Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Level Tepung Daun Kirinyuh (Choromolaena odorata) Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Kecenaan Protein Dan Energi Babi Landrace Themy Boky; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru; Upik Syamsiar Rosnah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji level tepung daun kirinyuh terfermentasi (TDKt) mengurangi penggunaan konsentrat komersial (KK) terhadap kecernaan protein dan energi babi landrace. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor ternak babi landrace berusia 2-3 bulan dengan kisaran bobot badan 7,5-16,5 kg dengan ratan bobot badan 10,87 kg (KV=27,73%). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang mencakup 4 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut meliputi A0: ransum tanpa TDKt; A1: ransum menggunakan 5% TDKt; A2: ransum menggunakan 10% TDKt; A3: ransum menggunakan 15% TDKt. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup konsumsi protein, kecernaan protein, konsumsi energi dan kecernaan energi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik ragam (Anova) dan selanjutnya dilakukan uji beda Duncan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan TDKt 0-15% tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap konsumsi protein, kecernaan protein, dan kecernaan energi tetapi memberikan pengaruh yang signifikan (P<0,05) terhadap konsumsi energi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung daun kirinyuh terfermentasi dapat digunakan hingga level 15% untuk konsumsi protein, kecernaan protein, kecernaan energi dan dapat digunakan hingga 10% untuk konsumsi energi untuk menggantikan konsentrat komersial
Pemanfaatan Rebusan Krokot (Portulaca oleracea L.) sebagai Fitonutrien Alami untuk Meningkatkan Kualitas Daging Ayam Broiler Mulik, Simon Edison; Ndun, Alberth Nugrahadi; Nguru, David Agustinus
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purslane is a plant that contains antioxidants and phenolic compounds that can be used to produce the best quality meat without causing negative effects for consumers. The purpose of this study is to determine the physical quality of broiler chicken meat after the administration of purslane stew in drinking water. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatment in this study consisted of Pr0 (control, without being given purslane decoction in drinking water), Pr1 (25 mL of decoction/liter of drinking water), Pr2 (50 mL of decoction/liter of drinking water), and Pr3 (75 mL of decoction/liter of drinking water). The parameters studied were pH, water holding capacity, and cooking loss. The data obtained were analyzed using analysis of variance. Based on the results of the study, it is known that the administration of purslane decoction in drinking water with different levels produces higher water holding capacity compared with control (P<0,05), on the other hand, the cooking loss has decreased (P<0,05). There were no effect of treatments (P>0,05) on meat pH. It was concluded that the administration of purslane decoction up to the level of 75 mL/liter in drinking water produced a relatively similar meat pH, increased water holding capacity, and decreased the cooking loss
Karakteristik Fisiko-Kimia Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing, Tempurung Buah Lontar Dan Mayang Lontar Yakob R. Noah; Kristofel Natto; Grace Maranatha; Upik S. Rosnah; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui pengaruh kualitas fisiko-kimia briket bioarang campuran kotoran kambing,mayang lontar dan tempurung buah lontar. Rancangan yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Empat perlakuan meliputi P1= Kotoran kambing 50%,Mayang lontar 10% dan Tempurung Lontar 40%, P2 = kotoran kambing 50%, Mayang lontar 20% dan Tempurung lontar 30%, P3 = Kotoran Kambing 50%,Mayang lontar 30% dan Tempurung Lontar 20%, P4= Kotoran Kambing 50%,Mayang lontar 10% dan Tempurung Lontar 40%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah rendemen briket, densitas, kadar air, kadar abu dan nilai kalor. Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dilanjutkan dengan analisis sidik ragam (ANOVA).Jika ada perbedaan antara perlakuan dilanjutkan dengan uji Berganda Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan rendemen (357,44a), densitas (0,689bc), kadar air (4,32a), kadar abu (23,55d) dan nilai kalor (2637,41a). Disimpulkan bahwa penggunaan briket bioarang yang terbaik terdapat pada P4(arang kotoran kambing 50% + mayang lontar 10% + tempurung lontar 40 + perekat 6%) dengan parameter rendemen briket, densitas,kadar air, kadar abu dan nilai kalor.
Penggunaan Ampas Kelapa Terfermentasi dan Tidak Terfermentasi terhadap Efisiensi Protein dan Pertumbuhan Linear Ternak Babi Vinsensius Day; Sabarta Sembiring; Ni Nengah Suryani; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2111

Abstract

Tingginya serat kasar dan kerentanan terhadap pembusukan membatasi pemanfaatan ampas kelapa sebagai pakan babi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas fermentasi menggunakan Trichoderma viride dalam meningkatkan kualitas ampas kelapa sebagai bahan pakan alternatif. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan ampas kelapa fermentasi terhadap rasio efisiensi protein (REP) dan ukuran linear tubuh babi Landrace fase starter-grower. Metode: Sebanyak 12 ekor babi Landrace fase starter-grower dengan bobot awal rata-rata 17,04 kg (KV=30,29%), penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji meliputi P0 (ransum tanpa ampas kelapa), P1 (ransum mengandung 15% ampas kelapa tanpa fermentasi), dan P2 (ransum mengandung 15% ampas kelapa fermentasi Trichoderma viride). Variabel yang diamati adalah REP, panjang badan, tinggi badan, dan lingkar dada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap REP, tinggi badan, dan lingkar dada. Namun, perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang badan babi Landrace. Simpulan penggunaan ampas kelapa fermentasi Trichoderma viride hingga level 15% dalam ransum menghasilkan performa yang relatif sama dengan ransum kontrol pada sebagian besar parameter, dan secara signifikan mampu meningkatkan panjang badan babi. Temuan ini mengindikasikan bahwa fermentasi dapat menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan pemanfaatan ampas kelapa sebagai pakan alternatif yang ramah lingkungan tanpa menurunkan kualitas pertumbuhan babi.
Pengaruh Substitusi Air Kelapa Muda terhadap Kualitas Mikroskopis Semen Babi Landrace Yeston J. Bees; Kirenius Ully; Yustiany Y. Bette; Agustinus R. Riwu; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pengencer Semen Life dan air kelapa muda (AKM) terhadap kualitas semen babi Landrace. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan: P0 (Semen Life 100%), P1 (75% Semen Life + 25% AKM), P2 (50% + 50%), P3 (25% + 75%), P4 (AKM 100%). Semen berkualitas diencerkan, dievaluasi pasca pengenceran, dikemas dalam tabung Eppendorf, dan disimpan dalam coolbox pada suhu 18–20°C. Motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan spermatozoa dievaluasi setiap 8 jam. Hasil menunjukkan perlakuan terbaik adalah P3 (25% Semen Life + 75% AKM) dengan motilitas 44,0%, viabilitas 51,6%, abnormalitas 5,3%, dan daya tahan 44,1 jam. Disimpulkan bahwa kombinasi tersebut mampu mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 40 jam penyimpanan.
Pengaruh Tepung Daun Asam Terfermentasi (Tamarindus indica L.) terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar pada Babi Grower Mandanil Arisma Leo; Ni Nengah Suryani; David A. Nguru; W. Marlene Nalley
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2416

Abstract

Tingginya biaya pakan mendorong perlunya bahan baku lokal alternatif, salah satunya tepung daun asam terfermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaannya terhadap kecernaan serat kasar dan lemak kasar pada babi fase grower. Penelitian menggunakan 12 ekor babi grower (peranakan Landrace × Duroc) dengan bobot awal 30–47 kg. Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan diterapkan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% ransum basal), P1 (95% basal + 5% tepung daun asam terfermentasi), P2 (90% basal + 10%), dan P3 (85% basal + 15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan (1,23–1,27 kg/ekor/hari), kecernaan serat kasar (46–49%), maupun kecernaan lemak kasar (62–65%). Dengan demikian, penggunaan tepung daun asam terfermentasi hingga level 15% dalam ransum menghasilkan kecernaan yang setara dengan ransum basal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa tepung daun asam terfermentasi berpotensi sebagai bahan pakan lokal alternatif untuk mendukung formulasi ransum babi yang lebih berkelanjutan.
Pengaruh Level Herbal Terfermentasi dalam Liquid Feed terhadap Ukuran Linier dan Pertumbuhan Relatif Babi Fase Grower David A. Nguru; Yoana D. Fransiska; Ni Nengah Suryani; W. Marlene Nalley
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2419

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh penambahan herbal terfermentasi ke dalam pakan cair terhadap ukuran linier tubuh dan laju pertumbuhan babi lokal fase grower (umur 3-4 bulan) bobot awal 34-43 kg dengan rataan 37 kg (KV= 4,12%). 12 ekor babi dibagi dalam Rancangan Acak Lengkap (4 perlakuan, 3 ulangan). Perlakuan: H0 (kontrol), H1 (herbal 100 ml/L air), H2 (150 ml/L), dan H3 (200 ml/L). Parameter yang diamati: panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, dan pertumbuhan relatif. Hasil ANOVA menunjukkan pengaruh signifikan (P<0,05). Perlakuan H3 menghasilkan nilai tertinggi pada semua parameter. Disimpulkan bahwa penambahan herbal terfermentasi 200 ml/L air dalam pakan cair memberikan hasil terbaik terhadap ukuran linier tubuh dan pertumbuhan relatif babi fase grower.
Pendapatan dan Kelayakan Usaha Ternak Kambing di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan Stiwi M. Snae; Ulrikus R. Lole; Maria R. D. Ratu; Agus A. Nalle; David A. Nguru
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2445

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian bertujuan menghitung pendapatan peternak dan menganalisis kelayakan finansial usaha ternak kambing. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan sampel melalui dua tahap. Tahap pertama menetapkan empat desa sebagai lokasi penelitian secara bertahap. Tahap kedua menentukan 100 peternak sebagai responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak tidak proporsional. Data dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak memperoleh pendapatan total sebesar Rp8.463.380,70 per tahun, yang terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp1.601.720,35 per tahun dan pendapatan non-tunai sebesar Rp6.861.660,35 per tahun. Usaha ternak kambing memperoleh nilai R/C sebesar 1,45, yang berarti setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan penerimaan sebesar Rp1,45. Nilai B/C sebesar 1,25 menunjukkan bahwa setiap biaya sebesar Rp1,00 menghasilkan manfaat sebesar Rp1,25. Titik impas produksi tercapai pada 0,65 satuan ternak, sedangkan titik impas harga sebesar Rp3.473.583,78 per satuan ternak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha ternak kambing di Kecamatan Amanatun Selatan mampu memberikan pendapatan kepada peternak dan layak dijalankan secara finansial. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi peternak dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan usaha ternak kambing yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMPLIT KOMERSIAL DENGAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERINGDAN BAHAN ORGANIK BABI FASE GROWER: Effect of Commercial Complete Feed Substitution with Moringa Leaf Flour on the Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Grower Pigs Faustus Jusing; Wilmintje Marlene Nelley; Ni Nengah Suryani; David Agustinus Nguru
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi substitusi tepung daun kelor (TDK) dalam pakan komplit komersial (PKK) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase pertumbuhan. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace yang berumur 3-5 bulan dengan bobot badan awal 38-55 kg dengan rataan 45,17 kg (KV=13,31%). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan yang dicobakan adalah R0: 100% PKK, R1: 90% PKK + 10% TDK, R2: 85% PKK + 15% TDK, R3: 80% PKK + 20% TDK. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Disimpulkan bahwa substitusi pakan komplit komersial dengan tepung daun kelor dari level 10%-20% dapat diberikan pada ternak babi fase grower.   Kata kunci: babi fase grower, bahan kering, bahan organik, kecernaan, tepung daun kelor
Pengaruh Jenis Kuning Telur dalam Larutan Natrium Klorida Fisiologis sebagai Pengencer terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace di Kupang, Nusa Tenggara Timur David Agustinus Nguru; Raymon Buan; Aloysius Marawali; Agustinus Ridlof Riwu; Thomas Mata Hine
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1999

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kuning telur dari berbagai jenis unggas (ayam ras, ayam kampung, itik, puyuh) dalam larutan fisiologis NaCl (NaClF) sebagai pengencer untuk mempertahankan kualitas semen babi Landrace. Sampel semen yang digunakan berasal dari satu ekor pejantan Landrace berumur dua tahun, kualitas awal minimal motilitas ≥70% dan abnormalitas ≤20%. Rancangan percobaan gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan terdiri atas: P0 (larutan NaCl fisiologis tanpa tambahan), P1 (kombinasi 80% NaClF dan 20% kuning telur ayam ras), P2 (80% NaClF dengan 20% kuning telur ayam kampung), P3 (80% NaClF ditambah 20% kuning telur itik), serta P4 (80% NaClF dan 20% kuning telur puyuh). Parameter motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan ketahanan hidup spermatozoa dianalisis setelah 24 jam penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kuning telur ayam ras, ayam kampung, dan itik secara signifikan meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa (P<0,05) dibandingkan kontrol, dengan kuning telur ayam kampung menghasilkan motilitas tertinggi (55,00±3,54%). Sementara itu, kuning telur puyuh tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Semua perlakuan menghasilkan abnormalitas di bawah ambang batas yang dapat diterima (<10%), tanpa perbedaan signifikan antarperlakuan. Ketahanan hidup spermatozoa juga meningkat dengan penambahan kuning telur, tertinggi pada perlakuan ayam kampung (31,04 jam). Kesimpulannya, kuning telur ayam kampung, ayam ras, dan itik efektif sebagai bahan pengencer semen babi untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan spermatozoa, menawarkan alternatif yang ekonomis dan mudah didapatkan dalam teknologi reproduksi babi.
Co-Authors Adyanto Nessy Banamtuan Agus A. Nalle Agustinus R. Riwu Agustinus Ridlof Riwu Alberth N. Ndun Alberth Nugrahadi Ndun Aldy Arjuna Apu Aleksius Nota Aloysius Marawali Alvrado B. Lawa Alvrado B. Lawa Berek, Christalia Dalle, N. S. Diana Meliani Sabat Eliazar Nifu, Salden Emma D Wie Lawa Emma Dyelim Wie Lawa, Emma Dyelim Enawati, Luh Sri Ernawati, Luh S. Faustus Jusing Franky M S Telupere Grace Maranatha Gusti Ayu Y. Lestari Hendrikus Demon Tukan Hendrikus U. Padu I Gusti Ngurah Jelantik Imanuel Benu Jalaluddin Jalaluddin Jems Ndolu, Dedi Kertiyasa, I. K. Yoga Kirenius Ully Kirenius Uly Kristofel Natto Lawa, Alvrado Bire Lawa@gmail.com, Alvrado B. M. A. Hilakore Malik, Agus K. Manafe, Nitty C. Mandanil Arisma Leo Maria Goreti Ninu Maria R. D. Ratu Mariana Nenobais Marthen L. Mullik Marthen Luther Mullik Menoh, Yori Raimona Morin M. Sol’uf Morin M. Sol’uf Morin Mediviani Sol'uf Mulik, Simon E. Mulyamtini, N.G.A. Nabut, Asael Ebson Ni Made Paramita Setyani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Ni Nengah Suryani Nifu, Salden E. Nitty C. Mafefa Nugraha, Elisabeth Yulia Padu, Hendrikus U. Petrus Kune Rahmat Gusri Raymon Buan Redempta Wea Riwu, Agus R. Rosnah, Upik Syamsiar Sabarta sembiring Sabarta Sembiring Salden E. Nifu Salden E. Nifu Samba, Fredeicus D. Sembiring, Sabarta Simon E. Mulik Simon E. Mulik Simon E. Mulik Simon Edison Mulik Sogen, Yohanes G. Sol’uf, Morin M. Stiwi M. Snae Suryani, Ni N. Suryani, Ni Putu F. Suryani, Ni Putu Febri Theedens, Jonas F. Themy Boky Thomas Mata Hine Ulrikus R. Lole Uly, Kirenius Umbu Padu, Hendrikus Upik S. Rosnah Vinsensius Day W. Marlene Nalley W. Marlene Nalley Welem Turupadang Widu, Asri A. Wilmintje Marlene Nelley Yakob R. Noah Yeston J. Bees Yoana D. Fransiska Yunus, Marthen Yustiani Yuliana Bette