Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny. G G3P1A1 Umur 29 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is continuous care starting from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services which, when implemented completely, are proven to have high effectiveness in reducing mortality and morbidity rates. The research method is a case study. Data collection techniques were obtained using primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, observations, and examinations. Secondary data were obtained through KIA books and supporting examination results. Data assessment used Varney Management and documented with SOAP. The case study was conducted on April 30, 2025, to September 9, 2025. Comprehensive midwifery care provided lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates to family planning with a frequency of 3 pregnancy visits, 1 delivery, 4 postpartum visits, 4 neonates, and 2 family planning visits. During pregnancy, the mother experienced mild anemia and KEK, which was managed with nutritional health education and iron supplementation. She delivered normally at 39 weeks' gestation at Bina Kasih Hospital. The newborn was born normally and early initiation of breastfeeding (IMD) was performed. The mother's postpartum period was normal, and she chose implant contraception. Comprehensive midwifery care will improve the mother's health and well-being.   Abstrak Continuity of care adalah perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan post partum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai efektifitas yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Metode penelitian adalah study pendekatan kasus (Case Study).Tekhnik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan. Data sekunder diperoleh melalui buku KIA dan hasil pemeriksaan penunjang. Pengkajian data menggunakan Manajemen Kebidanan Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilaksanakan pada tanggal 30 April 2025 sampai 09 September 2025. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada masa kehamilan ibu mengalami anemia ringan dan KEK dan ditatalaksanakan dengan pendidikan kesehatan nutrisi dan pemberian Fe, ibu bersalin normal pada umur kehamilan 39 minggu di RS Bina Kasih. Bayi baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu normal, ibu memilih KB Implan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. H Umur 32 Tahun G2P1A0 Di Desa Medayu dengan Anemia Ringan Laeli Fauziyah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is the number of women who die from a cause of death related to the disorders of pregnancy. In 2023, the maternal mortality rate (MMR) in Indonesia reached 4,129 case. Therefore, continuous midwifery services through the Continuity of Care approach are needed. This study aims comprehensive midwifery care to Mrs. H, during pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, neonatal care, and the selection of contraceptives to prevent the risk of anemia. The method used in this study is a descriptive method and the type of descriptive research used is a case study. Data collection techniques include interviews, observations, examinations and documentation studies. The results showed that Mrs. H and her baby are in good condition and well throughout the series of care and there were no complications. This shows that Continuity of Care services are directly proportional to the quality of health and safety of mothers and babies so that they play a role in improving the quality of maternal and baby health.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya. Pada tahun 2023, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mencapai 4.129. Sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. H, selama masa kehamilan, persalinan, perawatan bayi baru lahir, masa nifas, perawatan neonatus, dan pemilihan alat kontrasepsi guna mencegah risiko anemia. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (Case Study). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan dan studi dokumentasi. Hasil dari asuhan menunjukkan bahwa Ny. H dan bayinya berada dalam kondisi baik dan baik selama rangkaian asuhan serta tidak ditemukannya komplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care berbanding lurus dengan dengan kualitas kesehatan dan keselamatan ibu maupun bayi sehingga berperan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny S Umur 33 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan Elisa Indraeni; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality and infant mortality rates remain important indicators of a nation’s welfare. Based on data from the Directorate of Family Health (2020), Indonesia’s maternal mortality rate reached 305 per 100,000 live births, while the infant mortality rate was 22.23 per 1,000 live births. One of the contributing factors to pregnancy complications is Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women. The government’s efforts to reduce these rates are carried out through the Safe Motherhood Initiative program, which includes comprehensive midwifery care or Continuity of Care (CoC), covering antenatal, intrapartum, postpartum, newborn, and family planning services. The method used in this study was a descriptive case study approach on Mrs. S, 33 years old, with CED at Kedungwuni II Health Center, Pekalongan Regency. Comprehensive midwifery care was provided, including early detection of CED, management of nausea and vomiting through acupressure therapy, nutritional counseling, postpartum care, newborn monitoring, and family planning service with IUD insertion. The results showed that pregnancy, delivery, postpartum period, newborn condition, and family planning process all proceeded physiologically without complications. The mother understood the importance of nutrition fulfillment, self-care, exclusive breastfeeding, and postpartum contraceptive use. In conclusion, comprehensive Continuity of Care midwifery services can effectively detect risks early, enhance maternal knowledge, and support the ongoing health of both mother and baby. Complementary midwifery care, such as acupressure, was also beneficial in alleviating non-pharmacological complaints during pregnancy.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Direktorat Kesehatan Keluarga tahun 2020, AKI di Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB mencapai 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebab meningkatnya risiko komplikasi kehamilan adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood Initiative yang mencakup pelayanan kebidanan berkesinambungan atau Continuity of Care (CoC) mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) pada Ny. S, usia 33 tahun, dengan kondisi KEK di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif meliputi deteksi dini KEK, penanganan keluhan mual muntah dengan akupresur, edukasi gizi, perawatan masa nifas, pemantauan bayi baru lahir, dan pelayanan KB dengan pemasangan IUD. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami pentingnya pemenuhan gizi, perawatan diri, pemberian ASI eksklusif, dan penggunaan kontrasepsi pascasalin. Kesimpulan dari studi ini adalah pelaksanaan asuhan kebidanan Continuity of Care secara komprehensif mampu mendeteksi dini risiko, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan. Selain itu, asuhan komplementer seperti akupresur efektif membantu mengatasi keluhan nonfarmakologis selama kehamilan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny.S Umur 39 Tahun G4P2A1 di Wilayah Kerja Puskesmas Semowo Dwi Prasetyorini; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum, and neonates are physiological conditions that may threaten the lives of mothers and babies and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high maternal neonatal risks. The purpose of Comprehensive Midwifery Care (COC) for Mrs. S is to provide midwifery care for pregnant women, childbirth, postpartum, newborns and family planning for Mrs. S G4P2A1. The method used is a case study research, namely comprehensive care for pregnant women, childbirth, newborns and postpartum is a descriptive research method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study was a second trimester pregnant woman with a gestational age of 29 weeks and 4 days, G4P2A1. The research period was July - October 2025 in the Sukoharjo 01/05 Pabelan area. The research instrument used the SOAP documentation method with a varney management mindset. The collection technique used primary data through interviews, observations, physical examinations, and KIA books. The results of the care obtained for Mrs. S P3A1, 14 days postpartum, presented with sore nipples. During the comprehensive care provided to Mrs. S, complaints were received during the KN 3 visit regarding sleep disturbances in the baby and sore nipples during the KF 3 visit. The researchers responded to the mother's complaints by providing massage to improve the baby's sleep patterns and also teaching proper breastfeeding techniques to address the complaint of sore nipples. The postpartum period proceeded normally with no bleeding, good uterine contractions, and lochia rubra. The newborn's anthropometric examination results were normal, SHK was negative, and OEA passed. Mrs. S and her husband decided to use family planning and had a contraceptive implant inserted.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny.S yaitu untuk Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersain, nifas, BBL dan KB pada Ny.S G4P2A1. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus yaitu asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study) Sampel pada penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 29 minggu 4 hari, G4P2A1. Waktu penelitian Juli – Oktober 2025 di wilayah Sukoharjo 01/05 Pabelan, Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. S P3A1 post partum 14 hari dengan putting lecet. Dalam pemberian asuhan komprehensif pada Ny.S didapatkan keluhan saat kunjungan KN 3 tentang gagguan tidur pada bayi dan putting lecet pada kunjungan KF 3, hal yang dilakukan peneliti terkait keluhan ibu yaitu memberikan pijat atau massage untuk memperbaiki pola tidur bayi dan juga mengajarkan teknik cara menyusui yang benar untuk mengatasi keluhan putting lecet. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. S dan suami memutuskan untuk KB dan telah dilakukan pemasangan KB Implant pada Ny. S.
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang Carollyn Dizzy; Lisjarwati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Midwifery Practice is an effort to apply community-based midwifery management in improving public health status, particularly maternal and child health. This activity was conducted at Posyandu Warasari 3, Leyangan Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, motivated by the persistence of health problems among toddlers, especially decreased appetite and the risk of stunting. The theoretical framework used includes concepts of community, public health, community midwifery management, balanced nutrition for toddlers, and complementary therapy using Tui Na massage. The research employed a descriptive method with a participatory approach. Data collection techniques included observation, interviews, documentation review, and literature study involving adolescents, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers as subjects. The findings revealed that out of 64 toddlers, 15 experienced decreased appetite and 10 were at risk of stunting, with the main priority problem being mothers’ limited knowledge of balanced nutrition and complementary therapies. Interventions in the form of balanced nutrition education and Tui Na massage demonstrations showed a significant increase in maternal knowledge based on pre-test and post-test results. It can be concluded that the implementation of community midwifery care through nutrition education and complementary therapy is effective in enhancing maternal knowledge and readiness to support optimal toddler growth and development.   Abstrak Praktik Kebidanan Komunitas merupakan upaya penerapan manajemen kebidanan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan latar belakang masih ditemukannya permasalahan kesehatan pada balita, terutama terkait penurunan nafsu makan dan risiko stunting. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep komunitas, kesehatan masyarakat, manajemen kebidanan komunitas, gizi seimbang balita, serta terapi komplementer pijat Tui Na. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap sasaran remaja, ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 15 balita dengan masalah nafsu makan dan 10 balita berisiko stunting, dengan prioritas masalah utama yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan terapi komplementer. Intervensi berupa penyuluhan gizi seimbang dan demonstrasi pijat Tui Na terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi gizi dan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam mendukung tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil kegiatan Praktik Komunitas yang diselenggarakan di Desa Leyangan Posyandu Warasari 3 ini disarankan agar tenaga Kesehatan, khususnya bidan, terus meningkatkan peran edukatif melalui penyuluhan gizi seimbang dan penerapan terapi komplementer seperti Pijat Tui Na seceara berkelanjutan di Tingkat Posyandu. Keterlibatan aktif kader Kesehatan dan keluarga juga perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman ibu serta mencegah terjadinya masalah gizi dan stunting pada balita. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan pemerintah desa dalam bentuk pembinaan, monitoring dan penyediaan media edukasi agar program dapat berjalan optimal dan berkesinambungan. 
Penerapan Pijat Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMPN 2 Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Yulianti, Nuraini; Maryani; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from WHO obtained an incidence of 1,769,425 people (90%) of women who experience dysmenorrhea, 10%-15% of whom experience severe dysmenorrhea. Dysmenorrhea is pain before or during menstruation, occurring on the first day to several days of menstruation. Dysmenorrhea can have various unfavorable impacts on adolescent girls. These impacts include disrupted activities, limited physical activity, social isolation, poor concentration, absenteeism in the teaching and learning process at school and class, loss of concentration at school, inability to do homework, limitations in sports activities, limitations to go out with friends. Acupressure is the science of healing by doing massage at certain points, this science comes from China which has existed for more than 500 years. Community service is carried out in 3 stages, namely: Stage 1 Selection of adolescent girls who are willing to get acupressure massage to reduce pain. Stage 2: Conducting socialization and giving acupressure massage to reduce pain during dysmenorrhea. This community service activity was attended by 15 respondents consisting of 7th, 8th, and 9th grade students of SMPN 2 Penajam. From the results of univariate analysis before being given counseling to 15 respondents, 3 (20%) respondents had a sufficient level of knowledge and 12 (80%) respondents had a lack of knowledge and after counseling the results obtained from 15 respondents there were 15 (100%) respondents had a good level of knowledge. From the results obtained after counseling there is an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, 10%-15% diantaranya mengalami dismenore berat. Dismenore adalah nyeri sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari masa menstruasi. Dismenore dapat memberikan berbagai dampak yang kurang baik bagi remaja putri. Dampak tersebut meliputi aktivitas yang terganggu, keterbatasan aktivitas fisik, isolasi sosial, konsentrasi yang buruk, ketidakhadiran dalam proses belajar mengajar di sekolah dan kelas, kehilangan konsentrasi di sekolah, ketidakmampuan untuk pekerjaan rumah, keterbatasan dalam aktivitas olahraga, keterbatasan untuk keluar dengan teman. Akupresure merupakan ilmu penyembuhan dengan cara melakukan pijat pada titik - titik tertentu, ilmu ini berasal dari Tionghoa yang suda ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu : Tahap 1 Pemilihan remaja putri yang bersedia mendapatkan pijat akupresure untuk mengurangi nyeri. Tahap 2 : Melakukan sosialisasi dan pemberian pijat akupresure untuk mengurangi nyeri pada saat dismenore. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini di ikuti 15 orang responden yang terdiri dari siswi kelas 7,8,dan 9 SMPN 2 Penajam. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 15 responden terdapat 3 anak (20%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 12 anak (80%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari responden ada 15 anak (100%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan respondenterhadap materi yang diberikan.
Co-Authors Adi Purwanto Adi Purwanto Afriyani, Luvi Dian Ainun Mardiah Alfian Noor Muthiasari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angelica Toding , Sebrianti Anggun Sri Bintang Anisa, Rifka Ari Budiawati Arlinda Novela Dewi Asmida Erliana Simatupang Cahyaningrum Carollyn Dizzy Christia Estiningtyas Cici Prizkila Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Putri, Septiani Dwi Prasetyorini Dwi Trisnawati Elisa Indraeni erika, nurlia Erni Septriana Silaban Etilia Abuk Feny Marselina Fera Aldania Fitria Primi Astuti Fitriyani, Aice Bela Goncalves, Elvira Amaral Haidir, Kiki Wahyuni Haniah, Siti Hapsari Windayanti Heni Setyowati Heni Setyowati Iga Rosi Retnawati Ilya Wanawati Indawanti Isni, Fitri Ita Purnamasari Laeli Fauziyah Lestari, Puji Lilis Suryani Lisjarwati Maimunah Marcelya Shella Maria Beata Aku Maryani Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh Nafa Nofitasari NELLY AGUSTIN Neni Sri Rahayu Nindi Mubarokatun Nafisah Ninik Christiani Niswatul Jannah Shofiula Nita Aprilia Devantiyogi Nor Aini Nova Oktaviani Nur Ismawati Nurchasanah Nurlia Erika Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktaviana Pratiwi Rudin P, Djandjang Puji Handayani Putri Rahimah Mughny Putri, Risma Aliviani rabbania, ririn Ratih Sukma Dewi Ratri Widiyati Regitha Cahya, Venny Thrissia Risma Asmarani Rudin, Oktaviana Pratiwi Runiatin Rusita, Vivi Ida Sholikhah, Daimatus Siti Musyarofah Sofiyanti, Ida Suarni, Sri Suprapti Titik Dwi Ariyani Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana Tri Wahyuni S Tyas Pujiana, Ratna Ucia Rorin Uli Che Agustine Ulya Sesa Febriani Umi Dwi Ariyanti Umu Salamah Veftisia, Vistra Wahdah, Rabia Wahyu Indah Lestari Wanawati, Ilya Wonggo, Sulisnawati Yohana Elika Pilihanti Yosefina Lin Yulianti, Nuraini