Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Era Digital: Peran Mediasi Kepuasan Kerja Terhadap Kompensasi dan Kompetensi Digital Karyawan BSI Pontianak Angelina, Deva; Azazi, Anwar; Marumpe, Dody Pratama; Daud, Ilzar; Irdhayanti, Efa
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 5 (2025): Volume 3, Nomor 5, June 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15595106

Abstract

Islamic banking in Indonesia is currently facing complex challenges, given its relatively early stage of development compared to conventional banks. Amid intense competition in the national banking industry, Islamic banks must compete not only in service but also in innovation, technology, and human resource quality. This study examines the influence of compensation and digital competence on employee performance at Bank Syariah Indonesia (BSI) Pontianak Branch, with job satisfaction as a mediating variable. A quantitative, causal explanatory research design was applied. Data were collected through an online survey involving 167 BSI Pontianak employees selected via purposive sampling. Responses were measured using a 5-point Likert scale. The data analysis employed Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4. The findings show that compensation significantly affects employee performance, while digital competence does not. Furthermore, job satisfaction has a significant positive impact on employee performance and mediates the relationship between compensation and performance. However, job satisfaction does not mediate the relationship between digital competence and performance, as job satisfaction at Bank Syariah Indonesia tends to be more influenced by external factors. These results highlight the importance of compensation and job satisfaction in improving employee performance within the Islamic banking sector..
Impact of Work-Family Conflict and Overload on Turnover Intention: The Mediating Role of Job Stress in SOEs Mualis, Rizky Septian; Shalahuddin, Ahmad; Irdhayanti, Efa; Daud, Ilzar; Marumpe, Dody Pratama
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 5 (2025): Volume 3, Nomor 5, June 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15595954

Abstract

The workforce represents a cornerstone for any organizations growth and long-term success, particularly amid the complexities of todays professional landscape. This reality also applies to Indonesias State-Owned Enterprises (SOEs) such as PT BRI, PT Pos Indonesia, PT Telkom Indonesia, Perum Bulog, and PT Pelindo. Employees within these institutions frequently struggle to strike a balance between professional responsibilities and personal life. The present study aims to explore how work-family conflict, workload pressure, and job-related stress influence the tendency of employees to consider leaving their jobs. Adopting a quantitative methodology, the study employed SmartPLS 4 for data analysis. Questionnaires were distributed to personnel across several SOEs, including the aforementioned companies. Findings revealed that both work-family tensions and high job demands significantly escalate employees turnover intention. Moreover, job stress emerged as a crucial intermediary factor that reinforces these effects. These insights underscore the importance for SOE leaders to implement supportive HR strategies that mitigate stress and foster healthier work-life integration. Addressing these issues not only reduces employee attrition but also contributes to stronger organizational stability and performance.
Pengaruh Career Development dan Work-Life Balance Terhadap Job Satisfaction Guru di Kabupaten Sanggau Melalui Work Engagement Sebagai Variabel Mediasi Benidikto, Markus Iman; Listiana, Erna; Irdhayanti, Efa; Daud, Ilzar; Marumpe, Dody Pratama
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.961

Abstract

Saat ini, guru tidak hanya dituntut untuk mengajar. Survei Nasional Pendidik Indonesia (Kemendikbudristek, 2023) menunjukkan 65% guru terganggu oleh tugas administratif, dan hanya 28% merasa mendapat pelatihan atau pengembangan karier yang memadai. Hal ini menurunkan motivasi dan keterlibatan dalam pembelajaran. Wawancara langsung yang dilakukan peneliti di beberapa sekolah di Kabupaten Sanggau juga menunjukkan ketidaksesuaian antara tugas tambahan dengan pengembangan karier dan keseimbangan kerja-hidup. Penelitian ini menganalisis pengaruh Career Development dan Work-Life Balance terhadap Job Satisfaction guru di Sanggau, Kalimantan Barat, dengan Work Engagement sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan dari 120 guru melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM dengan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan Career Development berpengaruh signifikan terhadap Work Engagement, namun tidak terhadap Job Satisfaction. Work Engagement dan Work-Life Balance berpengaruh signifikan terhadap Job Satisfaction. Namun, Work Engagement tidak memediasi secara signifikan hubungan antara Career Development maupun Work-Life Balance dengan Job Satisfaction. Temuan ini memberi wawasan penting tentang faktor yang memengaruhi kepuasan dan keterlibatan kerja guru.
Pengaruh Work-Life Balance, Compensation, dan Workload Terhadap Employee Performance Generasi Z Dimediasi oleh Job Stress Manurung, Jesaya Herlangga; Azazi, Anwar; Marumpe, Dody Pratama; Daud, Ilzar; Irdhayanti, Efa
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juni 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i6.967

Abstract

Sektor retail di Indonesia berkontribusi secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat, didukung oleh peran penting Generasi Z. Keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada kinerja karyawan, yang memerlukan penyesuaian terhadap karakteristik unik Generasi Z. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak work-life balance, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan, dengan stres kerja sebagai variabel mediasi, khususnya pada karyawan Generasi Z di industri ritel. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif deskriptif dengan fokus pada hubungan kausal asosiatif. Sampel penelitian terdiri dari 202 karyawan Gen Z berusia 17 hingga 28 tahun. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis dengan metode PLS-SEM menggunakan SmartPLS versi 4. Temuan penelitian menunjukan bahwa work-life balance serta kompensasi memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sementara beban kerja menunjukkan dampak negatif yang juga signifikan. Stres kerja dapat berperan sebagai mediator dalam hubungan antara variabel tersebut dan kinerja karyawan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di sektor ritel serta memperkaya literatur manajemen SDM, terutama dalam konteks Gen Z.
Pengaruh Stres dan Rewards terhadap Kepuasan Freelancer Gen Z: Peran Motivasi Welim Hansen; Erna Listiana; Efa Irdhayanti; Ilzar Daud; Dody Pratama Marumpe
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/mutiara.v3i2.396

Abstract

The advancement of digital technology has driven significant transformations in the employment landscape, marked by the emergence of new occupational roles such as freelance content creators—professions that are particularly appealing to Generation Z. Despite operating independently and with high levels of flexibility, these freelance workers remain subject to complex psychosocial work dynamics, including job stress, rewards, motivation, and job satisfaction. This study aims to empirically investigate the influence of job stress and rewards on job satisfaction, while examining the mediating role of motivation within the context of digital freelancers. Employing a quantitative research design, data were collected through an online questionnaire distributed to 220 Gen Z freelance content creators in Indonesia. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique, facilitated by the SmartPLS 4 software. The results indicate that job stress exerts a significantly negative effect on both motivation and job satisfaction, whereas rewards have a significantly positive effect on these variables. Furthermore, motivation was found to partially and significantly mediate the relationship between job stress, rewards, and job satisfaction. These findings underscore the critical importance of affective dimensions in shaping the occupational well-being of freelancers in the digital era. The main contribution of this study lies in its extension of the theoretical framework surrounding non-traditional work dynamics, as well as its practical implications for the development of career management and well-being strategies tailored to platform-based freelance workers.
Work-Life Balance Sebagai Mediasi Pengaruh Non-Physical Work Environment Terhadap Employee Performance Badan Pertanahan Nasional Pontianak Asari, Rika; Hendri, Irfani; Mufrihah, Mazayatul; Daud, Ilzar; Marumpe, Dody Pratama
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 8: Juli 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i8.10113

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Non-Physical Work Environment terhadap kinerja karyawan, baik secara langsung maupun melalui mediasi Work-Life Balance karyawan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Pontinak. Penelitian ini melibatkan 115 karyawan dari Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di kota Pontianak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan PLS-SEM (Partial Least Squares Structural Equation Modeling), yang diimplementasikan melalui program Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja non-fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, Non-Physical Work Environment memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Work-Life Balance, dan Work-Life Balance memainkan peran mediasi yang signifikan dalam hubungan antara Non-Physical Work Environment dan kinerja karyawan. Diharapkan penelitian ini akan membantu pimpinan Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kota Pontianak memahami Non-Physical Work Environment dan Work-Life Balance dalam membentuk kinerja karyawan.
Pengaruh Happiness at Work dan Komitmen Organisasional Terhadap Employee Sustainable Performance dengan Organizational Citizenship Behaviour sebagai Variabel Intervening pada Kharisma Group Kurnia, Kurnia; Hendri, Muhammad Irfani; Irdhayanti, Efa; Daud, Ilzar; Marumpe, Dody Pratama
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i06.2290

Abstract

Organisasi bergantung pada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan jangka panjang yang sesuai dengan visi dan misinya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi adalah kebahagiaan di tempat kerja (Happiness at Work) dan komitmen organisasi (Organizational Commitment). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kinerja berkelanjutan karyawan di Kharisma Group. Populasi penelitian ini adalah karyawan Kharisma Group, dengan sampel yang terdiri dari 45 responden yang dipilih secara purposive. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) yang diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, serta uji SEM untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Happiness at Work dan Organizational Commitment memiliki pengaruh signifikan terhadap Employee Sustainable Performance, baik secara langsung maupun melalui mediasi dari Organizational Citizenship Behaviour. Penelitian ini memberikan kebaruan dengan mengidentifikasi peran mediasi dari Organizational Citizenship Behaviour dalam meningkatkan kinerja berkelanjutan karyawan. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya perhatian terhadap kebahagiaan karyawan dan komitmen organisasi dalam menciptakan kinerja yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.
Kepuasan Kerja sebagai Mediator Kecerdasan Emosional dan Kinerja Karyawan di Puskesmas Pontianak Rika, Septiani; Hendri, Muhammad Irfani; Mufrihah, Mazayatul; Daud, Ilzar; Marumpe, Dody Pratama
Primary Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 3 (2025): Primary Journal of Multidisciplinary Research, June 2025
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/pjmr.v1i3.196

Abstract

Employee performance at Pontianak City's public health center (Puskesmas) has recently revealed a gap between the goals outlined in the Health Department's Performance Agreement and actual results.  Emotional intelligence is one of the internal characteristics that may impact performance, as indicated by this condition.  Results from earlier research on the connection between employee performance and emotional intelligence have been mixed.  Furthermore, only a small number of studies—especially in Pontianak City—have positioned job satisfaction as a mediating variable in the context of basic healthcare services.  This study uses job satisfaction as a mediating variable to examine how emotional intelligence affects Puskesmas employees' performance in Pontianak City.  225 Puskesmas employees who were chosen through purposive sampling were given questionnaires as part of a quantitative approach.  Using the SmartPLS software, structural equation modeling, or SEM, was used to analyze the data.  The findings demonstrate that emotional intelligence significantly and favorably affects employee performance as well as job satisfaction.  Additionally, it was discovered that a significant mediating variable in the association between performance and emotional intelligence was job satisfaction.  These results emphasize how crucial it is to enhance job pleasure and cultivate emotional intelligence as calculated measures to boost worker performance.  The practical implication is that in order to improve the quality of public health services in a sustainable manner, Puskesmas management and the Health Department should focus more on the psychological aspects of their workforce.
Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik, Kompensasi, Beban Kerja terhadap Turnover Intention Gen Z Izza Haniyah; Anwar Azazi; Dody Pratama Marumpe; Ilzar Daud; Efa Irdhayanti
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JIMI - APRIL
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/mutiara.v3i2.405

Abstract

The participation of Generation Z in the contemporary labor market serves as a key catalyst in driving technological adoption, organizational innovation, and changes in work culture. However, the high turnover intention among this generation indicates instability in employee retention, which can impact operational efficiency and continuity, particularly in the service sector. This study aims to empirically examine the influence of Non-Physical Work Environment, Compensation, and Workload on Turnover Intention among Generation Z workers in the Coffee Shop industry in Pontianak City, with Job Satisfaction as a mediating variable. A quantitative approach was employed in this study, with data collected through an online questionnaire using a five-point Likert scale. A total of 200 respondents aged 18–27 years were selected using purposive sampling based on relevant criteria. Data were analyzed using Structural Equation Modeling with the Partial Least Squares (SEM-PLS) approach via the SmartPLS 4 software. The analysis results show that the Non-Physical Work Environment has a significant negative effect on Turnover Intention, while Compensation has a negative but not significant effect. Workload has a significant positive effect on Turnover Intention. Furthermore, the Non-Physical Work Environment and Compensation have significant positive effects on Job Satisfaction, while the effect of Workload is not significant. Job Satisfaction is proven to act as a significant mediator in the relationship between the Non-Physical Work Environment and Compensation on Turnover Intention, but it does not mediate the relationship between Workload and Turnover Intention. These findings emphasize the urgency of formulating managerial strategies focused on improving the quality of the work environment and implementing adaptive compensation policies, in order to sustainably reduce turnover rates among Generation Z workers.
Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Diri Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kompetensi Sebagai Variabel Mediasi Di BPSDM Provinsi Kalimantan Barat Balqis, Nawal; Ilzar Daud; Efa Irdhayanti; M. Irfani Hendri; Dody Pratama Marumpe
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 10: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i10.10360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pelatihan dan Pengembangan dalam meningkatkan Kinerja Karyawan, dengan Kompetensi sebagai variabel mediasi. Dalam konteks ini, kompetensi karyawan dianggap sebagai faktor penting yang memperkuat hubungan antara program pengembangan sumber daya manusia dengan kinerja karyawan. Menggunakan teknik analisis bootstrapping, penelitian ini menemukan bahwa Pelatihan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Kompetensi, meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap Kinerja Karyawan. Sebaliknya, Pengembangan karyawan memiliki pengaruh positif baik terhadap Kompetensi maupun Kinerja Karyawan. Hasil analisis jalur mediasi menunjukkan bahwa Kompetensi memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antara Pelatihan dan Kinerja, serta antara Pengembangan dan Kinerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk merancang program pelatihan dan pengembangan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kompetensi inti yang relevan dengan kebutuhan strategis perusahaan. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang pengembangan kinerja karyawan dan memberikan kontribusi penting bagi manajemen sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.