Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR BERDASARKAN HASIL PENYELIDIKAN TANAH DAN PENGUJIAN DINAMIS (Studi Kasus: Jembatan Way Pengubuan) Hayati, Julita; Haloho, Stefany; Hakim Sitepu, Arif Rahman; Syuhada, Syahidus
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.52896

Abstract

Jembatan Way Pengubuan merupakan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Seputih Agung dan Kecamatan Way Pengubuan. Kondisi eksisting jembatan menjadi alasan utama jembatan ini dibangun kembali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Jembatan harus dirancang dengan fondasi yang aman sehingga dapat menghindari terjadinya kegagalan fondasi. Dalam perencanaan fondasi, daya dukung fondasi dihitung menggunakan pendekatan empiris dan diverifikasi berdasarkan pengujian daya dukung fondasi tiang melalui Uji Pile Driving Analyzer (PDA). Pendekatan empiris menunjukkan daya dukung tiang yang bervariasi bergantung kondisi tanah yang digambarkan pada hasil penyelidikan tanah SPT dan CPT. Daya dukung rata-rata metode empiris sebesar 6842,6 kN (P14), 4407,3 kN (A-1) dan 5536,4 kN (B-1) menggunakan data SPT dan sebesar 6659,9 kN (P14), 5064 kN (A-1) dan 4960,5 kN (B-1) menggunakan data CPT. Hasil pengujian PDA dan interpretasi CAPWAP menunjukkan nilai daya dukung ultimate lebih kecil dari pendekatan empiris. Pendekatan empiris menggunakan data SPT dan CPT menunjukkan overestimated sehingga dalam estimasi daya dukung diperlukan angka koreksi berkisar antara 0,344 – 0,714 bergantung pada pendekatan empiris yang digunakan untuk kondisi tanah serupa.
ANALISIS PENGOLAHAN DATA INTERPRETASI PENGUJIAN PEMBEBANAN HORIZONTAL PADA FONDASI TIANG BOR Anggarani Budi Ribowo; Syahidus Syuhada; Arif Rahman Hakim Sitepu; Julita Hayati; Satrio Adrian
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Nusantara Hasana Journal, July 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i2.1543

Abstract

One type of load that needs to be taken into account in foundation planning is the lateral load. Lateral load is a force that acts perpendicular to the pile, so it has the potential to cause shifting if the pile does not have sufficient capacity to withstand it. The type of foundation used in this analysis is a bored pile foundation with a diameter of 0.8 m and a pile length of 24 m. The results of the interpretation calculations to obtain the value of the ultimate lateral bearing capacity based on the lateral load test data show differences in the values of each method used. The interpretation calculations that have been carried out obtained the ultimate lateral bearing capacity with the Davisson method of 23,800 tons, with the Chin method obtained a result of 26,455 tons, and the Decourt method of 25,894 tons.
Studi Daya Dukung dan Distribusi Beban Fondasi Tiang Bor Terhadap Static Loading Test Yang Terinstrumentasi Hayati, Julita; Nugraha, Muhammad Faisal; Syuhada, Syahidus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1255

Abstract

Abstrak   Dalam merancang sebuah fondasi diperlukan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kemampuan dan kinerja struktur serta memverifikasi kemampuan fondasi yang terpasang dalam menaham beban yang telah direncanakan. Uji pembebanan yang terinstrumentasi dapat dilakukan untuk mengetahui daya dukung fondasi dan secara spesifik mencatat perilaku beban-deformasi yang diterima tiang selama uji pembebanan. Oleh karena itu peneliti bermaksud menganalisis daya dukung aksial dan distribusi beban pada fondasi bored pile terhadap hasil static loading test terinstrumentasi vibrating wire strain gauge dan tell-tale ekstensometer. Penelitian ini menggunakan persamaan empiris  dan program geoteknik dalam mengestimasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya dukung aksial static loading test lebih besar dibandingkan dengan daya dukung teoritisnya sehingga menunjukkan fondasi mampu menahan beban yang direncanakan. Distribusi beban hasil instrumentasi menunjukkan >90% beban telah terdistribusi pada selimut tiang sehingga perlu dilakukan pemendekan tiang.   Kata kunci: daya dukung aksial, distribusi beban, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSG     Abstract   In designing a foundation, field testing is necessary to evaluate the capacity and performance of the pile and verify the installed foundation's ability to resist the structure load. Instrumented loading tests can be conducted to determine the load-bearing capacity of the foundation and the load-deformation behavior experienced by the piles during the loading test. Therefore, the researchers analyze the axial load-bearing capacity and load distribution on the bored pile foundation based on the results of the static loading test using an instrumented VWSG and Tell-Tale Extensometer. This research uses empirical equations and geotechnical programs. The analysis results show that the axial bearing capacity from the static loading test is greater than its theoretical bearing capacity, indicating that the foundation can withstand the structural load. The load distribution from the instrumentation results shows that >90% of the load has been distributed to the skin friction pile, so pile shortening is necessary.   Keywords: axial bearing capacity, load distribution, Static Loading Test, Tell-Tale Eksensometer, VWSG
Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum 2025 - 2030 Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera Kurniawan, Rahmat; Michael, Michael; Syuhada, Syahidus; Maini, Miskar; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Dwiyana, Putri Ayu; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Ribowo, Anggarani Budi; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.463

Abstract

Penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) merupakan upaya strategis untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah kolaboratif dalam merumuskan Kurikulum 2025–2030. Proses ini melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk dosen, mahasiswa, alumni, praktisi, asosiasi profesi, serta pengguna lulusan. Kurikulum yang dikembangkan dirancang sesuai dengan standar Outcome Based Education (OBE) dan kriteria akreditasi LAM Teknik, dengan penekanan pada penguatan kompetensi inti bidang teknik sipil, integrasi teknologi digital, prinsip keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan soft skills mahasiswa. Hasil FGD ini menghasilkan rekomendasi kurikulum yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan standar nasional maupun internasional, sekaligus mendukung visi ITERA untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam sains, teknologi, dan inovasi.
Analisis Pengaruh Kuat Tarik Geosintetik Pada Perkuatan Tanah Lunak Metode Geosynthetic Encased Stone Columns (GESC) Julita Hayati; Syahidus Syuhada; Celvin Shahroni
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.32

Abstract

Infrastructure development must consider soil conditions to avoid settlement and bearing capacity failure. This problem can occur if construction is carried out on soft soil due to the nature of soft soil, which has low load-bearing capacity and high compressibility. Soft soil is found in the Indrapura-Kisaran Toll Road Construction Project at STA 112+550 and has a geometry that requires a high embankment, necessitating soil reinforcement to address the issue. In this study, the Geosynthetic Encased Stone Columns (GESC) method was used with variations in geosynthetic tensile strength of 150 kN/m, 200 kN/m, 300 kN/m, and 400 kN/m. The analysis process conducted in this study involves analyzing the bearing capacity and settlement conditions without and with reinforcement using analytical and numerical methods. Generally, the magnitude of bearing capacity and reduction in settlement due to reinforcement with geosynthetic-encased stone columns is influenced by the tensile strength of the geosynthetic, spacing, and installation pattern. After reinforcement, the soil-bearing capacity increased by 75 to 84%. In addition, due to the GESC reinforcement, there was a reduction in settlement of up to 86% using the analytical method and 61.8% using the numerical method. There was an increase in the stability of the embankment, where before reinforcement the stability was 1,453, and after reinforcement, it became 1,596 to 1,828.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN CONTROLLED MODULUS COLUMN (CMC) PADA DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN TANAH LUNAK Julita Hayati; Alfredo, Alexander; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Syuhada, Syahidus
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 31 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v31i1.5773

Abstract

The construction of a structure on soft soil has the potential for structural failure. This phenomenon occurs because the low bearing capacity of soft soil is accompanied by high compressibility, resulting in large settlements and low stability. This problem needs to be solved by soil improvement. In the Indrapura–Kisaran STA 112 + 500 Toll Road Construction Project, soil will be filled more than the ground's bearing capacity. Therefore, a soil improvement method using a Controlled Modulus Column (CMC) is necessary. The analysis method used in this study uses analytical methods and the finite element method (FEM). The analysis was performed by comparing the bearing capacity and settlement in conditions without improvement (preloading) and with improvement using CMC. The installation of CMC with a spacing of 1 meter, a diameter of 0.42 meters, an LTP thickness of 1 meter, and a concrete quality of 16.41 MPa showed an increase in soil bearing capacity of 30%. The rise in ground bearing capacity also affected soil compressibility, resulting in a reduction of up to 68% in soil settlement. Therefore, installing CMC on soft soil effectively increases bearing capacity and reduces settlement. Ground stability is improved, with the safety factor rising to 2.11. Keyword: bearing capacity, Controlled Modulus Column (CMC), settlement, soft soil, soil improvement
Pendampingan Teknis Pengelolaan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant dalam Mendukung Penyediaan Material Konstruksi Beton Ribowo, Anggarani Budi; Susanti, Junita Eka; Kurniawan, Rahmat; Dwiyana, Putri Ayu; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Wirawan, Nugraha Bintang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1232

Abstract

Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) berperan strategis dalam penyediaan material konstruksi, namun aktivitas operasionalnya menghasilkan limbah padat dan cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara optimal. Sebagai upaya mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Provinsi Lampung dengan fokus pada pendampingan identifikasi, pengolahan, dan pemanfaatan limbah industri sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi jenis dan volume limbah, pengambilan sampel sludge beton, sisa agregat, serta debu produksi AMP, pengujian karakteristik fisik material di laboratorium, dan perancangan variasi campuran beton dengan substitusi sebagian agregat menggunakan material limbah yang telah melalui proses pengeringan dan pengayakan. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kuat tekan beton pada beberapa variasi komposisi limbah. Hasil menunjukkan bahwa pada komposisi limbah 20%–30%, beton non-struktural mampu mencapai kuat tekan rata-rata 12,73 MPa dan masih memenuhi persyaratan teknis untuk aplikasi seperti paving block dan elemen pracetak ringan. Namun, pada komposisi 75%, kuat tekan menurun signifikan menjadi 5,85 MPa. Dengan ketersediaan limbah sekitar 1–2 ton per minggu, pemanfaatan optimal pada kisaran 20%–30% berpotensi mendukung produksi beton non-struktural berkelanjutan serta penerapan prinsip ekonomi sirkular di sektor konstruksi.