Luki Anjardiani
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemasaran Pepaya di Desa Sambangan Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Rospanen Rajagukguk; Luki Anjardiani; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 8, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i4.14596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, biaya, margin dan keuntungan yang terkait. Penelitian dilakukan di Desa Sambangan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada periode Agustus hingga Oktober 2024. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Metode pengambilan sampel petani menggunakan rumus slovin yaitu dari total 39 petani diambil 15 orang. Pedagang pengumpul dan pengecer dipilih dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran yang berbeda. Pada saluran I pemasaran pepaya, total biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh pedagang pengecer yaitu Rp1.445,8 per kg  dengan margin Rp7.500 per kg dan keuntungan yang diperoleh Rp6.054,2 per kg dan share terbesar yaitu pada tingkat pedagang pengecer sebesar 68%. Pada saluran II total biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh pedagang pengumpul adalah Rp682,43 per kg, dengan margin Rp3.033,3 per kg dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp2.350,87 per kg sedangkan pada tingkat pedagang pengecer total biaya pemasaran yang dikeluarkan adalah Rp1.362,09 per kg, dengan margin Rp5.250 per kg dan keuntungan yang diperoleh adalah Rp3.887,91 per kg. Share terbesar yaitu pada tingkat pedagang pengecer sebesar 45%. Permasalahan yang dihadapi oleh petani atau produsen yaitu petani tidak memiliki informasi mengenai harga pasar. Permasalahan yang dihadapi pedagang pengumpul yaitu kualitas pepaya dan kerusakan buah selama proses pengangkutan. Permasalahan yang dihadapi oleh pedagang pengecer adalah banyak pedagang lain yang menjual pepaya dengan harga yang kompetitif.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal Pemasaran Sayur Hidroponik di Kota Banjarbaru (Studi Kasus Pemasaran Sayur Hidroponik Pada Komunitas Hidroponik Banjarbaru) Fanesa Natasye Salendu; Mira Yulianti; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.14787

Abstract

Pertanian adalah sektor yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan untuk sebagian masyarakat, karena sebagian besar kawasan Indonesia merupakan lahan pertanian. Petani-petani pada umumnya memakai tanah sebagai media tanam untuk mengembangkan hasil taninya. Hal ini bisa dikatakan sudah biasa dalam dunia pertanian. Melihat banyak lahan yang tidak didigunakan oleh masyarakat sebagai lahan pertanian, oleh sebab itu sekarang ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk lahan sempit sebagai usaha dalam mengembangkan hasil pertanian, yaitu menggunakan cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal pemasaran sayur hidroponik pada petani dalam komunitas Hidroponik Banjarbaru di daerah penelitian. Adapun jenis data yang dipakai yaitu data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung dan wawancara pada responden. Responden yang dipilih meliputi internal yaitu anggota inti komunitas Hidroponik Banjarbaru dan eksternal yaitu konsumen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor internal kekuatan yang lebih mempengaruhi pemasaran sayur hidroponik yaitu promosi dilakukan melalui media internet dengan skor pembobotan 0.2853, kelemahan tertinggi yaitu harga sayur hidroponik lebih mahal dibandingkan sayur yang dijual oleh petani konvensional dengan skor pembobotan 0.1739. Faktor eksternal peluang yang tertinggi adalah produk sayur hidroponik mudah ditemukan melalui media sosial dengan skor pembobotan 0.3069, ancaman tertinggi yaitu banyak pesaing yang sejenis bermunculan dengan skor pembobotan 0.1573. Kemudian berdasarkan hasil IFE diperoleh total skor 2,7469 dan EFE diperoleh total skor 2,6799.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN TEMPE DI DESA SEMARAS KECAMATAN PULAU LAUT BARAT KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus Usaha “Tempe Ibu Masnah”) Khairul Amin; Rifiana Rifiana; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13038

Abstract

Kedelai digunakan sebagai sumber bahan baku dalam industri pertanian. Tempe merupakan jenis makanan yang dihasilkan dari fermentasi kedelai menggunakan jamur yang disebut Rhizopus oligosporus. Tempe memiliki ciri khas warna putih, tekstur yang padat, dan rasa yang unik. Usaha tempe milik Ibu Masnah merupakan satu-satunya usaha tempe yang ada di Desa Semaras dan Kecamatan Pulau Laut Barat. Usaha ini telah beroperasi selama satu dekade. Namun, karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, upaya pemasarannya terbatas pada kabupaten. Selain itu, kapasitas produksinya terbatas karena usaha ini belum memperluas pasarnya ke luar kabupaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha produksi tempe Ibu Masnah di Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini dilakukan di tempat produksi tempe Ibu Masnah yang beralamat di Jalan Provinsi RT.03 Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Ibu Masnah, pemilik usaha pengolahan tempe Ibu Masnah, sebagai subjek utama. Ibu Masnah, seorang produsen tempe di Kecamatan Pulau Laut Barat, memperole hkeuntungan sebesar Rp17.901.505 dalam satu bulan. Studi R/CRatio menghasilkan nilai 1,66 yang menunjukkan bahwa R/CRatio lebih dari 1. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan tempe Ibu Masnah layak secara finansial.
ANALISIS USAHATANI SEMANGKA DI KECAMATAN MATARAMAN KABUPATEN BANJAR Muhammad Rezani; Luthfi Fatah; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan, dan masalah apa saja yang dihadapi petani semangka di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar pada Maret 2023. Metode penarikan contoh yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel, hal ini dilakukan karena populasi kurang dari 30. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa usahatani semangka di kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar mengeluarkan rata-rata total biaya implisit sebesar Rp.9.596.826,00 dan biaya eksplisit sebesar Rp8.270.270,00. Secara keseluruhan, rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh petani sebesar Rp17.867.270,00. Sedangkan rata-rata penerimaan yang dihasilkan oleh petani sebesar Rp31.875.000,00, dan rata-rata pendapatan yang dihasilkan oleh petani adalah sebesar Rp23.604.730,00. Keuntungan yang diperoleh petani lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan, yaitu sebesar Rp14.007.903,96, sehingga usahatani semangka diKecamatan Mataraman Kabupaten Banjar dinilai layak dan menguntungkan dengan nilai kelayakan sebesar 1,78.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PARANG KAMPENG KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Robijul Yahdi Saputra; Luki Anjardiani; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12257

Abstract

Indonesia merupakan negara pertanian, dimana pertanian berperan penting pada perekonomian nasional. Ini terlihat dengan banyaknya rakyat atau pekerja yang memilih mencukupi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui besaran biaya, penerimaan, dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara dan memahami masalah yang dihadapi petani kelapa sawit di Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja, sejumlah 20 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara yang telah disiapkan, kemudian hasil dari wawancara tersebut dianalisis untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan dari usahatani kelapa sawit tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, biaya total usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp10.643.896,800per usahatani per tahun (Rp4.985.383,00 per ha per tahun). Peneri-maan usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp50.435.512,00 perusaha tani per tahun (Rp23.458.377,67 per ha per tahun). Pendapatan bersih rata-rata usahatani kelapa sawit di Desa Parang Kampeng adalah sebesar Rp39.536.440,00 per usahatani per tahun (Rp18.389.041,86 per ha per tahun).
Analisis Efesiensi Alokatif Usahatani Ubi Alabio (Dioscorea Alata, L) di Lahan Rawa Lebak Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tinah Tinah; Abdurrahman Abdurrahman; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7818

Abstract

Ubi alabio merupakan subsektor pertanian pangan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah i) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ubi alabio; ii) Menganalisis tingkat efesiensi alokatif (harga) pada usahatani ubi alabio. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Sumber data diperoleh dari responden dan instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, dan Balai Penyuluh Pertanian. Data dianalisis dengan fungsi produksi Cobb- Douglass analisis regresi linier berganda melalui program SPSS 25 dan linier programing pada software excel untuk menambahkan variabel manajemen TER yang mana berfungsi meminimalkan indeks bias manajemen. pengambilan sampel dilakukan dengan acak sebanyak 50 sampel dari 294 populasi. Hasil penelitian menunjukan variabel luas lahan, jumlah bibit, tenaga kerja dan obat-obatan berpengaruh nyata (signifikan) terhadap produksi ubi alabio. Efisiensi alokatif (harga) pada penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit dan obat-obatan sudah mencapai tahap efisiensi secara harga sedangkan faktor produksi tenaga kerja tidak mencapai efesien dan perlu dikurangi penggunaan inputnya.
Analisis Preferensi Konsuman Buah Jeruk Siam di Kota Banjarbaru Rozak Amrullah; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan karakteristik konsumen buah lokal, atribut apa yang menjadi preferensi dalam melakukan pembelian buah lokal jeruk siam, serta atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam melakukan pembelian buah lokal jeruk siam di Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut buah lokal jeruk siam yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarbaru adalah buah dengan harga murah, buah dengan rasa manis, buah dengan ukuran besar, buah dengan warna cerah, dan buah dengan tekstur kulit halus. Sedangkan urutan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam pembelian buah lokal jeruk siam adalah rasa, harga, tekstur, ukuran, warna. Dari penelitian ini, saya menyarankan  pelaku usaha untuk dapat memberikan grade buah jeruk siam dengan menyediakan informasi mengenai kualitas buah kepada konsumen, agar memudahkan konsumen untuk memilih sesuai dengan preferensi, serta anggaran yang mereka miliki, dan bagi pelaku usaha diharapkan dapat memberikan perlakuan buah selama di toko agar kualitas dan kesegaran buah tetap terjaga, dengan tujuan mengurangi risiko kerusakan dan pembusukan buah. Agar konsumen mendapatkan buah dengan kualitas terbaik, sehingga mereka lebih puas.
Pengaruh Keberadaan Program Lumbung Pangan terhadap Tingkat Pendapatan Petani Padi Lokal di Desa Danau Karya Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Erafando lrawan Margiyanto; Luki Anjardiani; Hairi Firmansyah
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i2.21945

Abstract

The· purposes of the study were to find out the effect of Lumbung Pangan (Food Barn) Programme to rice farmer's income whether members or non­ members of the food barn, and to describe the problems faced by the farmers to the existence of the food barn in Danau Karya Village of Anjir Pasar District of Barito Kuala Regency. The results of the study showed that the total cost per hectare expended by the farmers who were members of the food barn was greater than the total cost per hectare spent by non-member farmers, with a difference of Rp 432,228.85The rice farming revenue earned by the member farmers was higher than that gained by non-member farmers, with a margin of Rp 786, 690. 64 per hectare. Moreover, the income received by the member farmers was higher than the income gained by non-member farmers, with a margin of Rp 992, 143.97 per hectare. The results of the calculation using the t test, scored thit(1,823). Figures from the t table with significance level a= 5% or 0.05 with free progression or degree of freedom (df) of 39 was 1.645. It can be concluded that Food Barn Program in Danau Karya Village of Anjir Pasar District affected the increase in the income of respondent farmers who were the members of food bam. The problems or constraints that the member farmers faced was that there were some member farmers whose houses were far enough to reach the barn, insufficient capacity of the barn, and greater costs for transporting fertilizer. Meanwhile, the problems that non-member farmers had were that the use of the barn in the village was only for the registered member farmers, causing social jealousy between the non-member farmers and the member farmers who used the barn.
Analisis Keterpaduan Pasar Buah Lokal dan Buah Impor di Kota Banjarmasin Luki Anjardiani; Emy Rahmawati; Yusuf Azis
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v1i2.20350

Abstract

The purposes of this research are to analyse and compare the channels of the local and imported fruit marketing in Banjarmasin, and to analyse the market integrity in channels of the local and imported fruit marketing in Banjarmasin. The channel of the imported fruit marketing from suppliers was continued to retailers around the consumption centers. Meanwhile, the channel of the local fruit marketing from farmers was continued to middlemen then to distributors. The distributors then distributed the fruits to retailers who sold them to costumers. Based on the market integrity analysis, it was known that retailers in A.Yani street have higher market integration with grocers market of imported apple in short run. On the other hand, retailers in Kuripan market have higher market integration with grocers market of local orange in long run.
Analisis Finansial Usaha Penangkaran Benih Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Winda Sari Auliaturridha; Nina Budiwati; Luki Anjardiani
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v2i1.20381

Abstract

The purposes of this study are to know the implementation of superior paddy seedling farming, and to analize the components of costs, revenues, income, profit and feasibility its farming. Technically, the farming technique of superior paddy between seedling and consumption purpose is almost similiar. The difference is only the seeds for superior paddy's seedling farming use the Stock Seeds (SS) class. The survey technique was used, and 43 farmers, who grew superior paddy for seedling purpose on Dry Season 2010, were selected purposively as respondents. The result revealed that he average total cost, production, revenue, income and profit per hectare was Rp 7,543,566; 2,324.37 kg; Rp 10,459,664; Rp 5,452,425; Rp 2,916,098, respectively. The average of RCR value was 1.37, which indicated that the superior paddy's seedling farming was financially feasible. Based on this study, government should determine the policy for certified-seed price certainty, in order to attract the farmers.
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Abdussamad Abdussamad Agus Teguh Suwito Alia Istiana Anggi Oksyifa Putri Anggia Dwi Yustianingsih Anggrio Branta Mukti Asnia Lestari Aurora Vianda Ayda Iriani Bima Dwi Nugraha Sakti Dian Ayu Lestari Dini Setiyani Djoko Santoso Emy Rahmawati Erafando lrawan Margiyanto Fadhillah Saputra Fakhri Husaini Fanesa Natasye Salendu Farita Riani Ferrianta, Yudi Fuad Hidayat Hairi Firmansyah Hairin Fajeri Hamdani Hanafi Hanafi Hasmilia Hasmilia Hendriana Hendriana Intan Lorenza Septiani BR Sinaga Kamila Abda Amara Kamiliah Wilda Khairul Amin Khoiril Anam Leni Pebriani Lutfhi Fatah Made Arta Wardana Mariani Mariani Masyhudah Rosni Megawati Megawati Milawiyah Milawiyah Mira Yulianti Muhammad Darma Wijaksana Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rasyid Hidayatulloh Muhammad Rezani Muhammad Supian Muhammad Syaidi Muhammad Syaifuddin Muhammad Toha Takahepis Muhammad Zaki Yamani Muzdalifah Muzdalifah Nevia Amanda Bahri Nina Budiwati Norhayani Norhayani Nur Afia Nur Maulida Yanti Nuraidah Nuraidah Nurin Nisa Farah Diena Nurmelati Septiana Nurul Abadiyah Purnama Sari Qori Hafiza Rania Winalda Rifiana Rifiana Rizki Hidayati Robijul Yahdi Saputra Rospanen Rajagukguk Rozak Amrullah Rudy Firmansyah Sandy Angga Saputra Saputra, Riza Adrianoor Sinta Dinda Aurika Siti Elyana Chandra Siti Rahmah Sutikno Sutikno Syarbini, Muhammad Taufik Hidayat Tinah Tinah Tri Norarifin Umi Salawati Untung Santoso Usamah Hanafie Wahyu Setyaningsih Winda Sari Auliaturridha Windarti Windarti Yanti, Nuri Dewi Yedita Ayu Kusuma Ningrum Yusuf Azis