Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Optimasi Lama Inkubasi Silase Isi Rumen Sapi Terhadap Kualitas Kimia dan Fermentabilitas In-vitro sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia David A. Nguru; Aldy Arjuna Apu; M. A. Hilakore; Gusti Ayu Y. Lestari; Emma D Wie Lawa
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2000

Abstract

Limbah isi rumen sapi berpotensi sebagai pakan alternatif namun memiliki kualitas nutrisi rendah. Penelitian ini bertujuan menentukan lama inkubasi optimal fermentasi silase isi rumen sapi Bali terhadap kandungan protein kasar (PK), serat kasar (SK), serta konsentrasi volatile fatty acids (VFA) dan amonia (NH3) secara in-vitro. Perlakuan yang diuji yaitu P1 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula Lontar + 40 ml MOL difermentasi 4 minggu, P2 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 6 minggu, P3 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 8 minggu, P4 : Isi Rumen Sapi 60% + 35% Dedak padi + 5% Gula lontar + 40 ml MOL difermentasi 10 minggu. Parameter yang diamati yaitu kandungan protein kasar, serat kasar, serta konsentrasi VFA dan NH3. Analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan Protein Kasar dan NH3 tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap kandungan Serat Kasar dan VFA. Disimpulkan fermentabilitas dan kualitas kimia silase dengan lama inkubasi 8 minggu dapat meningkatkan kandungan protein kasar, dan NH3 tetapi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi VFA dan kandungan serat kasar. Silase isi rumen sapi yang difermentasi 8 minggu direkomendasikan sebagai pakan alternatif ruminansia karena mampu meningkatkan protein tanpa menurunkan kecernaan
PEMBERDAYAAN PEMUDA DESA MELALUI PENGGUNAAN AZOLLA SEBAGAI SUMBER PROTEIN MURAH BAGI AYAM KAMPUNG PETELUR Alberth N. Ndun; Simon E. Mulik; Marthen L. Mullik; David Agustinus Nguru; Morin M. Sol’uf; Rahmat Gusri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40303

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan pemuda desa merupakan langkah strategi yang mendesak dalam menghadapi tantangan ekonomi pedesaan, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan lokal yang berkelanjutan. Ayam kampung petelur dinilai sebagai komoditas yang menjanjikan karena mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan lokal dan memiliki permintaan pasar yang stabil, namun potensi ini sering terhambat oleh tingginya biaya pakan dan terbatasnya pengetahuan teknis di kalangan pemuda pedesaan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemuda desa dalam budidaya ayam kampung petelur melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan teknologi sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan melibatkan delapan pemuda desa melalui metode sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung, dengan target peningkatan hardskill maupun softskill peserta. Hardskill yang disasar meliputi keterampilan teknis pembuatan mesin tetas, budidaya azolla, dan formulasi ransum berbasis bahan lokal, sementara softskill yang dikembangkan mencakup kemandirian, inisiatif, dan kemampuan berwirausaha dalam pengelolaan usaha peternakan. Materi yang diberikan meliputi pembuatan mesin tetas sederhana berbahan bekas, pengenalan dan budidaya azolla sebagai pakan alternatif sumber protein, serta formulasi ransum ayam kampung petelur berbasis bahan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dijelaskan dengan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh materi pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan teknis pemuda desa, mendorong kemandirian produksi bibit dan pakan, serta berpotensi mendukung pengembangan ayam kampung petelur yang berkelanjutan dan berbiaya rendah di tingkat pedesaan.Abstract: Empowering village youth is an urgent strategic step in facing rural economic challenges, especially in efforts to strengthen food security and improve the quality of community nutrition through the development of sustainable local livestock businesses. Laying free-range chickens are considered a promising commodity because they are able to adapt to local environmental conditions and have stable market demand, but this potential is often hampered by high feed costs and limited technical knowledge among rural youth. This community service program aims to increase the capacity of village youth in the cultivation of laying hens through the use of local resources and the application of simple technology. The activity was carried out on November 28, 2025 by involving eight village youth through socialization, training, and direct practice methods, with the target of increasing participants' hard and soft skills. The targeted hard skills include technical skills in making hatching machines, azolla cultivation, and ration formulation based on local ingredients, while the soft skills developed include independence, initiative, and entrepreneurial ability in managing livestock businesses. The material provided included the manufacture of simple hatching machines made from used materials, the introduction and cultivation of azolla as an alternative feed source of protein, as well as the formulation of free-range chicken rations based on local ingredients. Evaluation was carried out using pre-test and post-test described on the Likert scale. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and skills in all training materials. This program has proven to be effective in improving the technical knowledge of village youth, encouraging independent seed and feed production, and potentially supporting the development of sustainable and low-cost free-range laying hens at the rural level.
PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK DENGAN MEMANFAATKAN BATANG PISANG TERFERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN NILAI NUTRISI David Agustinus Nguru; Alberth N. Ndun; Alvrado B. Lawa; Simon E. Mulik; Salden E. Nifu; Hendrikus U. Padu; Diana M. Sabat; Morin M. Sol’uf; Ni M. P. Setyani; Adiyanto N. Banamtuan; Nautus S. Dalle
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20006

Abstract

Abstrak: Masalah yang dihadapi oleh peternak di Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu sulitnya memenuhi kesediaan pakan secara kesinambungan baik mutu mau jumlahnya. Hal ini karena harga pakan yang tinggi, sehingga peternak memberikan pakan seadahnya tanpa melihat kebutuhan harian ternak babi yang menyebabkan produktivitas ternak babi menurun dan membutuhkan waktu pemeliharaan yang lebih lama. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan lokal menjadi pakan alternatif dengan cara meningkatkan nilai gunanya dan pengurangi penggunaan pakan komersial sehingga lebih ekonomis serta meningkatkan softskill dan hardskill masyarakat dalam mengelolah pakan alternatif. Pelaksanaan PkM ini menggunakan metode ceramah dan eksperimen langsung bersama masyarakat. Masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini adalah 25 orang dengan 19 laki-laki dan 6 orang perempuan. Evaluasi kegiatan ini dilihat dari adanya pre-test sebelum kegiatan dan post-test pada akhir kegiatan. Solusi yang di tawarkan yaitu pembuatan pakan alternatif menggunakan batang pisang yang difermentasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kandungan nutrisi dan nilai guna batang pisang sehingga peternak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian ternak babi serta dapat menekan biaya pakan. Melalui kegiatan pengabdian ini peternak dapat mengetahui pemanfaatkan pembuatan pakan alternatif guna menekan biaya produksi pakan yang mahal. Berdasarkan hasil evaluasi melalui post-test dari 25 orang menunjukan hasil 80% responden mengalami peningkatan pengetahuan tentang fermentasi batang pisang.Abstract: The problem faced by breeders in Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara (NTT) is the difficulty of meeting feed supplies in a sustainable manner, both in quality and quantity. This is because the price of feed is high, so farmers provide as little feed as they can without considering the daily needs of pigs, which causes pig productivity to decrease and requires longer maintenance time. This Community Service (PKM) aims to utilize local ingredients into alternative feed by increasing its useful value and reducing the use of commercial feed so that it is more economical and improves the community's soft skills and hard skills in managing alternative feed. The implementation of PkM uses lecture methods and direct experiments with the community. There were 25 people who took part in this activity, 19 men and 6 women. Evaluation of this activity is seen from the pre-test before the activity and post-test at the end of the activity. The solution offered is making alternative feed using fermented banana stems. This aims to increase and optimize the nutritional content and use value of banana stems so that farmers can meet the daily nutritional needs of pigs and can reduce feed costs. Through this service activity, breeders can learn about the use of alternative feed production to reduce expensive feed production costs. Based on the results of evaluation via post-test from 25 people, the results showed that 90% of respondents had increased knowledge about banana stem fermentation.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Imanuel Benu; I Gusti Ngurah Jelantik; Marthen Luther Mullik; Simon Edison Mulik; David Agustinus Nguru; Alberth Nugrahadi Ndun; Welem Turupadang; Kirenius Uly
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.
Co-Authors Adyanto Nessy Banamtuan Agus A. Nalle Agustinus R. Riwu Agustinus Ridlof Riwu Alberth N. Ndun Alberth Nugrahadi Ndun Aldy Arjuna Apu Aleksius Nota Aloysius Marawali Alvrado B. Lawa Alvrado B. Lawa Berek, Christalia Dalle, N. S. Diana Meliani Sabat Eliazar Nifu, Salden Emma D Wie Lawa Emma Dyelim Wie Lawa, Emma Dyelim Enawati, Luh Sri Ernawati, Luh S. Faustus Jusing Franky M S Telupere Grace Maranatha Gusti Ayu Y. Lestari Hendrikus Demon Tukan Hendrikus U. Padu I Gusti Ngurah Jelantik Imanuel Benu Jalaluddin Jalaluddin Jems Ndolu, Dedi Kertiyasa, I. K. Yoga Kirenius Ully Kirenius Uly Kristofel Natto Lawa, Alvrado Bire Lawa@gmail.com, Alvrado B. M. A. Hilakore Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Mandanil Arisma Leo Maria Goreti Ninu Maria R. D. Ratu Mariana Nenobais Marthen L. Mullik Marthen Luther Mullik Menoh, Yori Raimona Morin M. Sol’uf Morin M. Sol’uf Morin Mediviani Sol'uf Mulik, Simon E. Mulyamtini, N.G.A. Nabut, Asael Ebson Ni Made Paramita Setyani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Nifu, Salden E. Nitty C. Mafefa Nugraha, Elisabeth Yulia Padu, Hendrikus U. Petrus Kune Rahmat Gusri Raymon Buan Redempta Wea Riwu, Agus R. Rosnah, Upik Syamsiar Sabarta sembiring Sabarta Sembiring Salden E. Nifu Salden E. Nifu Samba, Fredeicus D. Sembiring, Sabarta Simon E. Mulik Simon E. Mulik Simon E. Mulik Simon Edison Mulik Sogen, Yohanes G. Sol’uf, Morin M. Stiwi M. Snae Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryani, Ni Putu Febri Theedens, Jonas F. Themy Boky Thomas Mata Hine Ulrikus R. Lole Uly, Kirenius Umbu Padu, Hendrikus Upik S. Rosnah Vinsensius Day W. Marlene Nalley W. Marlene Nalley Welem Turupadang Widu, Asri A. Wilmintje Marlene Nelley Yakob R. Noah Yeston J. Bees Yoana D. Fransiska Yunus, Marthen Yustiani Yuliana Bette