Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja: Tinjauan Literatur Ketut Yudi Arparitna; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.143

Abstract

Latar belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. Pendidikan BHD yang dimulai sejak usia remaja diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode pendidikan dan pelatihan BHD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah menengah atas (SMA), serta mengevaluasi tantangan dan keberlanjutan hasil pelatihan tersebut. Metode: Kajian dilakukan melalui tinjauan literatur terhadap 40 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif seperti media audiovisual, flipped classroom, dan Virtual Reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Kesimpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.
Stigma, Layanan, Dan Intervensi HIV: Kajian Literature Review Terhadap Tantangan Dan Strategi Global Bidasari Jamil; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.174

Abstract

Penanggulangan HIV/AIDS di tingkat global masih menghadapi tantangan serius, terutama berkaitan dengan stigma, ketimpangan akses layanan, dan rendahnya sensitivitas layanan terhadap dinamika sosial-budaya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah yang relevan mengenai stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), efektivitas intervensi berbasis komunitas, hambatan akses layanan, aspek psikososial, serta dimensi etika dan profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 38 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, yang diperoleh dari jurnal terindeks internasional seperti PLoS ONE, BMC Public Health, dan Global Public Health. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma internal, eksternal, dan terinternalisasi berperan besar dalam menurunkan keterlibatan ODHA dalam pengujian dan pengobatan, serta meningkatkan kerentanan psikologis. Intervensi berbasis komunitas, khususnya yang melibatkan Community Health Workers (CHWs), terbukti efektif dalam meningkatkan akses, keterlibatan, dan hasil psikososial pasien. Namun, hambatan akses tetap dominan di kalangan migran, kelompok transgender, dan masyarakat pedesaan akibat diskriminasi, hambatan struktural, serta faktor budaya. Selain itu, kesehatan mental ODHA sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan sosial yang sering kali belum optimal. Dalam hal etika dan profesionalisme, ditemukan adanya ketegangan antara prinsip kerahasiaan, hak pasien, dan norma lokal, yang menuntut perlunya pendekatan pelayanan berbasis hak asasi manusia dan refleksi etis yang kontekstual. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan intersektoral yang mencakup penguatan CHWs, pelatihan etika klinis, reformasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan dukungan psikososial dan keluarga sebagai strategi utama dalam meningkatkan efektivitas layanan HIV yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
ANALISIS KOMITMEN ORGANISASI DAN QUALITY OF WORK LIFE TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SORONG SELATAN TAHUN 2024 Sekundina Theresia Santi Ohoiwutun; Nilawati Uly; Sukri Palutturi; Achmad R Muttaqien Al-Maidin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5697

Abstract

Sumberdaya manusia merupakan salah satu modal yang berperan penting dalam keberhasilan sebuah organisasi. Kinerja merupakan pencapaian secara kualitas dan kuantitas seorang pegawai atas pekerjaanya sesuai dengan tanggungjawab yang di berikan oleh atasan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh Komitmen Organisasi dan Quality Of Work Life terhadap Kinerja Pegawai Negri yang bekerja pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negri Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan yang berjumlah 64 orang, namun menggunakan sampel Random sampling maka terpilih 20 responden yang menjadi sampel. Metode yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan, Quality Of Work Life berpengaruh terhadap Kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Selatan. Saran peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode kuantitatif guna mendapatkan hasil yang lebih mendalam terhadap variable yang di teliti.
Analisis Kepuasan Calon Pengantin Terhadap Edukasi Kesehatan Reproduksi di Puskesmas Bua Kabupaten Luwu 2024 Zamzam Zamzam; Nilawati Uly; Muh. Iskandar; Ridwan Thaha
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5729

Abstract

Di Indonesia permasalahan Kesehatan reproduksi dapat dipandang  dari beberapa indikator diantaranya angka perceraian, AKI dan AKB. Upaya yang dilaksanakan yaitu peningkatan kespro melalui Pendidikan Kesehatan. kepuasan adalah adalah cerminan penilaian pasien terhadap hasil dibandingkan dengan harapan mereka sebelum berpartisipasi dalam program. Jika kepuasan klien terhadap konseling pranikah baik, kemungkinan tercapainya tujuan konseling pranikah semakin besar. Jenis Penelitian adalah penelitian mix method kuantitatif dan kualitatif dengan desain dominant less dominan design. Dimana penelitian kuantitatif menjadi penelitian yang dominan atau utama sedangkan penelitian kualitatif menjadi penelitian tambahan menggunakan desain cross sectional study dengan Total sampel 42 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu  consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan angket atau kusioner . Analisis data kuantitatif berupa analisis deskriptif dan analisis servqual. Penelitian kualitatif dilakukan dengan FGD dan indepth interview. Berdasarkan Pertanyaan kuesioner servqual sebanyak 22, beberapa Catin yang memberikan penilaian kurang puas dan tidak puas. Berdasarkan penilaian gap, didpatkan gap antara persepsi  dan harapan. Pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di Puskesmas Bua masih kurang efektif karena belum adanya kebijakan ditingkat kabupaten dan standar kompetensi dan pelatihan bagi sumber daya pelaksana, serta tidak adanya evaluasi untuk catin setelah pelaksanaan konseling pranikah
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Covid-19 pada Siswa SMAN 7 Luwu Timur Tahun 2021: Relationship between Knowledge and Attitude with Covid-19 Prevention Measures for Students of SMAN 7 East Luwu in 2021 Nilawati Uly; Resty Ryadinency; Izhak; Zamli; Sinta Hikma
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2683

Abstract

Latar Belakang: Virus corona atau covid-19 muncul pertama kali di Wuhan 2019 yang merupakan ibu kota Provinsi Hubei, China. Virus corona diidentifikasi memiliki homolog dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERSCoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) Tindakan pencegahan dan mitigasi merupakan kunci penerapan di pelayanan kesehatan dan masyarakat Pengetahuan tentang pencegahan penyakit covid-19 merupakan hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan peningkatan jumlah kasus penyakit covid-19 yang terlalu cepat. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan rumus lemeshow dengan teknik stratified proportional sampling, didapatkan 163 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan computer program Microsoft Exel dan program statistik SPSS versi 20. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi freskuensi, analisis bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,003) dan hubungan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 (p=,019). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan covid-19 pada siswa SMAN 7 Luwu Timur tahun 2021
Hubungan Sanitasi Lingkungan Keluarga dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021: Relationship between Family Environmental Sanitation and Stunting Incidents in Toddlers in Pararra Village, Sabbang District in 2021 Resty Ryadinency; Izhak; Nilawati Uly; Zamli; Rahma Ayu Kinanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2684

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi balita yang memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.Adapun penyebab stunting secara langsung yaitu asupan nutrisi yang tidak memadai dan penyakit infeksi dan penyebab stunting secara tidak langsung yaitu berasal dari faktor ketahanan pangan keluarga, pola asuh, pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan yang tidak memadai mencakup air dan sanitasi lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian Stunting pada balita di Desa Pararra Kecamatan Sabbang Tahun 2021. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini keluarga yang memiliki balita stuntingdi Desa Pararra Kecamatan Sabbang yang berjumlah 56 balita. Data disajikan dalam Statistical Packageof Science (SPSS) dengan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,026 yang berarti < 0,05 artinya ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita, Hasil uji statistic diperoleh nilai p = 0,010 berarti ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita, diperoleh nilai p = 0,001 berarti artinya ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara komponen rumah dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara sarana sanitasi dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara perilaku lingkungan dengan kejadian stunting pada balita.
Hubungan Motivasi Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Palopo: The Relationship between Family Motivation and Compliance with Medication in Patients with Mental Disorders in the Working Area of the North Wara Health Center UPT, Palopo City Nilawati Uly
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4322

Abstract

Latar belakang: Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cenderung mengalami kekambuhan dikarenakan tidak teraturnya meminum obat. Kepatuhan adalah sikap minum obat sesuai dengan jadwal dan dosis yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.Lengkap bila obat habis dalam jangka waktu tertentu dan tidak lengkap bila obat habis tanpa batas waktu.Keberhasilan pengobatan pasien, terutama pengobatan pasien, sia-sia jika tidak didukung oleh dukungan keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan Motivasi Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo Tahun 2023. Metode: Penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota keluarga yang memiliki keluarga gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Palopo sebanyak 39 Pasien gangguan jiwa dan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 28 orang yang menjadi sampel. Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan dari hasil Uji statistic menggunakan Uji Chi-square menunjukkan bahwa, Nilai p = 0,000% <?= 0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan motivasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa, ada hubungan motivasi keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien orang dengan gangguan jiwa di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Wara Utara Kota Kota Palopo.
Relationship Between Satisfaction and Employee Performance at Scholoo Keyen Hospital in 2024 Yuliana Yulce Howay; Nilawati Uly; Achmad R. Muttaqien Al-Maidin; Zamli Zamli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.5849

Abstract

Introduction: Human resources (HRM), as the main organ of an organization, plays a critical role in achieving the organization's goals. The degree of patient satisfaction is influenced by how the hospital serves them. Objective: The goal of this study is to determine the relationship between staff satisfaction and performance at the Scholoo Keyen District General Hospital in Sorong South District. Method: Researchers gather data from a group of respondents using a type of survey research, a quantitative research method, to try to understand how a particular phenomenon can occur. Result: The results of research based on performance variables show that the performance category is less than 0 people (0%), adequate is 11 people (8,3%), and the good category is 121 people (91,7%). The satisfaction variable shows the category of less than 0 people (0%), 34 people (25,8%) in the fair category, and 98 people (74,2%) in the good category. The Kruskall-Wallis test results show variable satisfaction with employee performance, with a p-value of 0,000. Conclusion: According to the Kruskal-Wallis test, the p-value for satisfaction with employee performance was 0.000. p-valued 0,000 < 0,05 until Ho rejected If accepted, we can assert a relationship between employee satisfaction and performance in the RSUD Scholoo Keyen district of Sorong South.
Relationship Between Patient Satisfaction and Pharmaceutical Services at Scholoo Keyen Regional Hospital 2024 Ferida Battiling; Nilawati Uly; Achmad R. Muttaqien Al-Maidin; Zamli
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.5850

Abstract

Introduction: The quality of hospital pharmaceutical services must be maintained because it greatly influences patient satisfaction. Pharmaceutical service is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving definite results to improve the patient's quality of life. Patients will receive satisfaction from the quality of service provided by the hospital. Objective: The aim is to ascertain the correlation between the level of outpatient satisfaction and the quality of pharmaceutical services at the outpatient depot pharmacy installation at Scholoo Keyen Regional Hospital, South Sorong Regency, in 2024. Method: We conducted quantitative descriptive analytical research using a given questionnaire, and then we conducted interviews to supplement the qualitative data, deepening the field's findings and producing a comprehensive understanding of the studied phenomenon. Result: The satisfaction variable yielded the following results: 1 person (4%) expressed dissatisfaction, 91 expressed satisfaction (37%), and 154 expressed extreme satisfaction (62.6%). According to the reliability dimension, service quality was not important in category 0 (0%), important in category 11 (4.5%), and very important in category 235 (95.5%). Responsiveness: not important 0 (0%), important 9 people (3.7%), and very important 237 (96.3%). Assurance: not important 0 (0%), important 7 (2.8%), and very important 239 (97.2%). Empathy is not important at 0 (0%), important at 8 (3.3%), and very important at 238 (96.7%). Empathy is classified as tangible, not important at 0%, important at 20 (8.1%), and very important at 226 (91.9%). The Kruskall-Wallis test found that patients were satisfied with the services they received on all five dimensions: reliability (0.014), responsiveness (0.000), assurance (0.008), empathy (0.003), and tangible (0.009). Conclusion: According to the Kruskal-Wallis test, the p-value for satisfaction with employee performance was 0.000. p-valued 0,000 < 0,05 until Ho rejected If accepted, we can assert a relationship between employee satisfaction and performance in the RSUD Scholoo Keyen district of Sorong South.
Suplementasi Kalsium Dan Faktor Risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil (Tinjauan Literatur terhadap Intervensi Nutrisi dan Pendekatan Pencegahan) NIAR NIAR; Nilawati Uly; Andi Alim; Nur Anita; Nur Aisyah
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i2.260

Abstract

Hypertensive disorders during pregnancy remain a major cause of maternal and fetal morbidity and mortality worldwide. Nutritional interventions, particularly calcium supplementation, have been widely explored as preventive strategies to reduce the incidence of pregnancy related hypertension and preeclampsia. This review aimed to examine the scientific evidence regarding the effectiveness of calcium supplementation in lowering the risk of hypertension among pregnant women and to identify factors associated with the development of hypertensive disorders during pregnancy. A literature review design was employed by analyzing thirty seven national and international scientific publications issued between 2019 and 2025. Relevant studies were identified through searches of PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda databases, and the findings were synthesized using descriptive analysis. The review demonstrated that calcium supplementation, either administered alone or in combination with vitamin D, contributed to blood pressure reduction and prevention of preeclampsia. In addition, previous hypertension, obesity, maternal age, psychological stress, exposure to cigarette smoke, and excessive salt intake were identified as important contributing factors. Supportive non pharmacological interventions and continuous antenatal monitoring and education were also found to improve blood pressure management during pregnancy. The integration of nutritional and non pharmacological approaches may provide an effective strategy for preventing hypertensive disorders in pregnancy.