Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN ASI PERAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BEKERJA UNTUK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Luvi Dian Afriyani; Luvi Dian Afriyani; Eti Salafas; Eti Salafas
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1053

Abstract

Abstrak ASI Eksklusif dapat meningkatkan kualitas hidup bayi. Cakupan ASI Eksklusif pada ibu bekerja di Indonesia masih rendah, ibu bekerja lebih memilih memberikan susu formula. Mereka kurang mengetahui ASI eksklusif dapat diberikan ketika bekerja dengan ASI perah. Promosi kesehatan ASI perah sudah dilakukan dengan menggunakan berbagai media seperti leaflet tetapi masih kurang jelas dan kurang menarik. Media video diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini mempunyai tujuan umum untuk menganalisa efektifitas media promosi kesehatan tentang ASI perah. Tujuan khusus adalah (1) melakukan analisis terhadap pengetahuan ibu bekerja tentang ASI perah sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan media leaflet dan video (2) menganalisis efektifitas media leaflet dan video terhadap peningkatan  pengetahuan ibu bekerja (3) Dihasilkannya publikasi ilmiah dalam jurnal nasional. Metode yang dipakai adalah eksperimen semu dengan pendekatan  pre-posttest design. Analisis dilakukan dengan uji beda t test antara media leaflet dan video. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok leaflet ( p = 0,002), ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok video ( p = 0,0001). Media video lebih efektif pada upaya promosi kesehatan  (p = 0,024 ). Direkomendasikan untuk menggunakan Media Video dalam promosi kesehatan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif. Kata Kunci: Media Promosi Kesehatan, ASI Perah, Pengetahuan, Ibu Bekerja
Akupresure dan Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid (Disminore) pada Remaja Putri Isni, Fitri; Salafas, Eti; Suryani, Lilis; Runiatin
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is menstruation accompanied by pain and 20-90% is often found in young women. In addition to pharmacological therapy in the form of non-steroidal anti-inflammatory drug therapy, dysmenorrhea can also be treated with non-pharmacological therapies such as acupressure and yoga.Acupressure is a safe non-pharmacological therapy to reduce dysmenorrhea pain and can be done independently. Another alternative in implementing non-pharmacological therapy is by doing yoga. Yoga therapy is one of the recommended relaxation techniques to reduce dysmenorrhea. Various problems that arise during menstruation are gynecological problems that are often complained of by adolescents, such as menstrual irregularities, menorrhagia, dysmenorrhea, and other related symptoms. The problem experienced by adolescent partners is the handling of dysmenorrhea other than medication. Based on the data obtained when conducting a pretest using a questionnaire, the lowest score in Semuntai Village was 35 and the highest was 80, in Sumi Village the lowest score is 45 and the highest is 75 and in Abola Village (Southeast Sulawesi) the lowest score is 30 and the highest is 80 ,young women do not know how to treat menstrual pain using acupressure and yoga methods. Therefore, acupressure and yoga counseling activities are carried out to treat menstrual pain in young women. The method used in this activity has 4 stages, namely determining respondents, filling out the pre-test, delivering material and evaluating. Respondents were 15 young women with 5 people in each region. The material presented uses booklets and demonstrations using videos. The result of community service activities that have been carried out in 3 different areas is an increase in knowledge of young women about acupressure and yoga to reduce menstrual pain before and after being given counseling.   Abstrak Disminore adalah menstruasi yang disertai dengan rasa nyeri dan 20-90% sering ditemui pada remaja putri. Selain dengan terapi farmakologi yang berupa pemberian terapi obat anti inflamasi non steroid, disminore juga dapat diatasi dengan terapi nonfarmakologi seperti akupresure dan yoga. Akupresur merupakan terapi non farmakologi yang aman dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenorea dan dapat dilakukan secara mandiri. Alternatif lain dalam pelaksanaan terapi non farmakologis yaitu dengan cara melakukan yoga. Terapi yoga merupakan salah satu teknik relaksasi yang dianjurkan untuk mengurangi tingkat dismenorea. Berbagai masalah yang timbul pada menstruasi merupakan masalah ginekologi yang sering dikeluhkan oleh remaja, seperti ketidakteraturan menstruasi, menoragia, dismenorea, dan gejala lain yang berhubungan. Permasalahan yang dialami mitra remaja adalah penanganan disminore selain dengan obat. Berdasarkan data yang diperoleh saat melakukan pretest menggunakan kuisioner menunjukkan nilai terendah di Desa Semuntai adalah 30 dan tertinggi 80, di Desa Sumi nilai terendah adalah 45 dan tertinggi 75 dan di Desa Abola (Sulawesi Tenggara) nilai terendah adalah 30 dan tertinggi 80 ,remaja putri belum mengetahui penanganan nyeri haid menggunakan metode akupresure dan yoga. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan penyuluhan akupresur dan yoga untuk mengatasi nyeri haid pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ada 4 tahap yaitu penentuan responden, pengisian pre test, penyampaian materi dan evaluasi. Responden adalah remaja putri berjumlah 15 orang dengan masing-masing wilayah 5 orang. Materi yang disampaikan menggunakan booklet dan demonstrasi menggunakan vidio. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di 3 wilayah berbeda adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang akupresure dan yoga untuk mengurangi ny
Senam Yoga untuk Mengatasi Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri Fitriyani, Aice Bela; Wonggo, Sulisnawati; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence or the transition period of childhood to adulthood which is indicated by psychic, emotional, and physical changes. Dysmenorrhoea is menstrual cramps or menstrual pain. Menstrual pain occurs mainly in the lower abdomen, but can spread to the lower back, waist, pelvis, upper thighs, to the calves. Yoga is a technique that teaches relaxation, breathing, and body position techniques to improve strength, balance and reduce pain. Yoga during menstruation is an exercise consisting of physical movements, deep breathing, and meditation to relieve problems that arise during menstruation. method used is the provision of Health Education Yoga Gymnastics to overcome Dysmenorrhoea Pain, Doing yoga gymnastics movements to overcome Dysmenorrhoea Pain. The results obtained before the Pretest there is still a lack of knowledge related to the importance of the benefits of Yoga in reducing pain. Judging from the data, most of the information has good knowledge only 3 people (23.08%), enough knowledge 1 person (7.69%) and knowledge less 9 people (69.23%). After the socialization of the importance of Yoga to reduce the pain of dysmenorrhoea, socialization related to this knowledge has been achieved. Judging from the data, the information shows that most of them have good knowledge, only 13 people (100%). The conclusion of community service activities to adolescents is the increase in insight and knowledge of adolescents about the benefits of yoga gymnastics to overcome dysmenorrhoea pain in adolescents.   Abstrak Masa remaja atau masa peralihan periode bocah menuju dewasa yang ditunjukkan oleh perubahan psikis, emosi, serta fisik. Dismenorea adalah kram menstruasi atau nyeri menstruasi. Nyeri menstruasi terjadi terutama di perut bagian bawah, tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnik relaksasi, pernafasan, dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri. Senam Yoga Saat Menstruasi merupakan latihan yang terdiri dari gerakan fisik, pernafasan dalam, dan meditasi untuk meringankan masalah yang muncul saat menstruasi. Metode yang digunakan yaitu pemberian Pendidikan Kesehatan Senam Yoga untuk mengatasi Nyeri Dismenorea, Melakukan Gerakan senam yoga untuk mengatasi Nyeri Dismenorea. Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan Pretes terdapat masih minimnya pengetahuan terkait pentingnya manfaat Senam Yoga dalam mengurangi rasa nyeri. Dilihat dari data  menunjukan informasi sebagian besar memiliki pengetahuan baik hanya 3 orang (23.08%), pengetahuan cukup 1 orang (7.69%) dan pengetahuan kurang 9 orang (69.23%). setelah dilakukannya kegiatan Sosialisasi pentingnya Yoga untuk mengurangi rasa nyeri Dismenorea, telah tercapainya sosialisasi terkait pengetahuan tersebut. Dilihat dari data  menunjukan informasi sebagian besar memiliki pengetahuan baik hanya 13 orang (100%). Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat kepada remaja adalah Bertambahnya wawasan dan pengetahuan remaja tentang manfaat senam yoga untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja.
Smartpunktur untuk Meningkatkan Daya Ingat pada Anak Prasekolah Nova Oktaviani; Eti Salafas; Nafa Nofitasari; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preschool-age children are children between the ages of 3 and 6 years, during this period physical growth slows down and psychosocial and cognitive development increases. Children begin to develop their curiosity, and are able to communicate better. Games are a way that children use to learn and develop relationships with other people (DeLaune & Ladner 2011). Smartpuncture is part of acupressure, a legal alternative complementary therapy, in accordance with the RI Minister of Health Regulation No. 1109/Menkes/PER/IX/2007 concerning the administration of alternative complementary medicine in health care facilities (Sudijayana 2012). This community service activity is carried out through direct counseling. At Kuncup Mawar Kindergarten, several stages are carried out, namely observing children's learning in the classroom, licensing to the school principal, implementing activities for teachers and children. Smartpuncture is part of acupressure, which is an alternative complementary therapy that has a legal legal basis. Smartpuncture massage is a technique of stimulation to improve the flow of blood, nerves and meridians towards the head and brain. This community service activity is carried out through counseling taking place at the Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Participants in this activity were 18 children aged 5-6 years who attended Kuncup Mawar Ngrawan Getasan Kindergarten. Smartpuncture is carried out 1 time by explaining it to the child and the teacher. All children do smartpuncture well. Parents and teachers get information about martpuncture in children. Children who are selected to participate in community service can practice smartpuncture. Children can follow the instructions from the servant to do smartpuntur and can practice it at home.   Abstrak Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun, pada periode ini pertumbuhan fisik melambat dan perkembangan psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Anak mulai mengembangkan rasa ingin tahunya, dan mampu berkomunikasi dengan lebih baik. Permainan merupakan cara yang digunakan anak untuk belajar dan mengembangkan hubungannya dengan orang lain (DeLaune & Ladner 2011). Smartpunktur merupakan bagian dari akupresur, salah satu terapi komplementer alternatif yang legal, sesuai dengan Permenkes RI No.1109/Menkes/PER/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer alternatif di fasilitas pelayanan kesehata (Sudijayana 2012). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung Di TK Kuncup Mawar  dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pembelajaran anak diruang kelas, perizinan kepada pihak kepala sekolah, pelaksanaan kegiatan pada guru dan anak. Smartpunktur  merupakan  bagian  dari  akupresur, merupakan  salah  satu  terapi komplementer  alternatifyang legal  dasar  hukumnya. Pijat  mencerdaskan otak (Smartpunktur)  adalah  suatu  teknik  rangsangan  untuk melancarkan  aliran  darah,  syaraf  dan meridian   yang   menuju   kearah      kepala   dan   otak. Kegiatan Pengabdian  masyarakat  ini  dilakukan  melalui  penyuluhan berlangsung  di  TK Kuncup Mawar Ngrawan Getasan.  Peserta dalam  kegiatan  ini  berjumlah  18  anak  berusia  5-6  tahun yang  bersekolah  di  TK  Kuncup Mawar Ngrawan Getasan. Smartpunktur diakukan  1  kali dengan  menjelaskan  kepada  anak  dan guru. Semua  anak  melakukan  smartpunktur  dengan  baik. Orang  tua  dan  pengajar  mendapatkan  informasi  tentang martpunktur pada anak. Anak-anak yang terpilih mengikuti pengabdian   kepada   masyarakat   dapat   mempraktikkan smartpunktur. Anak-anak   dapat   mengikuti   instruksi   dari pengabdi untuk melakukan smartpunktur dan dapat mempraktikkannya saat di rumah.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. M Usia 32 Tahun G1P0A0 Kehamilan Fisiologis Haidir, Kiki Wahyuni; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning that connects women's health needs. The main goal of continuity of care in midwifery care is to change the paradigm that pregnancy and childbirth are not a disease, but something physiological and do not require intervention. Successful continuity of care will minimize unnecessary interventions and reduce cases of delays in management of maternal and neonatal emergencies. Providing continuous midwifery care or continuity of care to Mrs. M starting from pregnancy, childbirth, postpartum, and family planning using a midwifery management approach using the SOAP method. This type of research is analytical descriptive. Collection techniques use primary and secondary data through interviews, observations, physical examinations and KIA books. The case study was carried out at the Rahayu Ungaran Clinic in 2023, starting from May 2023 to December 2023. The subject in this study was Mrs. M G1 P0 A0 aged 32 years, care was provided from 18 weeks of pregnancy until she was a family planning acceptor. After carrying out a case study of continuous care for Mrs. M from pregnancy to family planning where Mrs. M was pregnant. m including physiological pregnancy, Labor ny. m is spontaneous vaginal with grade 2 perineal injury. m the involution is progressing normally, Mrs. baby. m under normal circumstances, there is weight gain according to age, there is no infection of the umbilical cord and the baby is breastfed exclusively, and family planning care is provided by providing counseling about family planning.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan. Tujuan utama continuity of care dalam asuhan kebidanan adalah salah satunya mengubah paradigma bahwa hamil dan melahirkan bukan suatu penyakit, melainkan sesuatu yang fisiologis dan tidak memerlukan suatu intervensi. Keberhasilan continuity of care akan meminimalisir intervensi yang tidak dibutuhkan dan menurunkan kasus keterlambatan penatalaksanaan kegawatdaruratan maternal neonatal. Memberikan asuhan kebidanan secara berkesinambungan atau continuity of care pada ny.M mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas, dan keluarga berencana dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan metode SOAP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Teknik pengumpulan menggunakan data primer dan skunder melalui wawancara, observasi,pemeriksaan fisik dan buku KIA. Studi Kasus dilakukan di Klinik Rahayu Ungaran tahun 2023, dimulai bulan mei 2023 sampai desember 2023. Subjek dalam penelitian ini adalah ny.m G1 P0 A0 usia 32 tahun asuhan diberikan sejak kehamilan 18 minggu sampai dengan Akseptor keluarga berencana. Setelah dilakukan studi kasus asuhan berkelanjutan pada ny.m mulai masa hamil sampai dan keluarga berencana dimana kehamilan ny. m termasuk kehamilan fisiologis, Persalinan ny. m adalah spontan pervaginam dengan luka perineum derajat 2. Masa nifas ny. m involusio nya berlangsung normal, bayi ny. m dalam keadaan normal, ada penambahan berat badan sesuai dengan umur, tidak ada infeksi pada tali pusat dan bayi menyusui secara eksklusif, dan memberikan asuhan keluarga berencana dengan memberikan konseling tentang keluarga berencana.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity Of Care) pada Ny. L Umur 24 Tahun G1P0A0 Masa Hamil Sampai dengan Pelayanan Keluarga Berencana Cici Prizkila; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care (CoC) is a service that is achieved when there is an ongoing relationship between a woman and a midwife. Continuing care relates to the quality of service over time which requires a continuous relationship between patients and health professionals. Midwifery services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and delivery through the first six weeks postpartum . Carry out continuous midwifery care (continuity of care) from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn to family planning for Mrs. L is 24 years old. In this research, the author used data collection methods, namely interviews, observations with primary and secondary data through the KIA physical examination book and this research began from Agustus 2023 to November 2023. Based on the results of a comprehensive case study (Continuity of Care) on Mrs. L from pregnancy, birth, postpartum, newborns and neonates, it was found that Mrs. , the postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, lochea rubra, perennial abrasions, this gave the newborn vitamin A, the results of the anthropometric examination were normal, SHK was negative, Mrs L decided to use injectable birth control for 3 months.   Abstrak Continuity of care (CoC) adalah pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terus-menerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan kualitas pelayanan dari waktu kewaktu yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dengan tenaga profesional kesehatan. Layanan kebidanan harus disediakan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai enam mingggu pertama postpartum (Pratami, Evi 2014). Melaksanakan asuhan kebidanan berkesinambungan (continuity of care) sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir sampai dengan keluarga berencana pada Ny. L umur 24 Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui buku KIA pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Agustus 2023 sampai dengan November 2023.Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif ( Continuity Of Care) pada Ny L dari kehamilan, perhasilan , nifas, bayi baru lahir dan Neonatus didapatkan Ny L usia 24 tahun G1 P0 A0 MO usia kehamilan 39 minggu tidak ditemukan masalah persalinan pada Ny L dilakukan dirumah sakit, masa nifas berlangsung normal tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka lecet perenium, inu mendapatkan vitamin A pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal SHK negativ, Ny L memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan
Terapi Pijat Commond Cold : Strategi Ampuh Mengatasi Pilek dengan Sentuhan Hangat Nurchasanah; rabbania, ririn; Dewi Putri, Septiani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the dry season, the day is hot and the night is very cold. There are several diseases that often occur in this season, one of which is coughs and colds.  Cough and runny nose are symptoms of upper respiratory tract infections in children under 5 years of age. ARI is a major cause of morbidity and mortality from infectious diseases worldwide. ARI is also the third leading cause of death in the world. Cold cough problems in toddlers are often found, because the toddler's immune system is still low so it is very vulnerable to contracting the virus. Parents whose children have a cold cough consider it a natural thing to happen to toddlers. Late and improper handling of cold coughs can aggravate the condition of toddlers so that seizures occur. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about cold cough massage or commond cold through health counseling. The method of community service activities is to provide material to 28 mothers who have toddlers through interactive lectures and discussions. To evaluate the mother's knowledge is to ask  the mothers about commond cold massage, and the mothers do not know about commond cold massage. From the results of the activity, there was an increase in maternal knowledge about cold cough massage, where mothers of toddlers at Posyandu Nusa Indah Perum Sumber Indah Banyuwangi RT 71 Kel.Batu Ampar Balikpapan were able to practice commond cold massage. It is hoped that with the increase  in knowledge, mothers can do a good and correct cold cough massage in toddlers. So that toddlers are healthy and cold cough symptoms do not get worse.   Abstrak Pada musim kemarau siang hari terasa panas dan malam hari terasa sangat dingin. Ada beberapa penyakit yang sering terjadi di musim ini yaitu salah satunya adalah batuk dan pilek.  Batuk dan pilek merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas pada anak usia di bawah 5 tahun. ISPA yaitu peneybab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular di seluruh dunia. ISPA juga merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih rendah sehingga sangat rentan terjangkit virus. Orang tua yang anaknya mengalami batuk pilek menganggap itu merupakan hal yang wajar terjadi pada balita. Penanganan yang terlambat dan kurang tepat terhadap batuk pilek dapat memperparah keadaan balita sehinngga terjadi kejang. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat batuk pilek atau commond cold melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan materi kepada 28 ibu yang memiliki balita melalui ceramah interaktif dan diskusi. Untuk mengevaluasi pengetahuan ibu yaitu dengan bertanya kepada ibu-ibu tersebut tentang pijat commond cold, dan ibu-ibu tersebut tidak mengetahui tentang pijat commond cold. Dari hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat batuk pilek, dimana ibu-ibu dari balita di Posyandu Nusa Indah Perum Sumber Indah Banyuwangi RT 71 Kel.Batu Ampar Balikpapan sudah bisa mempraktekkan pijat commond cold. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu dapat melakukan pijat batuk pilek pada balita yang baik dan benar. Agar balita sehat dan gejala batuk pilek tidak semakin parah.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Continuity of Care (COC) Pada Ny. L Umur 24 Tahun G2P1A0 Masa Hamil Sampai dengan Pelayanan Keluarga Berencana Wanawati, Ilya; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities ranging from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn services and family planning services that connect women's health needs, especially and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out in complete with simple laboratory examinations and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities, including pregnancy midwifery care, childbirth midwifery care, postpartum midwifery care and newborn midwifery care and birth control acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals, because that way the development of their condition will be monitored at all times and they will also become trusting and open because they feel that they already know the caregiver. The type of research used is descriptive, with a case study (Case Study), the sample used is Mrs. L. After taking care of her, she has provided comprehensive obstetric care starting from pregnant women, childbirth, postpartum, babies and the results are normal pregnancy, normal childbirth, normal babies, and up to family planning. There is no gap between theory and case in the Comprehensive Midwifery Care for Mrs. L and By.Mrs. L in Suruh Village.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study). Sampel yang digunakan adalah Ny. L. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny.L dan By.Ny.L di Desa Suruh.
Yoga Kids sebagai Stimulasi Motorik Kasar untuk Anak Usia Dini Nur Ismawati; Nelly Agustin; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children are the nation's next generation who deserve attention. According to the World Health Organization (WHO), 5-25% of pre-school children in the world experience minor brain dysfunction, including impaired fine motor and gross motor development. Gross motor skills are movements that involve large muscles. One activity that can optimize the use of all children's senses is Yoga Kids. Yoga Kids is a creative way to provide children with exercise to regulate breathing patterns and physical activity, which can have many benefits for growth and development as well as being a fun activity for all family members. The aim of this activity is to increase children's and teachers' knowledge about the importance of Yoga Kids sports and improve their ability to concentrate on learning, as well as stimulate children's growth and development, especially in terms of gross motor skills. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage, making preparations by collaborating with partners. Second Stage Providing counseling about the benefits of Yoga Kids, using projector media and teaching Yoga Kids sports to children in a happy atmosphere. Third Stage: Conduct an evaluation by conducting interviews with PAUD and Kindergarten teachers and students. From the results of community service, it was found that this activity was attended by 48 children and 6 teachers, and the result was an increase in children's motor development abilities after the training. During the activity, the children looked enthusiastic and eager. It is hoped that heads and teachers of PAUD and Kindergarten schools will carry out Yoga Kids activities on an ongoing basis so that children's gross motor skills improve.   Abstrak Anak merupakan generasi penerus bangsa yang layak untuk mendapatkan perhatian. Berdasarkan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 5-25% anak usia pra sekolah di dunia mengalami disfungsi otak minor, termasuk gangguan perkembangan motorik halus dan motorik kasar. Motorik kasar adalah Gerakan yang melibatkan otot-otot besar. Salah satu aktivitas yang dapat mengoptimalkan penggunaan seluruh indera anak adalah Yoga Kids. Yoga Kids merupakan salah satu cara yang kreatif untuk memberikan Latihan anak untuk melakukan pengaturan pola nafas dan aktivitas jasmani yang dapat memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan serta aktivitas yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan anak dan guru mengenai pentingnya olahraga Yoga Kids dan meningkatkan kemampuan dalam konsenterasi belajar, serta menstimulus tumbuah kembang anak terutama dalam hal motorik kasar. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua Memberikan penyuluhan mengenai manfaat Yoga Kids, menggunakan media Proyektor dan mengajarkan olahraga Yoga Kids pada anak dengan suasana gembira. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara melakukan wawancara kepada guru dan murid PAUD dan TK. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 48 anak dan 6 guru dan terjadi peningkatan kemampuan perkembangan motorik anak setelah dilakukan pelatihan. Selama kegiatan berlangsung anak-anak tampak antusias dan semangat. Diharapkan kepala dan guru sekolah PAUD dan TK untuk melaksanakan kegiatan Yoga Kids secara berkelanjutan agar kemampuan motorik kasar anak meningkat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny. W Umur 30 Tahun G2P1A0 di UPTD Puskesmas Ainiba Kabupaten Belu Goncalves, Elvira Amaral; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care is a continuous service starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning carried out by midwives, which aims to assess as early as possible the complications found so that they can improve the welfare of mothers and babies in a sustainable manner. Midwives have an important role as executors, such as midwives providing midwifery care for pregnancies to family planning acceptors, midwives as managers, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this care, the author uses descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and literature studies. The subjects in this case study are purposive, which means that subject selection is carried out based on certain goals to be achieved. This research begins November 2023- May 2024. The results of the care provided to Mrs W, 30 years old G2P1A0, starting from pregnancy, childbirth, postpartum and newborns, went smoothly and the mother and baby were in a normal condition. Based on the results of continuity of care midwifery care which has been carried out by Mrs W, it is hoped that the client can apply the counseling that has been provided during midwifery care so that the condition of the mother and baby remains good and can prevent complications and even death.   Abstrak Asuhan Continuity Of Care adalah pelayanan yang berkesinambungan mulai dari hamil, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta keluarga berencana yang dilakukan oleh bidan, yang bertujuan untuk mengkaji sedini mungkin penyulit yang ditemukan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi secara berkelanjutan.Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak, bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pda klien, melatih dan membimbing kader.Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui  wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi pustaka.Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yang artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin di capai.Penelitian ini dimulai november 2023- mei 2024.Hasil asuhan yang diberikan pada Ny W umur 30 tahun G2P1A0 mulai dari hamil, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam keadaan normal.Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pad Ny W diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.
Co-Authors Adi Purwanto Adi Purwanto Afriyani, Luvi Dian Ainun Mardiah Alfian Noor Muthiasari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angelica Toding , Sebrianti Anggun Sri Bintang Anisa, Rifka Ari Budiawati Arlinda Novela Dewi Asmida Erliana Simatupang Cahyaningrum Christia Estiningtyas Cici Prizkila Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Putri, Septiani Dwi Prasetyorini Dwi Trisnawati Elisa Indraeni erika, nurlia Erni Septriana Silaban Etilia Abuk Feny Marselina Fera Aldania Fitria Primi Astuti Fitriyani, Aice Bela Goncalves, Elvira Amaral Haidir, Kiki Wahyuni Haniah, Siti Hapsari Windayanti Heni Setyowati Heni Setyowati Iga Rosi Retnawati Ilya Wanawati Indawanti Isni, Fitri Ita Purnamasari Laeli Fauziyah Lestari, Puji Lilis Suryani Maimunah Marcelya Shella Maria Beata Aku Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh Nafa Nofitasari NELLY AGUSTIN Neni Sri Rahayu Nindi Mubarokatun Nafisah Ninik Christiani Niswatul Jannah Shofiula Nita Aprilia Devantiyogi Nor Aini Nova Oktaviani Nur Ismawati Nurchasanah Nurlia Erika Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktaviana Pratiwi Rudin P, Djandjang Puji Handayani Putri Rahimah Mughny Putri, Risma Aliviani rabbania, ririn Ratih Sukma Dewi Ratri Widiyati Regitha Cahya, Venny Thrissia Risma Asmarani Rudin, Oktaviana Pratiwi Runiatin Rusita, Vivi Ida Sholikhah, Daimatus Siti Musyarofah Sofiyanti, Ida Suarni, Sri Suprapti Titik Dwi Ariyani Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana Tri Wahyuni S Tyas Pujiana, Ratna Ucia Rorin Uli Che Agustine Ulya Sesa Febriani Umi Dwi Ariyanti Umu Salamah Veftisia, Vistra Wahdah, Rabia Wahyu Indah Lestari Wanawati, Ilya Wonggo, Sulisnawati Yohana Elika Pilihanti Yosefina Lin