Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Tumbuhan untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi Komunitas Kelompok Wanita Tani Pra Karang Tengah Hadi Jatmiko; Muhammad Zainur Ridlo; Reni Umilasari
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 2 (2026): Februari - Agustus
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i2.7964

Abstract

Limbah tumbuhan di Karangtengah, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember tersedia secara kontinu dari aktivitas rumah tangga, tumbuhan alam, dan kegiatan pertanian warga, namun pemanfaatannya masih terbatas karena rendahnya edukasi serta belum terbentuknya pemahaman dan kebiasaan pemilahan yang mendukung pengolahan lanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) PRA Karangtengah mengenai limbah tumbuhan sebagai sumber daya dan peluang ekonomi komunitas, baik melalui penghematan biaya input maupun potensi pengembangan produk turunan. Metode yang digunakan berupa intervensi bertahap meliputi pre-test untuk mengukur pemahaman awal, sosialisasi materi “limbah tumbuhan sebagai sumber daya & peluang ekonomi”, diskusi kelompok, pemetaan partisipatif sumber limbah dan kebutuhan komunitas, praktik pemilahan, keamanan bahan, persiapan bahan baku, serta post-test sebagai evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya penguatan pemahaman peserta pada aspek klasifikasi limbah tumbuhan yang layak diolah, pentingnya pemilahan bahan hijau dan bahan cokelat untuk kelayakan proses, serta keterkaitan pengelolaan limbah dengan manfaat ekonomi. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi sumber limbah dominan di lingkungan setempat dan menyiapkan bahan siap olah (bersih, dicacah, terpisah), disertai perubahan perilaku awal dari kebiasaan “membuang cepat” menuju “mengumpulkan dan menyiapkan” limbah sebagai bahan berguna.
TRANSFORMASI DAKWAH DIGITAL MELALUI PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH: PENDAMPINGAN INSTAGRAM PADA PRM KARANGREJO Maulana Arif Muhibbin; Muhammad Zainur Ridlo; Putra Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2686

Abstract

This community service activity was motivated by the limited use of digital technology by the leadership of the Karangrejo Muhammadiyah Branch (PRM) in conveying Islamic da’wah in the Industry 4.0 era. The objective of this activity is to enhance the understanding and skills of Muhammadiyah leaders in utilizing the Instagram platform as an effective medium for da’wah. The method used was a participatory approach through several stages, namely an initial meeting with partners, mapping of digital da’wah needs, training and creation of digital content, as well as guidance on the implementation of Instagram as a medium for da’wah. The results of the activity showed a significant improvement in participants’ skills, marked by an increase in the average score from 70.1 to 82.42, or an increase of 17.57%. Additionally, this activity produced 27 da’wah feed posts and 3 short religious lecture videos published via Instagram. The conclusion of the activity indicates that the community service program was able to enhance the capacity of the PRM Karangrejo leadership in managing digital-based da’wah and in creating da’wah media that is more adaptive and relevant to contemporary developments. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangrejo dalam menyampaikan dakwah Islam di era Industri 4.0. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus Muhammadiyah dalam memanfaatkan platform Instagram sebagai media dakwah yang efektif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu pertemuan awal dengan mitra, pemetaan kebutuhan dakwah digital, pelatihan dan pembuatan konten digital, serta pendampingan implementasi penggunaan Instagram sebagai media dakwah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 70,1 menjadi 82,42 atau meningkat sebesar 17,57%. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan 27 konten feed dakwah dan 3 video pendek pengajian yang dipublikasikan melalui Instagram. Kesimpulan kegiatan menunjukkan bahwa program pengabdian mampu meningkatkan kapasitas pengurus PRM Karangrejo dalam mengelola dakwah berbasis digital serta membentuk media dakwah yang lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Comprehensive Hazard Identification and Risk Assessment (HIRARC) in the Coffee Production Process: A Case Study of Kopi Lanange Jagad _ Hidayat; Mochammad Nuruddin; Elly Ismiyah; Said Salim Dahda; Nina Aini Mahbubah; Rifky Maulana Yusron; Rohmat -; Muhammad Zainur Ridlo
International Journal of Science, Engineering, and Information Technology Vol 10, No 1 (2025): IJSEIT volume 10 Issue 1 December 2025
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ijseit.v10i1.32380

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) plays a critical role in maintaining safe and sustainable production, particularly in small-scale agro-industrial operations such as coffee processing. This study applies the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) framework to evaluate workplace hazards at Kopi Lanange Jagad, a micro-scale coffee producer in Malang Regency, Indonesia. Field observations and structured interviews were conducted to identify potential hazards across four production stages roasting, grinding, sieving, and packaging. Quantitative measurements were also taken, including ambient temperature, noise level, and airborne dust concentration, to provide empirical data for risk evaluation. The findings identified a total of 12 hazards, classified into three risk categories: high (25%), moderate (50%), and low (25%). The roasting process exhibited the highest risk score (R = 18.4), with average workplace temperatures reaching 85°C–120°C, significantly exceeding the national occupational limit of 30°C for moderate workloads (Permenaker No. 5/2018). The grinding stage also presented considerable hazards, with airborne dust concentrations averaging 2.4 mg/m³, approaching the Ministry of Manpower’s threshold limit value (TLV) of 3 mg/m³. Manual packaging was associated with ergonomic strain, where workers lifted 15–20 kg sacks repeatedly, leading to potential musculoskeletal disorders. Risk evaluation revealed that existing control measures such as natural ventilation and sporadic use of personal protective equipment (PPE) were insufficient to ensure worker safety. To reduce these hazards, the study recommends implementing engineering controls such as local exhaust ventilation and machine insulation, combined with administrative measures including job rotation, scheduled rest breaks, and regular safety training. Ensuring consistent PPE use especially heat-resistant gloves, dust masks, and ear protection can further mitigate residual risks. Overall, the application of the HIRARC framework at Kopi Lanange Jagad demonstrates its effectiveness as a low-cost and practical tool for identifying, prioritizing, and managing occupational hazards in small-scale coffee industries. Implementation of the proposed control strategies is projected to reduce total workplace risk by 35–40%, improving both worker well-being and operational productivity.