Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Perspektif Pengelompokan Ruang Rumah Tinggal Suku Bugis Dilihat dari Sisi Budaya dan Lingkungan yang Berkelanjutan Bakhrani A Rauf; Muhammad Ardi; Rahmansah Rahmansah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.567 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis, (2) pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif lingkungan yang berkelanjutan, (3) alasan pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis, (4) alasan pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif lingkungan yang berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Lokasi penelitian adalah Kabupaten  Soppeng, Sirap, dan Pinrang   dipilih dengan metode purpossive sampling. Besarnya sampel adalah 25 orang setiap kabupaten juga dipilih dengan metode purpossive sampling. Dengan demikian besarnya anggota sampel adalah 75 orang. Variabel penelitian adalah sebagai berikut:  (1) pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis dan lingkungan yang berkelan yang berkelanjutan, (2) alasan pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis dan lingkungan yang berkelanjutan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara terstuktur kepada seluh sampel. Instrumen penelitian  adalah pedoman wawancara terstuktur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis  terdiri tiga kolompok, yakni: (a) kelompok atau mariolo yang terdiri dari: lego-lego,  onrong topole, atinrong topole, (b) kelonpok atau maritenggae, yang terdiri dari, onrong matinro tomatowae, onrong matinro ananae, dan onrong macule-cule, dan (c) kelompok marimonrie yang terdiri dari: onrong manre, onrong mataro pabaresseng, dan dapureng, (2) pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif lingkungan yang berkelanjutan terdiri dari tiga kelompok, yakni: (a) kelompok bagian depan yang terdiri dari: teras, ruang tamu, dan kamar tidur tamu, (b) kelonpok bagian tengah terdiri dari: kamar tidur utama (ayah dan ibu), kamar tidur anak-anak, dan ruang santai atau istrahat, dan (c) kelompok bagian belakang terdiri dari: ruang makan, tempat menyimpan beras, sayur dan sejenisnya, dan dapur, (3) alasan pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif budaya  Suku Bugis adalah  untuk melindungi penghuni rumah dari segala macam kejahatan jin  dan ilmu-ilmu jahat manusia, (4) alasan pengelompokan ruang rumah tinggal Suku Bugis dilihat dari perspektif lingkungan yang berkelanjutan adalah untuk melindungi penghuni rumah dari terpaan angin, hujan, dan badai. Kata Kunci: Rumah tinggal, Suku Bugis, Pengelompokan ruang, Lingkungan, Budaya
Analisis Perilaku Masyarakat Melestarikan Lingkungan Permukiman pada Wilayah Pesisir Kabupaten Pangkep Rahmansah Rahmansah; Jan Robert E. Salim
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.486 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendiskripsikan perilaku masyarakat memelihara lingkungan permukiman, (2) mendiskripsikan pengetahuan lingkungan hidup, motivasi memelihara lingkungan dan sikap lingkungan, dan (3) mengetahui pengaruh pengetahuan lingkungan hidup, motivasi memelihara lingkungan dan sikap lingkungan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama terhadap perilaku masyarakat memelihara lingkungan permukiman pada wilayah pesisir Kabupaten Pangkep. Lokasi penelitian ini adalah permukiman pada wilayah pesisir Kabupaten Pangkep. Sampel wilayah adalah Desa Pitusunggu dan Desa Mandalle dipilih dengan metode random sampling. Responden sebanyak 60 Kepala Keluarga yang dipilih dengan metode sistematik random sampling pada ke dua Desa yang sudah ditentukan. Variabel yang diperhatikan adalah sebagai berikut: (1) variabel terikat yaitu perilaku masyarakat melestarikan lingkungan permukiman pada wilayah pesisir (Y); (2) variabel bebas yang terdiri dari: (a) pengetahuan lingkungan hidup (X1); (b) motivasi memelihara lingkungan (X2); (c) sikap lingkungan (X3). Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Model analisis adalah analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) perilaku masyarakat memelihara lingkungan permukiman pada wilayah pesisir Kabupaten Pangkep tergolong rendah; (2) pengetahuan lingkungan hidup tergolong, motivasi memelihara lingkungan tergolong rendah dan sikap terhadap lingkungan berada pada katagori netral, (3) pengetahuan lingkungan, motivasi memelihara lingkungan dan sikap lingkungan berpengaruh secara sendiri-sendiri dan secara bersama-sama terhadap perilaku melestarikan lingkungan permukiman, kecuali sikap. Kata kunci: wilayah pesisir, perilaku, pengetahuan, sikap, motivasi
Cerminan Budaya pada Bangunan Perkantoran yang MenggunakanKonsep Bangunan Tradisional Armiwaty Armiwaty; Raeny Tenriola; Rahmansah Rahmansah
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.099 KB)

Abstract

Budaya merupakan hasil dari olah pikir manusia, dan arsitektur merupakan suatu produk dari budaya, yang berkembang sesuai dengan perkembangan peradaban itu sendiri. Salah satu karya arsitektur yang bertahan sesuai dengan perkembangan peradabannya dan layak untuk dilestarikan adalah rumah tradisional yang berbeda bentuk dan fungsinya sesuai dengan lingkungan budaya tempat rumah tradisional tersebut dibangun. Seiring dengan perkembangan peradaban, penggunaan rumah tradisional, terutama di daerah perdesaan mulai bergeser, namun bangunan-bangunan di kawasan perkotaan, khususnya pada bangunan modern yang berfungsi sebagai perkantoran, banyak yang menggunakan konsep pembangunan rumah tradisional dengan mengambil penggalan-penggalan dari konsep pembangunan rumah tradisional tersebut. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep dasar pembangunan bangunan perkantoran yang menggunakan konsep rumah tradisional, dan sejauh mana budaya dari lingkungan rumah tradisional tersebut ikut tercermin pada bangunan perkantoran yang menggunakan penggalan konsep rumah tradisional. Metode penelitian ini adalah dengan mendeskripsikan secara mendalam penggunaan konsep rumah tradisional dan cerminan budaya yang ikut pada bangunan perkantoran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Bugis – Makassar yang tercermin pada rumah tradisional tidak ikut tercermin pada ketiga bangunan perkantoran tersebut, karena konsep perencanaannya hanya mengambil penggalan-penggalan dari konsep rumah tradisional, terutama dalam pemilihan bentuk bangunan berupa bentuk persegi empat dan bentuk rumah panggung. Serta proses pembangunan ketiga bangunan perkantoran itu tidak mengikuti kaidah dan norma pembangunan rumah tradisional Kata kunci: budaya, rumah tradisional
Desain Modul Pembelajaran Matakuliah Praktik Batu Beton Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar Onesimus Sampebua; Panennungi Panennungi; Rahmansah Rahmansah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2022 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.053 KB)

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian adalah membuat modul pembelajaran mata kuliah Praktik Batu Beton pada jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Tenik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan lima tahapan yang didasarkan pada metode research and development yaitu pengumpulan data, desain modul, validasi modul oleh ahli, revisi modul, dan modul dapat digunakan. Desain modul praktek batu beton meliputi sampul modul, kata pengantar, deskripsi modul, petunjuk penggunaan modul, dan job sheet praktik kerja batu beton. Modul praktik batu beton dapat membantu / memudahkan mahasiswa, dosen, dan asisten laboratorium dalam melaksanakan praktikum dan mahasiswa terampil dalam kegiatan praktikum batu beton. Kata Kunci: Batu Beton, Praktik, Desain Modul, Job Sheet
Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Lahan di Bantaran Sungai Walanae Kabupaten Soppeng Pertiwi, Nurlita; Rahmansah, Rahmansah; Rauf, Bakhrani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Bantaran sungai sebagai kawasan perlindungan ekosistem mengalami dinamika kondisi lingkungan yang sangat tinggi. Pemanfaatan bantaran sungai baik sebagai kawasan budi daya tanaman maupun permukiman berdampak besar terhadap kualitas sungai. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang berfokus pada variabel yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam  pengelolaan lingkungan di bantaran sungai. Penyebaran kuesioner pada masyarakat yang bermukim dan mengelola lahan di bantaran sungai. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat dalam perlindungan lingkungan di bantaran sungai tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku perlindungan sungai. Selanjutnya motivasi lingkungan berpengaruh siginifikan terhadap perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di bantaran sungai. Hasil kajian ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan di bantaran sungai.Kata kunci: Perlindungan, Bantaran Sungai, PerilakuAbstract. Riverbanks as ecosystem protection areas experienced very high dynamics in environmental conditions. The use of riverbanks as both crop cultivation areas and residential areas has a major impact on river quality. This research is survey research that focuses on variables that influence community behaviour in environmental management on river banks. Distributing questionnaires to communities who live and manage land along river banks. Data analysis was carried out using descriptive statistical analysis and inferential statistics. The research results show that people's knowledge and attitudes regarding environmental protection on river banks do not have a significant effect on river protection behaviour. Furthermore, environmental motivation has a significant influence on community behaviour in environmental management on river banks. The results of this study become a reference for local governments to develop community behavior in environmental management on river banks. Keywords: Protection, Riverbanks, Behaviour