Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Kesehatan Remaja dengan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemberian Acupressure Massage untuk Konsentrasi Belajar Neni Sri Rahayu; Ratih Sukma Dewi; Erni Septriana Silaban; Asmida Erliana Simatupang; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period in the journey of human life. The teenage period is the period in which individuals have passed childhood and entered adulthood.The teenage period is the period where individuals have passed childhood and entered adulthood.One of the problems facing teenagers is related to reproductive health, usually this starts from a lack of information, understanding and awareness to achieve a healthy reproductive state.Providing reproductive health education is one effort to convey information to the public about reproductive healthwith the hope that it can influence knowledge, attitudes and behavior. In addition, in the learning process there are several indicators that influence it, one of which is concentration on studying. One of the efforts that can be made to help improve concentration in studying in teenagers is by providing acupressure massage a stimulation technique to smooth the flow of blood, nerves and meridians towards the head and brain. The aim of this activity is to increase adolescent knowledge about reproductive health and introduce accupressure massageso that it can be practiced to overcome concentration problems in learning in adolescents.Community service activities include situation analysis, obtaining permits from partners, implementing activities starting from providing posttests, delivering materials and conducting evaluations by providing posttests.The result of this activity is an increase in knowledge about reproductive health and acupressure massage techniques to improve learning concentration.It is expected that this activity can increase insight, especially for teenagers, and can be practiced in everyday life.     Abstrak Masa remaja merupakan periode dalam perjalanan kehidupan manusia. Periode remaja adalah periode dimana individu telah melewati masa anak-anak dan memasuki masa dewasa. Salah satu permasalahan remaja yaitu berkaitan dengan kesehatan reproduksi, biasanya hal ini berawal dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Pemberian pendidikan kesehatan reproduksi adalah salah satu upaya menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang kesehatan reproduksi dengan harapan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap dan perilakunya. Selain itu, pada proses belajar terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi salah satunya adalah konsentrasi belajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan konsentrasi belajar pada remaja dengan pemberian accupressure massage yaitu teknik rangsangan untuk melancarkan alirah darah, syaraf dan meridian menuju kearah kepala dan otak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan memperkenalkan accupressure massage agar bisa dipraktikkan untuk mengatasi masalah konsentrasi belajar pada remaja. Kegiatan pengadian masyarakat diantaranya yaitu analisis situasi, melakukan perizinan pada mitra, pelaksanaan kegiatan mulai dari pemberian posttest, penyampaian materi dan melakukan evaluasi dengan pemberian posttest. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan teknik accupressure massage untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan khususnya pada remaja dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny.N Usia 29 Tahun di Puskesmas Lambu Suryani, Lilis; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity Of Care is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a woman and a midwife. Continuous care related to health professionals, midwifery services are carried out from preconception, early pregnancy, during all trimesters, birth and childbirth to the first 6 weeks postpartum until deciding to use family planning. This aims to help, monitor, and detect the possibility of complications that accompany the mother and baby from pregnancy to the use of birth control. The method of midwifery care at the Lambu Health Center is through home visits and visits at the Health Center by providing counseling according to the needs of mothers. Midwifery care given to Mrs." N" lasts from pregnancy, postpartum delivery, neonates, to family planning with the frequency of pregnancy visits 2 times, childbirth 1 time, postpartum 3 times, neonatal 3 times and family planning 1 time. To Mrs." N" the pregnancy process was carried out by an antopometric examination and the height of the mother was <145 cm. The findings of the study showed a significant association between maternal height and the incidence of CPD, where height under 145 cm was a risk factor. On the first visit during pregnancy, the mother complained that her body felt sore, so the author provided mass care for pregnant women to overcome the pain in the mother. In addition, at the second visit, the mother complained of pain in the pelvic area, so the author performed Masase effleurage to reduce pain. In the delivery process, in the second phase the mother was led to strain for 1 hour and the management had been carried out according to the 60 steps of the APN. In midwifery care during the postpartum period, the mother said that the milk production was smooth and there were no complications. At the time of the 6th week of the postpartum visit, family planning counseling had been given and the mother decided to use injectable birth control for 3 months and had been waited. Continuity of care that has been carried out on Mrs. N" during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. It is hoped that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will always implement midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Continuity Of Care merupakan pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Lambu melalui kunjungan rumah dan kunjungan di Puskesmas dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny.”N” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.”N” proses kehamilan dilakukan pemeriksaan antopometri didapatkan tinggi badan ibu <145 cm. Temuan penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dan kejadian CPD, di mana tinggi badan di bawah 145 cm menjadi faktor risiko. Pada kunjungan pertama selama kehamilan ibu mengeluh badannya terasa pegal-pegal sehingga penulis memberikan asuhan massase ibu hamil untuk mengatasi rasa pegal-pegal pada ibu. Selain itu pada kunjungan kedua ibu mengeluh nyeri pada bagian panggul sehingga penulis melakukan Masase effleurage untuk mengurangi rasa nyeri. Pada proses persalinan, pada kala II ibu di pimpin mengejan selama 1 jam dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan selama masa nifas ibu mengatakan pengeluaran asinya lancar serta tidak ada penyulit apapaun. Pada saat kunjungan nifas minggu ke 6 Telah diberikan konseling KB dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan serta telah disantikan.  Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny.”N” saat hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan(continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 27 Tahun G1P0A0 di Desa Randugunting Wahyu Indah Lestari; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia remain major challenges in the healthcare system, highlighting the need for continuous and comprehensive midwifery care through the Continuity of Care approach. This case study aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. A, a 27-year-old woman, covering the stages of pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning services. The method used in this study is a case study approach, with data collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation. The results indicate that Mrs. A and her baby were in good condition throughout the entire care process, with no significant complications observed, and both showed good understanding and compliance with the education provided. These findings demonstrate that Continuity of Care plays a crucial role in improving maternal and child health outcomes and provides a positive experience for clients throughout the maternity care continuum.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, usia 27 tahun, mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. A dan bayinya berada dalam kondisi baik selama seluruh rangkaian asuhan, dengan tidak ditemukannya komplikasi yang berarti serta menunjukkan pemahaman dan kepatuhan terhadap edukasi yang diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, serta memberikan pengalaman positif bagi klien dalam menjalani proses kehamilan hingga perawatan pasca persalinan.
Penyuluhan Metode Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja Nor Aini; Regitha Cahya, Venny Thrissia; Maimunah; Tri Wahyuni S; P, Djandjang; Suprapti; Haniah, Siti; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstrual pain (dysmenorrhea) refers to pain or cramps in the lower abdomen that occur before or during menstruation. This condition is very common among women and can range from mild to severe, often interfering with daily activities. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in alleviating menstrual pain symptoms through acupressure techniques. The activity was conducted in two different locations: in Kelincauan Village, Sekatak Subdistrict, Bulungan Regency, North Kalimantan Province on May 31, 2025, involving 11 female adolescents, and in Gununggempol Village, Jumo Subdistrict, Temanggung Regency, Central Java Province on June 4, 2025, with 15 female adolescent participants. The methods used included education, hands-on training, and evaluation through pre-tests and post-tests. The evaluation results showed a significant increase in participants’ knowledge of acupressure, from low to high categories after the intervention.   Abstrak Nyeri haid (dismenore) adalah nyeri atau kram di perut bagian bawah yang dirasakan sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini sangat umum dialami wanita dan bisa bersifat ringan atau berat, nyeri haid dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja untuk meringankan gejala nyeri haid melalui teknik akupresur. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat berbeda yaitu Desa Kelincauan Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi kalimantan utara di tanggal 31 Mei 2025 dengan jumlah peserta 11 remaja putri dan  di Desa Gununggempol, Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Jawa Tengah dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2025 dengan jumlah peserta 15  remaja putri. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai akupresur, dari kategori rendah menjadi tinggi setelah dilakukan  intervensi.               
Meningkatkan Fleksibilitas Anak Melalui Yoga Kids di PAUD X Iga Rosi Retnawati; Nita Aprilia Devantiyogi; Della Imianuel Resnia Pappang; Nurul Deviana; Nurul Indah Sari; Risma Asmarani; Ida Sofiyanti; Ninik Christiani; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During this period, children can develop their curiosity and be able to speak well.( Sue C. Ladner, 2011) This service activity is carried out in several stages, namely stage 1 Permission to the school to hold yoga activities for children and determining the implementation time. Phase 2 is the implementation of yoga activities on children using leaflets and also an orange fruit for meditation media which is carried out on Monday, June 2, 2025 at 08.00 - with the completion in the Paud classroom, this activity was attended by 15 children. Stage 3 is a testimonial from the teacher and the child after doing the child's yoga activities together. This community service activity can bring a good effect for students in paud ngudi rahayu Bergas lor Village in the eastern krajan neighborhood of Semarang Regency, seen from the testimonies that have been done, the children feel happy and full of enthusiasm to do yoga. Yoga that has been done is an early stage yoga that concentrates on physical and mental processing so that it can be useful in increasing learning concentration. Yoga practice is expected to be carried out 1-2 times a week taught in the school by the teacher so that the child's concentration increases. Through yoga, children can be more creative, active and skilled so that they can increase their intelligence.   Abstrak Anak usia prasekolah merupakan anak yang berumur 3-6 tahun dimana pada periode ini terjadi pertumbuhan fisik yang menjadi lambat dan pertumbuhan psikososial dan kognitif akan mengalami kenaikan. Periode ini anak dapat mengembangkan rasa ingin tahunya serta mampu berbicara dengan baik. (Sofiyanti & Setyowati, 2023) Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap 1 Perizinan kepada pihak sekolah untuk diadakan kegiatan yoga pada anak dan penentuan waktu pelaksanaan. Tahap 2 yaitu pelaksanaan kegiatan yoga pada anak dengan menggunakan leaflet dan juga sebuah buah jeruk untuk media meditasi yang dilakukan pada hari Senin 2 Juni 2025 jam 08.00 sampai dengan selesai di ruang kelas Paud, kegiatan ini diikuti 15 anak. Tahap 3 yaitu testimoni dari guru dan anak setelah melakukan kegiatan yoga anak secara bersama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membawa efek yang baik bagi siswa di Paud Ngudi Rahayu desa bergas lor lingkungan krajan timur Kabupaten Semarang dilihat dari testimoni yang telah dilakukan anak- anak merasa senang dan penuh semangat melaksanakan yoga. Yoga yang telah dilakukan merupakan yoga tahapan awal yang berkonsentrasi pada olah fisik dan pikiran sehingga dapat berguna dalam meningkatkan konsentrasi belajar. Praktik yoga diharapkan di harapkan dapat dilaksanakan 1-2 kali seminggu diajarkan di Paud X oleh guru agar konsentrasi anak meningkat. Melalui yoga anak dapat lebih  kreatif,  aktif  dan  terampil  sehingga  dapat meningkatkan kecerdasan anak.           
Pendidikan dan Pelatihan Pijat Oksitoksin dalam Upaya Meningkatkan Hormon Oksitoksin untuk Mengoptimalkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum di RS KS Wahyu Indah Lestari; Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas; Siti Musyarofah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most enjoyable moments after birth is the process of breastfeeding a baby. When breastfeeding a baby is a moment to establish closeness between mother and baby and rarely in this breastfeeding process there are several complaints from the mother, including breast milk that does not come out, the baby cannot breastfeed, and sore nipples. Based on data from the Basic Health Research (Riskesdas) in 2010, it was explained that 67.5% of mothers who failed to provide exclusive breastfeeding to their babies were due to the mother's lack of understanding of the correct breastfeeding technique, so that they often experience sore or cracked nipples. This community service activity is a form of effort to increase knowledge and skills about the correct breastfeeding technique. It is expected that postpartum mothers provide breast milk with the correct technique so that they can provide exclusive breastfeeding for at least 6 months. The number of postpartum mothers participating was 20 people. The method of implementing Community Service activities is carried out in 3 stages, namely: the planning stage, the implementation stage of community service activities and the evaluation stage. The results of mothers' knowledge about the correct breastfeeding technique before being given counseling were conducted pretest, most had good knowledge as many as 4 (15%), sufficient as many as 9 (55%) and lacking as many as 7 (30%). From the community service carried out after being given counseling about the correct breastfeeding technique and conducted posttest all respondents had good knowledge as many as 20 (100%). This shows the success of community service activities, mothers' knowledge after being given counseling about the correct breastfeeding technique to overcome problems during breastfeeding in postpartum mothers. Abstrak Salah satu yang paling menyenangkan pada saat setelah kelahiran adalah proses menyusui bayi. Pada saat menyusui bayi merupakan moment untuk menjalin kedekatan ibu dan bayi dan jarang dalam proses menyusui ini muncul beberapa keluhan dari ibu, antara lain ASI yang tidak keluar, bayi yang tidak bisa menyusui, putingnya lecet. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 dijelaskan bahwa 67,5% ibu yang gagal memberikan ASI ekslusif kepada bayinya adalah kurangnya pemahaman ibu tentang teknik menyusui yang benar, sehingga sering mengalami puting lecet ataupun retak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik menyusui yang benar. Diharapkan ibu postpartum memberikan ASI dengan teknik yang benar sehingga memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Jumlah peserta ibu nifas yaitu berjumlah 20 orang. Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan 3 tahap yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan tahap evaluasi. Hasil dari pengetahuan ibu tentang tekhnik menyusui yang benar sebelum diberikan penyuluhan dilakukan pretest sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 4 (15%) , cukup sebanyak 9 (55%) dan kurang sebanyak 7 (30%). Dari pengabdian masyarakat yang dilakukan setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar dan dilakukan posttest seluruh responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 20 (100%). Hal ini menunjukkan keberhasilan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat, pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang tekhnik menyusui yang benar untuk mengatasi permasalahan selama menyusui pada ibu postpurtum.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S G1P0A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan Umur 28 Tahun Niswatul Jannah Shofiula; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of maternal and infant deaths in Indonesia is still a national health issue. This can be achieved by providing comprehensive and continuous care (Continuity of Care/CoC) from pregnancy, childbirth, the postnatal period, newborn care, and family planning. The following case study provides an example of comprehensive nursing care for Ny. S, 28 years old, G1P0A0, in the Puskesmas Getasan work area, from pregnancy to contraceptive choice. This descriptive case study uses Varney's approach to nursing management and is documented in SOAP format. Data was collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation studies from December 2024 to May 2025. During pregnancy, back pain was managed with body mechanics education and nutrition information and education (KIE). The birth was spontaneous at 37 weeks of gestation, using the 60-step APN standard. The postpartum period was normal, with a milk duct obstruction found on day 3 and treated with oxytocin massage. The baby was born healthy, received basic immunisations and counselling on umbilical cord care and SHK. At the end of the postpartum period, the mother opted for progestin-only pills as a contraceptive method. The CoC model of care has proven effective in the early detection of problems affecting mothers and babies, as well as preventing complications during pregnancy and postpartum care. It is hoped that midwives and healthcare professionals will continue to implement CoC care to improve the quality of services and reduce the rate of maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan nasional. Upaya menurunkan angka tersebut dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan (Continuity of Care/CoC) sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana. Memberikan gambaran asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 28 tahun, G1P0A0 di wilayah kerja Puskesmas Getasan, mulai dari kehamilan hingga pemilihan kontrasepsi. Studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan Varney, didokumentasikan dalam format SOAP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi dari Desember 2024–Mei 2025. Selama kehamilan, keluhan nyeri punggung ditangani dengan edukasi body mechanic dan KIE nutrisi. Persalinan berlangsung spontan usia kehamilan 37 minggu menggunakan standar 60 langkah APN. Masa nifas berjalan normal, ditemukan bendungan ASI pada hari ke-3 dan diatasi dengan pijat oksitosin. Bayi lahir sehat, mendapat imunisasi dasar dan konseling perawatan tali pusat serta SHK. Pada akhir masa nifas, ibu memilih kontrasepsi pil progestin. Asuhan kebidanan CoC terbukti efektif dalam mendeteksi dini masalah ibu dan bayi serta mencegah komplikasi selama masa kehamilan hingga KB. Diharapkan bidan dan tenaga kesehatan terus menerapkan asuhan CoC untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.
Asuhan Kebidanan pada Ny. M Umur 24 Tahun di PMB Umi Dwi A Umi Dwi Ariyanti; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of midwives is very important in reducing maternal and child mortality, one of which is through continuous midwifery care. This care includes a "continuity of care" approach from midwives who provide services starting from the preconception period, pregnancy, childbirth, postpartum, to family planning, in accordance with midwifery standards that can be carried out independently, collaboratively, or through referrals. The research design used is descriptive, with a case study approach (Case Study) with documentation using the SOAP method.  The case study was conducted on Mrs. M Age 25 in April to May 2025, the data collection methods using observation, interviews and document studies. Comprehensive midwifery care for pregnant women, namely providing counseling, the mother gave birth spontaneously at 38 weeks of pregnancy at PMB Umi Dwi A. Neonatal visits had no complications. During the postpartum period there were no abnormalities and problems. The mother chose to use 3-month injection contraception.  Continuity Of Care (COC) or continuous midwifery care for Mrs. M can be done and well received by the mother, husband and other family members. The mother and family feel the benefits so that the knowledge of the mother and family increases.   Abstrak Peran bidan sangat penting dalam menurunkan AKI dan AKB, salah satunya melalui asuhan kebidanan berkesinambungan. Asuhan ini mencakup pendekatan "continuity of care" dari bidan yang memberikan layanan mulai dari masa prakonsepsi, kehamilan, persalinan, nifas, hingga KB, sesuai dengan standar kebidanan yang dapat dilakukan secara mandiri, kolaboratif, atau melalui rujukan.  Desain penelitian yang digunakan   yaitu   deskriptif, dengan pendekatan studi kasus  (Case Study) dengan Pendokumentasian dengan metode SOAP.   Studi kasus dilakukan pada Ny. M umur 25 tahun pada bulan April sampai Mei 2025 metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumen. Asuhan kebidanan  Komprehensif dari Ibu Hamil yaitu pemberian konseling, Ibu bersalinspontan pada umur kehamilan 38 minggu di PMB Umi Dwi A. Kunjungan neonatal tidak ada komplikasi.  Pada masa nifas tidak ada kelainan dan masalah. Ibu memilih untuk ber KB Suntik 3 bulan. Continuity Of Care (COC) atau asuhan kebidanan berkesinambungan pada Ny. M ini dapat dilakukan dan diterima dengan baik oleh ibu, suami dan anggota keluarga lainnya. Ibu dan keluarga merasakan manfaatnya sehingga pengetahuan ibu dan keluarga semakin bertambah.
Asuhan Kebidanan Komunitas pada Ibu Hamil Trimester III dengan Nyeri Punggung di Sumogawe Getasan Arlinda Novela Dewi; Eti Salafas; Christia Estiningtyas; Munawaroh; Tyas Pujiana, Ratna; Ratri Widiyati; Yohana Elika Pilihanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The third trimester of pregnancy often causes discomfort in the back of the body, causing pain in the back. This pain is caused by the increased weight of the baby in the womb which can affect body posture, causing pressure on the spine. Back pain that is not resolved will cause problems during pregnancy, namely anxiety in pregnant women. Pregnant women's knowledge plays an important role in reducing anxiety about pregnancy problems. Health education about Effleurage Massage is really needed by pregnant women to deal with back pain. The problem is that 5 (72%) pregnant women in Sumogawe Getasan village experience back pain and have not received information regarding complaints Implementation: The Community Service Team offers solutions to complaints of back pain in pregnant women in the third trimester by providing effluent massage education. Evaluation by interviewing the level of pain after Effleurage Massage. The evaluation results showed an increase in knowledge and a decrease in pain levels, namely 100% of pregnant women with mild pain. Conclusion, outreach activities regarding Massage Effleurage as an effort to reduce back pain and discomfort independently in pregnant women, especially in the third trimester.   Abstrak Kehamilan trimester tiga sering memunculkan ketidaknyamanan pada tubuh belakang sehingga menyebabkan nyeri pada bagian punggung. Nyeri ini disebabkan meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat mempengaruhi postur tubuh sehingga menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang. Nyeri punggung yang tidak teratasi akan menimbulkan masalah pada kehamilan yaitu kecemasan pada ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil berperan penting dalam mengurangi kecemasan terhadap masalah kehamilan.Pendidikan kesehatan tentang Massage Effleurage sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mengatasi nyeri punggung. Permasalahan ibu hamil sebanyak 5 (72%) di desa Sumogawe Getasan mengalami nyeri punggung dan belum mendapatkan informasi terkait keluahan. Pelaksanaanya Tim pengabdian Masyarakat menawarkan Solusi terhadap keluhan nyeri punggung ibu hamil Trimester III dengan melakukan edukasi massage efflurage. Evaluasi dengan wawancara tingkat nyeri setelah dilakukan Massage Effleurage. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan  penurunan tingkat nyeri yaitu 100% ibu hamil dengan nyeri ringan. Kesimpulan,kegiatan penyuluhan tentang Massage Effleurage sebagai upaya mengurangi nyeri punggung dan ketidaknyamanan secara mandiri pada ibu hamil khususnya trimester tiga.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. M Umur 32 Tahun di Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan Umu Salamah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of obstetric care from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to decide to use birth control. This is intended as an effort to help monitor and detect possible possibilities The onset of complications that accompany the mother and baby from the time of pregnancy until the mother uses birth control. Midwifery care methods at Puskesmas Unter iwes Kandangserang Pekalongan and through home visits by providing counseling according to the needs of mothers. The obstetric care given to Mrs.” M” lasts from pregnancy, childbirth, puerperium, neonates to birth control with a frequency of pregnancy visits 2 times, childbirth 1 time, puerperium 4 times, neonates 4 times, and birth control 2 times. On Mrs.” M” the process of pregnancy runs physiologically, there are no problems or complications, even though in TM II the mother has back pain. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management has been carried out according to 60 APNs. In obstetric care, the puerperium period is normal and smooth.  In providing obstetric care for birth control, mothers have been given counseling and decided to use suntik KB Continuity of care that has been carried out on Mrs. “M” during pregnancy, childbirth, puerperium, newborns, and family planning obtained examination results within normal limits and no accompanying complications. It is expected that the midwife profession in providing continuous midwifery care (continuity of care) will then always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Kandangserang Kabupaten Pekalongan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”M” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”M” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM II ibu mengalami nyeri punggung. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas normal dan lancar. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “M” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Co-Authors Adi Purwanto Adi Purwanto Afriyani, Luvi Dian Ainun Mardiah Alfian Noor Muthiasari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angelica Toding , Sebrianti Anggun Sri Bintang Anisa, Rifka Ari Budiawati Arlinda Novela Dewi Asmida Erliana Simatupang Cahyaningrum Christia Estiningtyas Cici Prizkila Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Putri, Septiani Dwi Prasetyorini Dwi Trisnawati Elisa Indraeni erika, nurlia Erni Septriana Silaban Etilia Abuk Feny Marselina Fera Aldania Fitria Primi Astuti Fitriyani, Aice Bela Goncalves, Elvira Amaral Haidir, Kiki Wahyuni Haniah, Siti Hapsari Windayanti Heni Setyowati Heni Setyowati Iga Rosi Retnawati Ilya Wanawati Indawanti Isni, Fitri Ita Purnamasari Laeli Fauziyah Lestari, Puji Lilis Suryani Maimunah Marcelya Shella Maria Beata Aku Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh Nafa Nofitasari NELLY AGUSTIN Neni Sri Rahayu Nindi Mubarokatun Nafisah Ninik Christiani Niswatul Jannah Shofiula Nita Aprilia Devantiyogi Nor Aini Nova Oktaviani Nur Ismawati Nurchasanah Nurlia Erika Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktaviana Pratiwi Rudin P, Djandjang Puji Handayani Putri Rahimah Mughny Putri, Risma Aliviani rabbania, ririn Ratih Sukma Dewi Ratri Widiyati Regitha Cahya, Venny Thrissia Risma Asmarani Rudin, Oktaviana Pratiwi Runiatin Rusita, Vivi Ida Sholikhah, Daimatus Siti Musyarofah Sofiyanti, Ida Suarni, Sri Suprapti Titik Dwi Ariyani Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana Tri Wahyuni S Tyas Pujiana, Ratna Ucia Rorin Uli Che Agustine Ulya Sesa Febriani Umi Dwi Ariyanti Umu Salamah Veftisia, Vistra Wahdah, Rabia Wahyu Indah Lestari Wanawati, Ilya Wonggo, Sulisnawati Yohana Elika Pilihanti Yosefina Lin