Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGUATAN METODE LITERASI DAN NUMERASI BAGI GURU SMP ISLAM TERPADU AN-NISA DOMPU BERBASIS TATA KELOLA MANAJEMEN SEKOLAH Syarifuddin, Syarifuddin; Komalasari, Lala Intan; Swandi, Swandi
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v3i1.2608

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Islam Terpadu (IT) An-Nisa Dompu melalui penguatan metode literasi dan numerasi dengan pendekatan tata kelola manajemen sekolah yang baik. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan para guru sebagai peserta kegiatan, dan fokus pada pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dalam rangka meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Pendekatan tata kelola manajemen sekolah diintegrasikan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program, dengan dukungan penuh dari guru dan kepala sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan melibatkan kolaborasi antara kepala sekolah SMP IT An-Nisa Dompu, dosen dari Universitas Muhammadiyah Bima, dan dosen dari STKIP Al Amin Dompu. Proses implementasi dimulai dengan penyampaian materi dan bimbingan teknis, diikuti dengan pendampingan dan pemantauan terhadap proses penerapan literasi dan numerasi. Proses penguatan dimulai dengan penyusunan program literasi dan numerasi yang melibatkan kolaborasi antara guru dan kepala sekolah. Selanjutnya, para guru melakukan persiapan perangkat pembelajaran yang memuat unsur literasi dan numerasi, termasuk dalam bentuk gambar dan video pembelajaran. Pendekatan ini diimplementasikan dalam kurun waktu dua dengan pendampingan dan pemantauan secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan kesuksesan kolaborasi antara guru dan kepala sekolah dalam menghasilkan program literasi dan numerasi yang terstruktur. Pemahaman mendalam para pendidik terhadap berbagai metode dan implementasi menjadi kunci keberhasilan peningkatan kemampuan siswa secara garis besar, termasuk kemampuan mengenal huruf dan angka, membaca, dan menghitung. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen dan sinergi antarstakeholder yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat, menciptakan dampak positif dalam memajukan mutu pendidikan di SMP IT An-Nisa Dompu.
Enhancing Mathematical Cognition through Deep Learning Visualization: A Cognitive and Pedagogical Integration St. Zulaiha Nurhajarurahmah; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2812

Abstract

This mixed-methods study examines whether backpropagation-based deep learning (DL) visualizations can strengthen metacognition and learning outcomes in a university Linear Programming course. Sixty undergraduates (8-week blended format) completed pre/post cognitive tests and the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), while their LMS activity traces (e.g., time-on-task, revision frequency, error types) trained a multilayer perceptron. The intervention exposed students to DL visual artifacts—loss curves, gradient/weight updates, and error heatmaps—as reflective scaffolds linking machine error correction to human self-regulation. Quantitatively, mean test scores increased from 61.23 to 80.57 (paired-t, p < .001), and total MAI rose from 135.40 to 159.85 (paired-t, p < .001). Gains concentrated in regulation of cognition (monitoring/evaluation). Metacognitive improvement correlated with achievement (Pearson r = .62, p < .001). Computationally, model loss decreased from 0.25 to 0.03 over 200 epochs with 89.4% validation accuracy; Dynamic Time Warping = 0.81 (p < .01) indicated strong temporal alignment between DL loss minimization and students’ learning curves. Qualitatively, thematic analysis of weekly reflections and interviews revealed a progression from error recognition to strategy adjustment and reflective transformation, recasting errors as actionable signals. Triangulating quantitative, computational, and qualitative strands supports the Cognitive Backpropagation Learning (CBL) framework: DL error feedback parallels human metacognitive feedback, and its visualization functions as a digital mirror that externalizes reflection. Findings recommend interpretable DL dashboards as practical, class-deployable scaffolds to cultivate reflective, adaptive mathematical thinkers.
Integrating Direct Teaching and Local Cultural Values to Improve Student Engagement and Learning Outcomes in Islamic Religious Education for Fifth Grade Students Klis Dianti; Luthfiyah Luthfiyah; Syarifuddin Syarifuddin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7574

Abstract

This study investigates the effectiveness of the Direct Instruction model integrated with the local cultural values of Maja Labo Dahu in enhancing student engagement and learning outcomes in Islamic Religious Education among fifth-grade students at INPRES Tololara State Elementary School. The integration of cultural elements aimed to make learning more relevant and character-building for students. A classroom action research (CAR) design was employed, conducted over two cycles. Each cycle involved stages of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were 15 fifth-grade students. Data were collected through structured observations of student learning activities and evaluations of student learning outcomes. The findings revealed notable improvements in both student engagement and academic achievement. Student learning activity increased from 61.67% in the first cycle to 85% in the second, while classical learning completeness rose from 60% to 86.67%. These gains were attributed to clearer instructional guidelines, the integration of culturally familiar content, and the use of demonstration and practice-based teaching techniques. Reflective analysis from the first cycle allowed for refinement of teaching strategies in the second cycle, leading to enhanced student motivation, interaction, and comprehension. Beyond academic improvements, the integration of Maja Labo Dahu supported the development of character values aligned with Islamic teachings, such as integrity, respect, and cooperation. In conclusion, combining the Direct Instruction model with local cultural values proved effective in improving both cognitive and character outcomes, offering a viable approach to enhancing the quality of elementary education.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran: Menggunakan Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) Firmansyah Firmansyah; Ilham Ilham; Luthfiyah Luthfiyah; Syarifuddin Syarifuddin
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6711

Abstract

Evaluasi Pembelajaran Merupakan Komponen Penting Dalam Proses Pendidikan Karena Berfungsi Untuk Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Secara Menyeluruh. Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), Evaluasi Tidak Hanya Berorientasi Pada Penguasaan Pengetahuan, Tetapi Juga Mencakup Pembentukan Sikap Dan Pengembangan Keterampilan Keagamaan Peserta Didik. Namun, Praktik Evaluasi Pembelajaran PAI Masih Cenderung Berfokus Pada Aspek Kognitif Dan Belum Didukung Oleh Instrumen Evaluasi Yang Dikembangkan Secara Sistematis. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengkaji Dan Merumuskan Desain Konseptual Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran PAI Yang Komprehensif. Penelitian Ini Menggunakan Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dengan Pendekatan Kualitatif Deskriptif Melalui Analisis Berbagai Literatur Yang Relevan, Seperti Buku, Artikel Jurnal Ilmiah, Dan Hasil Penelitian Terdahulu. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran PAI Perlu Dirancang Secara Sistematis Dengan Mengintegrasikan Aspek Kognitif, Afektif, Dan Psikomotor Serta Berlandaskan Prinsip Validitas, Reliabilitas, Dan Objektivitas. Instrumen Evaluasi Yang Komprehensif Diharapkan Mampu Memberikan Gambaran Yang Lebih Utuh Mengenai Capaian Belajar Peserta Didik Serta Mendukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI. Penelitian Ini Diharapkan Dapat Menjadi Acuan Konseptual Bagi Guru Dan Peneliti Dalam Mengembangkan Instrumen Evaluasi Pembelajaran PAI Yang Lebih Bermakna Dan Berkualitas.
Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran: menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) Uswatun Hasanah; Ilham Ilham; Syarifuddin Syarifuddin; Luthfiyah Luthfiyah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6712

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Evaluasi yang berkualitas sangat ditentukan oleh instrumen yang digunakan dalam proses penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran PAI yang valid, reliabel, dan aplikatif sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan instrumen, pengembangan draf instrumen, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi instrumen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen evaluasi PAI yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan mampu mengukur ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Instrumen yang dikembangkan juga memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta dapat diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran PAI. Pengembangan instrumen evaluasi ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran PAI, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara holistik.