Claim Missing Document
Check
Articles

Drug- Related Problem (Drps) pada Pasien Pediatric dengan Tuberculosis: Systematic Review Meia Yevi Setiawati; Zakky Cholisoh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.24878

Abstract

ABSTRACT Drug-Related Problems (DRPs) are a common issue in the treatment of childhood tuberculosis due to the complexity of treatment regimens, the long duration of therapy, and the immature physiological condition of children. The occurrence of DRPs has the potential to reduce treatment success and increase the risk of side effects and drug resistance. Objective: To systematically review the incidence, types, severity, and risk factors of DRPs in pediatric patients with tuberculosis. Methods: This systematic review was compiled based on the Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. A literature search was conducted thru the PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar databases for publications from the past 15 years. The included studies involved pediatric patients aged 0–18 years and reported data related to DRPs, primarily Adverse Drug Reactions (ADRs). Data analysis was conducted descriptively and narratively. Results: A total of 6 studies met the inclusion criteria. The prevalence of DRPs in children with tuberculosis ranges from 13.2% to 44.7%. The most frequently reported type of DRP is Adverse Drug Reactions (ADRs), particularly gastrointestinal disorders and hepatotoxicity. Most DRPs are classified as mild to moderate. The main risk factors for DRP include poor nutritional status, lack of patient or parent education, high-dose use without individual adjustment, and the use of combination drugs. Some studies report that educational interventions can improve adherence and reduce the incidence of DRP. Conclusion: Drug-related problems (DRPs) in children remain a serious challenge in the treatment of tuberculosis in children. Increased therapy monitoring, patient and family education, and clinical pharmacist involvement are essential for effectively preventing and managing DRPs to improve therapeutic outcomes. Keywords: Tuberculosis, Children, Drug-Related Problems, Adverse Drug Reactions, Anti-Tuberculosis Drugs.  ABSTRAK Drug-Related Problems (DRPs) merupakan permasalahan yang sering terjadi pada terapi tuberkulosis anak akibat kompleksitas regimen pengobatan, durasi terapi panjang, dan kondisi fisiologis anak yang masih berkembang. Kejadian DRPs berpotensi menurunkan keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko efek samping serta resistensi obat. Tujuan: Meninjau secara sistematis kejadian, jenis, tingkat keparahan, dan faktor risiko DRPs pada pasien anak dengan tuberkulosis.  berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Metode:Tinjauan sistematis ini disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar untuk 15 tahun terakhir. Artikel yang disertakan melibatkan pasien anak berusia 0–18 tahun dan melaporkan data terkait DRPs, terutama adverse drug reactions (ADR). Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Hasil: Sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi DRPs pada anak dengan tuberkulosis berkisar antara 13,2% hingga 44,7%. Jenis DRPs yang sering dilaporkan yaitu Adverse Drug Reactions (ADR) terutama gangguan saluran cerna dan hepatotoksisitas. Sebagian besar DRPs diklasifikasikan sebagai ringan hingga sedang. Faktor risiko utama DRPs meliputi status gizi buruk, kurangnya edukasi pasien atau orang tua, penggunaan dosis tinggi tanpa penyesuaian individual, dan terapi kombinasi obat. Beberapa artikel melaporkan bahwa intervensi edukatif dapat meningkatkan kepatuhan dan menurunkan kejadian DRPs. Kesimpulan:Drug-Related Problems (DRPs) pada anak masih menjadi tantangan serius dalam terapi tuberkulosis pada anak. Peningkatan pemantauan terapi, edukasi pasien dan keluarga, serta keterlibatan apoteker klinis sangat diperlukan untuk mencegah dan mengelola DRPs secara efektif guna meningkatkan keberhasilan terapi.  Kata Kunci: Tuberkulosis, Anak, Drug-Related Problems, Adverse Drug Reactions, Obat Anti-Tuberkulosis.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat terhadap HbA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes di RSI Purwodadi Anshari, Adi Fahmi; Ichsan, Burhannudin; Cholisoh, Zakky
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i3.73753

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh hiperglikemia. Kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus berpengaruh terhadap outcome klinik dan kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan terhadap HbA1C dan kualitas hidup pasien diabetes. Penelitian memiliki desain crossectional study dengan melibatkan pasien diabetes RSI Purwodadi sebagai sampel. Data diambil menggunakan kuesioner ProMAS untuk kepatuhan dan EQ-5D-5L untuk kualitas hidup. Pengambilan dilakukan pada Maret-April 2023. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien terdiagnosa minimal selama 2 tahun, rutin menggunakan antidiabetes oral dan terdaftar sebagai peserta BPJS. Jumlah responden yang terlibat dalam penelitian sebanyak 79 orang yang didominasi perempuan (72%). Uji Chi-Square tidak terdapat hubungan antara profil responden dengan kepatuhan (p>0,05). Kepatuhan terhadap HbA1C dan kualitas hidup memiliki hubungan yang signifikan (p<0,05). Uji korelasi Spearman rho menunjukkan bahwa tingkat hubungan memiliki kekuatan sedang (>0,5). Kepatuhan terhadap HbA1Cdan kualitas hidup pasien diabetes mellitus memiliki hubungan yang signifikan.
Co-Authors Adelina Damayanti Amanda Wahyu Kurniawan Ambar Yunita Nugraheni Anita Sukmawati Anshari, Adi Fahmi Arifiani, Maulida Audi Tahta Aurellia Azmi, Rizki Nur Brainandiva Ade Fitria Burhannudin Ichsan Cahya Rahma Utami Damayanti, Adelina Dedi Hanwar Dian Oktianti Dwi Novita Sari Endang Setyaningsih Erindyah Retno Wikantyasning Farida, Rahayu Gita Ayu Pradina Hanafi, Yoeri Rafiqi Al Hapsari, Pramudita Mila Hekmah, Laila Nur Heppy Purbasari Hidayah Karuniawati Hidayah, Azzahra Zulfa Nur Husna Fauzia Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Inesya Febrianing Rizki Irhamadi Malik Khoirunnisa Khoirunnisa Kusumastuti, Maria Siska Triyuniar Kusumawardani, Mia Laila Nur Hekmah Larasati, Arindra Livana Ph, Livana Luluk Ria Rakhma Malik, Irhamadi Mar’ah, Siti Sitatul Meia Yevi Setiawati Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Muhammad Faqih Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Nabilla Andasari Putri Nihaya, Aliya Ully Novembrina, Metrikana Nur ‘Azah Oktasari, Solikhah Rosvita Pradina, Gita Ayu Pramudita Mila Hapsari Putri, Citra Agustin Ananda Putri, Nabilla Andasari Rajali, Ahmad Ramadhani, Renita Nur Ramdani, Tasya Eka Refsya Azanti Putri Reiza, Zenita Rima Munawaroh Riswanto, Muhammad Imam Rizka Mulya Miranti Rizki Nur Azmi Rizky Aulia Rohmah, Siti Alfiatur Rukmini, Aulia Sally Astya Utami Sania Nayasari Khoirunnisa Santoso, Dona Yanuar agus Saufi, Muhammad Rifki Seftiyanti , Nirma Setiaji, Muh Maskur Setiawan, Abdul Aziz Setiawardani, Maria Fitri Setyo Nurwaini Siti Alfiatur Rohmah Sri Suwarni Suryaman, Sulistia Syah, Dhafina Salsabila Tanti Azizah Tanti Azizah Utami, Laras Utami, Sally Astya Utaminingsih, Esthi Wahyu Utami Wahyudi, Afiv Wikantyasning, Erindyah R. Yuka Aulia Rahma Zaenab Zaenab Zaenab Zulfa, Farah Qanitha Zurroh, Al Hajar Fuadatus