Luki Anjardiani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RANTAI PASOK PRODUKSI UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA GUDANG PT WIRONTONO BARU KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus pada Gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru) Leni Pebriani; Yudi Ferrianta; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.646

Abstract

Indonesia memiliki lahan budidaya perikanan yang cukup potensial, yang merupakan lahan budidaya terluas di dunia. Perairan Indonesia seluas 75 persen dari negaranya memberikan potensi yang baik bagi sektor perikanan.Kabupaten Kotabaru merupakan kantong produksi perikanan terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.Udang beku (frozen shrimp) merupakan hasil perikanan yang memiliki volume angka tertinggi dan nilai tertinggi dalam ekspor perikanan Indonesia dibandingkan dengan komoditi – komoditi lain pada hasil perikanan Indonesia. Penerapan sistem rantai pasok akan membuat keberlangsungan perusahaan dalam proses bisnis berjalan dengan baik, hal ini dilihat dari fenomena perusahaan yang tidak menerapkan sistem manajemen rantai pasok dapat kesulitan untuk mencari rekanan dalam usaha/bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.Pengolahan industri frozen shrimp yang berdaya saing tinggi perlu melakukan perbaikan dalam kinerja manajemen rantai pasok pada perusahaan pengolahan udang beku secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manajemen rantai pasok dan permasalahan gudang terhadap sebuah perusahaan berkembang di sektor Udang Windu yang berada di Kabupaten Kotabaru pada bulanJuni, Juli dan Agustus 2017. Penelitian dengan metode studi kasus, dimana metode ini merupakan metode yang hanya meneliti pada satu kasus, penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian manajemen rantai pasok udang windu pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru dalam menjalankan usahanya yaitu dengan sistem organisasi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf organisasi (staffing), pemotivasian dan pengawasan berjalan dengan baik dibawah pengawasan dari kepala gudang di gudang PT Wirontono Baru tersebut.Masalah yang terdapat pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru yakni seringnya terjadi kekurangan pasokan udang windu yang disebabkan oleh saat gagal panen pada petani tambak yakni saat udang mati mendadak karena terkena penyakit atau pada saat cuaca ekstrem yang menyebabkan tingginya gelombang laut dan mengakibatkan para nelayan tidak bisa menangkap udang dilaut.Kata kunci:analis rantai pasok, udang windu
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pasar Bauntung dan Pasar Ulin Raya) Tri Norarifin; Luki Anjardiani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.785

Abstract

Daging ayam broiler adalah salah satu sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Permintaan daging ayam broiler yang meningkat dari tahun ke tahun tersebut tidak terlepas dari pengaruh banyak faktor. Harga daging ayam broiler di Kota Banjarbaru cukup mengalami fluktuasi, Sehingga perlunya mengetahui apakah faktor tersebut dapat mempengaruhi permintaan terhadap daging ayam broiler atau ada faktor lainnya yang sangat mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan perilaku konsumen daging ayam broiler Kota Banjarbaru. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Elastisitas permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pemilihan responden penelitian ini menggunakan metode Accidental Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 65 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dan dilakukan pengujian koefisien determinasi, uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini, faktor yang berpengaruh nyata secara bersamaan terhadap permintaan daging ayam broiler di Kota Banjarbaru adalah harga daging ayam broiler (X1), harga telur ayam ras (X2), harga ikan (X3), pendapatan (X4), jumlah anggota keluarga (X5) dan tingkat pendidikan (X6). Faktor yang berpengaruh nyata secara individual terhadap permintaan daging ayam broiler adalah harga daging ayam broiler, harga ikan dan pendapatan. Untuk elastisitas permintaan daging ayam broiler menunjukan bahwa elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga adalah elastis. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap pendapatan menunjukan bahwa daging ayam broiler termasuk dalam barang normal. Elastisitas permintaan daging ayam broiler terhadap harga telur ayam broiler dan harga ikan, sehingga telur ayam ras dan ikan dapat dikategorikan sebagai barang pengganti bagi daging ayam broiler.Kata kunci: daging ayam broiler, faktor-faktor permintaan, elastisitas
Sikap dan Persepsi Pedagang Pengumpul Terhadap Keberadaan Sub Terminal Agribisnis Muara Taniran (Studi Kasus : Muara Taniran Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan) Muhammad Zaki Yamani; Taufik Hidayat; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.774

Abstract

Dampak keberadaan Subterminal Agribisnis  di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dengan menitik beratkan pada produksi komoditas yang dominan yaitu tanaman sayur-sayuran, dan STA sendiri menjadi salah satu fungsi infarastruktur sentral bagi petani dan pedagang bertemu dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, Apakah dampak keberadaan Subterminal ini bisa menunjang dan menjadi salah satu kemudahan petani dalam memasarkan hasil pertaniannya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap, persepsi dan harapan dari para pedagang dan pengumpul yang melakukan kegiatan di lingkungan Subterminal Agribisnis. Metode yang digunakn dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sikap dari pedagang dan pengumpul adalah setuju dapat disimpulkan bahwa hasil dari perhitungan Thit tentang rentang skor individu responden mengasilkan nilai 17, dan melebihi dari skor rentang batasan antara positif dan negatif adalah 3, maka skor skala sikap dari responden menghasilkan skor sikap positif. Persepsi pedagang dan pengumpul menghasilkan hasil positif dan penilaian kebermanfaatannya dengan rata-rata rentang jawaban sangat setuju dan setuju dari 3 kategori pernyataan yaitu situasional, pengetahuan dan kepribadian. Harapan dari pedagang dan pengumpul yang berada dilingkungan Subterminal Agribisnis adalah mengharapkan instansi-instansi terkait agar mengambil peran masing-masing dalam pengembangan dan perbaikan SubTerminal Agrbisnis Muara Taniran.Kata kunci: subterminal agribisnis, sikap, persepsi
Analisis Business Model Canvas (BMC) Pada Usaha Hatara Coffee di Kota Banjarbaru Anggia Dwi Yustianingsih; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i3.13590

Abstract

Hatara merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang Coffee shop yang menyediakan berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Selain itu, Hatara juga menawarkan makanan berat dan makanan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usaha Hatara Coffee. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Mei 2024. Metode penarikan contoh yang digunakan yaitu metode studi kasus. Metode penarikan sampelnya menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 2 metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Dalam analisis data yang digunakan, maka tujuan penelitian ini yaitu menerapkan business model canvas melalui 9 blok, yaitu Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Hasil penelitian ini menunjukkan 9 blok Business Model Canvas yang digunakan usaha Hatara Coffee dalam melaksanakan bisnisnya dan mengetahui kelayakan usaha Hatara Coffee sebagai solusi dalam keberlangsungan usahanya.
PkM Pemanfaatan Kotoran Kuda untuk Pupuk Kompos sebagai Solusi Ramah Lingkungan dalam Pengelolaan Limbah Kandang Kuda: Community Service Program on the Utilization of Horse Stable Manure for Compost as an Eco-Friendly Solution for Horse Stable Waste Management Santoso, Untung; Saputra, Riza Adrianoor; Diena, Nurin Nisa Farah; Anjardiani, Luki; Rosni, Masyhudah; Budiwati, Nina; Wilda, Kamiliah; Syarbini, Muhammad
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 7 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i7.9220

Abstract

The increasing popularity of equestrian activities today for sports, entertainment, recreation, hobbies, and lifestyles has had a positive impact with the emergence of several horse riding training areas and horse-breeding in South Kalimantan, especially in Banjarbaru City. The horse stables at the horse riding training areas will produce waste in the form of horse manure, both solid (feces) and liquid (urine). Poor waste management of horse manure will hurt the environment. This community service activity aims to provide an eco-friendly solution to the problem of a pile of horse manure in horse stables. Based on the discussions between the community service team and the owner of one of the horse farms in Banjarbaru City, Johnhaus Stable, a solution was provided in the form of training in making compost fertilizer made from horse manure. The training began with a presentation on compost making and was followed by practice in making compost from horse manure. Based on the results of the pre-test and post-test given to participants, there has been a significant increase in the interest and knowledge of the participants regarding compost fertilizer.
Analisis Pendapatan Usahatani Padi dan Sayuran Dengan Sistem Surjan di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Made Arta Wardana; Luthfi Fatah; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarmya biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan serta permasalahan yang dihadapi petani dengan sistem surjan padi lokal dengan sayuran di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk pemilihan lokasi dilakukan secara purpusive, dimana lokasi yang dipilih dengan memilih petani yang selain mengusahakan padi juga mengusahakan sayuran dengan sistem surjan. Penentuan jumlah sampel dilakukan random sampling yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani dan didapat jumlah sampel sebanyak 40 responden. Data pada penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian di analisis dengan menghitung besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan. Untuk kelayakan digunakan perhitungan R/C Ratio dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukan untuk per usahatani biaya total sebesar Rp. 5.573.536,4 penerimaan sebesar Rp. 14.451.375 pendapatan sebesar Rp.11.910.276,1 keuntungan sebesar Rp.8.877.838,6 Sedangkan untuk per hektar biaya total sebesar Rp.8.083.466,57 penerimaan sebesar Rp.20.959.208,57, pendapatan sebesar Rp.17.273.766,92, keuntungan sebesar Rp.12.875.743 Kelayakan usahatani dengan sistem surjan pada penelitian ini sebesar 2,60, dimana dari hasil tersebut RCR > 1 maka setiap 1 rupiah biaya yang dikeluarkan dapat memperoleh penerimaan sebesar 2,60 rupiah.dari hasil tersebut RCR>1 maka usahatani tersebut layak di usahakan.
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Tahu di Kelurahan Jambu Hilir Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Studi Kasus Pengolahan Tahu Pak Nawi) Muhammad Syaidi; Nuri Dewi Yanti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7848

Abstract

Industri kecil memiliki peranan terhadap pertumbuhan perekonomian suatu negara dan peranan industri kecil ini dapat meningkatkan ekspor, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menyerap tenaga kerja dan ikut berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu industri kecil yang berpotensi untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kedelai menjadi tahu. Di Kecamatan Kandangan Kelurahan Jambu Hilir terdapat industri kecil pengolahan tahu yaitu pengolahan tahu Bapak Nawi. Industri pengolahan tahu tersebut tentunya dapat memberikan nilai tambah. Nilai tambah tersebut nantinya akan diketahui dengan membedakan harga jual bahan baku (kedelai) dan harga jual tahu. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu yang dilakukan oleh pengusaha tahu Pak Nawi di Kelurahan Jambu Hilir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan cara memaparkan hasil perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan hingga nilai tambah yang diperoleh dari usaha pengolahan tahu Bapak Nawi. Hasil penelitian ini bahwa total biaya yang dikeluar oleh usaha pengolahan tahu Pak Nawi adalah sebesar Rp. 646,150 dalam satu kali proses produksi, dan penerimaan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 949.000 dalam satu kali proses produksi. Sehingga diperoleh keuntungan dari usaha pengolahan tahu Pak Nawi dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 302,850. Usaha Pengolahan tahu Pak Nawi memberikan nilai tambah sebesar Rp.416,356 dalam satu kali proses produksi.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TANAMAN HIAS (PT. Antorium Setia Sofi Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu) Anggrio Branta Mukti; Usamah Hanafie; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13061

Abstract

Prospek bisnis yang dimiliki tanaman hias cukup menjanjikan. Usaha tanaman hias ini perlu dibimbing agar dapat tumbuh dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai kelayakan dan keuntungan usaha tanaman hias tersebut agar dapat dipakai sebagai pertimbangan oleh pengusaha dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis tanaman hias yang dijadikan usaha dan menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan yang diperoleh dari usaha tanaman hias PT. Antorium Setia Sofi. Studi ini memanfaatkan data primer dan sekunde. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode studi kasus, sehingga pengambilan contoh dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive) dengan sampel yaitu direktur serta karyawan PT. Antorium Setia Sofi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rumus biaya, penerimaan dan keuntungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis tanaman hias diperhitungkan keuntungannya yang meliputi tanaman hias Walisongo, kacang hias, ararea, beauty taiwan, antorium, palm, Dracaena, melati, anggrek dan mawar. Keuntungan yang didapatkan dalam 3 bulan terakhir rata-rata sebesar Rp 9.691.667. Efisiensi usaha tanaman hias didapatkan dengan cara analisis R/C dengan hasil sebesar 1,13. Definisi R/C terhadap pengeluaran keseluruhan sebesar 1,13 adalah untuk setiap Rp 1,00 yang diterbitkan oleh PT. Antorium Setia Sofi akan meraih laba sejumlah Rp 1,13. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui bahwa penjualan tanaman hias yang dijalankan oleh PT.Antorium Setia Sofi menguntungkan untuk dijalankan atau dikembangkan.
Pemasaran Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Ayda Iriani; Luki Anjardiani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.14786

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan kabupaten penghasil pisang terbanyak pertama dibandingkan Kabupaten lainnya. Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga dapat memenuhi kebutuhan daerah sendiri hasil produksi pisang juga dapat memenuhi kebutuhan untuk daerah lain, dimana Kabupaten Hulu Sungai tengah menyumbang sebanyak 45% hasil produksi pisang untuk Kalimantan Selatan. Pasar Agribisnis merupakan salah satu tempat yang memiliki pola saluran pemasaran yang cukup baik sehingga penelitian ini dilakukan dengan cara snowball sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara bergulir dimulai dari dari petani bergulir ke pedagang besar di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya pemasaran, margin, keuntungan dan farmer's share dari pemasaran pisang kepok, mengetahui saluran pemasaran yang terjadi serta mengidentifikasi permasalahan pemasaran yang seringkali terjadi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer didapatkan secara langsung dari responden petani di Kecamatan Batang Alai Utara untuk selanjutnya bergulir ke pedagang di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai. Sedangkan data sekunder di dapatkan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 saluran pemasaran, yaitu Saluran I (Petani- konsumen akhir di wilayah Desa Batu Tangga); Saluran II (Petani-Konsumen akhir di Pasar Agrobisnis Modern); Saluran III (Petani-Pedagang Pengumpul-Konsumen akhir); dan saluran IV (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen Akhir). Total biaya pada saluran II sebesar Rp 387,06- ; Saluran III Rp 689,79,-; dan total biaya pada saluran IV sebesar Rp 936,79,-. Margin total saluran II sebesar Rp 1.065,- ; saluran III sebesar Rp 3.815,- ; dan saluran IV sebesar Rp 5.006,-. Keuntungan total saluran II sebesar Rp 677,94,- ; saluran III sebesar Rp 3.125,21,- ; dan saluran IV sebesar Rp 4.069,21,-. Share petani saluran II 100%, selanjutnya saluran III 43,48%, dan saluran IV 36,96%.
Analisis Finansial Usaha Produksi Tempe di Kecamatan Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Khoiril Anam; Luki Anjardiani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7863

Abstract

Kedelai merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia, yang termasuk salah satu subsektor pertanian yang hasil produksinya dapat diolah berbagai macam makanan seperti tempe. Tempe merupakan makanan yang disukai banyak orang di Indonesia sehingga tempe mempunyai peluang usaha untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan serta menganalisis titik impas usaha tempe dan permasalahan yang di alami produsen tempe. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Sumber data diperoleh dari responden dan instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru. Data dianalisis dengan cara deskriptif dan tabulasi sehingga diperoleh biaya tetap rata-rata Rp 1.631.403, biaya variabel rata-rata sebesar Rp 7.457.025, biaya total rata-rata Rp 9.088.428, penerimaan rata-rata Rp 11.955.000 dan kuntungan rata-rata produsen tempe selama 1 bulan sebesar Rp 2.866.572. Pada usaha pengolahan tempe terbesar yaitu bapak Agus eko wahyudi diperoleh titik impas sebesar 216 bungkus untuk harga (@ Rp 1.000), 144 bungkus untuk harga (@ Rp 1.500) dan 44 bungkus untuk harga (@ Rp 5.000).
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Agus Teguh Suwito Alia Istiana Anggi Oksyifa Putri Anggia Dwi Yustianingsih Anggrio Branta Mukti Asnia Lestari Aurora Vianda Ayda Iriani Bima Dwi Nugraha Sakti Dian Ayu Lestari Dini Setiyani Djoko Santoso Emy Rahmawati Erafando lrawan Margiyanto Fadhillah Saputra Fakhri Husaini Fanesa Natasye Salendu Farita Riani Ferrianta, Yudi Fuad Hidayat Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hanafi Hanafi Hasmilia Hasmilia Hendriana Hendriana Intan Lorenza Septiani BR Sinaga Kamila Abda Amara Kamiliah Wilda Khairul Amin Khoiril Anam Leni Pebriani Lutfhi Fatah Made Arta Wardana Mariani Mariani Masyhudah Rosni Megawati Megawati Milawiyah Milawiyah Mira Yulianti Muhammad Darma Wijaksana Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rasyid Hidayatulloh Muhammad Rezani Muhammad Supian Muhammad Syaidi Muhammad Syaifuddin Muhammad Toha Takahepis Muhammad Zaki Yamani Muzdalifah Muzdalifah Nevia Amanda Bahri Nina Budiwati Norhayani Norhayani Nur Afia Nur Maulida Yanti Nuraidah Nuraidah Nurin Nisa Farah Diena Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Purnama Sari Qori Hafiza Rania Winalda Rifiana Rifiana Rizki Hidayati Robijul Yahdi Saputra Rospanen Rajagukguk Rozak Amrullah Rudy Firmansyah Sandy Angga Saputra Saputra, Riza Adrianoor Sinta Dinda Aurika Siti Elyana Chandra Siti Rahmah Sutikno Sutikno Syarbini, Muhammad Taufik Hidayat Tinah Tinah Tri Norarifin Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Wahyu Setyaningsih Winda Sari Auliaturridha Windarti Windarti Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis