Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS PARUMPANAI KABUPATEN LUWU TIMUR TAHUN 2024 Stevi Yanti Nopita Sari; Uly, Nilawati; Al-Maidin, Achmad R.Mutaqien; ZAMLI, ZAMLI
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1536

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang merupakan penyebab utama kesehatan yang buruk dan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, TB merupakan penyebab utama kematian dari agent infeksi tunggal dengan peringkat di atas HIV/AIDS. TB disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis, yang menyebar ketika orang yang sakit TB mengeluarkan bakteri ke udara, misalnya dengan batuk. Ini biasanya mempengaruhi paru-paru (TB paru) tetapi juga dapat mempengaruhi organ tubuh lain (TB Ekstra Paru). Sekitar seperempat populasi dunia terinfeksi M. tuberculosis dan dengan demikian berisiko terkena penyakit TB. Tujuan Penelitian: Faktor Yang Berpengaruhi Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Parumpanai Kabupaten Luwu Timur. Penelitian: Responden penelitian yaitu pasien TB Paru dan pasien suspek berjumlah 51 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian analitik korelasi menggunakan rancangan cross sectional dan uji korelasi spearman’s rho menggunakan SPSS 26 for windows. Hasil dan Kesmipulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh status gizi p value = 0,610 > 0,05, tidak terdapat pengaruh income p value = 0,285 > 0,05, Ada pengaruh hygiene rumah dengan dimana nilai p value = 0,003 < 0,05 dengan nilai korelasi sedang, ada pengaruh kebiasaan merokok dengan kejadian TB paru di dimana nilai p value = 0,001 < 0,05 dengan nilai korelasi sedang, serta ada pengaruh riwayat kontak dengan kejadian TB Paru dimana nilai p value = 0,017 < 0,05 dengan nilai korelasi sedang. Saran: masyarakat lebih memperhatikan kesehatannya dengan menjaga asupan gizi, serta pihak terkait mengedukasi masyarakat akan bahaya merokok serta menjaga sanitasi lingkungan.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Cegah Stunting Melalui Peningkatan Gizi dan Sanitasi di Kelurahan Pontap Fadli; Uly, Nilawati; Hertiana
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Dedication (IJCD)
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/community.v6i1.1521

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Memberikan pelatihan tentang stunting akan membantu meningkatkan pemahaman kepada kader kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting. Kader merupakan bagian terdekat dengan masyarakat memiliki peran penting sebagai agen perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga dapat menurunkan prevalensi stunting. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan kader kesehatan dalam peningkatan gizi dan sanitasi di Kelurahan Pontap. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dua langkah, yakni sosialisasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan kader dalam pengelolaan dan perawatan anak stunting, pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengelola model edukasi yaitu modul edukasi dalam pelaksanaan penyuluhan yang aktif dan kreatif termasuk perencanaan kegiatan penyuluhan, serta peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung program posyandu. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan peserta setelah pelatihan kesehatan tentang materi pentingnya peningkatan gizi dan sanitasi dalam pencegahan stunting serta materi tentang pemanfaatan modul dalam cegah stunting terdapat perbedaan dimana pengetahuan yang baik sebelum pelatihan sebanyak 4 peserta yang berpengetahuan baik dan meningkat setelah pelatihan serta pendampingan langsung oleh pelaksana sebanyak 14 peserta berpengetahuan baik.
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Petugas Promosi Kesehatan di Puskesmas Kota Palopo Uly, Evawati; Uly, Nilawati
Mega Buana Journal of Public Health Vol. 2 No. 1 (2023): Mega Buana Journal of Public Health
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/jdajb226

Abstract

Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja petugas promosi kesehatan di Puskesmas Kota Palopo. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan crosssectional dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas promkes di Puskesmas Kota Palopo sebanyak 24 orang. Selain itu penarikan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh. Berdasarkan uji fisher’s excat test diperoleh hasil penelitian yaitu p=0,013. Sehingga disimpulkan terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja tenaga kesehatan, demikian maka hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh motivasi terhadap kinerja petugas promosi kesehatan di Puskesmas Kota Palopo.
Pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja: A literature review Arparitna, Ketut Yudi; Uly, Nilawati; Alim, Andi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1668

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) is a crucial skill for managing emergencies such as sudden cardiac arrest. BLS, initiated in adolescence, is believed to improve individual and community preparedness in responding to emergencies. However, the effectiveness of various training methods remains debated. Purpose: To examine the effectiveness of BLS education and training in improving adolescent knowledge and skills. Method: This literature review examined 19 articles published between 2012 and 2025. Articles were obtained from Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar. Data were analyzed descriptively and qualitatively based on intervention methods, learning outcomes, and the sustainability and limitations of BLS training. Results: Lectures and simulations were effective in improving student knowledge and skills. Innovative approaches, such as audiovisual media, flipped classrooms, and virtual reality, also demonstrated positive results, particularly in psychomotor and affective aspects. However, skill retention tends to decline 3–6 months post-training if there is no further reinforcement. General limitations of the study include a narrow sample size, lack of long-term evaluation, and limited practical tools. Conclusion: Basic Life Support (BLS) education and training have proven effective, but its success is greatly influenced by program sustainability, infrastructure support, and active participant engagement. Curriculum integration, regular retraining, and further research with longitudinal designs are needed to ensure the long-term impact of BLS training on adolescents.   Keywords: Adolescents; Basic Life Support (BLS); Education and Training; Knowledge; Skills.   Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. BHD yang dimulai sejak usia remaja, diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja. Metode: Penelitian tinjauan literatur terhadap 19 literatur yang diterbitkan antara tahun 2012-2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, directory of open access journals (DOAJ), dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif, seperti media audiovisual, flipped classroom, dan virtual reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Simpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.   Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pendidikan dan Pelatihan; Pengetahuan; Remaja.
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian pada Puskesmas Tomata dan Puskesmas Beteleme Darmayadi Danduru; Nilawati Uly; Sudirman Sanuddin; Ridwan Amiruddin
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.228

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari mutu layanan kesehatan primer yang tidak hanya berfokus pada penyediaan obat, tetapi juga pada kualitas interaksi tenaga farmasi dengan pasien. Namun, masih ditemukan keluhan terkait keterlambatan pelayanan, keterbatasan obat, serta kurangnya informasi obat, termasuk di Kabupaten Morowali Utara pada Puskesmas Tomata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di kedua puskesmas tersebut berdasarkan lima dimensi SERVQUAL. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional komparatif dengan pendekatan mix method. Sampel penelitian adalah pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kefarmasian, dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 110 responden (54 di Puskesmas Tomata dan 56 di Puskesmas Beteleme). Data dikumpulkan melalui kuesioner SERVQUAL dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL di Puskesmas Tomata memiliki gap positif, menandakan pasien sangat puas, sedangkan di Puskesmas Beteleme ditemukan gap negatif pada dimensi tangible dan reliability terkait ketersediaan obat dan fasilitas fisik. Analisis bivariat memperlihatkan semua dimensi SERVQUAL berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p < 0.05). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy secara simultan memengaruhi kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tomata telah memenuhi harapan pasien, sementara di Puskesmas Beteleme perlu perbaikan pada aspek fisik dan manajemen obat.
Pengaruh Teknik Modified Bass terhadap Indeks Plak O’Leary pada Santriwati Pondok Pesantren Ria Febriany Darfis; Nilawati Uly; Sudirman Sanuddin; Ridwan Amiruddin
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.266

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada remaja pesantren masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang ditandai dengan tingginya akumulasi plak gigi. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah penerapan teknik menyikat gigi yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi teknik menyikat gigi Modified Bass terhadap penurunan Indeks Plak O’Leary pada santriwati. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest kelompok kontrol, melibatkan 54 santriwati yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Pengukuran indeks plak dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama dua minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan two-way repeated measures ANOVA dengan batas kemaknaan p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan penurunan Indeks Plak O’Leary yang signifikan pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa edukasi teknik Modified Bass terbukti efektif dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut santriwati.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Siswa SMAN 7 Luwu Timur Tahun 2021: Relationship between Knowledge and Attitude with Covid-19 Prevention Measures for Students of SMAN 7 East Luwu in 2021 Nilawati Uly; Resty Ryadinency; Izhak; Zamli; Sinta Hikma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2683

Abstract

Latar Belakang: Virus corona atau covid-19 muncul pertama kali di Wuhan 2019 yang merupakan ibu kota Provinsi Hubei, China. Virus corona diidentifikasi memiliki homolog dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERSCoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat Pengetahuan tentang pencegahan penyakit covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit covid-19 yang terlalu cepat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan rumus lemeshow dengan teknik stratified proportional sampling, didapatkan 163 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan computer program Microsoft Exel dan program statistik SPSS versi 20. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi freskuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,003) dan hubungan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,019). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021
Hubungan Sanitasi Lingkungan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021: Relationship between Family Environmental Sanitation and Stunting Incidents in Toddlers in Pararra Village, Sabbang District in 2021 Resty Ryadinency; Izhak; Uly, Nilawati; Zamli; Rahma Ayu Kinanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2684

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi balita yang memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.Adapun penyebab stunting secara langsung yaitu asupan nutrisi yang tidak memadai dan penyakit infeksi dan penyebab stunting secara tidak langsung yaitu berasal dari faktor ketahanan pangan keluarga, pola asuh, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan yang tidak memadai mencakup air dan sanitasi lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian Stunting pada balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini keluarga yang memiliki balita stuntingdi Desa Pararra Kecamatan Sabbang yang berjumlah 56 balita. Data disajikan dalam Statistical Packageof Science (SPSS) dengan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,026 yang berarti < 0,05 artinya ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita, Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,010 berarti ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita, diperoleh nilai p = 0,001 berarti artinya ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita.
Hubungan Motivasi Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Palopo: The Relationship between Family Motivation and Compliance with Medication in Patients with Mental Disorders in the Working Area of the North Wara Health Center UPT, Palopo City Nilawati Uly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4322

Abstract

Latar belakang: Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cenderung mengalami kekambuhan dikarenakan tidak teraturnya meminum obat. Kepatuhan adalah sikap minum obat sesuai dengan jadwal dan dosis yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.Lengkap bila obat habis dalam jangka waktu tertentu dan tidak lengkap bila obat habis tanpa batas waktu.Keberhasilan pengobatan pasien, terutama pengobatan pasien, sia-sia jika tidak didukung oleh dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Motivasi Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo Tahun 2023. Metode: Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota keluarga yang memiliki keluarga gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Palopo sebanyak 39 Pasien gangguan jiwa dan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 28 orang yang menjadi sampel. Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan dari hasil Uji statistic menggunakan Uji Chi-square menunjukkan bahwa, Nilai p = 0,000% <?= 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan motivasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa, ada hubungan motivasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Kota Palopo.
EFEKTIVITAS INTERVENSI PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA KETERAMPILAN MENYIKAT GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR: STUDI QUASI-EXPERIMENTAL DENGAN KELOMPOK KONTROL: The Effectiveness of a Snakes and Ladders Game Intervention on Improving Oral and Dental Health Knowledge and Toothbrushing Skills Among Elementary School Students: A Quasi-Experimental Study with a Control Group Bulu’, Ra’idah; Uly, Nilawati; Ishaq Iskandar, Muh.; Zamli; Fadli
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.909

Abstract

Background: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi berkontribusi terhadap tingginya kejadian karies pada anak. Pemilihan metode edukasi yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak diperlukan untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Bara, Kota Palopo. Methods: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 25 siswa kelompok intervensi (SDN 50 Bulu Datu) dan 25 siswa kelompok kontrol (SDIT Al Basirah). Variabel independen adalah intervensi permainan ular tangga yang dimodifikasi dengan muatan edukasi kesehatan gigi dan mulut, sedangkan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk analisis dalam kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk perbandingan antar kelompok dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Results: Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan median skor pengetahuan dari sebelum intervensi menjadi setelah intervensi, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = –6,079 dan p < 0,001. Peningkatan keterampilan menyikat gigi juga signifikan dengan nilai Z = –5,624 dan p < 0,001. Analisis perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol baik pada variabel pengetahuan (Z = –7,474; p < 0,001) maupun keterampilan (Z = –7,458; p < 0,001). Conclusion: Intervensi permainan ular tangga secara signifikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai media edukasi promotif-preventif dalam praktik keperawatan komunitas dan kesehatan sekolah