews, and medical record reviews, a case study model with a nursing care approach based on the McGill model of Nursing in one of the families with hypertension. The interventions provided were health education about hypertension, progressive muscle relaxation technique training and strategies for creating daily schedules and medication schedules. The intervention integrated the McGill Model approach, with the Nursing Intervention Standards (SIKI), and research findings related to hypertension. Implementation was carried out in two meetings with a duration of 15–30 minutes, involving all family members. After the 6th day of implementation, the results of the cognitive evaluation of the family showed a better understanding of hypertension, psychomotor evaluation of the family was able to perform the progressive muscle relaxation technique themselves and create a daily activity schedule. The application of the McGill Model of Nursing in nursing care for Hypertension families successfully demonstrated a holistic, strength-based, and collaborative approach in supporting families facing health problems, especially hypertension and pre-hypertension so that they had a better understanding of hypertension, motivation to take medication, and willingness to see a doctor, this shows that the application of the McGill Model can improve family coping, although challenges remain in encouraging consistent healthy behaviors on an ongoing basis. Although the implementation of the McGill Model of Nursing in Indonesia still requires adjustments to address local challenges, the results achieved in this case indicate the model's significant potential to support family nursing practice. Going forward, intensive training for nurses and the integration of this model into the family nursing system could be strategic steps to improve the quality of family-based care in Indonesia. Keywords: Hypertension, Family Nursing, Mcgill Model Of Nursing, Family Empowerment  ABSTRAK Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal. Seseorang dianggap mengalami hipertensi jika tekanan darah sistoliknya mencapai ≥130 mmHg atau tekanan diastoliknya ≥80 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 36%. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Indonesia, angka kejadian hipertensi tercatat sebesar 34,1% . Hipertensi dan pra-hipertensi adalah masalah kesehatan yang sering ditemui di dalam keluarga. Pemberian asuhan keperawatan keluarga berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola masalah kesehatan secara mandiri. Penerapan McGill Model of Nursing  adalah pendekatan dalam keperawatan yang dirancang untuk mendukung perawatan berbasis keluarga, yang berfokus pada pemberdayaan keluarga untuk mengelola kesehatan melalui penguatan kemampuan mereka sendiri, dalam meningkatkan kesehatan keluarga yang memiliki anggota dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan holistik yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku yang  didasarkan pada hasil observasi, wawancara, dan tinjauan rekam medis, model studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan berdasarkan model McGill of Nursing pada salah satu keluarga dengan Hipertensi. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi, latihan teknik relaksasi otot progresif dan strategi pembuatan jadwal harian dan jadwal pengobatan. Intervensi mengintegrasikan pendekatan McGill Model, dengan Standar Intervensi Keperawatan  (SIKI), dan hasil penelitian terkait hipertensi. Implementasi dilakukan dalam dua kali pertemuan dengan durasi 15–30 menit, melibatkan seluruh anggota keluarga. Setelah implementasi hari ke 6, hasil evaluasi secara kognitif keluarga menunjukan pemahaman lebih baik tentang hipertensi, evaluasi secara psikomotor keluarga dapat melakukan sendiri tehnik relaksasi otot progresif dan dan membuat jadwal aktivitas harian. Penerapan McGill Model of Nursing dalam asuhan keperawatan keluarga Hipertensi berhasil menunjukkan pendekatan yang holistik, berbasis kekuatan, dan kolaboratif dalam mendukung keluarga menghadapi masalah kesehatan, khususnya hipertensi dan pra-hipertensi sehinga memiliki pemahaman lebih baik tentang hipertensi, motivasi untuk meminum obat, serta kesediaan memeriksakan diri ke dokter, hal ini menunjukkan bahwa penerapan McGill Model dapat meningkatkan koping keluarga, meskipun tantangan tetap ada dalam mendorong konsistensi perilaku sehat secara berkelanjutan. Meskipun implementasi McGill Model of Nursing di Indonesia masih memerlukan penyesuaian untuk menghadapi tantangan lokal, hasil yang dicapai dalam kasus ini mengindikasikan potensi besar model ini dalam mendukung praktik keperawatan keluarga. Untuk ke depannya, pelatihan intensif bagi perawat dan pengintegrasian model ini ke dalam sistem keperawatan keluarga dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan berbasis keluarga di Indonesia. Kata Kunci: Hipertensi, Keperawatan Keluarga, Mcgill Model Of Nursing, Pemberdayaan Keluarga
Description of Blood Pressure and Healthy Lifestyle Behavior among Employees Maharani, Glena Dwi; Nur'aeni, Aan; Purnama, Dadang
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3908

Abstract

Productive age workers often experience hypertension due to unhealthy lifestyles. Hypertension is known as "The Silent Killer" because it occurs without symptoms (asymptomatic), thus requiring more attention. The purpose of this study is to identify blood pressure levels and healthy lifestyle behaviors among employees at PT Kinaya Multi Energi. The method used in this research is descriptive quantitative, with the population consisting of employees of PT Kinaya Multi Energi. A total of 52 samples were determined using the total sampling technique. The tools used for hypertension screening were a digital sphygmomanometer and a digital body weight scale. The instrument for measuring healthy lifestyle behaviors was a self-efficacy questionnaire for practicing a healthy lifestyle to prevent hypertension. The data analysis used was descriptive quantitative analysis with frequency distribution and percentage. The result of the study shows that The majority of participants in this study experienced increased blood pressure. Respondents without a history of hypertension were mostly in the prehypertension category (32.6%), while a significant number were classified as having stage 1 hypertension (30.4%), and stage 2 hypertension (6.5%). Among respondents with a history of hypertension, most were categorized as having stage 1 hypertension (50%), with a significant number also classified as experiencing prehypertension and stage 2 hypertension (16.7%). Additionally, the majority of respondents have less healthy lifestyle behaviors (57.7%). In conclusion, most respondents experience hypertension and are unaware of it. In terms of healthy lifestyle behaviors, respondents are indicated to have unhealthy behaviors because out of 6 aspects, only 2 aspect supports a healthy lifestyle. This indicates a lack of awareness regarding personal health conditions among the employees.
Flourishing or Languishing? Description of Adolescents Mental Health in A Positive Continuum Witdiawati, Witdiawati; Rahma, Syifa Imaniar; Purnama, Dadang
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.5462

Abstract

Mental health in adolescents is an important aspect in supporting optimal individual development during the challenges of transition. This study aims to identify the positive continuum of adolescent mental health. This is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The study sample consisted of 250 adolescents (aged 14–18 years) at SMKN 2 Garut, selected using stratified random sampling. The research instrument used was the Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). The results of this study indicate that 103 adolescents (41.2%) have moderate mental health categories. In the emotional well-being and social well-being dimensions, the majority of adolescents have low categories. Contributing factors include age, grade level, out-of-school activities, and places to confide. These findings emphasize the importance of promotional programs and optimizing the role of families to enhance adolescent well-being.
An Overview of Family Functioning in Parents with Adolescent Children in West Java Mulya, Adelse Prima; Yamin, Ahmad; Purnama, Dadang; Suhenda, Dadang; Winyarti, Angela Sri Melani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6269

Abstract

Adolescent health risk behaviors often occur due to the lack of control and supervision of family functions in Indonesia. Family plays an important role in adolescent health behavior. Objective: The purpose of this study is to see how the description of family functions in families with adolescent children. Method: This study is a quantitative study. The samples in this study were families (parents) who had adolescent children. The samples selected were families with adolescent children whose data had been recorded in the 2019 program performance and accountability survey (SKAP) system. With a total of 1999 respondents from West Java Province selected using stratified multistage sampling. The SKAP questionnaire type used a family function questionnaire with a Croanbach alpha value of 0.81. Data obtained from SKAP 2019 were analyzed descriptively quantitatively. Descriptive data will be presented in tabular form. Results: The results of the analysis showed that the family function was quite good as much as 70.2%. Conclusions: Family functions in families with adolescent children in West Java Province are mostly good enough. With the application of 8 optimal family functions in the family, it is expected to prevent health risk behavior in adolescents.
Pendidikan Kesehatan Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang Dalam Mengoptimalkan Kesehatan Remaja : Studi Kasus Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri; Mulya, Adelse Prima; Purnama, Dadang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10928

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a period of transition from the childhood phase to the adult phase with an age range of 10 - 19 years. Adolescents are an age group that is vulnerable to malnutrition or overnutrition. Indonesia is currently faced with a triple burden of nutrition problems, namely nutritional deficiencies (stunting and wasting), excess nutrients (obesity) and micronutrient deficiencies such as anemia. Food and nutrition knowledge is also one of the factors that affect nutritional status so that health education is needed related to nutrition formally and non-formally which aims to improve nutrition and health knowledge of adolescents. The purpose of this study was to determine the increase in adolescents' knowledge about healthy lifestyles and balanced nutrition with health education interventions in optimizing adolescent health. This research uses a case study design. The population in this study were adolescents in the environment of SMP Vijaya Kusuma Bandung as many as 411 adolescents. The sampling technique in this study was carried out by non-probability sampling, namely total sampling, this technique was used to make all populations as samples. The assessment was carried out for four days, on April 03 to 06, 2023, health education intervention was carried out for one day, on April 13, 2023 by proposing the theme of Healthy Lifestyle and Balanced Nutrition in Adolescents. Data analysis using Stastical Program for Social Science (SPSS) The results were presented with frequency and percentage distribution tables. The results of health education have increased pre-test and post-test scores by 33% with a comparison in the pre-test the average student managed to get a score of 5.9 points while in the post-test the average student managed to get a score of 7.88 points out of a total of 10 points. Based on the evaluation results, there was an increase in post-test scores in Vijaya Kusuma Junior High School students. This shows the impact of health education on student knowledge. Keywords: Adolescents, Healthy Lifestyle, and Balanced Nutrition  ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi dari fase kanak-kanak ke fase dewasa dengan rentang usia 10 – 19 tahun. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi kurang ataupun lebih. Saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu kekurangan nutrisi (stunting dan wasting), kelebihan nutrisi (obesitas) dan kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Pengetahuan pangan dan gizi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi sehingga diperlukan edukasi kesehatan terkait gizi secara formal maupun non formal yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan remaja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan remaja mengenai gaya hidup sehat dan gizi seimbang dengan intervensi pendidikan kesehatan dalam mengoptimalkan kesehatan remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di lingkungan SMP Vijaya Kusuma Bandung sebanyak 411 remaja. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara non  probability sampling yaitu total sampling, teknik ini digunakan untuk menjadikan semua populasi sebagai sampel. Pengkajian dilaksanakan selama empat hari, pada tanggal 03 hingga 06 April 2023, intervensi pendidikan kesehatan dilaksanakan selama satu hari, pada tanggal 13 April 2023 dengan mengusul tema Gaya Hidup Sehat dan Gizi Seimbang pada Remaja. Analisa data menggunakan Stastical Program for Social Science (SPSS) disajikan dengan tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pendidikan kesehatan terdapat peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 33% dengan perbandingan pada pre-test rata-rata siswa berhasil mendapatkan nilai 5.9 poin sedangkan pada post-test rata-rata siswa berhasil mendapatkan nilai 7.88 poin dari total 10 poin. Berdasarkan hasil evaluasi terdapat peningkatan nilai post-test pada mahasiswa SMP Vijaya Kusuma. Hal tersebut menunjukan adanya dampak dari pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa. Kata Kunci: Remaja, Gaya Hidup Sehat, dan Gizi Seimbang
Gambaran Intensi dan Faktor yang Berkonstribusi terhadap Berhenti Merokok pada Kepala Keluarga Arisandi, Toni; Yamin, Ahmad; Purnama, Dadang
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10818

Abstract

ABSTRACT The behavior habits of the head of the family who still smokes while at home can cause various health problems, especially for themselves or health problems in other families such as children, wives. This habit can stop if the head of the family has a strong intention to stop smoking. Intentions in the Theory of Planned Behavior can be influenced by three factors: attitudes, subjective norms, and perceptions of behavioral control. This study is to identify the picture of intentions and factors that contribute to smoking cessation intentions in the head of the family. This study used quantitative descriptive with the number of popilation of 1113 heads of families who smoked with a research sample of 92 heads of families. The sampling technique used is proportionate stratified random sampling. As for data collection, researchers used questionnaires that were modified according to the substance of the study. The data analysis used is univariate and presented in the form of frequency and percentage tables. Research shows that the head of the family has a strong intention (65.2%), the head of the family has a positive attitude (64.1%), while the head of the family has a subjective norm of (58.7%), and most heads of families have a perception of positive behavioral control (60.9%) towards the intention to stop smoking. But mostly, respondents have a level of elementary school education, therefore, it is expected that there will be a health program on the dangers of smoking for health and the benefits of quitting smoking in maintaining health. Keywords: Family Head, Smoking, Theory of Planned Behavior  ABSTRAK Kebiasaan perilaku kepala keluarga yang masih saja merokok saat berada di rumah dapat menyebabkan berbagai masalah dalam kesehatan terutama bagi mereka sendiri ataupun masalah kesehatan pada keluarga yang lain seperti anak, istri. Kebiasaan tersebut dapat berhenti apabila kepala keluarga mempunyai intensi yang kuat untuk menghentikan kebiasaan merokoknya. Intensi dalam Theory of Planned Behaviour dapat dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu sikap, norma subyektif, dan persepsi kontrol perilaku.  Peneltian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran intensi dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap intensi berhenti merokok pada kepala keluarga.  Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan jumlah popilasi 1113 kepala keluarga yang merokok dengan sampel penelitian 92 kepala keluarga. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportionate stratified random sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner yang dimodifikasi sesuai subtansi penelitian. Analisa data yang digunakan univariat dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan presentase. Penelitian menunjukan bahwa kepala keluarga memiliki intensi kuat sebesar (65,2%), kepala keluarga memiliki sikap positif sebesar (64,1%), sedangkan kepala keluarga memiliki norma subyektif sebesar (58,7%), dan sebagian besar kepala keluarga memiliki persepsi kontrol perilaku positif (60,9%) terhadap intensi berhenti merokok. Namun kebanyakan, reponden memiliki tingkat pendidikan Sekolah Dasar, oleh karena itu, diharapkan agar ada program promkes tentang bahaya merokok bagi kesehatan dan manfaat berhenti merokok dalam menjaga kesehatan. Kata Kunci: Kepala Keluarga, Merokok, Theory of Planned Behavior
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Sehat di RW 10 Kelurahan Ciwalen Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14595

Abstract

ABSTRAK Kesehatan adalah hak setiap individu dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Dalam upaya mencapai hak tersebut Menteri Kesehatan RI membuat suatu pedoman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mereka tahu, mau dan mampu untuk melaksanakan PHBS serta dapat berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kementrian Kesehatan menetapkan target rumah tangga yang mempraktikan PHBS untuk tahun 2019 adalah 80%. Sementara hasilnya pada tahun 2016 capaian rumah tangga yang mempraktikan PHBS di Jawa Barat hanya 52,5% dan masih jauh dari target yang telah ditatapkan. Hasil survey yang dilakukan mahasiswa profesi Ners angkatan 45 di wilayah RW 10 Kelurahan Ciwalen menunjukkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat  seperti memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, memiliki kebiasaan merokok dan membuang limbah sampah ke sungai. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan masyarakat RW 10 Kelurahan Ciwalen memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan PHBS  rumah tangga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diikuti oleh 35 orang warga RW 10. Pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 September 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 51 dan setelah dilaksanakan sebesar 69. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 10 dengan dukungan dari kelurahan Ciwalen dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.   Kata Kunci: Masyarakat, Pemberdayaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Health is the right of every individual and is one element of prosperity that must be realized. In an effort to achieve this right, the Indonesian Minister of Health created a guideline regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the household setting. PHBS in the household order is an effort to empower household members so that they know, are willing and able to implement PHBS and can play an active role in the community health movement. The Ministry of Health has set a target of 80% of households practicing PHBS for 2019. Meanwhile, in 2016, the achievement of households practicing PHBS in West Java was only 52.5% and was still far from the target that had been set. The results of a survey conducted by students of the 45th class of the Nursing profession in the RW 10 area of Ciwalen Subdistrict showed that the implementation of clean and healthy living behavior was still low, such as having unhealthy living habits, lack of physical activity, having a smoking habit and throwing rubbish into the river. The aim of this activity is to hope that the people of RW 10 Ciwalen Village will have the knowledge and ability to implement household PHBS. This community empowerment activity was attended by 35 residents of RW 10. This implementation was carried out on September 9 and 10 2023. The results of the activity showed that the average knowledge value before the activity was carried out was 51 and after it was carried out it was 69. The conclusion is that there was an increase in community knowledge by 18 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 10 community with support from the Ciwalen sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end people can implement clean and healthy living habits independently. Keywords: Community, Empowerment, Clean And Healthy Living Behavior.
Co-Authors -, Witdiawati Aat, Aat Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Aisyah Istiqomah Akmal Sybromiilsy Akmal Sybromillsy Amira, Iceu Andini, Wilda Ardini S. Raksanagara, Ardini S. Arisandi, Toni Bakar, Shabila Fasa Noor Desy Indra Yani Dinan, Nur Azmina Ema Arum R. Ermiati Ermiati Evi Novianti Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Gusgus Graha Ramdhanie Hartiah Haroen Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Hutomo, Wahyuni MP Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Juniarti, Neti Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lia Yulianti Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Maharani, Glena Dwi Mardiah, Ai Maria komariah Miftah Hudatul Umam Mulya, Adelse Prima Mulyani, Airin Rizki Muryati . Muryati Muryati Muryati Muryati Nina Sumarni Nina Sumarni Nita Arisanti Noor, Rohmahalia M Nugraha, Purnajati Nur Fazriah, Diva Lutfia Nur'aeni, Aan Nurjanah, Lilis Siti Nursiswati Nursiswati Nurussakinah, Nurussakinah Putra, Muhammad Alfi Mahardika Rahma, Syifa Imaniar Rai Nurussakinah Ramdhanie, Gusgus Gharaha Riani Pebrianti Rida Siti Toyibah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmalia M Noor Rukman Rukman Rukman Rukman Santi Mulyani Senvi Fatnamartiana Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Sheizi Prista Sari Siti Fauziah Sri Hartati Pratiwi Suhenda, Dadang Suzana Mediani, Henny Tetti Solehati Theresia Eriyani TRI SUTRISNO Tsuroyya, Kareniva Udin Rosidin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Uu Sunarya Wahyu Gunawan Wicaksono, Erdi Ramdhan Tri Winyarti, Angela Sri Melani Witdia wati Witdiawati Witdiawati W Witdiawati W Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yati Tursini Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin Zaenal Muttaqin