Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Potensi Bahaya Pada Pekerjaan Drainase Pada Proyek Pengendalian Banjir Di PT. Brantas Abipraya (Persero) Menggunakan Metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) Ikhsan Wasir Riski; Iksan Adiasa; Nurul Hudaningsih; Eki Ruskartina
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 3 No 2 (2022): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Sistem

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.223 KB) | DOI: 10.36761/jitsa.v3i2.1966

Abstract

Brantas Abipraya (Persero) merupakan perusahaan yang mengerjakan Proyek Pengendalian Banjir dalam pengerjaan drainase yang terletak di kawasan Mandalika, Lombok Barat. Berdasarkan observasi di lapangan, ditemukan pada proses pemasangan L-Gutter berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja yang diakibatkan pekerja tidak menggunakan APD. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan kerja pada Proyek Pengendalian Banjir di PT. Brantas Abipraya (Persero). Metode yang digunakan adalah Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Berdasarkan hasil identifikasi dan penilaian potensi bahaya yang telah dilakukan, terdapat enam potensi bahaya pada Proyek Pengendalian Banjir. Usulan perbaikan berdasarkan hirarki pengendalian K3 berupa pengendalian teknik, pengendalian administrasi, dan APD, yaitu memperbaiki jalan yang rusak, melakukan rekayasa jalan, membuat penahan tanah/gorong-gorong penahan tanah dan melakukan pengurasan air dan pembersihan lumpur yang menggenangi jalan, memasang rambu-rambu proyek yang bertuliskan jalan berlubang dan berlumpur, menandakan ekskavator sedang melakukan pemasangan L-Gutter, menandakan area longsor, dan menandakan area licin dan tergenang air. Selanjutnya, agar selalu menggunakan APD berupa helm safety, sarung tangan safety, kacamata safety, pelindung telinga, sepatu safety dan masker serta agar segera dilakukan teguran jika tidak menggunakannya. Penelitian ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja di Proyek Pengendalian Banjir PT. Brantas Abipraya (Persero) sehingga pekerja terhindar dari risiko kecelakaan kerja.
Analisis Pemilihan Supplier Kayu Pada Produk Furniture Menggunakan Metode Promethee Silvia Firda Utami; Koko Hermanto; Iksan Adiasa; Tiya Indryani
Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) Vol 4 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josyc.v4i1.2569

Abstract

UD. Rahman Mebel is a company that produces various forms of furniture such as chairs, tables, cabinets, doors, windows, and various other forms of furniture. the purpose of this research is to determine the best supplier at UD. Rahman Mebel uses the Promethee Method. Four alternative suppliers have been determined by UD. Rahman Furniture namely: UD. Rini, UD. Dedi Putra, UD. Rangga Putra, UD Ujud Alam Riski and there were also four criteria tested, namely quality, price, service, and delivery. Based on the results of observations through interviews stated that the difficulties experienced in selecting the best supplier according to the company's criteria. For this reason, a solution to this problem is needed, namely by analyzing the determination of supplier choices using the Promethee method. From the results of this study is, the highest net flow value is UD. Rangga Putra is in first place with a score of 0.9999. The second rank is UD. Ujud Alam Riski with a score of 0.3333. The third rank is UD. Dedi Putra with a score of -0.9999. And the last rank is UD. Rini with a value of -0.3333.
PENERAPAN ALAT FERMAS KECE (FERMENTOR MASIN MAKANAN KHAS SUMBAWA DENGAN SISTEM KENDALI CERDAS) DI DESA JOTANG KABUPATEN SUMBAWA Nurul Hudaningsih; Sopyan Ali Rohman; Iksan Adiasa
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.832

Abstract

Masin is a Sumbawa traditional food made from rebon shrimp which is given special spices and then fermented for about 14 days. Masin production often fails because the fermentation process is susceptible to contamination by bacteria and other fungi from the raw materials and the lack of hygiene in the equipment used. In addition, rebon shrimp is a catch of fishermen which is available at a certain time so the masin production must be optimized when the availability of the rebon shrimp is abundant by accelerating the fermentation process. Therefore, it is necessary to apply a Masin Fermenter with an intelligent control system to optimize the masin fermentation process. In addition, it is necessary to standardize the masin production process to reduce the risk of production failure. The social activity is carried out through workshops and discussions with masin entrepreneurs. Workshop materials include: How to make the fermenter and how to use the masin fermenters; Dissemination of Standard Operating Procedures (SOP) for Masin production. Masin production with FERMAS-KECE is better than traditional method in terms of color, taste and aroma. The Masin fermentation process with FERMAS-KECE is faster than traditional method. The fermentation process has decreased after 3-5 which indicates the process has been completed so that with this it can increase production capacity up to 300%. In addition, the application of SOP for the manufacture of masin can reduce the risk of failure in masin production and the quality of standardized masin with uniform quality in each production process. Based on the results of the evaluation of participant satisfaction, it was found that the participants were very satisfied, both in terms of the material, the way the material was delivered and the fermenter machine used was very useful and needed by participants. Therefore, the application of FERMAS-KECE and SOP during the masin production process can increase the productivity, efficiency and quality of the masin.
ANALISIS PERANCANGAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN METODE 5S PADA RUANG PROSES PRODUKSI PUPUK ORGANIK DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA TEGAL Arfid Adam Mahesa; Silvia Firda Utami; Iksan Adiasa
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 2 No 2 (2021): HEXAGON - Edisi 4
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.093 KB) | DOI: 10.36761/hexagon.v2i2.1088

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk berperan besar dalam peningkatan jumlah sampah yang ditimbulkan. Salah satu daerah di Indonesia yang sudah menerapkan tata pengelolaan sampah agar dapat dimanfaatkan ialah Kota Tegal, melalui dinas lingkungan hidup Kota Tegal, pemerintah berupaya untuk menangani pengelolaan sampah, baik organik maupun non organik serta limbah berbahaya. Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal masih didapati beberapa masalah seperti belum tersedianya gudang untuk menempatkan barang atau fasilitas yang jarang digunakan sehingga dapat menimbulkan pemborosan tempat, sehingga hal tersebut dapat menggangu pekerja dan termasuk dalam pemborosan tempat. Oleh karena itu masalah tersebut perlu diselesaikan. Pada penyelesaian masalah tersebut digunakan metode 5S. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang 5S dalam usaha pengurangan waste pada pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa luas area pengelolaan sampah organik adalah 200 m2 dengan panjang 20 m dan lebar 10 m. Dalam penelitian ini area kerja pada pengelolaan sampah organik akan dirancang 5S dan memberikan usulan layout baru karena di TPST Akhir Mintaragen Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal belum menerapkan 5S sehingga kurang tertatanya letak peralatan atau fasilitas di ruang kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah telah dirancang 5S guna memperbaiki sistem kerja pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal serta untuk menangani permasalahan yang ada di lokasi kerja.
ANALISIS RISIKO HAZARD PADA PEMBUATAN KEMASAN KARDUS MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPERABILITY STUDY DI UPTD. BALAI KEMASAN PRODUK DAERAH NTB Eki Ruskartina; Nurul Hudaningsih; Iksan Adiasa; nurhayanti matuges
JURNAL INDUSTRI DAN TEKNOLOGI SAMAWA Vol 4 No 1 (2023): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v4i1.2538

Abstract

MSMEs are said to be one of the economic activities in processing raw materials into finished materials that will provide added value. Micro, small and medium enterprises (MSMEs) must be able to find ways to grow their businesses. One of the ways is that MSME actors must pay attention to their product packaging. One of the companies that assisted in packaging was UPTD.Balai Regional Product Packaging, NTB. As well as in the manufacture of packaging requires accuracy to avoid work accidents. Therefore it is necessary to have recommendations for occupational accidents and safety (K3) to minimize hazards at work. In this study, the hazard and operability (HAZOP) method was used, which is a method for identifying and analyzing and providing recommendations for improvements in order to minimize work accidents so that the production process runs safely and smoothly
Optimasi Sistem Antrian Pada Loket Apotek RSUD Kabupaten Sumbawa Koko Hermanto; Muhammad Zikri Kautsar; Iksan Adiasa; Silvia Firda Utami
Jurnal Matematika Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Publisher : Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMAT.2022.v12.i02.p154

Abstract

Loket pengambilan obat atau apotek menjadi fasilitas yang wajib ada setiap Rumah Sakit. Namun masih banyak terjadi antrian yang cukup ramai pada loket pengambilan obat terutama pada hari sibuk, persoalan tersebut terjadi juga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa. Persoalan antrian yang terjadi harus diselesaikan secara optimal agar para penebus merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem antrian pada loket pengambilan obat menggunakan metode teori antrian. Berdasarkan hasil analisis, bahwa sistem antrian eksisting yaitu penggunaan satu loket layanan atau single channel single phase masih belum optimal dalam mengatasi jumlah antrian pada loket pengambilan obat di setiap hari kerja karena masih terdapat steady state (?) lebih besar dari satu yang berarti masih terdapat jumlah penebus obat masih mengantri lama di sistem. Oleh karena itu diusulkan untuk menambah satu pelayanan menjadi dua loket pelayanan pada setiap hari kerja sehingga memenuhi kondisi steady state (?) dan diperoleh jumlah penebus obat dalam antrian (Lq) adalah 1 penebus sampai 2 penebus, sedangkan waktu tunggu penebus obat dalam antrian (Wq) adalah 1,464 menit hingga 2,58 menit.
ANALISIS POTENSI BAHAYA PADA PEKERJAAN BANGUNAN OPERASIONAL BENDUNGAN TIU SUNTUK DI PT. NINDYA KARYA (PERSERO) MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) Iksan Adiasa; Nisa Sari Hidayah Wau; Nurul Hudaningsih
Jurnal Industri dan Teknologi Samawa Vol 4 No 2 (2023): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v4i2.3329

Abstract

Nindya Karya (Persero) merupakan salah satu Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang berkiprah pada bidang jasa konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) serta Investasi. Pada tanggal 23 Januari 2020, PT. Nindya Karya (Persero) menyetujui kontrak pembangunan Bendungan Tiu Suntuk paket I dimana item pekerjaan meliputi bendungan pengelak, bendungan primer, bangunan pengambilan, hidromekanikal dan elektrikal. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu memberikan usulan perbaikan untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja pada Bangunan Operasional Bendungan Tiu Suntuk di PT. Nindya Karya (Persero). Metode yang digunakan adalah Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Berdasarkan hasil identifikasi bahaya yang dilakukan maka terdapat 10 potensi bahaya pada proses bangunan operasional Bendungan Tiu Suntuk di PT. Nindya Karya (Persero). Usulan perbaikan yang dapat diberikan kepada pihak perusahaan PT. Nindya Karya (Persero) pada bangunan operasional Bendungan Tiu Suntuk berdasarkan hirarki pengendalian K3 yaitu berupa eliminasi yang terhadap besi bekas yang tidak layak digunakan dan dilakukan housekeeping. Selain itu, dilakukan pengendalian teknik berupa Inspeksi area kerja, merapikan kabel dengan ikat kabel, memberi label pada kabel, dan pembuatan jalan akses yang lebih aman. Selanjutnya, dilakukan pengendalian administrasi dengan membuat rambu-rambu di area yang berbahaya yaitu rambu-rambu (hati-hati jalan curam, hati-hati terjatuh, hati-hati arus listrik), membuat SOP dalam bekerja serta melakukan pengawasan pada pekerjaan bangunan operasional Bendungan Tiu Suntuk di PT. Nindya Karya (Persero). Harapannya dilakukan penelitian ini dapat meminimalisir kecelakan kerja pada pengerjaan bangunan operasional Proyek bendungan Tiu Suntuk PT. Nindya Karya (Persero) sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS GUDANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN JETTY PLTMGU LOMBOK PEAKER MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DENGAN ALGORITMA BLOCPLAN Iksan Adiasa; Sartika; Nurul Hudaningsih
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 5 No 1 (2023): EDISI 15
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v5i1.2609

Abstract

Nindya Karya (Persero) adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jasa kontruksi. Saat ini PT. Nindya Karya (Persero) memegang sebuah proyek yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kec.Sekar Bela, Nusa Tenggara Barat yakni Proyek Pembangunan Jetty PLTMGU Lombok Peaker. Adapun permasalahan yang ditemukan yaitu tata letak fasilitas di area pergudangan terbilang tidak teratur.Tujuan penelitian ini untuk merancang usulan perbaikan layout pada Proyek Pembangunan Jetty Lombok Peaker. Metode yang digunakan adalah Systematic Layout Planning (SLP) dan algoritma BLOCPLAN. Hasil dari penelitian ini, diperoleh 3 usulan layout  dengan aplikasi BLOCPLAN namun  yang  dipilih hanya satu layout sebagai usulan terbaik yakni layout nomor 1 dengan nilai R- Score tertinggi yaitu 0,73 dengan jarak perpindahan material handling 80,76 meter dan total luas area sebesar 31,9 m^2. Simpulan dari penelitianini semakin nilai R-Skor mendekati angka 1 maka layout  tersebut merupakan layout  terbaik yang dianjurkan untuk dipilih sebagai sebagai layout  usulan.
ANALISIS KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT (HIRA) PADA BAGIAN SILO DI PT. SANTOSA UTAMA LESTARI MOYO Iksan Adiasa; Nabilla; Arum Agrus Marsiwah; Bagas Afif Budianto
Jurnal Industri dan Teknologi Samawa Vol 5 No 1 (2024): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v5i1.3784

Abstract

PT. Santosa Utama Lestari is a company that operates in the field of processing agricultural products, namely corn, which is located in Moyo Hilir District, Sumbawa Regency. As a company that operates in the field of processing agricultural products, of course there are risks that occur to PT workers. Santosa Utama Lestari, such as when moving corn, when carrying out machine repairs and so on. Based on the results of the hazard identification that has been carried out, there are 5 potential hazards at PT. Santosa Utama Lestari in the Corn Silo section. The potential dangers include dust and corn droppings in the silo, machines working on the silo, lots of material around the silo, and workers who often rush up the silo stairs, as well as workers who do not use Personal Protective Equipment (PPE) when climbing up. silos. The aim of conducting this research is to minimize the risk of work accidents occurring in the corn silo section at PT. Santosa Utama Lestari Moyo. The method used is Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). This research is expected to minimize the risk of work accidents in the silo section at PT. Santosa Utama Lestari Moyo so that workers can avoid work accidents.
PERANCANGAN ALAT BANTU UNTUK MEMINIMALISIR PANAS PADA RUANG PRODUKSI CV. IKHWANUDIN BERDASARKAN ANALISIS LINGKUNGAN KERJA DAN BEBAN KERJA MENGGUNAKAN VALUE ENGINEERING Suryani; Iksan Adiasa; Nurul Hudaningsih; Koko Hermanto
Jurnal Industri dan Teknologi Samawa Vol 5 No 1 (2024): JITSA
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jitsa.v5i1.3787

Abstract

CV. Ikhwanudin is a company engaged in tofu production in Sumbawa Regency which was founded in 2013. CV. Ikhwanudin has a fairly large production site with a production capacity of 150 kg of soybeans per day. Based on the results of observations, it is known that the working environment temperature was 45.8°C in the CV production room. Ikhwanudin. The environmental temperature is higher than the worker's body temperature. Based on work environment problems at CV. Ikhwanudin, it is necessary to design equipment to minimize heat in the tofu production room. Workload is measured using a Visual Analogue Scale (VAS) questionnaire and designing tools to minimize worker burden due to the work environment using the Value Engineering (VE) method. Based on the calculation results of the working environment temperature at CV. Ikhwanudin is quite high, namely an average of 34.80 degrees because there are 5 tofu cooking stoves in the production room. , Workload of workers at CV. Ikhwanudin is quite high so improvements need to be made. There is no significant influence between the work environment and workload based on the results of the correlation test and tools with values of 4.9 x 10-4, 7.4 x 10-2, 2, are obtained. 3x10-3 based on proposal 1 with a very low cost of IDR 7,650,000.