Claim Missing Document
Check
Articles

TUMBUH KEMBANG OPTIMAL DENGAN STIMULASI PERKEMBANGAN PADA BALITA Ida Sofiyanti; Fitria Primi Astuti; Eti Salafas
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 2 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei Vol.2 No.1
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.787 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v2i1.525

Abstract

 Perkembangan Bayi/Balita seharusnya sesuai dengan tahapan perkembangan. Stimulasi perkembangan hendaknya dilakukan secara rutin sehingga bayi/balita tidak mengalami keterlambatan. Jumlah Bayi/Balita di Kelurahan Candirejo per Oktober 2017 adalah 345 anak. Terdapat 5 posyandu dengan 25 kader posyandu. Kader dan orang tua bayi balita kurang mengetahui tahapan perkembangan dan stimulasi perkembangan yang harus dilakukan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan tentang stimulasi perkembangan pada balita sesuai dengan tahapan perkembangan. Metode kegiatan dilakukan dengan dua tahap yaitu penyuluhan tentang stimulasi perkembangan bayi/balita pada kader posyandu dan pelaksanaan stimulasi perkembangan oleh orangtua. Sasaran kegiatan ini adalah kader posyandu Kelurahan Candirejo dan orangtua/pengasuh. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan kaderPosyandutentang stimulasi perkembangan dan kartu kendali.Hasil kegiatan ini yaitu adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kader tentang stimulasi  perkembangan sebanyak 2 angka dengan nilai minimal 6 dan maksimal 10. Stimulasi yang harus dilakukan oleh orangtua/pengasuh sebagian besar pada aspek bahasa dan personal sosial. Orangtua/pengasuh melakukan stimulasi perkembangan setiap hari. Diharapkan kader Posyandu selalu memberikan penyuluhan stimulasi sesuai dengan tahapan perkembangan dan melaporkan ke bidan desa apabila menemukan keterlambatan perkembangan pada balita di wilayah Posyandunya. Orangtua/pengasuh disarankan untuk selalu melakukan stimulasi perkembangan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Kata Kunci : Stimulasi Perkembangan, Kader Posyandu, Bayi/Balita
Edukasi Pijat Bayi sebagai Terapi Commond Cold Eti Salafas; Luvi Dian Afriyani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2325

Abstract

Baby massage is a touch therapy in direct contact with the skin which provides a feeling of security and comfort for the baby. If done regularly, this therapy will increase catecholamine hormons (epinephrine and norepinephrine), increase growth and development as well as being a therapy when babies/toddler are sick. One of them is when you suffer from the common cold, massage therapy can be done independently by the mother. Many mothers don’t know how to massage baby with common cold. This activity was carried out at the Cekelan Mdureso Temanggung, to increase mother’s knowledge abaout baby massage as a therapy for the common cold. Participants were mothers who had babies/toddlers on 15 February 2023 with total of 10 mothers. The activity consists of three stages, namely the target assessment stage, counseling activities and evaluation activities. The methods used are lectures, discussions and demonstrations. The evaluation result show an increase in knowledge from an average of 50 (pre test) to an average of 71 9post test) and skills from 45 to 74. It is expected that mothers practice baby massage when their baies/toddlers experience a commond cold. ABSTRAK Pijat bayi adalah terapi sentuh kontak langsung dengan kulit yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Jika dilakukan teratur, terapi ini akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin), peningkatan pertumbuhan dan perkembangan sekaligus dapat menjadi terapi saat bayi/balita sakit. Salah satunya ketika menderita commond cold, terapi pijat dapat dilakukan secara mandiri oleh ibu. Banyak ibu yang tidak mengetahui cara pijat bayi commond cold. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Posyandu Cekelan Madureso Temanggung, untuk meningkatkan pengetahun ibu tentang pijat bayi sebagai terapi common cold. Peserta adalah ibu yang mempunyai bayi/balita pada kegiatan posyandu tanggal 15 Februari 2023 sejumlah 10 orang. Kegiatan terdiri tiga tahap yaitu tahap penjajagan target sasaran, kegiatan penyuluhan dan kegiatan evaluasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rerata 50 (pre test) meningkat menjadi rerata 71 (post tes) dan ketrampilan 45 menjadi 74. Diharapkan ibu mempraktikkan pijat bayi saat bayi/balitanya mengalami commond cold.
Karakteristik Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Ambarawa Tahun 2022: Characteristics of Marriage Dispensation in Ambarawa Religious Court in 2022 Feny Marselina; Eti Salafas
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.278

Abstract

The rate of child marriage in Indonesia is ranked 7th (UNICEF, 2018) and ranked 2nd in ASEAN with a child marriage rate of 27.6 percent or around 23 million children married in Indonesia in 2018 (KPPPA, 2018), the Central Java Women's Empowerment and Child Protection Office recorded an increase in child marriage. In 2019, there were 2,049 child marriages until September 2020, an increase of 8,338 cases. This figure places Semarang Regency in 26th rank out of 35 regencies/cities in Central Java Meanwhile, in the first quarter of 2022, there were 63 cases. In 2021 there were 216 because these 63 cases were still in the first quarter of 2022. Marriage dispensation is granted by the Religious Court to prospective brides aged less than 19 years (men) and 16 years (women). In the Ambarawa Religious Court in 2022, there were 231 cases of marriage dispensation verdicts. This study aims to describe the characteristics of marriage dispensation in the Ambarawa Religious Court area. This study is quantitative descriptive with a cross sectional approach using secondary data on marriage dispensation application documents from the Ambarawa religious court. The population is juvenile couples who applied for marriage dispensation at the Ambarawa Religious Court with 231 complete documents. Univariate analysis uses frequency distributions. The results of the study, the majority of couples' education is junior high school with the percentage of women (63.6) more than men (44.2%). Men's income is mostly (65.8%) more than UMR while women's income is almost entirely below UMR (94.4%), the reason for applying for marriage dispensation is most of them getting pregnant out of wedlock (19.9%). It is hoped that there will be efforts to increase knowledge, attitudes and positive social behavior of adolescents in order to avoid the occurrence of pregnancy out of wedlock.   ABSTRAK Angka pernikahan anak di Indonesia berada di peringkat 7 (UNICEF, 2018) dan peringkat 2 ASEAN dengan angka pernikahan usia anak 27,6 persen atau sekitar 23 juta anak yang menikah di Indonesia tahun 2018 (KPPPA, 2018), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jawa Tengah mencatat adanya peningkatan pernikahan anak di bawah umur. Pada tahun 2019 ada 2.049 pernikahan anak hingga September 2020 jumlahnya meningkat 8.338 kasus. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Semarang pada peringkat 26 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sedangkan pada triwulan pertama 2022, terjadi 63 kasus. Pada 2021 terdapat 216 karena 63 kasus ini masih periode triwulan pertama pada tahun 2022. Dispensasi kawin diberikan oleh Pengadilan Agama kepada calon mempelai usia kurang 19 tahun (pria) tahun dan 16 tahun (wanita). Di Pengadilan Agama Ambarawa pada tahun 2022 ada 231 perkara putusan dipensasi kawin. Penelitian ini bertujuan  mengambarkan karakteristik dispensasi kawin di wilayah Pengadilan Agama Ambarawa. Penelitian ini Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dokumen permohonan dispensasi kawin pengadilan agama Ambarawa. Populasinya adalah pasangan remaja yang mengajukan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Ambarawa dengan dokumen lengkap sebanyak 231. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian, mayoritas pendidikan pasangan adalah SMP dengan persentase Perempuan (63,6) lebih banyak dari laki-laki (44,2%). Penghasilan laki-laki sebagian besar (65,8%) lebih dari UMR sedangkan penghasilan perempuan hampir seluruhnya dibawah UMR (94,4%), alasan pengajuan dispensasi kawin paling banyak adalah hamil diluar nikah (19,9%). Diharapkan ada upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku pergaulan remaja yang positif supaya terhindar kejadian hamil diluar nikah.
Yoga Anak untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Dwi Trisnawati; Eti Salafas; Ita Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childhood is a sensitive period. At this time, all aspects of a child's development will become the basis for further development. At present, children tend to be dependent on playing gadgets which have a negative impact on children's growth and development, one of which can decrease children's learning concentration. This requires a stimulus from the environment to support optimal development, namely through a good parenting pattern. One of the things that can be done is stimulating children's yoga. This community service aims to increase the concentration of children's learning with yoga and increase parents' knowledge about the dangers of gadgets. The method used in the implementation of community service is carried out directly by providing counseling about the dangers of gadgets and simulating children's yoga movements. For secondary data collection door to door then determine the problem, priority problems, implementation and evaluation of activities. The location of the activity is in the fish market building RT 02 RW 05 Langensari on 27 May 2022 at 16.00 WIB. The media used in this activity are leaflets and posters. It was found that 4 (100%) parents of children under five knew various yoga movements and had applied yoga movements to their children at home. Then from the results of the evaluation, it was also found that for all Baliat 4 (100%) there was a change in children's behavior in using gadgets which had decreased and children's concentration in learning increased. Parents of toddlers already know and apply ways to increase children's learning concentration by doing children's yoga. AbstrakMasa kanak-kanak adalah masa sensitif. Pada masa ini,seluruh aspek perkembangan anak yang nantinya menjadi dasar bagi perkembangan selanjutnya. Pada masa sekarang Anak-anak cendrung ketergantungan bermain gadget yang menyebabkan dampak negatif pada pertumbuahan dan perkembangan anak, salah satunya dapat menurunya konsentrasi belajar anak. Hal ini diperlukan stimulus dari lingkungan untuk mendukung perkembangannya secara optimal, yaitu melalui pola gasuhan yang baik salah satu yang dapat dilakukan yaitu mestimulasi yoga anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak dengan yoga serta menambah pengetahuan orang tua tentang bahaya gadget. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara langsung dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya gadget dan simulasi gerakan yoga anak. Untuk pengambilan data sekunder secara door to door kemudian menentukan masalah, prioritas masalah, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Lokasi pelaksanaan kegiatan di gedung pasar ikan RT 02 RW 05 Langensari pada tanggal 27 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Media yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu leaflet dan poster. Didapatkan 4 (100%) orang tua balita telah mengetahui macam-macam gerakan yoga anak dan telah menerapkan gerakan yoga kepada anaknya dirumah. Kemudian dari hasil evaluasi juga didapatkan Semua Baliat 4 (100%) adanya perubahan perilaku anak dalam penggunaan gadget yang sudah berkurang dan meningkatnya konsentrasi anak dalam belajar. Orang tua balita sudah mengetahui dan menerapkan cara untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak dengan melakukan yoga anak.
Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pijat Bayi pada Kader Posyandu Fera Aldania; Eti Salafas; Ainun Mardiah; Uli Che Agustine
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

optimal quality of baby growth and development will become the basic capital of a nation. Baby can grow and develop well if their basic needs are met, namely honing, loving and nurturing. The need for honing is the need for early stimulation. The provision of appropriate early stimulation will allow the formation of ethics, good personality, intelligence, independence, skills and good productivity (Kusmiyati, 2013). Baby massage is a form of stimulation. There are various types of stimulation, including visual, auditory, tactile, language, social and other stimulation. Baby massage which is a form of tactile stimulation has long been known in Indonesian society (Kompas, 2013). Baby massage is very important to support the child's growth and development and is better done regularly by parents / caregivers / people who receive special training. Massage the baby done with a touch of love, allowing for the existence of communication with the baby. Massage the baby with a touch of love can be a visual, auditory, linguistic and visual stimulation. The purpose of this community service is to provide complementary therapy for healthy baby massage to cadres through the media booklets that are shared during counseling and will then be practiced by the cadres. The method used is counseling. The conclusions obtained after this community service are the pre-test results of cadres in the category of good knowledge 83.33%, the sufficient category 16.67% and the post-test results 100% cadres in the category of good knowledge. In addition, the skills of the posyandu cadres are also in the good category shown by the results of the evaluation with a value of >80. AbstrakBayi adalah masa keemasan dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga kualitas tumbuh kembang bayi yang optimal akan menjadi modal dasar suatu bangsa. Bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah adalah kebutuhan akan stimulasi dini. Pemberian stimulasi dini yang sesuai akan memungkinkan terbentuknya etika, kepribadian yang baik, kecerdasan, kemandirian, keterampilan dan produktivitas yang baik (Kusmiyati, 2013). Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi. Terdapat berbagai jenis stimulasi, diantaranya stimulasi visual, pendengaran, sentuhan, bahasa, sosial dan lain-lain. Pijat bayi yang merupakan salah satu bentuk stimulasi sentuhan sudah lama dikenal di masyarakat Indonesia (Kompas, 2013). Pijat bayi sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak dan lebih baik dilakukan secara rutin oleh orang tua/pengasuh/orang yang mendapatkan pelatihan khusus. Pijat bayi yang dilakukan dengan sentuhan cinta, memungkinkan adanya komunikasi dengan bayi. Pijat bayi dengan sentuhan cinta dapat menjadi stimulasi visual, pendengaran, bahasa dan visual.Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan terapi komplementer pijat bayi sehat pada kader melalui media booklet yang dibagikan saat penyuluhan kemudian akan dipraktikan oleh para kader. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Kesimpulan yang didapatkan setelah pengabdian masyarakat ini adalah hasil pre-test responden dalam kategori pengetahuan baik 83,33%, kategori cukup 16,67% dan hasil post-test 100% kader dalam kategori pengetahuan baik. Selain itu, keterampilan para kader posyandu juga dalam kategori baik ditunjukkan dengan hasil evaluasi dengan nilai >80 .
Pendidikan Kesehatan Remaja Putri Luar Sekolah Tentang Cara Mengatasi Dismennorhoe (Nyeri Haid) di Kelurahan Fatubenao - Kabupaten Belu - Provinsi NTT: Pendidikan Kesehatan Remaja Putri Luar Sekolah Tentang Cara Mengatasi Dismennorhoe (Nyeri Haid) Maria Beata Aku; Eti Salafas; Yosefina Lin; Etilia Abuk
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Reproductive health is an important issue for adolescents. One of the initial changes that occur in adolescents is menstruation, which can cause dysmenorrhea. Dysmenorrhea can interfere with learning activities and can also indirectly affect the productivity and quality of life of adolescents. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea reaches 60-70% with a prevalence of 64.5% at the age of 17-24 years. The incidence of primary dysmenorrhea in Indonesia is 54.89%, while the remaining 45.11% is secondary. One way to reduce menstrual pain is yoga, the benefits of yoga include increasing blood circulation throughout the body, lung capacity when breathing, reducing body, mind and mental tension, and reducing pain. In addition, yoga is also believed to reduce fluid that accumulates in the waist which causes pain during menstruation. The purpose of this Community Service is to increase knowledge of young women about dysmenorrhea and how to reduce dysmenorrhea complaints with Yoga in the Fatubenao Belu Village, East Nusa Tenggara. The method is carried out by providing health education to young women and teaching yoga exercises. The average pre-test result for female youth is 58.69 with a minimum score of 34.33 and a maximum of 83). The average post-test result of knowledge of young women is 75 with a minimum score of 48 and a maximum of 95. With increased knowledge, young women are expected to be able to do yoga exercises to deal with menstrual pain at home, and be able to apply the knowledge gained as knowledge about women's reproductive health through yoga
THE EFFECTIVENESS OF MUSIC THERAPY IN REDUCING ANXIETY IN THIRD TRIMESTER OF PREGNANCY Eti Salafas; Puji Lestari; Moneca Diah Listiyaningsih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1634

Abstract

The average anxiety experienced by third-trimester pregnant women is higher than the first and second trimester. Anxiety increases as the gestational age get older. If this condition had not to handle, it could impact on pregnancy and during labour. Efforts to overcome anxiety can be made with music therapy. This therapy is therapy without drugs by playing music to pregnant women. Song rhythm, harmony, and beat 60 beats per minute can make the mother calm. The purpose of this study was to determine the level of anxiety of pregnant women before and after the intervention, then analyze the effectiveness of music therapy in reducing anxiety levels. The method used is a quasi-experiment. The population in this study was third-trimester pregnant women in the Ambarawa Puskesmas area with samples taken by purposive sampling of 30 respondents. Data collection carried out in August 2019. The data not normally distributed, so the analysis carried out using the Wilcoxon test with the results that there were different levels of anxiety before and after treatment with music therapy (p = 0.001). The average anxiety score after being given music therapy dropped to 4.47 from 9.53, although it was still in the mild anxiety category. It can be concluded that music therapy is effective in reducing the anxiety level of pregnant women in the third trimester. Music therapy recommended being applied in the management of anxiety on pregnant women in the third trimester. Key Words: Anxiety Level, Music Therapy, Third-trimester, Pregnant Women
FACTORS INFLUENCING MENSTRUAL HYGIENE PRACTICE AMONG ADOLESCENT GIRLS Luvi Dian Afriyani; Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i2.1748

Abstract

Adolescents were classified as a healthy group and far from risk factors for illness, but most health problems can occur due to their poor behavior. Menstruation is a sign of adulthood. When menstruation came, the vagina becomes moister, and it increases the risk to stimulates fungus and bacteria to grow. That why menstrual hygiene is important to suppress the occurrence of infection.The purpose of this study is to determine the factors that influencemenstrual hygiene practice in adolescents. A survey method conducted on 82 students from seven and eight grade using a purposive sampling technique. Collected data analyzed by using logistic regression.The results showed thatfactors related to menstrual hygiene practice were knowledge (p-value: 0.002) and family (p-value: 0.004), while unrelated factors were friend (p-value: 0.07) and media (p-value; 0.1) Based on the logistic regression test, the knowledge factor is the most influential (p-value; 0.006 and Exp (B): 4.07) It is recommended to do health promotion regarding menstrual hygiene practices through collaboration with health services. Key Words : Practice, Mestrual Hygiene, Adolescent
FACTORS INFLUENCING MENSTRUAL HYGIENE PRACTICE AMONG ADOLESCENT GIRLS Luvi Dian Afriyani; Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i2.1748

Abstract

Adolescents were classified as a healthy group and far from risk factors for illness, but most health problems can occur due to their poor behavior. Menstruation is a sign of adulthood. When menstruation came, the vagina becomes moister, and it increases the risk to stimulates fungus and bacteria to grow. That why menstrual hygiene is important to suppress the occurrence of infection.The purpose of this study is to determine the factors that influencemenstrual hygiene practice in adolescents. A survey method conducted on 82 students from seven and eight grade using a purposive sampling technique. Collected data analyzed by using logistic regression.The results showed thatfactors related to menstrual hygiene practice were knowledge (p-value: 0.002) and family (p-value: 0.004), while unrelated factors were friend (p-value: 0.07) and media (p-value; 0.1) Based on the logistic regression test, the knowledge factor is the most influential (p-value; 0.006 and Exp (B): 4.07) It is recommended to do health promotion regarding menstrual hygiene practices through collaboration with health services. Key Words : Practice, Mestrual Hygiene, Adolescent
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN ASI PERAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Luvi Dian Afriyani; Luvi Dian Afriyani; Eti Salafas; Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1053

Abstract

Abstrak ASI Eksklusif dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Cakupan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di Indonesia masih rendah, ibu bekerja lebih memilih memberikan susu formula. Mereka kurang mengetahui ASI eksklusif dapat diberikan ketika bekerja dengan ASI perah. Promosi kesehatan ASI perah sudah dilakukan dengan menggunakan berbagai media seperti leaflet tetapi masih kurang jelas dan kurang menarik. Media video diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini mempunyai tujuan umum untuk menganalisa efektifitas media promosi kesehatan tentang ASI perah. Tujuan khusus adalah (1) melakukan analisis terhadap pengetahuan ibu bekerja tentang ASI perah sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media leaflet dan video (2) menganalisis efektifitas media leaflet dan video terhadap peningkatan  pengetahuan ibu bekerja (3) Dihasilkannya publikasi ilmiah dalam jurnal nasional. Metode yang dipakai adalah eksperimen semu dengan pendekatan  pre-posttest design. Analisis dilakukan dengan uji beda t test antara media leaflet dan video. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok leaflet ( p = 0,002), ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok video ( p = 0,0001). Media video lebih efektif pada upaya promosi kesehatan  (p = 0,024 ). Direkomendasikan untuk menggunakan Media Video dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif. Kata Kunci: Media Promosi Kesehatan, ASI Perah, Pengetahuan, Ibu Bekerja
Co-Authors Adi Purwanto Adi Purwanto Afriyani, Luvi Dian Ainun Mardiah Alfian Noor Muthiasari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angelica Toding , Sebrianti Anggun Sri Bintang Anisa, Rifka Ari Budiawati Arlinda Novela Dewi Asmida Erliana Simatupang Cahyaningrum Christia Estiningtyas Cici Prizkila Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Putri, Septiani Dwi Prasetyorini Dwi Trisnawati Elisa Indraeni erika, nurlia Erni Septriana Silaban Etilia Abuk Feny Marselina Fera Aldania Fitria Primi Astuti Fitriyani, Aice Bela Goncalves, Elvira Amaral Haidir, Kiki Wahyuni Haniah, Siti Hapsari Windayanti Heni Setyowati Heni Setyowati Iga Rosi Retnawati Ilya Wanawati Indawanti Isni, Fitri Ita Purnamasari Laeli Fauziyah Lestari, Puji Lilis Suryani Maimunah Marcelya Shella Maria Beata Aku Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh Nafa Nofitasari NELLY AGUSTIN Neni Sri Rahayu Nindi Mubarokatun Nafisah Ninik Christiani Niswatul Jannah Shofiula Nita Aprilia Devantiyogi Nor Aini Nova Oktaviani Nur Ismawati Nurchasanah Nurlia Erika Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktaviana Pratiwi Rudin P, Djandjang Puji Handayani Putri Rahimah Mughny Putri, Risma Aliviani rabbania, ririn Ratih Sukma Dewi Ratri Widiyati Regitha Cahya, Venny Thrissia Risma Asmarani Rudin, Oktaviana Pratiwi Runiatin Rusita, Vivi Ida Sholikhah, Daimatus Siti Musyarofah Sofiyanti, Ida Suarni, Sri Suprapti Titik Dwi Ariyani Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana Tri Wahyuni S Tyas Pujiana, Ratna Ucia Rorin Uli Che Agustine Ulya Sesa Febriani Umi Dwi Ariyanti Umu Salamah Veftisia, Vistra Wahdah, Rabia Wahyu Indah Lestari Wanawati, Ilya Wonggo, Sulisnawati Yohana Elika Pilihanti Yosefina Lin