Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KASUS PERUNDUNGAN VERBAL SISWA PADA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI JENIS GENDER KURNIA SYAHIDA, DINDA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan verba merupakan perilaku berupa ancaman menggunakan perkataan kasar yang mempunyai makna negatif dan bisa menimbulkan penghinaan. Perilaku tersebut bisa dilakukan oleh gender laki-laki maupun perempuan dengan bertindak sebagai pelaku atau korban. Pelaku mengerti tentang perilaku perundungan verbal namun pada kenyataannya masih melakukannya kepada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perundungan verbal berdasarkan jenis gender, faktor penyebab perundungan verbal berdasarkan jenis gender, dampak dari perundungan verbal berdasarkan jenis gender, dan upaya penanganan yang dilakukan sekolah mengenai perundungan verbal berdasarkan jenis gender. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan rancangan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Benowo 1 Surabaya dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjeknya siswa kelas V pelaku,korban,dan guru wali kelas. Hasil penelitian ini adalah bentuk perundungan verbal gender laki-laki yaitu memanggil sesuai dengan fisik, menghina tugas teman, dan membentak teman saat berkelompok. gender perempuan yaitu menjuluki nama hewan, memanggil dengan nama orangtua, dan membentak teman karena kesal tidak menurutinya. Faktor penyebab perundungan verbal berdasarkan gender laki-laki dan perempuan berasal dari faktor teman sebaya dan faktor internal (individu) yang mempengaruhi kondisi pelaku melakukan kepada korban. Dampak yang ditimbulkan dari perundungan verbal berdasarkan gender laki-laki dan perempuan yaitu dampak psikis, dampak sosial, dan dampak akademik. Tingkatan sekolah dasar adalah usia yang sangat riskan akan perundungan verbal karena belum matangnya rasa empati dan simpati, sehingga upaya penyelesaian masalah yang dilakukan guru wali kelas yaitu tanpa membedakan jenis gender laki-laki dan perempuan dengan cara memberi nasehat, dan pemahaman akan bahayanya perundungan verbal. Kata Kunci: Perundungan verbal, Jenis gender, Sekolah dasar
TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI KORBAN PERUNDUNGAN VERBAL SISWA SEKOLAH DASAR ULTARI LISNANTI, ANISA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari penelitian yang telah dilaksanakan pada siswa SDN 1 Lakarsantri kelas 5, diperoleh permasalahan perundungan verbal antar teman sebayanya. Intensitas perundungan verbal yang diterima menyebabkan timbulnya pikiran yang irasional terhadap diri maupun teman-temannya. Pikiran yang irasional menyebabkan siswa mengalami kurang percaya diri sehingga kesulitan mengembangkan diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan percaya diri akibat perundungan verbal siswa kelas 5 SDN 1 Lakarsantri dengan menggunakan teknik cognitive restructuring. Penelitian menggunakan desain one group pre-test and post-test. Subjek penilitian berasal dari 3 siswa kelas 5 SDN 1 Lakarsantri yang berada di kategori rendah pada tingkat percaya diri akibat perundungan verbal. Untuk menganalisis data dalam penelitian menggunakan paired sample t-test, dengan pertimbangan data berdistribusi normal setelah dilakukan uji normalitas saphiro wilk dengan sig. 0,463 dan 1>0.05. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 37,33 dan rata-rata post-test sebesar 50 dengan perbedaan nilai rata-rata pretest dan post-test sebesar 12,67. Perhitungan data menggunakan paired sample t-test menghasilkan sig.(2tailed)=0,001 dengan batas kritis penelitian 0,05 maka 0,001<0,05 sehingga dapat diambil keputusan Ha diterima dengan melihat hasil perbedaan sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa ?Teknik cognitive restructuring dapat meningkatkan percaya diri pada korban perundungan verbal siswa sekolah dasar pada kelas 5 SDN Lakarsantri 1?. Kata Kunci: cognitive restructuring, percaya diri, perundungan verbal.
EXPRESSIVE WRITING UNTUK MENGELOLA EMOSI MARAH SISWA SD KORBAN PERUNDUNGAN VERBAL SITI AISYAH, SHINTA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Kelas V-B SDN Lidah Wetan II/462 Surabaya, diketahui 3 siswa yang kurag mampu dalam megelola emosi marah ketika mendapatkan perundungan verbal dari temannya berupa ejekan, julukan tidak pantas, perkataan tidak menyenangkan, celaan, dll. Hal ini didukung hasil wawancara dengan wali kelas dan assessment pada subjek perlakuan, diantaranya yaitu mudahnya tersulut emosi marah, kurang dapat mengendalikan emosi marah, ingin memukul dan mengajak berkelahi teman yang melakukan perundungan verbal terhadapnya. Kurangnya kemampuan dalam mengelola emosi marah yang diakibatkan oleh perundungan verbal dapat membuat siswa berada dalam bahaya fisik , psikologis dan sosial. Sehingga perlu dicegah dengan cara meningkatkan kemampuan mengelola emosi marah yang dimiliki, yaitu dengan teknik expressive writing. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengelola emosi marah siswa kelas V-B SDN Lidah Wetan II/462 dengan menggunakan teknik expressive writing. Berdasakan metodologi penelitian, penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Sedangkan berdasarkan jenis penelitiannya, termasuk dalam penelitian experimental. Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pre-test dan post-testd design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket mengelola emosi mara, subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas 5 dari SDN Lidah Wetan II yang berada dalam kategori ?rendah?. Data dalam penelitian ini diuji menggunakan Uji Uji Shapiro Wilk, sehingga diketahui bahwa data berdistribusi normal dengan sig. 0,637. Setelah diketahui bahwa data berdistribusi normal, kemudian data dianalisis dengan Uji Paired Sample T Test. Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai rata-rata pre-test 35,333 dan post-test 56,333, sehingga diketahui perbedaan nilai pre-test dan post-test yaitu 21,00. Hasil dari Uji Paired Sample T Test menunjukkan nilai sid. (2-Tailed) 0,001 dengan batas kritis penelitian 0,05, maka diketahui bahwa 0,001<0,05. Sehingga dapat diambil keputusan Ha ditolak dan Ho diterima dengan melihat hasil perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Sehingga dapat diambil kepurtusan bahwa ?Teknik expressive writing dapat meningkatkan kemampuan mengelola emosi marah siswa Sekolah Dasar korban perundungan berbal pada kelas V-B SDN Lidah Wetan II/462?. Kata Kunci : Expressive writing, Mengelola Emosi Marah
TEKNIK REFRAMING UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI KORBAN PERUNDUNGAN VERBAL DI SEKOLAH DASAR MENTARI FAJRIN, NOVIA; CHRISTIANA, ELISABETH
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 4 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak perundungan verbal kerap terjadi dilingkungan sekolah. Seringkali individu yang menerima tindak perundungan verbal mengalami hambatan untuk mengembangkan percaya dirinya. Beberapa artikel menyebutkan bahwa hambatan tersebut disebabkan oleh pemikiran maupun sudut pandang negatif yang muncul setelah individu mendapatkan tindak perundungan verbal dari orang lain. Hal ini mengakibatkan individu menjadi tidak yakin akan kemampuan yang dimiliki dan cenderung membenarkan tindak perundungan verbal yang dilakukan terhadapnya. Penelitian ini ditujukan untuk menyajikan mengenai penggunaan teknik Reframing untuk meningkatkan percaya diri korban perundungan verbal di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari berita, artikel penelitian, dan jurnal yang dipublikasi yang dikumpulkan dengan menggunakaan teknik dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi terhadap literatur dan artikel penelitian yang menjadi sumber data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang menjadi korban perundungan verbal cenderung tidak percaya diri yang disebabkan oleh pemikiran dan sudut pandang yang negatif mengenai diri dan lingkungannya. Hal ini berdampak pada terhambatnya kemampuan individu untuk mengaktualisasikan dirinya. Hasil dari pemberian treatment dengan menggunakan teknik Reframing adalah individu mampu melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lebih positif sehingga individu menjadi lebih percaya diri, hal ini ditunjukkan dengan perubahan yang dialami individu berdasarkan hasil dari beberapa penelitian sebelumnya mengenai penggunaan teknik Reframing untuk meningkatkan percaya diri korban perundungan verbal. Kata Kunci: Penerapan Teknik Reframing, Percaya Diri, Perundungan Verbal.
Pelatihan Cultural Awareness untuk Pembimbing Sebaya Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani Ari Khusumadewi; Elisabeth Christiana; Wiryo Nuryono
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.758

Abstract

Kesadaran budaya merupakan permasalahan yang rentan dan masih menjadi masalah pada setiap wilayah. Perlunya pengetahuan budaya terhadap semua inidvidu merupakan latar belakang peneliti. Santri di Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani mempunyai maslaah terhadap rendahnya komunikasi, masalah ini timbul karena banyaknya teman bermacam-macam budaya di lingkunan pesantren. Rendahnya komunikasi ini juga menyebabkan tindakan bullying pada teman sebaya. Dalam meningkatkan kesadaran budaya peneliti mengembangkan sikap kesadarn berbudaya yang mencakup beberapa materi yang disatukan menjadi modul pembelajaran. Pelatihan dilakukan oleh 20 orang santri Mu’alimat Qur’ani, dengan hasil 96,69 % berdampak pada peserta dalam peningkatan kesadaran budaya.
Pelatihan Cultural Skills untuk Pembimbing Sebaya Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani Ari Khusumadewi; Elisabeth Christiana; Wiryo Nuryono; Evi Winingsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.759

Abstract

Remaja merupakan masa yang usia 4-17 tahun rentan akan perubahan pada tahap peralihan, meningkatnya masalah. Hal ini dipicu oleh beberapa tuntutan yang harus dilaksanakan individu seperti salah satunya meninggalkan reaksi dan penyesuaian siakp/ perilaku yang kekanak-kanakan dan emngemabngkan komunikasi interpersonal. Dalam hal ini peneliti menemukan masalah di Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani, dimana terjadinya rendahnya komunikasi yang salah satu pemicu yaitu konteks budaya. Banyaknya santri dari budaya berbeda yang berkumoul menjadi satu, yang menyebabkan penolakan terhadap budaya tertentu. Peneliti bertugas untuk meningkatkan keterampilan berbudaya dimana latihan ini meliputi pengetahuan dan praktek. Pelatihan dilakukan oleh 20 orang Santri MAP Mu’alimat Qur’ani. Dengan hasil 96,67 % mendapatkan manfaat dari sesi keterampilan berbudaya.
Teknik Motivational Interviewing Untuk Mengurangi Adiksi Game Online Wiryo Nuryono; Elisabeth Christiana; Budi Purwoko
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i1.1868

Abstract

Technological developments that are increasingly advanced also offer several features that can attract any user, such as chatting, browsing, listening to music, and online games. Some internet Gaming users reasoned that when they first started using games, one of them was when they felt bored, so that games were considered the right choice as a means of entertainment. However, who would have thought that what started with fulfilling one's own needs could now lead to something addictive. internet Gaming addiction is a phenomenon related to the uncontrolled use of online games. This results in an addictive effect on individuals, so that they are less able to control themselves in using  games. Thus, there is a need for a new perspective on addressing addiction problems that focuses more on the counselee's strengths than deficits, offers individual-centered care, uses empathy, focuses on early and brief interventions, recognizes that there are varying levels of problems in substance abuse, accepts risk reduction as a legitimate treatment goals, and provide access to integrated care. One of the strategies in question is motivational interviewing counseling. Motivational Interviewing (MI) is a person-centered counseling technique designed to help individuals explore and overcome ambivalence about changing their behavior. This research is intended to increase the ability to deal with students with online game addiction problems. Keywords: Motivational interviewing; internet gaming
Pelatihan Cultural Awareness untuk Pembimbing Sebaya Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani Ari Khusumadewi; Elisabeth Christiana; Wiryo Nuryono
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.758

Abstract

Kesadaran budaya merupakan permasalahan yang rentan dan masih menjadi masalah pada setiap wilayah. Perlunya pengetahuan budaya terhadap semua inidvidu merupakan latar belakang peneliti. Santri di Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani mempunyai maslaah terhadap rendahnya komunikasi, masalah ini timbul karena banyaknya teman bermacam-macam budaya di lingkunan pesantren. Rendahnya komunikasi ini juga menyebabkan tindakan bullying pada teman sebaya. Dalam meningkatkan kesadaran budaya peneliti mengembangkan sikap kesadarn berbudaya yang mencakup beberapa materi yang disatukan menjadi modul pembelajaran. Pelatihan dilakukan oleh 20 orang santri Mu’alimat Qur’ani, dengan hasil 96,69 % berdampak pada peserta dalam peningkatan kesadaran budaya.
Pelatihan Cultural Skills untuk Pembimbing Sebaya Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani Ari Khusumadewi; Elisabeth Christiana; Wiryo Nuryono; Evi Winingsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.759

Abstract

Remaja merupakan masa yang usia 4-17 tahun rentan akan perubahan pada tahap peralihan, meningkatnya masalah. Hal ini dipicu oleh beberapa tuntutan yang harus dilaksanakan individu seperti salah satunya meninggalkan reaksi dan penyesuaian siakp/ perilaku yang kekanak-kanakan dan emngemabngkan komunikasi interpersonal. Dalam hal ini peneliti menemukan masalah di Madrasah Aliyah Perguruan Mu’alimat Qur’ani, dimana terjadinya rendahnya komunikasi yang salah satu pemicu yaitu konteks budaya. Banyaknya santri dari budaya berbeda yang berkumoul menjadi satu, yang menyebabkan penolakan terhadap budaya tertentu. Peneliti bertugas untuk meningkatkan keterampilan berbudaya dimana latihan ini meliputi pengetahuan dan praktek. Pelatihan dilakukan oleh 20 orang Santri MAP Mu’alimat Qur’ani. Dengan hasil 96,67 % mendapatkan manfaat dari sesi keterampilan berbudaya.
The Role of Parents in Preventing Bullying in Early Childhood Elisabeth Christiana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5214

Abstract

Bullying is a form of aggressive activity who hurts psychologically and  physically those who are "weaker" than him. However Bullying yet   handled in a way maximum to child  early age . Therefore _ That this  research intends For understand the role of parents in preventing bullying in early childhood. This research uses the method qualitative     with approach review literature study namely by collecting data obtained from articles and journals related to the topic discussed. The   findings show that parents can do several things in educating young children to avoid bullying behavior, namely parents must take a more intensive role in order to Prevent bullying behavior in children. Parents must provide a good parenting style well so that no deviant behavior occurs in children, one of which is by playing the right role as a parent who is the first party in building children's character. This role can of course be taken if there is knowledge Parents regarding bullying behavior are also good at carrying out effective communication, being good role models, instilling a sense of self-confidence and responsibility, and monitoring more of what their children do. outside and outside. house or inside the house.
Co-Authors A'yun, Siti Qurotul AINNUR RAHMAH, ATIKA Al Habsy, Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin ANINDYA RIZKI, KURNIA Anzhani, Validya Alfira Ari Khusumadewi Asmarani, Eka Meylana Bakhrudin All Habsy Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Berta Azizah Budi Purwoko Budiyanto Budiyanto Cintanaviola Vesciavingky Lalanda Ifnadya Arafa Denok Setiawati DENOK SETIAWATI DEVAYANTI, ROSITA DITA PERTIWI, ONNY EDFIRA PUTRI, FADELIA Evi Winingsih, Evi Fadilah, Ela Nur Habibah, Noviana Habsy, Bakhrudin Al Hakiki, Intan Ainul Handayani, Riska Willyanti Hati, Adinda Mutiara HERMAWATI, CHRISTINA Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ifanah, Evi Istiqhfarin, Annisa Andalutia Jannah, Ilda Miftakhul Khusnah, Anik Asmaul Kumairoh, Dhurrotul KURNIA SYAHIDA, DINDA Layts Layyin Mubarakah Maharani, Meutya Faiha Adila Maryana Kamilah Octarine Meifiana, Neha Eka Meiningsih, Sapta MENTARI FAJRIN, NOVIA MERDEKAWATI, PANJI Mursanyoto, Heru Najlatun Naqiyah Nugroho, Agung Nur Azizah Nur Azizah Nur Faridah, Laely Nur Nursilowati, Lilik Omoyemiju, Michael Adeniyi Prasetyo, Intan Anggraheni Zahrin Pratama, Gadis Putri Amelia PRAWITASARI, INTAN Prihartini, Dela Purnama, Ivan Fadillah Putra PUSPA ANGGRAENI SANTOSO, IRANIA PUTRI NURMAWANDI, ADINDA Putri, Abrillianty Tivany Surya Qurrotul Aeni, Qurrotul Rachmawati, Amalia Putri RAHMAWATI, SEPTIA Rahmwati, Maria Yustiana Rakhmanita, Aulia Retno Tri Hariastuti, Retno Tri RIFAI A, MOCHAMAD RIZEKIA, VIVI Rohmawati, Laili Indah Sari ROHMAWATI, ZUHRIYAH Rusty, Fisya Aulia Sastranegara, Herlangsakati Shafira, Rizka Rusydah Reza SITI AISYAH, SHINTA Sriandi, Adelia Kusuma SUKOWATI, CHRISTYNA SURYA ADIGUNA, GELAR Susanti, Nur Ainy Pricillia Sutanto, Tiara Putri SYUHADA, MUCHAMMAD TRI LESTARI, INDAH TRISNO WIYOTO, ANJAR ULTARI LISNANTI, ANISA WIJAYANTI, TITASARI Wiryo Nuryono Wiryo Nuryono Wiryo Nuryono YUNLAILI SETYONINGRUM, MAQSAHIDHA Zariah Fauzaturrohmah, Siti Zariah