Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EVALUASI HUBUNGAN KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI BALI BERDASARKAN LAMA WAKTU PENYIMPANAN DI SUHU RUANG (25–27°C) Aldo Faisol, Muhammad Mahroma; Sholikah, Nisa'us; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi Bali merupakan salah satu plasma nutfah lokal yang berperan penting dalam program inseminasi buatan, sehingga kualitas semen segar perlu dijaga sejak penampungan hingga pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan semen segar pada suhu ruang (25–27°C) terhadap kualitas spermatozoa Sapi Bali. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Reproduksi Balai Ruminansia Besar Grati, Pasuruan, dengan menggunakan semen pejantan Sapi Bali umur ±4 tahun yang memiliki motilitas awal minimal 70%. Sampel semen ditampung dengan vagina buatan, kemudian dievaluasi pada waktu penyimpanan 0, 15, 30, dan 45 menit. Variabel yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa, yang dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berhubungan negatif dengan motilitas (r=-0,544; R²=30%) dan viabilitas (r=-0,622; R²=39%), sedangkan abnormalitas menunjukkan korelasi positif lemah dan tidak signifikan (r=0,224; R²=5%). Disimpulkan bahwa penyimpanan semen segar pada suhu ruang menurunkan kualitas, terutama motilitas dan viabilitas, sehingga implikasinya semen segar sebaiknya segera digunakan atau diproses dalam waktu kurang dari 30 menit setelah penampungan untuk menjaga efektivitas reproduksi.Kata Kunci : Sapi Bali, semen segar, penyimpanan, motilitas, viabilitas, abnormalitas
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AMMO-TECH MESIN PEMBUAT ANTISEPTIK TEAT DIPPING BERBAHAN DASAR DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP TINGKAT KEJADIAN MASTITIS SAPI FH Absor, Munas Ulil; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian dekok daun kelor sebagai teat dipping terhadap tingkat kejadian mastitis subklinis sapi FH. Materi penelitian yang digunakan sapi laktasi bangsa FH sebanyak 16 ekor bulan laktasi 3-5, periode laktasi 1 yang terindikasi mastitis subklinis. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan teat dipping perlakuan kontrol (P0) povidone iodine 1% dan perlakuan dekok daun kelor konsentrasi 15%, 30%, dan 45% (masing-masing P1, P2, P3). Hasil penelitian pemberian dekok daun kelor membuktikan bahwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap skor mastitis subklinis dengan uji CMT dan uji WST. Rataan skor mastitis subklinis dengan uji CMT berturut-turut adalah P0 = 1,25, P1 = 1,13, P2 = 1,19, P3 = 1,06. Sedangkan rata-rata skor mastitis subklinis dengan uji WST P0 = 1,13, P1 = 1,13, P2 = 1,19, P3 = 1,06. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian dekok daun kelor untuk antiseptik teat dipping adalah konsentrasi 15%, 30% dan 45%. Kata Kunci : Daun kelor, Mastitis subklinis, Teat dipping, California Mastitis Test, Whiteside Test
HUBUNGAN ANTARA LAMA WAKTU PENYIMPANAN DENGAN KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI BALI PADA SUHU 37°C–38°C Novanda, M. Rizky Fajar; Sholikah, Nisa'us; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lama penyimpanan semen segar sapi Bali pada suhu fisiologis 37–38°C terhadap kualitas spermatozoa, meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas. Penelitian dilakukan pada 2–22 Juli 2025 di BRMP Grati, Pasuruan, Jawa Timur, menggunakan semen segar dari satu ekor sapi Bali pejantan berumur empat tahun dengan motilitas minimal 70% dan konsistensi normal. Perlakuan terdiri atas empat kelompok waktu penyimpanan, yaitu 0 menit (kontrol), 15 menit, 30 menit, dan 45 menit, dengan parameter yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, serta abnormalitas spermatozoa. Analisis korelasi dan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa lama penyimpanan berhubungan negatif dengan motilitas individu (r = -0,326; r² = 0,11; P>0,05) dan viabilitas (r = -0,507; r² = 0,26; P<0,05), serta berhubungan positif dengan abnormalitas (r = 0,197; r² = 0,04; P>0,05). Viabilitas terbukti menjadi parameter paling sensitif dengan penurunan rata-rata 0,1592% per menit penyimpanan, sedangkan motilitas dan abnormalitas relatif lebih stabil hingga 45 menit. Disimpulkan bahwa penyimpanan semen segar pada suhu fisiologis berpengaruh signifikan terhadap viabilitas, namun tidak terhadap motilitas maupun abnormalitas. Kata Kunci : Sapi Bali, Semen segar, Lama penyimpanan, Kualitas spermatozoa
Pengolahan Susu Sapi menjadi Susu Pasteurisasi untuk Meningkatkan Nilai Susu dan Daya Jual Sholikah, Nisa'us; Mufid, Ahmad Abdul; Bachrul, Andika Septian; Hidayat, Tony Rachmad; Yoga, Yulian
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i1.10448

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang bernilai gizi tinggi yang diperoleh dari hasil pemerahan hewan seperti sapi, Kerbau, Kuda, Kambing dan Unta.Susu sapi mudah rusak bila penanganannya kurang baik, Sehingga mempunyai masa simpan relatif singkat.Di Dusun Sumber Wangi Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang merupakan desa yang terletak di Daerah Pegunungan, dimana terletak di Lereng Gunung Mujur yang memiliki potensi Hutan pinus dan Perkebunan Kopi dan memiliki banyak jenis rumput yang beraneka ragam. Di Desa ini memiliki banyak ternak sapi. Di Dusun Sumber Wangi Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang terdiri dari 36 KK sabagian warga bermata pencarian sebagai peternak sapi perah, dan sebagian bermata pencaharian sebagai petani. Dari sini kami melakukan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat tentang produksi susu dan bagaimana cara pengelolahan dan masa simpan susu secara alami. Kebanyakan masyarakat setempat belum tau tata cara pengelolahan susu secara benar. Masyarakat yang berternak sapi perah ada kendala kelebihan produksi susu  yang sebagian besar sudah disetorkan di KUD, sedangkan penyetoran susu di KUD dibatasi, untuk menangani sisa produksi susu  sapi, langkah yang paling tepat yaitu dengan mengawetkan susu sapimelalui proses pengolahan dan meningkatkan konsumsi susu olahan oleh masyarakat, salah satunya yaitu melalui proses Pasteurisasi susu.Berdasarkan hasil pengamatan, diduga dari 38 orang yang ikut serta dalam sosialisasi dan pelatihan dalam pembuatan susu pasteurisasi rasa coklat dan stroberi banyak yang suka susu pasteurisasi rasa coklat dari pada rasa stroberi. Diharapkan dari hasil kegiatan ini masyarakat mampu meningkatkan perekonomian melalui hasil olahan susu.
Pemanfaatan Rumput Odot sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia dengan High Nutrition Recommended Feed Sholikah, Nisa'us; Auliya, Wildan; Ismayasari, Desita; Bachrul, Andika Septian; Sari, Arrum Novita
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v2i2.10450

Abstract

Pakan ruminansia merupakan semua bahan pakan yang dapat dikonsumsi ternak, tidak menimbulkan suatu penyakit, dapat dicerna, dan mengandung zat nutrien yang dibutuhkan oleh ternak untuk keperluan hidup, reproduksi maupun proses perkembangan. Pakan dengan kualitas yang baik, memberikan efek terhadap ternak yaitu dapat meningkatkan produktivitas ternak. Rumput odot merupakan salah satu varian dari rumput gajah yang menjadi pakan favorit ternak ruminansia karena teksturnya yang lembut. Selain itu, kandungan nutrisinya juga mampu memenuhi kebutuhan ternak seperti sapi, kambing atau domba. Cara penanaman rumput odot sangat mudah dan sederhana. Metode yang kelompok kami gunakan yaitu dengan penyuluhan dan diskusi secara langsung mengenai bagaimana cara penanaman, perawatan, pemanenan dan pengolahan rumput odot. Rumput odot (Pennisetum purpureum cv.Mott) merupakan salah satu jenis rumput yang unggul dan memiliki produktivitas serta kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Rumput odot memiliki ukuran yang lebih kecil daripada jenis rumput gajah yang lainnya. Rumput odot dapat tumbuh di berbagai jenis tanah serta sangat responsif terhadap pemupukan. Produksi yang berlimpah dan kandungan nutrisi yang cukup tinggi di banding jenis rumput gajah yang lainnya membuat rumput odot berpotensi untuk dijadikan pakan ternak dalam berbagai bentuk, seperti silase.
Scale up kreativitas siswa sekolah dasar dengan edukasi pembuatan ecoprint Sholikah, Nisa'us; Dyatmika, Nadya; Wardah, Ma’unah Widya; Nata, Wishnu Sajiwa; Riswanda, Diana
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i3.20637

Abstract

Pengembangan kreativitas pada anak merupakan aspek penting dalam era saat ini, salah satu cara mengembangkannya adalah dengan memberikan pelatian mengenai ecoprine. Ecoprint adalah salah satu teknik mewarnai kain yang melibatkan kontak langsung dengan cara mencetak. Istilah ecoprint terdiri dari eco yang merujuk pada arti alam sementara print yng mengaku pada proses mencetak. Dalam membuat ecoprint menggunakan proses yang sederhana dan mudah dilakukan dimana tidak perlu menggunakan mesin dan ramah akan lingkungan. Teknik pewarnaan ecoprint melibatkan pemakaian bahan-bahan alami misalnya daun, bunga, dan kulit kayu yang memiliki kandungan pewarna alami. Bahan – bahan tersebut digunakan sebagai pengganti cap atau cetakan seperti batik tulis tradisional yamg dapt dilakukn dengn berbgi teknik. Metode pelaksanan ini menggunakan metetode persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Tujuan dari pembuatan kerajinan eco print adalah meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak. Hasil dari kegitan ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi siswa sekolah dasar dan berdampak bagi lingkungan sekitar yang berupa tumbuhan yang dijadikan sebuah produk yang bernilai ekonomis.
ANALISIS KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA INDUK DAN DARA SAPI PFH YANG DI IB DENGAN SEMEN BEKU SEXING Mujahidin, Ahmad Alfian; Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) semen beku sexing pada sapi induk dan dara PFH yang ditinjau dari aspek NRR 1, S/C, dan CR. Penelitian semen beku sexing ini dilakukan pada tanggal 25 Januari 2023 sampai dengan tanggal 02 April 2023, yang berlokasikan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Materi dalam penelitian ini menggunakan 16 ekor induk sapi PFH berumur 3 s/d 5 tahun, dan 12 ekor dara sapi PFH berumur 1,5 s/d 2 tahun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer penelitian ini diperoleh dengan melakukan survey ke peternak saat berlangsungnya proses IB. Data sekunder penelitian ini diperoleh dari Koperasi Susu SAE Pujon Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Hasil penelitian NRR yang diperoleh pada sapi induk dalam 21 hari pertama mempunyai nilai 81,25%, dan sapi dara mempunyai nilai 91,66%, hasil S/C pada penelitian ini mempunyai nilai yang rendah yaitu pada sapi induk sebesar 1,45, dan pada sapi dara sebesar 1,09, Hasil CR yang terdapat dalam penelitian ini mempunyai nilai CR pada sapi induk sebesar 87,5% dan pada sapi dara sebesar 91,6%. Penelitian ini 80% baik karena ditinjau dari evaluasi keberhasilan IB yaitu NRR, S/C, dan CR mempunyai rata-rata nilai yang baik dan bunting serta dapat diketahui bahwa sapi dara mempunyai nilai yang lebih baik dari pada induk.Kata kunci : Keberhasilan, Semen Beku Sexing, Sapi PFH.
Hubungan antara Tingkah Laku Seksual dengan Produksi Spermatozoa Sapi Brahman Sholikah, Nisa'us; Sutomo, Aris; Widiasmoro, Ndaru Pranowo; Wahjuningsih, Sri; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Kuswati, Kuswati; Susilawati, Trinil
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12036

Abstract

ABSTRAK. Pejantan untuk program inseminasi buatan adalah pejantan unggul yang diseleksi berdasarkan libido dan produksi spermatozoa. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa sapi Brahman. Materi penelitian adalah 3 pejantan sapi Brahman yang ditampung menggunakan vagina buatan. Metode penelitian adalah observasional dengan mengamati waktu reaksi dan lama ejakulasi. Observasi laboratorium dengan mengamati volume, konsentrasi, dan motilitas individu untuk menghitung total spermatozoa (TS) dan total spermatozoa motil (TSM). Pengamatan dilakukan sebanyak 10 ulangan. Data dianalisa secara deskriptif serta hubungan antara tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa dihitung dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi tingkah laku seksual dan produksi spermatozoa pada sapi Brahman. Individu Cipta mempunyai waktu reaksi dan lama ejakulasi paling singkat serta produksi spermatozoa paling rendah. Hubungan signifikan antara waktu reaksi dengan TS serta TSM pada individu Bizzyard dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 14 % dan 20%. Hubungan sangat signifikan antara lama ejakulasi dengan TS serta TSM pada individu Cipta dengan R2 sebesar 46% dan 58%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkah laku seksual dengan produksi spermatozoa pada sapi Brahman, dengan koefisien korelasi (r) tertinggi sebesar 0,72 dan R2 sebesar 58% antara lama ejakulasi dan total spermatozoa motil pada individu Cipta.(The relationship between sexual behavior and semen production in Brahman bulls)ABSTRACT. Bulls for artificial insemination must be selected based on libido and sperm production. The study aimed to analyze the relationship between sexual behavior with sperm production on Brahman bulls. The material was 3 Brahman bulls collected using artificial vagina. The method was observational by observing reaction time and ejaculation duration. Laboratory observations by observing volume, concentration, and motility to calculate total sperm (TS) and total motile sperm counts (TMSC). Observations were replicated 10 times. The data were analyzed descriptively, the relationship between behavior and sperm production was examined using Pearson correlation. The results showed that there were variations in sexual behavior and sperm production in each bull. Cipta have the shortest reaction time and ejaculation duration and the lowest sperm production. A significant relationship between reaction time and TS and TMSC in Bizzyard with coefficient of determination (R2) of 14% and 20%. A very significant between ejaculation duration with TS and TMSC in Cipta with R2 of 46% and 58%. In conclusion, there was a relationship between sexual behavior and sperm production in Brahman bulls, with the highest correlation coefficient (r) of 0.72 and R2 of 58% between ejaculation duration and the total motile sperm counts in Cipta.
PEFORMA PRODUKSI BROILER DENGAN PENYEMPROTAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS PADA LITTER Hakim, Mohammad Akbar; Wadjdi, Farid; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas produksi ayam broiler sangat dipengaruhi oleh hasil yang baik dan juga dengan penerapan dari pengaruh aplikasi Lactobacillus salivarius melalui spray pada litter terhadap performa ayam broiler, yang meliputi bobot badan akhir, mortalitas, dan indeks performa. Penelitian dilaksanakan selama 19 hari menggunakan 94 ekor ayam broiler strain MB202, yang dibagi menjadi dua perlakuan: P0 (tanpa spray probiotik) dan P1 (dengan spray L. salivarius pada litter). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam pada perlakuan P1 memiliki bobot badan akhir lebih tinggi (2,31 kg) dibanding P0 (2,14 kg), nilai FCR lebih efisien pada kandang P1 (1,473) dan P0 (1,568), dan indeks performa lebih tinggi pada kandang P1(455,8) dan P0 (413,4). Namun, tingkat mortalitas pada P1 (8,51%) lebih tinggi dibandingkan P0 (0%), yang diduga disebabkan oleh kondisi suhu dan kelembapan lingkungan yang tidak stabil. Secara keseluruhan, aplikasi Lactobacillus salivarius pada litter berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ayam broiler, meskipun perlu pengendalian lingkungan yang lebih optimal untuk menekan angka kematian. Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, ayam broiler, litter, bobot badan, Haugh Unit Telur, FCR, indeks performa.
APLIKASI EKSTRAK DAUN KELOR SEBAGAI ANTISEPTIK ALAMI UNTUK MENCEGAH KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS SAPI PERAH Nurrosyid, Ahmad Hakim; Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mastitis merupakan penyakit radang ambing yang terjadi pada sapi atau kambing perah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi sel-sel pada kelenjar ambing sapi. Perlakuan teat dipping pada puting sapi perah saat sebelum dan sesudah pemerahan dapat membantu dalam mencegah ternak terserang mastitis subklinis, sehingga mencegah terjadinya penurunan jumlah produksi susu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi efek penggunaan ekstrak daun Kelor sebagai antiseptik terhadap jumlah tingkat kejadian mastitis dan produksi susu sapi perah. Penelitian ini menggunakan 16 ekor sapi perah, yang dibagi ke dalam 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya adalah P0: menggunakan iodine, P1: menggunakan ekstrak daun Kelor 2%, P2: menggunakan ekstrak daun Kelor konsentrasi 4%, P3: menggunakan ekstrak daun Kelor konsentrasi 6%. Variabel dari penelitian ini adalah angka kejadian mastitis dan jumlah produksi susu sebelum dan sesudah dilakukannya teat dipping menggunakan ekstrak daun kelor. Ekstrak daun Kelor digunakan sebagai  cairan antiseptik saat proses teat dipping setelah proses pemerahan. Metode yang digunakan adalah metode esperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak Daun Kelor sebagai cairan antiseptic tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap produksi susu susu sapi. Nilai rata-rata produksi susu adalah: P0 : 10,9L, P1 : 9,15L, P2 : 10,6L, dan P3 : 10L. Penggunaan ekstrak Daun Kelor sebagai cairan antiseptik tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap Tingkat kejadian mastitis sapi perah. Nilai rata-rata Tingkat kejadian mastitis adalah: P0: 1; P1: 1,2; P2: 1,2; dan P3: 0,8. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak daun Kelor dapat digunakan sebagai antiseptik saat teat dipping setelah pemerahan untuk mencegah mastitis pada ternak. Kata Kunci : Antiseptik, Daun Kelor, Produksi Susu Sapi, Mastitis, Teat Dipping. APPLICATION OF MORINGA LEAF EXTRACT AS A NATURAL ANTISEPTIC TO PREVENT SUBCLINICAL MASTITIS IN DAIRY COWS AbstractMastitis is an inflammatory disease of the udder that occurs in dairy cows or goats. This disease is caused by a bacterial infection that attacks the glandular cells in the cow's udder. Teat dipping treatment in dairy cows before and after milking can help prevent livestock from being attacked by subclinical mastitis, thereby preventing a decrease in milk production. The purpose of this study was to evaluate the effect of using moringa leaf extract as an antiseptic on the number of mastitis incidents and milk production of dairy cows. This study used 16 dairy cows, which were divided into 4 treatments with 4 replications. The treatments were P0: using iodine, P1: using 2% moringa leaf extract, P2: using 4% concentration of moringa leaf extract, P3: using 6% concentration of moringa leaf extract. The variables of this study were the incidence of mastitis and the amount of milk production before and after teat dipping using moringa leaf extract. Moringa leaf extract was used as an antiseptic liquid during the teat dipping process after the milking process. The method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD).  The research data were then analyzed using ANOVA (Analysis of Variance). The results of this study are the use of Moringa Leaf extract as an antiseptic liquid is not significantly different (P>0.05) on cow's milk production. The average value of milk production is: P0: 10.9L, P1: 9.15L, P2: 10.6L, P3: 10L. The use of Moringa Leaf extract as an antiseptic liquid is not significantly different (P>0.05) on the incidence rate of mastitis in dairy cows. The average value of the incidence rate of mastitis is: P0: 1; P1: 1,2; P2: 1,2; P3: 0,8. The conclusion of this study is the use of Moringa Leaf extract can be used as an antiseptic during teat dipping after milking to prevent mastitis in livestock. Keywords: Antiseptic, Moringa Leaf,  Cow Milk Production, Mastits, Teat Dipping.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Rani Absor, Munas Ulil Afifuddin Afifuddin Afifuddin Afifuddin Afifuddin, Afifuddin Ahmad Abdul Mufid Akbarina, Febria Syahri Aldo Faisol, Muhammad Mahroma Alwin Fitroh Yovananta Andika Septian Bachrul Anies Fuady Aris Sutomo Arrum Novita Sari Audrey Erlianti Aulia Puspita Anugra Yekti Auliya, Wildan Azka Rizky Rahimah Bachrul, Andika Septian Chabiburrochman, M. Mas'ud Daniel Happy Putra Dedi Suryanto Deny Sulistyowati Desita Ismayasari Devanti, Adelita Dyah Lestari Yulianti Dyatmika, Nadya El Makki, Ahmad Minatullah Fauzi, Robby Andi Fikri Reynaldi, Althof Fuady, Anies Hakim, Mohammad Akbar Hidayat, Tony Rachmad Ika Nuriyanti Inggit Kentjonowaty Inggit, Inggit Kentjonowaty Iqbal Wahid Muzadi Ismayasari, Desita Ita Suhermin Ingsih Kartiko, Chandra Hendro Kholili Hak, Muhammad Rifqi Kuswati Kuswati M. Farid Wajdi Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Margianto Margianto Margianto Margianto Moh Zulfikar Anwar Mufid, Ahmad Abdul MUHAMMAD AGUS SALIM Mujahidin, Ahmad Alfian Nata, Wishnu Sajiwa Ndaru Pranowo Widiasmoro Novanda, M. Rizky Fajar Nuriyanti, Ika Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Isnaini Oktavia Rahayu Puspitarini Pradana, Afikurnia Pradivta Jemy Nur Rahmatullah Prasetya Gusti Samiaji Rachman, Hafidh Nur Rahma Putri Saharani Rini Rahayu Kurniati Riswanda, Diana Rita Dewi Antika Rizal Ilmi Rahmatulloh Sari, Arrum Novita Setiawan, Era Dwi Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahjuningsih Sumartono Sumartono Sumartono Sutomo, Aris Sylvia Faradina Amandasari Arthaputri Tony Rachmad Hidayat Trinil Susilawati Usman Ali Wadjdi, Farid Wardah, Ma’unah Widya Warsito Warsito Warsito Warsito Widiasmoro, Ndaru Pranowo Wildan Auliya Yoga, Yulian Yuli Arif Tribudi Yulian Yoga