Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Terintegrasi sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat melalui Pencegahan Hipertensi, Bahaya Merokok, dan Penerapan Personal Hygiene di Dusun III Desa Sibowi I Made Rio Dwijayanto; Widya Fauzia Rahman; Moh. Rendi; Resmayanti Oktafiani; Dinda Alfiana; Ni Komang Mariasih; Sarah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1468

Abstract

Edukasi terintegrasi diperlukan untuk menjawab masalah kesehatan komunitas yang muncul secara bersamaan, terutama hipertensi, perilaku merokok, dan penerapan personal hygiene. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi pencegahan hipertensi, bahaya merokok, dan personal hygiene di Dusun III Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat berbasis asuhan keperawatan komunitas dengan tahapan pengkajian, analisis masalah, penetapan prioritas, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data pengkajian diperoleh dari 150 kepala keluarga dari total populasi 449 kepala keluarga. Hasil pengkajian menunjukkan hipertensi sebagai masalah terbanyak, yaitu 60 kasus (40,0%), disertai anggota keluarga merokok 109 keluarga (72,7%), kebiasaan membeli obat warung sebelum pelayanan kesehatan 137 keluarga (91,3%), penampungan air terbuka 118 keluarga (78,7%), dan pengelolaan sampah dengan cara dibakar 140 keluarga (93,3%). Intervensi utama dilaksanakan melalui penyuluhan pencegahan hipertensi, pemeriksaan kesehatan, edukasi bahaya merokok, personal hygiene, senam hipertensi/lansia, bakti sosial, dan pembuatan TOGA. Evaluasi kuantitatif dilakukan khusus pada materi pencegahan hipertensi karena kegiatan ini memiliki pre-test dan post-test; hasilnya menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 8 peserta (22,9%) menjadi 27 peserta (77,1%), serta tidak terdapat lagi peserta berkategori kurang setelah edukasi. Edukasi bahaya merokok dan personal hygiene dievaluasi secara deskriptif melalui keaktifan peserta, diskusi, dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terintegrasi dapat menjadi strategi promotif-preventif yang relevan bagi kebutuhan kesehatan masyarakat dusun.
Peningkatan Pengetahuan dan Pemanfaatan Potensi Lokal: Intervensi Air Kelapa Muda dan Penyuluhan Kesehatan untuk Mengelola Hipertensi di Kelurahan Boneoge Nurul Putri Salsabilla; I Made Rio Dwijayanto; Safia Mayana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1039

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pemanfaatan potensi lokal dalam pengelolaan hipertensi pada warga RT 04 Kelurahan Boneoge. Program dilaksanakan melalui observasi awal, penyuluhan kesehatan secara door to door menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian intervensi berupa air kelapa muda kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami faktor risiko, tanda dan gejala, serta pentingnya deteksi dini hipertensi, sementara intervensi air kelapa muda diterima dengan baik sebagai upaya sederhana dalam mendukung kestabilan tekanan darah. Hasil keseluruhan menggambarkan peningkatan pemahaman dan partisipasi warga dalam pemantauan kesehatan serta pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diakses. Kegiatan ini merekomendasikan penyelenggaraan edukasi berkala dan pendampingan berkelanjutan melalui keterlibatan kader kesehatan untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengendalian hipertensi
Pengaruh Intervensi Talk Down dalam Konteks Safewards terhadap Pasien dengan Perilaku Kekerasan Bayu Eka Kurniawan; Agung Viliano; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1908

Abstract

Kesehatan tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga aspek mental perlu diperhatikan untuk mencapai kesehatan yang menyeluruh. Seseorang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental dan tidak mampu berpikir secara normal dapat dikategorikan mengalami gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis perbedaan pengaruh sebelum dan setelah pemberian intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain pra experimental. Populasi dalam penelitian ini adala pasien dengan perilaku kekerasan periode Januari–Maret yang berjumlah 96 pasien. Sampel berjumlah 34 responden, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam dua tahap, yaitu analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tiap variabel dalam bentuk jumlah (n) dan persentase (%), serta analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai p =0, 000. Ini terlihat nilai p (probability) lebih rendah dari nilai p value = 0,05 dimana dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh yang signifikan mengenai pengaruh intervensi talk down dalam konteks safewards terhadap pasien dengan perilaku kekerasan di UPT RSUD Madani.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penerapan Keselamatan Pasien oleh Perawat Pelaksana dalam Implementasi Program Berani Sehat Arniawan Arniawan; I Made Rio Dwijayanto
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4ztwdy41

Abstract

This study aimed to analyze the factors associated with the implementation of patient safety by staff nurses in the implementation of the Berani Sehat program. The study employed a quantitative method with a cross-sectional approach. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Gamma test. The results showed that there were significant relationships between knowledge (γ = 0.897; p = 0.000), length of service (γ = 0.898; p = 0.000), and nurses’ age (γ = 0.843; p = 0.000) with the implementation of patient safety. Meanwhile, educational level was not significantly associated with the implementation of patient safety (γ = 0.417; p = 0.324). In conclusion, individual factors such as knowledge, length of service, and age play an important role in the implementation of patient safety by staff nurses.   Keywords: Patient Safety, Staff Nurses, Berani Sehat Program
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KETERAMPILAN BANTUAN HIDUP DASAR PEGAWAI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Wahyudi; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.22

Abstract

Abstract Basic Life Support (BLS) is a series of rescue measures carried out to maintain respiratory function and blood circulation in someone experiencing cardiac arrest or other emergencies. Increasing BLS knowledge and skills among hospital employees not only increases preparedness in dealing with emergency situations, but also reflects the hospital's commitment to patient safety and better quality health services. Good knowledge does not always align with good skills, because sometimes it takes enough experience to implement them effectively in real life situations. The aim of this research was to determine the correlation between knowledge and basic life support skills of employees at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. This research uses a quantitative type of research, with a cross sectional study approach. The population in this research is an affordable population, namely all employees at the Undata Hospital, Central Sulawesi Province totaling 802 people, and the total sample used was 267 respondents, using an accidental sampling technique. Analysis uses the Chi-Square Test statistical test. The results of the research show that there is a correlation between knowledge and basic life support skills of employees with p value=0.000 (p<0.05). Therefore, it is hoped that the Hospital will make efforts to increase employee knowledge and skills, and be able to utilize information obtained from research results as input and information regarding the description of the level of knowledge and skills related to BLS for Undata Hospital employees, Central Sulawesi Province. Keywords: BLS; Knowledge; Skills Abstrak Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau keadaan darurat lainnya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD di kalangan pegawai rumah sakit bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan yang baik tidak selalu selaras dengan keterampilan yang baik pula, karena terkadang dibutuhkan pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi cross sectional. Pоpulasi dalam penelitian ini adalah pоpulasi terjangkau yakni seluruh pegawai di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 802 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 267 responden, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai dengan nilai p value=0,000 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan agar pihak Rumah Sakit melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dan dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai masukan dan informasi mengenai gambaran derajat pengetahuan dan keterampilan terkait BHD bagi pegawai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci: BHD; Keterampilan; Pengetahuan
Hubungan Beban Kerja Dan Self-Efficacy Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Penilaian Early Warning Score (Ews) Di Upt Rsud Madani Palu I Gusti Ngurah Eko Budi Sanjaya; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5151

Abstract

Latar Belakang: Early Warning Score (EWS) merupakan sistem penting untuk mendeteksi dini perburukan kondisi klinis pasien. Namun, penerapannya di rumah sakit masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dan self-efficacy dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS di UPT RSUD Madani Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik dan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Melon, Jeruk, Cerry, Markisa, dan Durian RSUD Madani sebanyak 85 orang. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki beban kerja tinggi (52,9%) dan self-efficacy tinggi (54,4%). Sebagian besar perawat berada pada kategori patuh dalam penilaian EWS (61,8%). Uji Pearson Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan kepatuhan perawat (p=0,000), serta antara self-efficacy dan kepatuhan perawat (p=0,000). Kesimpulan: Beban kerja dan self-efficacy berhubungan signifikan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan penilaian EWS. Perawat diharapkan meningkatkan kompetensi dan konsistensi dalam penerapan EWS.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tawaeli: Penelitian Dita; I Made Rio Dwijayanto; Masri Dg. Taha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5216

Abstract

Health service quality is a key determinant of patient satisfaction at primary health care facilities.. Suboptimal services, such as long waiting times, ineffective communication, and limited facilities, can reduce patients’ perceptions of service quality. Community Health Centers (Puskesmas) as primary health care providers are required to deliver fast, accurate, and high-quality services. This study was conducted to examine the association between service quality and outpatient satisfaction at the Tawaeli Community Health Center. Methods: A cross-sectional quantitative approach was used in this study, with the population consisting of all outpatients at Tawaeli Community Health Center, with a sample of 56 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using service quality and patient satisfaction questionnaires. Data were analyzed through univariate and bivariate statistical procedures, with the Chi-Square test applied to assess the relationship between variables. Results:Most respondents rated the service quality as fairly good (78.6%), while the majority of patients reported being dissatisfied (83.9%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between service quality and outpatient satisfaction at Tawaeli Community Health Center. Recommendation: Improvements in service timeliness, communication, and facility adequacy are recommended to enhance patient satisfaction.
Hubungan Lingkungan Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Aprilia Sri Wulandari; I Made Rio Dwijayanto; Sintong H. Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5339

Abstract

Kepuasan kerja perawat menjadi salah satu aspek krusial yang berkontribusi terhadap mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung, baik dari sisi fisik maupun psikososial, memiliki peranan penting dalam menunjang kesejahteraan serta meningkatkan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian meliputi seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 316 orang. Dari jumlah tersebut, diperoleh sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling, Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden menilai kondisi lingkungan kerja dalam kategori baik (48,7%), namun sebagian besar perawat memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah (75%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Spearman Rank, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r = −0,295 dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dengan arah negatif antara lingkungan kerja dan tingkat kepuasan kerja perawat yang bertugas di ruang rawat inap RSUD Undata.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Rawat Inap RSUD Mokopido Tolitoli: Penelitian Saprina; I Made Rio Dwijayanto; Mikaela Delpin Fristalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5471

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga memerlukan intervensi tambahan selain terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif sebagai terapi nonfarmakologis dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui penurunan stres dan peningkatan respons relaksasi tubuh. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre–post test. Populasi berjumlah 103 responden dengan sampel 51 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami penurunan kadar gula darah drastis ≥40 mg/dl sebanyak 27 responden (52,9%), sedangkan sebagian kecil tidak mengalami penurunan <15 mg/dl sebanyak 2 responden (3,9%). Uji Paired T-Test menunjukkan nilai signifikan (p < 0,01), yang menandakan adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar gula darah. Relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Teknik ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di rumah sebagai pendukung pengendalian gula darah.
Hubungan Pengetahuan Dengan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar Pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah Wahyudi; Afrina Januarista; I Made Rio Dwijayanto
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65175/kewinus.v2i1.22

Abstract

Abstract Basic Life Support (BLS) is a series of rescue measures carried out to maintain respiratory function and blood circulation in someone experiencing cardiac arrest or other emergencies. Increasing BLS knowledge and skills among hospital employees not only increases preparedness in dealing with emergency situations, but also reflects the hospital's commitment to patient safety and better quality health services. Good knowledge does not always align with good skills, because sometimes it takes enough experience to implement them effectively in real life situations. The aim of this research was to determine the correlation between knowledge and basic life support skills of employees at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. This research uses a quantitative type of research, with a cross sectional study approach. The population in this research is an affordable population, namely all employees at the Undata Hospital, Central Sulawesi Province totaling 802 people, and the total sample used was 267 respondents, using an accidental sampling technique. Analysis uses the Chi-Square Test statistical test. The results of the research show that there is a correlation between knowledge and basic life support skills of employees with p value=0.000 (p<0.05). Therefore, it is hoped that the Hospital will make efforts to increase employee knowledge and skills, and be able to utilize information obtained from research results as input and information regarding the description of the level of knowledge and skills related to BLS for Undata Hospital employees, Central Sulawesi Province. Keywords: BLS; Knowledge; Skills Abstrak Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian tindakan penyelamatan yang dilakukan untuk mempertahankan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti jantung atau keadaan darurat lainnya. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan BHD di kalangan pegawai rumah sakit bukan hanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga mencerminkan komitmen rumah sakit terhadap keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan yang baik tidak selalu selaras dengan keterampilan yang baik pula, karena terkadang dibutuhkan pengalaman yang cukup untuk mengimplementasikannya secara efektif dalam situasi kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan studi cross sectional. Pоpulasi dalam penelitian ini adalah pоpulasi terjangkau yakni seluruh pegawai di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah berjumlah 802 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 267 responden, dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan keterampilan bantuan hidup dasar pegawai dengan nilai p value=0,000 (p<0,05). Oleh karena itu, diharapkan agar pihak Rumah Sakit melakukan upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai, dan dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai masukan dan informasi mengenai gambaran derajat pengetahuan dan keterampilan terkait BHD bagi pegawai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci: BHD; Keterampilan; Pengetahuan
Co-Authors Abdul Rahman Afrina Januarista Agnes Erlita Distriani Agnes Erlita Distriani Patade Agung Viliano Ahmil Alfiana, Dinda Amas , Putri K. Amas, Putri K Anggreni, Dewa Ayu Bella Riska Anitasari, Anitasari Aprilia Sri Wulandari Ardianti, Ni Gusti Ayu Arniawan Asmiwarti Abdullah Azuma, Anindita Paramastuti Batalipu, Kardina H Batalipu, Kardina H. Bayu Saputra Benny Harry L Situmorang Catharina Dwiana Dahlan, Putri Amalia M. Dewi, Ni Komang Mia Sintya Dina Wiffida Dinda Alfiana Distriani, Agnes Erlita Dita Dwi Prima Hanis Kusumaningtiyas Elin Hidayat Galang Safari Yahya Gilva Aprilya Ananda Putri Gusti Ayu Putu Setiadewi I Dewa Komang Dharma Putra I Gusti Ngurah Eko Budi Sanjaya I Kadek Dian Saputra I Ketut Andika Priastana I Ketut Sudiyono I Komang Budiana I Made Dwi Purna Wijaya Ilne Ai Purana Adel Isyarotullatifah Kurniawan, Bayu Eka Kusumaningtiyas, Dwi Prima Hanis Lario, Shevanie Hoa Tio Mahadali, Silfani A Mangindara, Mangindara Masri Dg. Taha Mbeo, Niken Mikaela Delpin Fristalia Mikaela Delpin Fristalia Millati, Rida' Miranti Bulia Moh. Rendi Ni Kadek Diani Dwiyanti Ni Komang Mariasih Ni Luh Ade Kusuma Ernawati Ni Luh Ade Kusuma Ernawati Ni Luh Ketut Dewi Aryasari Ni Made Ayu Wulandari Ni Wayan Keristiana Nur Aviva Pemasi Nurmawati Lamang Nurul Putri Salsabilla Nuryasni Pieterson Poetra, Ricky Perdana Putra, Ryryn Suryaman Prana Putri Amalia M. Dahlan Rahmawati Ririn Ardilla Resmayanti Oktafiani Rezki Amrullah Sabir Safia Mayana Safitri, Rika Ayu Salisatullutfiah Salisatullutfiah Salisatullutfiah Samad, Putriani N Samad, Putriani N. Saprina Sarah Silfani A Mahadali Sinta Sinta Sinta, Sinta Sintia, Niluh Ayu Sintong H. Hutabarat Sintong Hutabarat Sitomorang, Widyawati L. Situmorang, Benny Harry L Sri Mulyani Sringati Sringati, Sringati Suaib Suaib Suaib Suaib Suaib, Suaib Sudibyo Supardi Wahyudi Wendi Muh. Fadhli Widayanti, Laela Sri Widya Fauzia Rahman Widyawaty L. Situmorang Yuni Astuti