Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan antara Self-Compassion dengan School Well-Being Pada Siswa SMA Alma Dwi Afina; Eem Munawaroh
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v7i2.1457

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between self-compassion and school well-being in high school students in the District of Grabag. The type of research used is quantitative research with ex post facto research design. The data collection tools used are the Self-Compassion Scale and the School Well-Being Scale. The sampling technique used a proportional stratified random sampling technique. Then the hypothesis testing is using Spearman rank correlation analysis. The self-compassion scale consists of 23 items and has a reliability value of 0.810. Furthermore, the School Well-Being Scale consists of 31 items with a reliability value of 0.776. Self-compassion for high school students in Grabag District is in the moderate category (M = 66.53; SD = 7.90) and school well-being for high school students in Grabag District is in the medium category (M = 83.79; SD = 7.68). The results of the Spearman rank correlation test showed that R = 0.497, R2 = 0.235, p <0.05, which indicates that self-compassion has a relationship with school well-being in high school students in Grabag District. Self-compassion has a contribution of 23.5%. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Self-Compassion dan Skala School Well-Being. Teknik sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Kemudian pengujian hipotesis yaitu menggunakan analisis korelasi spearman rank. Skala Self-Compassion berjumlah 23 item memiliki nilai reliabilitas 0,810. Selanjutnya Skala School Well-Being berjumlah 31 item memiliki nilai reliabilitas 0,776. Self-compassion pada siswa SMA di Kecamatan Grabag berada pada kategori sedang (M = 66,53 ; SD = 7,90) dan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag berada pada kategori sedang (M = 83,79 ; SD = 7,68). Pada hasil uji korelasi spearman rank diperoleh hasil yaitu R = 0,497, R2 = 0,235, p < 0,05, yang menunjukkan bahwa self-compassion terdapat hubungan dengan school well-being pada siswa SMA di Kecamatan Grabag. Self-compassion memiliki kontribusi sebesar 23,5%.
Subjective Well-Being Siswa Ditinjau dari Virtue Temperance dan Coping Stress Yuti Munica; Eem Munawaroh
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 3 (2022): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.53873

Abstract

Penelitian ini berujuan untuk: (1) mengetahui gambaran tingkat temperance pada siswa SMK, (2) mengetahui tingkat coping stress, (3) mengetahui gambaran pengaruh virtue temperance dan coping stress pada siswa SMK di Purwokerto. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala psikologi dengan instrument Subjective Well-Being yang mengadaptasi dari Flourishing Scale (FS), Scale Positif and Negative Experience (SPANE) dengan jumlah butir pernyataan 14 item, skala temperance sebanyak 17 item, dan coping stress sebanyak 12 item. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 1 Purwokerto, siswa SMK Negeri 2 Purwokerto, dan siswa SMK Negeri 3 Purwokerto dengan jumlah sampel sebanyak 289 yang ditentukan dengan teknik cluster sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggambarkan tingkat virtue temperance, coping stress dan subjective well-being. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear ganda untuk mengetahui pengaruh virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara virtue temperance dan coping stress terhadap subjective well-being siswa. Implikasi penelitian ini terhadap Bimbingan dan Konseling yaitu menjadi rujukan dalam mengembangkan kelimuan bimbingan dan konseling di sekolah khususnya yang berkaitan dengan subjective well-being serta sebagai rujukan dalam Menyusun layanan bimbingan dan konseling guna meningkatkan subjective well-being maupun karakter positif siswa
Kontribusi Pengalaman Kerja dan Keaktifan Organisasi Profesi terhadap Kompetensi Humanis Direktif Guru Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Brebes Awalya Awalya; Eem Munawaroh; Imam Setyo Nugroho; Weni Anggraini; Susilawati Susilawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kontribusi pengalaman kerja dan keaktifan organisasi profesi terhadapkompetensi humanis direktif guru bimbingan dan konseling. Penelitian korelasional ini melibatkan 105 guru bimbingandan konseling di Kabupaten Brebes yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Dengan mengisi skalakompetensi humanis dan data terkait penglaman kerja dan keaktifan organisasi profesi. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pengalaman kerja tidak berkontribusi terhadap kompetensi humanis guru bimbingan dan konseling (R = 0,074,F(1,103) = 0,562, p>0,05). Kemudian hasil penelitian menunjukkan keaktifan organisasi profesi berkontribusi terhadapkompentensi humanis guru bimbingan dan konseling (R = 0,052, F (1,103) = 6,994, p<0,05). Hasil penelitian inidiharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan kompetensi humanis guru bimbingan dan konseling.
STUDENT RESILIENCE AFTER PANDEMIC : LEARNING LOSS RECOVERY Eem Munawaroh; Yuli Nurmalasari
Psikoeduko: Jurnal Psikologi Edukasi dan Konseling Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Study Program Guidance and Counseling, Univesitas Pendidik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/psikoeduko.v1i2.40509

Abstract

After approximately 2 years of being closed as a result of the Covid-19 pandemic, currently, schools around the world are starting to open even with limited meetings. Online learning as the best alternative learning mode during the pandemic has caused a learning loss effect on students so that students must be able to adapt and have resilience when returning to the school environment to recover learning loss. The purpose of this article is to review the latest literature on recovery learning loss, including the strategies that schools, teachers, and parents should develop in developing student resilience in adapting to school new normal. The results of the literature review of the latest sources regarding recovery learning loss, there are several strategies that can be developed, involve the school community in school opening plans, ensure school health and safety protocols, ensure the psychological well-being of students, identify students who most need help, and improve pedagogical practice and teacher training.
Peningkatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana Banjir Melalui Pelatihan Psychological First Aid Boby Ardhian Nusantara; Eem Munawaroh; Zakki Nurul Amin; Edwindha Prafitra Nugraheni
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i2.2056

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan pemberian bantuan psikologis pertama pada penyintas bencana untuk mengurangi dampak psikologis yang tidak diharapkan seperti stress dan depresi. Sasaran kegiatan ini adalah 24 Kepala Keluarga warga masyarakat yang paling rentan terkena dampak bencana banjir di Kelurahan Sendangmulyo, Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa tahap yakni penyampaian konsep Psychological First Aid (pengetahuan), Praktik keterampilan look, listen, and connect baik dalam settingan individu atau kelompok (keterampilan), dan simulasi aplikasi PFA dalam situasi bencana (Simulasi). Keefektifan program ini diukur dengan menggunakan kuesioner Desa Tangguh Bencana Banjir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa signifikansi 0.00<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan PFA efektif dalam meningkatkan peningkatan kapasitas desa tangguh bencana banjir untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM LEARNING RECOVERY PASCA PANDEMI PADA PENDIDIKAN DASAR Dewi Nilam Tyas; Farid Ahmadi; Sri Sukasih; Desi Wulandari; Eem Munawaroh
Bahasa Indonesia Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.20k.5

Abstract

Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan pengetahuan dan keterampilan akademik peserta didik (learning loss) yang dikhawatirkan berdampak krusial dalam pencapaian target pembelajaran sehingga learning recovery sangat penting diterapkan. Permasalahan yang dihadapi guru-guru Gugus Kemuning adalah kesulitan mengembangkan e-learning sebagai upaya percepatan learning recovery pasca pandemi. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan keterampilan untuk mengembangkan e-learning, sehingga optimalisasi peran guru dalam learning recovery pasca pandemi pada pendidikan dasar dengan memanfaatkan e-learning penting untuk dilakukan. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru di Gugus Kemuning, Kota Semarang sejumlah 56 guru. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) diskusi detail rencana pelaksanaan kegiatan; 2) pemaparan materi learning recovery dengan pemanfaatan teknologi digital, khususnya E-Learning; 3) pendampingan pengembangan dan presentasi hasil E-Learning yang dikembangkan; 5) pengisian kuesioner untuk mengetahui keberhasilan kegiatan. Simpulan kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman mengenai peran guru dalam learning recovery pasca pendemi, sehingga guru-guru mampu mengaplikasikan pemahaman yang telah diperoleh untuk mengoptimalkan peran guru dalam learning recovery pasca pendemi pada Pendidikan Dasar.
HUBUNGAN PERILAKU ASSERTIVE DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING MAHASISWA PELAKSANA PEMBELAJARAN DARING PADA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Musta'anah, Siti Adibatul; Munawaroh, Eem
Jurnal Al-Taujih : Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami Vol 9, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/atj.v9i1.3440

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas banyaknya fenomena mengenai meningkatnya setres dan kecemasan mahasiswa setelah melaksanakan pembelajaran daring yang berakibat pada tingkat kebahagiaan mahasiswa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan perilaku assertive dengan subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan metode kolerasional. Subjek penelitian berjumlah 335 responden dari 7186 mahasiswa. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Quota random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Rathus Assertivness Scale dan Skala Subjective well-being pelaksana pembelajaran daring. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku assertive berada pada kategori yang tinggi dan tingkat subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring berada pada kategori sedang. Kemudian ditemukan terdapat hubungan yang positif signifikan antara perilaku assertive dan subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring. Dari hasil tersebut dapat dipahami bahwa semakin tinggi perilaku assertive yang dimiliki maka semakin tinggi pula subjective well-being mahasiswa pelaksana pembelajaran daring. Berkaitan dengan hasil penelitian ini diharapkan konselor mampu membantu mahasiswa meningkatan perilaku assertive yang dimiliki melalui layanan Bimbingan dan Konseling yang tepat.
The Protective Factors of Bullying Victimization Experiences on Mental Health among Adolescents: A Decade of Systematic Review Munawaroh, Eem; Sutoyo, Anwar; Arinata, Firdian Setiya; Karomah, Anggun; Damayanti, Silviana; Nitami, Luvieta Zulgya
KONSELOR Vol. 13 No. 2 (2024): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0202413262-0-86

Abstract

Despite extensive research on the mental health consequences of bullying victimization, there is limited information on the protective factors that may mitigate these negative outcomes. This systematic review seeks to identify factors that can buffer the impact of bullying victimization on adolescent mental health. Articles were selected from the Scopus and Pubmed databases, covering studies published between 2014 and 2024. After applying the inclusion and exclusion criteria, 11 studies were found that focused on protective factors against the mental health effects of bullying among adolescents. The review reveals two major categories of protective factors: personal strengths and social support. Personal strengths include traits such as resilience, forgiveness, and religiosity, while social support involves factors such as student connectedness, parental psychological control, increased autonomy support, strong parent-child attachment, and the presence of multiple supportive adults. The findings suggest that schools should focus on building personal strengths and enhancing social support systems as key strategies to protect students from the adverse mental health effects of bullying, particularly through the improvement of counseling services and the creation of support programs.
PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK MENDUKUNG ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BAGI GURU DI KOTA SEMARANG Dewi Nilam Tyas; Sri Sukasih; Desi Wulandari; Eem Munawaroh
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The implementation of differentiated learning in Gugus Kemuning Semarang City is less than optimal, one of the reasons is the minimal use of AI (Artificial Intelligence) in the assessment process. So it takes quite a long time to be able to find out the results and analysis of the assessment so that it can be interpreted and followed up. The purpose of this activity is to improve understanding and skills in utilizing AI for assessment in differentiated learning. Limited devices and the prohibition on bringing smartphones to school make their utilization less than optimal. To overcome these obstacles, the platform used in this activity is Quizizz paper mode because students only need to hold the QR code that will be scanned by the teacher. The subjects of this activity were 53 teachers of Gugus Kemuning teacher working group. The stages of implementing the activity include: 1) planning, 2) socialization of assessment principles and utilization of AI in compiling assessment instruments, 3) mentoring the development and presentation of the developed assessment instruments, 5) post-test. Based on the activities that have been carried out, it is known that there has been an increase in knowledge and skills in the use of AI for assessment in differentiated learning, as evidenced by the fact that 82% of participants were able to develop assessments by synchronizing learning plans, implementation and assessments and compiling assessment instruments to be more interesting and interactive using Quizizz. Abstrak Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasai di Gugus Kemuning Kota Semarang kurang optimal, salah satunya karena minimnya penggunaan AI (Artificial Intelligece) dalam prose penilaian. Sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk dapat mengetahui hasil dan analisis penilaian untuk dapat diinterpretasikan dan ditindaklanjuti. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan pemanfaatan AI untuk penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi. Keterbatasan gawai dan larangan membawa smartphone ke sekolah menjadikan pemanfatan AI kurang optimal. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka platform yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Quizizz paper mode karena peserta didik cukup memegang QR code yang akan dipindai guru. Subjek kegiatan ini adalah 53 guru-guru KKG gugus Kemuning. Tahpan pelaksanaan kegiatan meliputi: 1) perencanaan, 2) sosialisasi prinsip assessment dan pemanfaatan AI dalam penyusunan instrumen assessment, 3) pendampingan pengembangan dan presentasi instrument assessmen,, 5) post test. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa terjadi pengingkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan AI untuk assessment dalam pembelajaran berdiferensiasi, dibuktikan bahwa 82% peserta mampu mengembangkan assessment dengan mensinkronkan rencana, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran serta menyusun instrumen penilaian menjadi lebih menarik dan interaktif dengan menggunakan Quizizz.
Program Peningkatan Empati untuk Mencegah Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar Munawaroh, Eem; Saraswati, Sinta; Tyas, Dewi Nilam; Nusantara, Boby Ardhian; Arinata, Firdian Setiya; Karyono, Karyono; Rahmah, Farah Aida Fitrotur; Husnunnida, Arina; Africa, Hafidzanita First
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i6.1065

Abstract

Meningkatnya kasus kekerasan atau bullying selama tahun 2023 semakin marak terjadi pada anak-anak di Indonesia. KPAI mencatat sebanyak 2.355 kasus pelanggaran yang masuk sebagai laporan kekerasan anak hingga Agustus 2023. Dalam fenomena bullying, salah satu karakteristik pelakunya adalah memiliki empati yang rendah terhadap para korban (Rigby, 2002). Program peningkatan empati merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dalam membantu siswa meningkatkan empati yang memberikan pengaruh terhadap kasus bullying. Pengabdian ini memberikan program untuk melatih empati pada siswa SD Negeri Batursari 6 kabupaten Demak, dengan manfaat dan hasil yang signifikan untuk meningkatkan empati siswa, sehingga dapat mencegah terjadinya korban-korban yang ditimbulkan akibat perilaku bullying. Program pelatihan ini diikuti oleh kelas 5 SD Negeri Batursari 6 yang berjumlah 58 siswa didampingi masing-masing guru kelas dan kepala sekolah. Terdapat perbedaan yang signifikan pemberian pelatihan pada siswa SD Negeri Batursari 6 Kabupaten Demak. Siswa berpartisipasi secara aktif terutama dalam sesi materi dan simulasi bersama dengan fasilitator, hal ini merupakan pembentuk sikap kesadaran dan responsif siswa dengan teman-temannya.