Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Massage Endorphin untuk Mengatasi Rasa Nyeri dan Kecemasan pada Ibu Hamil di Desa Medayu Sholikhah, Daimatus; Angelica Toding , Sebrianti; Eti Salafas; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnant women who experience pain will mostly feel anxious, especially since the opening process is long and the baby is not born. Endorphin massage is a light massage therapy that can stimulate the body to release endorphin compounds that can help relieve pain and cause a sense of comfort, so that it can overcome anxiety during the delivery process. The goal after efforts to increase knowledge is expected to increase the knowledge of pregnant women in Medayu Village, Suruh District, Semarang Regency in overcoming pain and anxiety during childbirth. The method of implementation is with lectures and demonstrations. The media used are video and power point. The results obtained before being given health education about endorphin massage were 40%, the average result after being given health education about endorphin massage increased to 90%. Pregnant women have good knowledge of how to reduce pain and anxiety during childbirth. The conclusion of the activity was carried out smoothly and received a good response from the participants. Participants can find out about how to reduce pain and anxiety during childbirth by doing endorphin massage in Medayu Village, Suruh District, Semarang Regency.   Abstrak Ibu bersalin yang mengalami nyeri sebagian besar akan merasa cemas, apalagi proses pembukaan yang lama dan bayi tidak kunjung lahir. Endorphin massage merupakan terapi pemijatan ringan yang dapat merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphin yang bisa membantu pereda rasa sakit dan menimbulkan rasa nyaman, sehingga dapat mengatasi rasa cemas pada saat proses persalinan. Tujuan setelah dilakukan upaya peningkatan pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil di Desa Medayu Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dalam mengatasi nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Metode pelaksanaan dengan ceramah dan demonstrasi. Media yang digunakan yaitu video dan power point. Hasil yang didapat sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang massage endorphin sebanyak 40%, hasil rata-rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang massage endorphin meningkat menjadi 90%. ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan nanti. Kesimpulan kegiatan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan respon baik oleh peserta. Peserta dapat mengetahui tentang cara mengurangi rasa nyeri dan kecemasan saat persalinan dengan melakukan endorphin massage di Desa Medayu Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.
Pelatihan Soft Skills Sumber Daya Manusia Kesehatan di SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang Salafas, Eti; Afriyani, Luvi Dian; Purwanto, Adi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.502 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1104

Abstract

Soft skills are terms related to emotional intelligence, personality traits, social skills, communication, language, personal habits, friendliness and optimism that characterize a person's ability to relate to others. These soft skills contribute 80% of a person's success compared to hard skills. An exploratory study of 130 industries in 16 provinces in Indonesia, shows that the biggest gap between the competencies needed by the business and industrial world and the competencies of health vocational high school (SMK) graduates is in aspects of soft skills such as: honesty, discipline, communication, initiative and teamwork. Soft skills should be built as early as possible, to prepare health human resources with character. SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang organizes vocational nursing and pharmacy with a total of 60 students. These students are prospective health workers. There is a tendency for class XII students to be more daring to cheat (dishonestly) during exams than students of X and XI. Students often delay doing schoolwork and there is still a lot of free time that has not been used optimally so that schoolwork is done less than optimally. This condition if left unchecked will affect the character development of health human resources. The world of work does not only choose prospective workers who are proficient in academic abilities, but pays great attention to skill values including the values of honesty, responsibility, courtesy, discipline, commitment, self-confidence, ethics, cooperation, creativity, communication, and leadership. soft skills). Through this Community Service, students are given soft skills training including time management, effective communication and preparing action plans. Evaluation is carried out during the process and followed for 1 month. Process evaluation is carried out qualitatively, there is a change in knowledge and positive attitudes towards the character of the work that is built.ABSTRAKSoft skills adalah istilah berkaitan dengan kecerdasan emosional, sifat kepribadian, ketrampilan sosial, komunikasi, berbahasa, kebiasaan pribadi, keramahan dan optimisme yang mencirikan kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Soft skills ini memberikan kontribusi 80% keberhasilan seseorang dibandingkan dengan hard skills. Penelitian eksploratif 130 industri di 16 provinsi di Indonesia, menunjukkan kesenjangan terbesar antara kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri dengan kompetensi lulusan SMK adalah pada aspek soft skills seperti : kejujuran, kedisiplinan, komunikasi, inisiatif dan kerjasama tim. Soft skills hendaknya dibangun sedini mungkin, untuk mempersiapkan sumber daya manusia kesehatan yang berkarakter. SMK Bhakti Medika Wiyata Kristen Magelang menyelenggarakan kejuruan keperawatan dan farmasi dengan jumlah seluruh siswa 60. Para peserta didik ini merupakan calon tenaga kesehatan. Ada kecenderungan siswa kelas XII lebih berani menyontek (tidak jujur) ketika ujian dibandingkan siswa X dan XI. Siswa sering menunda mengerjakan tugas sekolah dan masih banyak waktu luang yang belum digunakan dengan optimal sehingga tugas sekolah dikerjakan kurang maksimal. Kondisi ini apabila dibiarkan akan berpengaruh terhadap pembangunan karakter sumberdaya manusia kesehatan. Dunia kerja tidak hanya memilih calon pekerja yang cakap dalam kemampuan akademik saja, tetapi sangat memperhatikan nilai-nilai kecakapan diantaranya nilai kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, disiplin, komitmen, rasa percaya diri, etika, kerjasama, kreativitas, komunikasi, dan kepemimpinan (soft skills). Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat ini siswa-siswi diberikan pelatihan soft skills meliputi manajemen waktu, komunikasi efektif dan menyusun rencana aksi. Evaluasi dilaksanakan saat proses dan diikuti selama 1 bulan. Evaluasi proses dilaksanakan secara kualitatif, ada perubahan pengetahuan dan sikap positif terhadap karakter kerja yang dibangun.
Optimalisasi Fisik dan Mental Ibu Hamil dengan Prenatal Yoga dan Afirmasi Positif Rudin, Oktaviana Pratiwi; Erika, Nurlia; Salafas, Eti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.277 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1620

Abstract

Pregnancy is a physiological process, during pregnancy pregnant women experience physical and psychological changes that can cause discomfort. One of the efforts to overcome this discomfort is by doing Prenatal Yoga. Prenatal yoga is a sport that emphasizes respiratory movements, stretching, and strengthening which is useful for reducing complaints of pregnant women and preparing for physical fitness during childbirth. Research conducted by Islam, found that the health condition of the mother before prenatal yoga experienced one to three pregnancy complaints as much as 69%, the remaining more than three complaints 31% while the mother's health condition after doing prenatal yoga 58.6% did not experience pregnancy complaints and 41% experienced one to three complaints due to pregnancy. Physical fitness activities combined with positive affirmations really help mothers reduce complaints of discomfort during pregnancy while preparing physically and psychologically for childbirth. The purpose of this community service is to teach Prenatal yoga and positive affirmations to pregnant women through a class for pregnant women in Pringapus which is attended by 10 pregnant women. The result is a change in knowledge, attitudes and skills of pregnant women about prenatal yoga and positive affirmations. It is expected that pregnant women apply prenatal yoga and positive affirmations independently and regularly.ABSTRAKKehamilan merupakan proses fisiologis, selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu upaya mengatasi ketidaknyamanan tersebut dengan melakukan Prenatal Yoga. Prenatal yoga adalah olahraga yang menekankan pada gerakan respirasi, peregangan, serta penguatan yang bermanfaat untuk mengurangi keluhan ibu hamil dan mempersiapkan kebugaran fisik saat persalinan. Penelitian yang dilakukan Islami, diperoleh kondisi kesehatan ibu sebelum prenatal yoga mengalami satu hingga tiga keluhan kehamilan sebanyak 69%, sisanya lebih dari tiga keluhan 31% sedangkan kondisi kesehatan ibu setelah melakukan prenatal yoga 58.6% tidak mengalami keluhan kehamilan dan 41% mengalami satu hingga tiga keluhan karena kehamilan. Aktifitas fisik kebugaran yang dipadukan dengan afirmasi positif sangat membantu ibu mengurangi keluhan ketidaknyamanan selama kehamilan sekaligus mempersiapkan fisik dan psikologis untuk menghadapi persalinan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengajarkan Prenatal yoga dan afirmasi positif kepada ibu hamil melalui kelas ibu hamil di Desa Pringapus yang diikuti oleh 10 ibu hamil. Hasilnya ada perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu hamil tentang prenatal yoga dan afirmasi positif. Diharapkan ibu hamil menerapkan prenatal yoga dan afirmasi positif secara mandiri dan teratur.
Pendidikan Kesehatan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) bagi Ibu Nifas di RS PKU Muhammadiyah Temanggung Ucia Rorin; Ilya Wanawati; Ulya Sesa Febriani; Windayanti, Hapsari; Salafas, Eti; Cahyaningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3309

Abstract

Congenital hypothyroidism is a deficiency of thyroid hormones in the womb. The incidence of hypothyroidism worldwide is close to 1:3,000. The prevalence in East Asia currently varies from 1:1,000 to 1:6,467, so when viewed from the population, the number of babies with congenital hypothyroidism born each year is close to 40,000. The incidence of congenital hypothyroidism in Indonesia with a birth rate of around 5 million per year, is estimated at 1,765 to 3,200 babies with congenital hypothyroidism and 966 to 3,200 babies with transient congenital hypothyroidism due to iodine deficiency, born every year. Based on interviews conducted with postpartum mothers in the Shofa 1 Room at PKU Muhammadiyah Temangung Hospital, it was found that most postpartum mothers did not know about Congenital Hypoteroid Screening (SHK). The method of community service carried out is health education on Congenital Hypothyroidism (SHK) Screening with leaflet media and filling out pre and post-test questionnaires for postpartum mothers' knowledge about SHK, conducted from March 7-14, 2024 with a total of 25 respondents in the Shofa 1 Room. From this community service, it was found that most of the postpartum mothers had good knowledge as many as 22 people (95%), postpartum mothers with sufficient knowledge as many as 3 people (5%), and postpartum mothers with less knowledge as many as 0 people (0%).   ABSTRAK Hipotiroid kongenital merupakan kekurangan hormon tiroid sejak dalam kandungan. Kejadian hipotiroid di seluruh dunia prevalensinya mendekati 1 : 3.000. Prevalensi di Asia Timur saat ini bervariasi dari 1 : 1.000 sampai 1 : 6.467, sehingga bila dilihat dari jumlah penduduk maka bayi dengan hipotiroid kongenital yang lahir tiap tahun mendekati 40.000. Angka kejadian hipotiroid kongenital di Indonesia dengan angka kelahiran sekitar 5 juta per tahun, diperkirakan sebanyak 1.765 sampai 3.200 bayi dengan hipotiroid kongenital dan 966 sampai 3.200 bayi dengan hipotiroid kongenital transien karena kekurangan iodium, lahir setiap tahunnya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan  ibu nifas di Ruang Shofa 1 di RS PKU Muhammadiyah Temangung, didapatkan sebagian besar ibu nifas tidak mengetahui tentang  Skrining Hipoteroid Kongenital (SHK). Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) dengan media leaflet dan melakukan pengisian kuesioner  pre dan post test pengetahuan ibu nifas tentang SHK, dilakukan dari tanggal 7–14 maret 2024 dengan jumlah 25 responden di Ruang Shofa 1. Dari pengabdian masyarakat ini didapatkan sebagian besar ibu nifas memilki pengetahuan yang baik sebanyak 22 orang (95%), ibu nifas dengan pengetahuan yang cukup sebanyak 3 orang (5%) dan ibu nifas dengan pengetahuan kurang sebanyak 0 orang (0%).  
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. U Umur 31 Tahun Titik Dwi Ariyani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care or continuity of midwifery care is an approach that is carried out continuously from pregnancy, childbirth, postpartum, to newborn care. This aims to improve the quality of maternal and infant health and ensure optimal monitoring. This care aims to provide an overview of continuity of care midwifery care for Mrs. U, 31 years old. The method in providing Continuity Of Care care uses a case study approach with direct observation and recording of care provided from the first trimester of pregnancy to the third trimester of pregnancy, childbirth, postpartum, infant care to family planning. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The results of continuous midwifery care succeeded in increasing maternal compliance in undergoing prenatal care, minimizing complications during childbirth, and providing better knowledge about newborn care. The mother showed good health conditions during and after the delivery process, and the baby was born healthy. Conclusion: The continuity of care approach to Mrs. U showed positive results, providing a significant impact in improving maternal and infant health. Continuous midwifery care is highly recommended to be implemented in health facilities to ensure holistic monitoring of maternal and infant health.   Abstrak Continuity of care atau kesinambungan asuhan kebidanan adalah pendekatan yang dilakukan secara terus menerus dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi serta memastikan pemantauan yang optimal. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan Continuity Of Care pada Ny. U, usia 31 tahun,. Metode dalam memberikan asuhan Continuity Of Care ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung dan pencatatan asuhan yang diberikan dari kehamilan trimester Pertama sampai hamil trimester ke 3, Persalinan, masa nifas, perawatan bayi sampai dengan KB. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari Asuhan kebidanan yang berkesinambungan berhasil meningkatkan kepatuhan ibu dalam menjalani perawatan prenatal, meminimalkan komplikasi saat persalinan, serta memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai perawatan bayi baru lahir. Ibu menunjukkan kondisi kesehatan yang baik selama dan setelah proses persalinan, dan bayi lahir dengan sehat. Kesimpulan: Pendekatan continuity of care pada Ny. U menunjukkan hasil yang positif, memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan kebidanan berkesinambungan sangat dianjurkan untuk  diterapkan di fasilitas kesehatan guna memastikan pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara holistik.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “M” Usia 24 Tahun dengan Ketuban Pecah Dini Suarni, Sri; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. M comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in May-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experienced KEK, back pain, the care provided was the provision of PMT, nutritional pattern counseling, Acupressure BL 23, GV3 and GV 4. During labor, the mother experienced premature rupture of membranes and was referred to Hermina Hospital Balikpapan. In postpartum care, the mother said that her breast milk production was low and was given Hypnobreasfeeding care. In newborn care, all were found to be within normal limits. While in family planning care, Mrs. M used an IUD after the placenta was born.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami KEK, nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah pemberian PMT, konseling pola nutrisi, Akupresure BL 23, GV3 dan GV 4. Pada saat persalinan ibu mengalami ketuban pecah dini dan dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Hermina Balikpapan. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan Hypnobreasfeeding. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal. Sedangkan pada asuhan KB Ny. M menggunakan KB IUD setelah plasenta lahir,
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 37 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Mekar Sari Ari Budiawati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main indicator for a country in assessing the level of health services for pregnant, labor, and postpartum is Maternal Mortality Rate (MMR).  Efforts to accelerate the reduction of MMR are ensure that every mother is able to access quality health services, such as maternal health services, delivery assistance by trained health workers in health care facilities, postnatal care for mothers and babies special care and referrals in the event of complications and familly planning services including postnatal famliy planning. Continuity of care (COC) is a service that is achieved when there is a continuous relationship between a womand and a midwife. Continuing care related to health professionals, midwifery services start from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and childbirth until the first 6 weeks postpartum.The purpose of this case study is give comprehensive midwifery care from pregnancy to family planning for Mrs. T 37 years old G1P0A0 at Mekar Sari Public Health Center. The method used is case study, the sampling use is pregnant woman in third trimester which is followed from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum and familly planing. Instruments used for data collection using the midwifery care format for pregnant women and SOAP method for progress data. Data collection techniques is interview, observation and checkup. Results of care for Mrs. T 37 years old G1P0A0 start from pregnancy, childbirth newborn, postpartum and the mother choose to used  IUD. The conclusion is comprehensive midwifery care for Mrs. T 27 years old start from pregnancy, childbirth, newborn, postpartum and familly planing was normal without any complication.   Abstrak Salah satu indikator utama suatu negara dalam menilai tingkat pelayanan kesehatan pada ibu hamil, melahirkan dan nifas adalah Angka Kematian Ibu. Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana (KB) termasuk KB pasca persalinan. Asuhan kebidanan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) merupakan pelayanan yang dicapai ketika terjalin hubungan yang terusmenerus antara seorang wanita dan bidan. Asuhan yang berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai prakonsepsi, awal kehamilan, selama semua trimester, kelahiran dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum. Tujuan dari studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif dari masa kehamilan hingga keluarga berencana pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 di Puskesmas Mekar Sari. Metode yg digunakan adalah studi kasus, sampel yg digunakan adalah ibu hamil trimester III yang diikuti dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dan metode SOAP untuk data perkembangan. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan pemeriksaan. Hasil asuhan yang diberikan pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 mulai asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan ibu memilih alat kontrasepsi IUD. Kesimpulan dalam asuhan kebidanan komprehensif yang dilakukan pada Ny. T umur 37 tahun G1P0A0 dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana berlangsung normal tanpa ada komplikasi.   
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “F” Usia 30 Tahun dengan Oligohidramnion Puji Handayani; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide midwifery care to Mrs. M comprehensively and continuously starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliographic studies. This study was conducted in May-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely the mother experienced KEK, back pain, the care provided was the provision of PMT, nutritional pattern counseling, Acupressure BL 23, GV3 and GV 4. During labor, the mother experienced premature rupture of membranes and was referred to Hermina Hospital Balikpapan. In postpartum care, the mother said that her breast milk production was low and was given Hypnobreasfeeding care. In newborn care, all were found to be within normal limits. While in family planning care, Mrs. M used an IUD after the placenta was born.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu nyeri punggung dan dibeirkan asuhan akupresure BL 23. Pada saat persalinan ibu mengalami oligohidramnion dan dilakukan rujukan ke RS Asih Balikpapan. Pada asuhan nifas ibu mengatakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir, By. Ny F mengalami hiperbilirubin dan diberikan asuhan fototerapi. Sedangkan pada asuhan KB Ny. F menggunakan KB IUD setelah plasenta lahir.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 23 Tahun di Puskesmas Karang Rejo Alfian Noor Muthiasari; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-September 2024. From the results of the provision of pregnancy care, a problem was found, namely Mrs. S had anemia with an HB level of 10.9 gr%, was given care for the provision of FE tablets and nutritional pattern IEC, on the third visit Mrs. S complained of back pain and was taught the BL 23 acupressure technique. In the delivery care of Mrs. S, it went normally, Mrs. S gave birth at the Hospital. On the second postpartum visit, Mrs. S said that her breast milk production was low and was given oxytocin massage care. In the care of newborns, there were no problems, By. Mrs. S cried hard and moved actively, was given care of giving Vit K, hepatitis B immunization and eye ointment, BCG and Polio 1 immunizations. In the family planning care, Mrs. S decided to use a 3-month injection of birth control. Continuous midwifery care given to Mrs. S from pregnancy to birth control had no complications and went well. It is hoped that health workers will improve education for pregnant women so that pregnant women comply with pregnancy check-ups according to standards.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-September 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu Ny. S mengalami anemia dengan kadar HB 10,9 gr%, diberikan asuhan pemberian tablet FE dan KIE pola nutrisi, pada kunjungan ketiga Ny. S mengeluh mengalami nyeri punggung dan diajarkan teknik akupresure BL 23. Pada asuhan persalinan Ny. S berjalan dengan normal, Ny. S melahirkan di Rumah Sakit. Pada kunjungan kedua nifas, Ny S mengetakan produksi ASI sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. pada asuhan bayi baru lahir, tidak ada masalah, By. Ny. S menangis kuat bergerak aktif, diberikan asuhan pemberian Vit K, imunisasi hepatitis B dan salep mata, imunisasii BCG dan Polio 1. Pada asuhan KB, Ny. S memutuskan menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan kebidanan berkesinambungan yang diberikan kepada Ny. S dari hamil sampai dengan KB tidak ada komplikasi dan berjalan dengan baik. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil sehingga ibu hamil patuh untuk memeriksakan kehamilan sesuai dengan standar.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. Wumur 27 Tahun di Puskesmas Karang Joang Indawanti; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates in Indonesia remain a significant challenge in healthcare, particularly in areas with limited access to medical services. One effective strategy to reduce these rates is the implementation of Continuity of Care (CoC), which includes monitoring throughout pregnancy, delivery, the postpartum period, and Family Planning (FP) services after childbirth. This approach ensures that both mother and baby receive comprehensive and continuous care, ultimately reducing the risk of mortality and complications. This study aims to implement and evaluate the effectiveness of Continuity of Care for Mrs. W, a 27-year-old G2P1A0, at Karang Joang Public Health Center, Balikpapan. The study employed a descriptive method with a case study approach. Care was provided starting from the third trimester of pregnancy, followed by a Cesarean Section delivery, postpartum care, and newborn care. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation review. The results indicate that the application of Continuity of Care facilitated early detection of complications, such as issues during pregnancy and post-operative concerns. Care during the postpartum period and newborn care showed optimal outcomes with no serious complications, including the successful initiation of exclusive breastfeeding. These findings underscore the importance of Continuity of Care in improving the efficiency and quality of midwifery services, as well as in reducing the risk of complications that could endanger both the mother and the baby.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan medis. Salah satu strategi yang efektif untuk menurunkan angka tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity of Care), yang mencakup pemantauan dari kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan. Pendekatan ini memastikan ibu dan bayi mendapatkan layanan yang komprehensif dan berkesinambungan, yang pada akhirnya berpotensi mengurangi angka kematian dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. W, usia 27 tahun, G2P1A0, di Puskesmas Karang Joang, Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Asuhan diberikan mulai dari trimester III kehamilan, dilanjutkan dengan persalinan melalui Sectio Caesarea, masa nifas, dan perawatan bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Continuity of Care membantu mendeteksi komplikasi sejak dini, seperti keluhan pada masa kehamilan dan pasca operasi. Asuhan pada masa nifas dan bayi baru lahir menunjukkan hasil yang optimal tanpa komplikasi serius, dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan Continuity of Care dalam meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan kebidanan, dan mengurangi risiko komplikasi yang membahayakan ibu dan bayi.
Co-Authors Adi Purwanto Adi Purwanto Afriyani, Luvi Dian Ainun Mardiah Alfian Noor Muthiasari Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Angelica Toding , Sebrianti Anggun Sri Bintang Anisa, Rifka Ari Budiawati Arlinda Novela Dewi Asmida Erliana Simatupang Cahyaningrum Christia Estiningtyas Cici Prizkila Della Imianuel Resnia Pappang Dewi Putri, Septiani Dwi Prasetyorini Dwi Trisnawati Elisa Indraeni erika, nurlia Erni Septriana Silaban Etilia Abuk Feny Marselina Fera Aldania Fitria Primi Astuti Fitriyani, Aice Bela Goncalves, Elvira Amaral Haidir, Kiki Wahyuni Haniah, Siti Hapsari Windayanti Heni Setyowati Heni Setyowati Iga Rosi Retnawati Ilya Wanawati Indawanti Isni, Fitri Ita Purnamasari Laeli Fauziyah Lestari, Puji Lilis Suryani Maimunah Marcelya Shella Maria Beata Aku Moneca Diah Listiyaningsih Munawaroh Nafa Nofitasari NELLY AGUSTIN Neni Sri Rahayu Nindi Mubarokatun Nafisah Ninik Christiani Niswatul Jannah Shofiula Nita Aprilia Devantiyogi Nor Aini Nova Oktaviani Nur Ismawati Nurchasanah Nurlia Erika Nurul Deviana Nurul Indah Sari Oktaviana Pratiwi Rudin P, Djandjang Puji Handayani Putri Rahimah Mughny Putri, Risma Aliviani rabbania, ririn Ratih Sukma Dewi Ratri Widiyati Regitha Cahya, Venny Thrissia Risma Asmarani Rudin, Oktaviana Pratiwi Runiatin Rusita, Vivi Ida Sholikhah, Daimatus Siti Musyarofah Sofiyanti, Ida Suarni, Sri Suprapti Titik Dwi Ariyani Tri Rahayu Ningsih, Kristiyana Tri Wahyuni S Tyas Pujiana, Ratna Ucia Rorin Uli Che Agustine Ulya Sesa Febriani Umi Dwi Ariyanti Umu Salamah Veftisia, Vistra Wahdah, Rabia Wahyu Indah Lestari Wanawati, Ilya Wonggo, Sulisnawati Yohana Elika Pilihanti Yosefina Lin