Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbentuk Soal Cerita Berdasarkan Teori Polya Siswa SMA Muhammadiyah Kota Bima Krisdianti Krisdianti; Syarifuddin Syarifuddin; Andang Andang
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 3 No. 2 (2023): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, Edisi Juli - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v3i2.360

Abstract

Salah satu tujuan dari pembelajaran matematika yaitu siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana pemecahan dan memeriksa kembali pemecahan. Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan suatu keterampilan yang dimiliki oleh individu dalam mengatasi permasalahan dalam bidang matematika yang slaah satunya berbentuk soal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam menyelesaikan soal cerita program linear. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Jumlah subjek yang dipilih dalam penelitian ini berjumlah 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) subjek berkemampuan tinggi dapat melakukan empat langkah pemecahan masalah dan sangat baik, yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali pemecahan masalah. 2) Subjek berkemampuan sedang pada langkah memahami masalah sudah mampu menulis informasi- informasi yang ada dalam soal, lalu merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana tetapi keliru dalam menyelesaikannya dan tidka melakukan pemeriksaan kembali. 3) Subjek berkemampuan rendah tidak mampu memahami masalah dengan baik terbukti dengan kurang tepatnya informasi yang ditulis dalam penyelesaian bahkan tidak mengerjakan soal sama sekali. Hal ini mempengaruhi langkah-langkah selanjutnya yaitu merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana pemecahan, dan memeriksa kembali.
Pendampingan Guru melalui Pendampingan Individu dan Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Bima dalam rangka Pengembangan dan Pengimbasan Budaya Positif Pembelajaran Syarifuddin Syarifuddin; Adi Apriadi Adiansha
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v3i1.280

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru penggerak dan mengembangkan budaya positif pembelajaran di Kabupaten Bima melalui pendampingan individu dan lokakarya pendidikan guru penggerak. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan sasaran kegiatan adalah 7 guru penggerak dari Angkatan 4 Kabupaten Bima. Pendampingan individu dilakukan dengan memberikan pendampingan langsung oleh tim pendamping kepada setiap guru pengerak yang terlibat dalam kegiatan guru penggerak. Pendampingan ini berupa observasi, pengamatan, dan memberikan saran dan masukan yang bersifat konstruktif dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru penggerak. Selain itu, lokakarya juga dilaksanakan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi guru penggerak dan memperkenalkan budaya positif pembelajaran. Lokakarya ini dilakukan secara interaktif dengan pendekatan edukatif yang mengarah pada pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan individu dan lokakarya pendidikan guru penggerak sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan memperkenalkan budaya positif pembelajaran di Kabupaten Bima. Guru-guru yang terlibat dalam kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mengajar dan penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Selain itu, para guru penggerak juga mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan menyenangkan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan individu dan lokakarya pendidikan guru penggerak dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan memperkenalkan budaya positif pembelajaran di Kabupaten Bima. Hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan menyenangkan bagi siswa. Guru penggerak sudah tertanam nilai-nilai guru penggerak dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru penggerak yaitu berpihak pada siswa, mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Tenun Bima Di Kelurahan Ntobo Kota Bima Agrippina Wiraningtyas; Wahyuni Wahyuni; Anita Rahmawati; Syarifuddin Syarifuddin; Zulkifli Zulkifli
Al-Ijtimā': Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/aijpkm.v5i1.182

Abstract

Community-based tourism development has been recognised as a strategic approach to improving the welfare of local communities, especially in areas that have cultural wealth such as Ntobo Village, Bima City. Bima weaving, which is a traditional cultural product with deep historical and aesthetic values, has great potential to be developed as a tourist attraction. However, low community participation in the tourism development process is one of the main obstacles. This study aims to increase community participation in the development of weaving-based tourism in Ntobo Village and identify factors that influence the level of participation. The approach used is the Participatory Action Approach (PAA), which involves the community actively in every stage of the activity, from potential mapping, planning, to programme implementation and evaluation. The results showed a significant increase in community knowledge and involvement after various activities were implemented, such as seminars, training, and partnerships with related parties. In addition, the integration of sustainability principles in the development of weaving-based tourism products increased tourist attraction and helped preserve local cultural heritage. The programme also succeeded in strengthening cooperation between the community, local government, and business actors, thus supporting the sustainability of tourism development. In conclusion, active community participation is the key to success in the development of weaving-based tourism that can improve economic welfare while preserving local culture in Ntobo Village.
Efektivitas Pendekatan STEM Berbasis Collaborative Learning terhadap Pemahaman Konsep Abstrak Siswa Sekolah Dasar Syarifuddin Syarifuddin; Ika Wirahmad; Mikrayanti Mikrayanti
Bima Journal of Elementary Education Vol 3 No 1 (2025): Bima Journal of Elementary Education
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/bijee.v3i1.2645

Abstract

Understanding abstract concepts is still a major challenge in learning science and mathematics at the elementary school level. This study aims to test the effectiveness of a STEM-based Collaborative Learning approach to improving students' understanding of abstract concepts. This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving 25 fifth-grade students from an elementary school in Jakarta who were selected through purposive sampling. The research instruments consisted of abstract concept comprehension tests (pretest and posttest), collaborative involvement observation sheets, and student participation questionnaires. Data analysis was carried out quantitatively using a paired sample t-test and supported by thematic qualitative analysis. The results showed that there was a significant increase in the abstract concept comprehension score, with an average pretest score of 62.2 increasing to 75.9 on the posttest. The t-test results obtained a value of t = -45.0 with p <0.001, which indicates the statistical effectiveness of the intervention. Observations and questionnaires showed high student involvement in group discussions and collaborative application of concepts. The conclusion of this study is that STEM-based Collaborative Learning is able to facilitate the learning of abstract concepts in a more meaningful and participatory way. Suggestions for further research are to test the effectiveness of this approach at different levels and to explore its integration with digital technology to strengthen students' absorption of abstract, cross-disciplinary material.
PEER TEACHING-BASED LEARNING ASSISTED BY MANIPULATIVE MEDIA IN IMPROVING STUDENTS' UNDERSTANDING AND SKILLS IN ADVANCED MATHEMATICS COURSES Syarifuddin, Syarifuddin
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol. 13 No. 1 (2025): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v13i1.9203

Abstract

This study aimed to analyze peer teaching-based learning assisted by manipulative media in improving students' understanding and skills in advanced mathematics courses. The study employed a descriptive quantitative approach along with a qualitative approach, involving 32 students from the PGMI program, semester 3, at the University of Muhammadiyah Bima. The research instrument were the tests to measure understanding and media development skill. Then the second instrument were the questionnaires to measure students' perceptions of the learning process, media development, and understanding. Data were analyzed using descriptive qualitative for the description of test answers, and descriptive statistics for the questionnaire results. The results showed that students' perception of the peer teaching process assisted by manipulative media was rated as very good (75%), the development of learning media was rated as very good (78.13%), and students' understanding of advanced mathematics material was rated as very good (68.75%). Students' learning outcomes met the graduation criteria with 100% of students achieving the required passing grade, supported by excellent peer teaching skills. The findings concluded that the application of peer teaching assisted by manipulative media can enhance students' motivation and positive perceptions of the mathematics learning process, increase creativity in developing relevant and interactive concrete media, and optimize students' conceptual understanding and analytical skills.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Sartika, Dewi; Silvia, Rika; Syarifuddin, Syarifuddin
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang pada siswa kelas V SDN 1 Dena tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK (penelitian tindak kelas). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena data yang diperoleh berupa angka. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari empat kompetensi setiap siklusnya yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Dena yang terletak di Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima dan penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 27 mei sampai dengan tanggal 3 juni 2023. Subjek penelitian ini adalah kelas V yang terdiri dari 18 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Berdiferensiasi dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 1 Dena. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai evaluasi siswa pada siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata siswa sebesar 72,609 pada siklus I kemudian meningkat menjadi 82,498 pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata dari siklus I dan siklus II sebesar 9,889. Karena telah mencapai presentase ketuntasan yaitu 94% siswa memperoleh nilai lebih atau sama dengan KKM (70), maka penelitian ini dinyatakan berhasil.
The Correlation Between Digital Technology Mastery and Pedagogical Skills of Teachers with Mathematics Learning Outcomes: A Meta-Analysis Fitrah, Muh.; Syarifuddin, Syarifuddin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3509

Abstract

The integration of digital technology in mathematics instruction has become increasingly essential to enhance students’ cognitive engagement and academic outcomes. The purpose of this meta-analysis is to investigate the correlation between digital technology mastery and pedagogical skills of teachers with mathematics learning outcomes published between 2020 and 2024. This quantitative research with a correlation meta-analysis approach utilized a sample of 59 articles published in journals indexed at least in Google Scholar and having a DOI on CrossRef, obtained from journal databases such as Scopus, ERIC, Direct, and Dimensions. Data collection in this research employed the Publish or Perish software and was analyzed using JASP 0.17.3.0 software, assisted by data transformation with Microsoft Excel, aiming to estimate aggregates, draw Forrest plots, and address publication bias. The results of this research indicate that digital technology mastery and pedagogical skills of teachers have a significant influence on students' mathematics learning outcomes, with results free from publication bias and significant variability between studies as evidenced by the correlation value (r) = 0.757. The funnel plot of the 59 studies had varying sample sizes with asymmetric distributions and studies free from potential publication bias strengthened by the plot's display. The research recommends the need to re-evaluate various instruments assessing digital technology mastery and pedagogical skills of teachers to maximize unique variance among the existing variables, and although this study has been generalized, mastery of digital technology and pedagogical skills of teachers can enhance mathematics learning outcomes.
Analisis Tingkat Keterampilan Guru Sekolah Dasar di Kota Bima dalam Pengembangan Pembelajaran Berbasis Media Interaktif Syarifuddin, Syarifuddin; Nufus, Mechi Sakinatun; Sasoko, Wasis Haryo; Zukhruf, Alfan; Ramdan, Fitri; Rosnani, Rosnani; Kurnia, Ade
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i1.387

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan guru sekolah dasar di Kota Bima dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis media interaktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis tingkat keterampilan guru sekolah dasar dalam pengembangan pembelajaran berbasis media interaktif di Kota Bima. Populasi dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar se Kota Bima, baik guru bersertifikasi maupun yang belum, dan juga dari aspek guru penggerak dan yang bukan guru penggerak. Sampel penelitiannya adalah guru yang bersedia dalam mengisi angket yang disebarkan melalui jaringan kepala sekolah dan guru. Instrumenn yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang terdiri dari 12 butir pernyataan dan pertanyaan yang diintegrasikan menggunakan google form. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, dikategorisasi dan dipisahkan berdasarkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Kota Bima memiliki tingkat keterampilan yang sangat baik dalam mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran berbasis media interaktif, serta melakukan evaluasi pembelajaran. Dukungan fasilitas teknologi yang memadai, kemampuan teknis dan pedagogis guru, serta antusiasme siswa menjadi faktor-faktor kunci yang mendukung keberhasilan implementasi media interaktif dalam pembelajaran.
Eksplorasi Pemahaman Guru SD terhadap Etnomatematika yang Terintegrasi dengan Project-Based Learning Adiansha, Adi Apriadi; Anam, Khaerul; Diana, Nanang; Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i4.1121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman guru Sekolah Dasar di Kabupaten Bima terhadap etnomatematika dan Project-Based Learning (PjBL) serta implementasinya dalam pembelajaran matematika. Penelitian melibatkan 65 guru sebagai responden, menggunakan kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur lima indikator utama. Penelitian mengungkapkan bahwa sebagian besar guru memahami dengan baik konsep etnomatematika serta relevansinya dalam pembelajaran yang berakar pada budaya lokal. Sebanyak 46,9% responden menyatakan setuju dan 39,1% sangat setuju bahwa memahami etnomatematika, serta 49,2% responden mengaku telah mengintegrasikan elemen budaya lokal, seperti motif tradisional dan bentuk bangunan, ke dalam materi ajar matematika. Selain itu, guru juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap PjBL, di mana 46,2% responden sangat setuju dan 43,1% setuju bahwa memiliki pengetahuan cukup mengenai penerapan PjBL dalam pembelajaran matematika. Mayoritas guru telah menerapkan PjBL untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dengan 47,7% responden sangat setuju dan 41,5% setuju terhadap pernyataan ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis budaya dan proyek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru-guru di Kabupaten Bima memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya integrasi budaya lokal melalui etnomatematika dan penggunaan PjBL untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Namun, masih diperlukan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan penerapan yang konsisten dan optimal. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan program pelatihan guru yang lebih terfokus dan strategis.
Pengaruh Brain-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Sistematis dalam Pembelajaran Matematika Syarifuddin, Syarifuddin; Adiansha, Adi Apriadi; Nurgufrini, Anita
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 1 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i1.1343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Brain-Based Learning (BBL) terhadap kemampuan berpikir sistematis siswa dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan berpikir logis siswa dalam konteks matematika. Sebagian besar pendekatan pembelajaran matematika masih mengandalkan metode tradisional yang cenderung kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga menghambat perkembangan kemampuan berpikir sistematis mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif, seperti BBL, yang mengoptimalkan fungsi otak dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen kuasi dengan pretest-posttest, melibatkan dua kelompok siswa sebagai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan BBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir sistematis dalam matematika yang dianalisis dengan teknik uji statistik t-test. Data hasil uji-t diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,32 dengan p-value 0,001 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir sistematis siswa pada kelompok eksperimen yang menggunakan BBL dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih baik dalam kemampuan berpikir sistematis dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulannya, penerapan Brain-Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir sistematis siswa dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, disarankan agar BBL diintegrasikan dalam praktik pembelajaran matematika untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan perkembangan keterampilan berpikir siswa.