Claim Missing Document
Check
Articles

Financial Resilience UMKM Dunia Laut: Perspektif Break Even Point Dan Margin Kontribusi Devi Maya Sofa; Halimatus Sa’diyah; Achmad Wicaksono; Firza Agung Prakoso; Norlinstia Masi Bapa
JURASIMA Vol. 4 No. 1 (2026): JURASIMA: Journal of Entrepreneurship, Accountancy, Economy and Management (Apr
Publisher : Universitas Teknologi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33478/jurasima.v4i1.84

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan Break Even Point dan margin kontribusi pada UMKM berbasis ekonomi biru dengan mengambil kasus UMKM "Dunia Laut" di Kedung Cowek, Surabaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi keuangan yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan validasi triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM ini memiliki BEP yang tidak tetap, melainkan berubah-ubah mengikuti musim penangkapan ikan dan kondisi cuaca. Margin of safety berada dalam kondisi yang cukup rentan meskipun masih dalam batas aman, sedangkan degree of operating leverage tergolong tinggi yang berarti laba sangat sensitif terhadap perubahan volume penjualan. Strategi diversifikasi produk dengan margin kontribusi yang bervariasi antara 25-45% terbukti dapat menjaga stabilitas keuangan walaupun biaya transportasi meningkat pada saat cuaca buruk. Penelitian ini menemukan perbedaan mendasar antara UMKM maritim dengan UMKM konvensional, terutama dalam hal dinamika BEP dan struktur biaya operasional. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem prediksi musiman untuk perencanaan produksi, optimalisasi portofolio produk, pembangunan kemitraan strategis dengan nelayan lokal, dan perlunya dukungan infrastruktur dari pemerintah. Dari sisi teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur akuntansi manajemen dengan memperkenalkan konsep BEP dinamis khususnya pada sektor maritim.
Implementasi Strategi Pemasaran dan Manajemen Persediaan Federal Oil pada CV. Sumber Lubrindo Bandar Lampung Tasya, Argita Pramestia; Sofa, Devi Maya
Praktek Kerja Lapang Akuntansi Vol 2 No 2 (2026): Praktek Kerja Lapang Akuntansi
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/1eg8bb77

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi pemasaran dan manajemen persediaan Federal Oil pada CV. Sumber Lubrindo Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas Direktur Utama, Manajer Pemasaran, Kepala Gudang, Supervisor Lapangan, Sales Promotion Girl (SPG), dan pemilik bengkel mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran perusahaan masih didominasi pendekatan konvensional melalui personal selling dan belum memanfaatkan media digital secara optimal. Selain itu, sistem manajemen persediaan masih menggunakan pencatatan manual sehingga menyebabkan rendahnya akurasi stok, terjadinya stockout pada produk fast-moving, serta penumpukan produk slow-moving. Kendala utama perusahaan meliputi keterbatasan anggaran promosi, tingginya turnover tenaga pemasaran, dan belum terintegrasinya sistem administrasi perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi pemasaran dan manajemen persediaan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas operasional distributor pelumas. This study aims to analyze the implementation of marketing strategy and inventory management of Federal Oil at CV. Sumber Lubrindo Bandar Lampung. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving six informants consisting of the Chief Executive Officer, Marketing Manager, Warehouse Head, Field Supervisor, Sales Promotion Girl (SPG), and partner workshop owner. The findings revealed that the company’s marketing strategy was still dominated by conventional approaches through personal selling and had not optimally utilized digital media. In addition, the inventory management system still relied on manual recording, resulting in low stock accuracy, stockout in fast-moving products, and accumulation of slow-moving products. The main constraints faced by the company included limited promotional budget, high employee turnover, and non-integrated administrative systems. This study indicates that the integration of marketing strategy and inventory management plays an important role in improving the operational effectiveness of lubricant distributors.
Pengaruh Efektivitas Audit Internal terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran pada Instansi Pemerintah Fauziah, Shinta Octy; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.1964

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh efektivitas audit internal terhadap pengelolaan anggaran pada instansi pemerintah. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya audit internal sebagai sarana pengawasan yang memastikan anggaran dikelola secara akuntabel sesuai dengan ketentuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, data yang digunakan adalah data primer berupa wawancara kepada auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan data sekunder berupa Laporan Hasil Audit dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan yang didapatkan dari Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan. Analisis data kualitatif dilakukan untuk melihat tingkat tindak lanjut temuan audit hingga bulan Oktober 2025, yang menandakan bahwa unit kerja meningkatkan kepatuhan dalam pengelolaan anggaran, serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan tindak lanjut audit. Hasil penelitian atas data yang diperoleh menunjukkan bahwa audit internal berpengaruh baik terhadap akuntabilitas pengelolaan anggaran di instansi pemerintah, dilihat dari peningkatan jumlah temuan audit yang telah ditindaklanjuti. Ada beberapa faktor penghambat dalam penyelesaian tindak lanjut temuan audit, yaitu kurangnya perhatian pimpinan, untuk rekomendasi yang mengharuskan adanya penambahan anggaran seringkali pengusulan anggarannya belum disetujui dalam waktu dekat, adanya pihak-pihak (kontraktor, pengawas, pihak ketiga) yang tidak bertanggungjawab, serta kurangnya koordinasi di internal unit kerja maupun antara unit kerja dengan Inspektorat Jenderal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa akuntabilitas pengelolaan anggaran dapat meningkat apabila audit internal berjalan secara efektif, independen, dan ditindaklanjuti secara konsisten. Untuk itu, instansi pemerintah perlu memperkuat kapasitas audit internal, meningkatkan koordinasi dengan unit kerja, serta mendorong budaya kepatuhan agar pengelolaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan. The purpose of this research is to analyze the effect of internal audit effectiveness on budget management in government agencies. The reason for the research is based on the importance of internal audits as a means of supervision that ensures budgets are managed in an accountable manner in accordance with regulations. This research uses qualitative methods, with primary data collected through interviews with auditors and secondary data in the form of Audit Reports and Follow-up on Supervision Results obtained from the Inspectorate General of the Ministry of Transportation. Qualitative data analysis was conducted to examine the level of follow-up on audit findings up to October 2025, which indicated that auditees had improved compliance in budget management, as well as to identify factors supporting and hindering audit follow-up. The results of research show that internal audits have a positive effect on the accountability of budget management in government agencies, as seen from the increase in the number of audit findings that have been followed up. Several factors hinder the follow-up of internal audit findings, including a lack of attention from the management, recommendations that require additional budgets that are often not approved shortly, irresponsible parties (contractors, supervisors, third parties), and a lack of coordination. Overall, this research confirms that budget management accountability can be improved if internal audits are conducted effectively, independently, and followed up consistently. To that end, government agencies need to strengthen their internal audit capacity, improve coordination with auditees, and encourage a culture of compliance so that budget management can be accounted for transparently and in accordance with regulations.
Pengaruh Mental Accounting Terhadap Risiko dan Keputusan Investasi Emas Digital Bagi Generasi Z di Wilayah Pangkalpinang Zupita; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2014

Abstract

Perkembangan investasi di Indonesia menunjukkan dinamika yang semakin pesat, khususnya pada instrumen emas digital yang kian diminati oleh masyarakat. Di sisi lain, kecenderungan perilaku konsumtif dan gaya hidup hedonistik pada Generasi Z berpotensi mengabaikan aspek penting seperti mental accounting, persepsi risiko, serta proses pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mental accounting dalam membentuk persepsi risiko dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi emas digital pada Generasi Z di wilayah Pangkal Pinang. Secara teoretis, studi ini berkontribusi dalam memperkaya kajian mental accounting dalam konteks investasi berbasis teknologi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis data menggunakan SPSS, melibatkan 98 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mental accounting dan persepsi risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi emas digital. Mental accounting berperan secara langsung, sementara persepsi risiko berfungsi sebagai variabel mediasi dalam memengaruhi keputusan investasi. Investment development in Indonesia shows increasingly rapid dynamics, particularly in digital gold instruments, which are increasingly popular among the public. On the other hand, the tendency for consumptive behavior and a hedonistic lifestyle among Generation Z has the potential to overlook important aspects such as mental accounting, risk perception, and the investment decision-making process. This study aims to analyze the role of mental accounting in shaping risk perception and its influence on digital gold investment decisions among Generation Z in the Pangkal Pinang area. Theoretically, this study contributes to enriching the study of mental accounting in the context of modern technology-based investments. The research method used is a quantitative approach with data analysis using SPSS, involving 98 respondents who met the research criteria. The results show that mental accounting and risk perception have a significant influence on digital gold investment decisions. Mental accounting plays a direct role, while risk perception functions as a mediating variable in influencing investment decisions.
Determinasi Agresivitas Pajak pada Perusahaan di Indonesia Septika; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2041

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas pajak melalui telaah 19 artikel terbitan tahun 2021–2025 menggunakan metode systematic literature review dengan sumber data dari Google Scholar dan jurnal nasional terindeks SINTA. Hasil kajian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, likuiditas, ROA, dan Deferred Tax Asset menghasilkan temuan tidak konsisten antarpenelitian, sedangkan capital intensity merupakan variabel yang paling stabil terkait agresivitas pajak karena adanya manfaat depresiasi aset tetap. Selain itu, peran Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Social Responsibility (CSR) menunjukkan hasil campuran, dimana keduanya dapat menekan maupun justru melegitimasi strategi penghindaran pajak. Temuan ini memberikan gambaran bahwa agresivitas pajak merupakan fenomena multidimensi dan dipengaruhi konteks regulasi, kondisi perusahaan, serta praktik tata kelola. Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan literatur terbaru pascareformasi kebijakan perpajakan, sehingga dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dan penguatan kebijakan kepatuhan pajak. This study aims to analyze the factors influencing tax aggressiveness through a review of 19 articles published between 2021 and 2025 using a systematic literature review method, using data sources from Google Scholar and SINTA-indexed national journals. The results show that the variables of profitability, leverage, company size, liquidity, ROA, and Deferred Tax Assets yield inconsistent findings across studies, while capital intensity is the most stable variable related to tax aggressiveness due to the benefits of fixed asset depreciation. Furthermore, the role of Good Corporate Governance (GCG) and Corporate Social Responsibility (CSR) shows mixed results, where both can suppress or even legitimize tax avoidance strategies. These findings illustrate that tax aggressiveness is a multidimensional phenomenon and is influenced by the regulatory context, company conditions, and governance practices. The novelty of this study lies in mapping the latest literature after the tax policy reform, thus providing a basis for further research and strengthening tax compliance policies.
Peranan Akuntansi Manajeman dalam Meningkatkan Kinerja Supply Chain Management Pada Toko Laa-Tansaa Sendal Rabbani, Kukuh Rambu; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2045

Abstract

Studi ini melihat bagaimana akuntansi manajemen dapat meningkatkan kinerja Manajemen Rantai Pasokan (SCM) di Toko Laa-Tansaa Sandal, sebuah UMKM ritel yang masih menggunakan sistem pencatatan manual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa banyak UMKM memiliki efisiensi rantai pasokan yang rendah karena kekurangan digitalisasi dan sistem akuntansi yang tidak terintegrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang cara-cara di mana penggunaan akuntansi manajemen dapat membantu proses pengambilan keputusan operasional, meningkatkan pengendalian persediaan dan meningkatkan efisiensi proses rantai pasokan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan masalah utama yang dihadapi UMKM saat menggunakan akuntansi manajemen. Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung dengan pemilik dan karyawan yang terlibat dalam pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan pencatatan transaksi. Analisis data dilakukan melalui proses sistematis untuk mengurangi, menyajikan, dan mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi biaya produksi, pengendalian persediaan, dan penentuan harga jual masih bergantung pada informasi akuntansi, meskipun pencatatan biaya, stok, dan transaksi masih dilakukan secara manual. Tidak adanya digitalisasi menyebabkan ketidaksesuaian data antara bagian logistik dan keuangan, yang mengakibatkan efisiensi SCM yang rendah. Tantangan tambahan termasuk kekurangan pengetahuan akuntansi digital, keterbatasan teknologi, dan kekurangan sumber daya manusia. Pemilik usaha akan termotivasi untuk beralih ke sistem digital jika mereka menerima pelatihan yang cukup. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa akuntansi manajemen adalah alat pencatatan dan sistem informasi strategis untuk optimalisasi rantai pasokan. Untuk meningkatkan daya saing dan keandalan sistem informasi, penelitian ini menyarankan UMKM untuk mengikuti pelatihan digitalisasi akuntansi. This study examines how management accounting can improve the performance of Supply Chain Management (SCM) at Toko Laa-Tansaa Sandal, a retail MSME that still uses a manual recording system. The research is motivated by the fact that many MSMEs have low supply chain efficiency due to a lack of digitalization and non-integrated accounting systems. The purpose of this study is to gain an understanding of how the use of management accounting can support operational decision-making, enhance inventory control, and improve the efficiency of supply chain processes. The study also aims to identify the main problems faced by MSMEs when using management accounting. Data for this study was collected through interviews and direct observations with the owner and employees involved in transaction recording, stock management, and transaction documentation. Data analysis was conducted through a systematic process of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that production cost evaluation, inventory control, and pricing decisions still rely on accounting information, even though cost recording, stock management, and transactions are still performed manually. The lack of digitalization leads to data inconsistencies between the logistics and finance departments, resulting in low SCM efficiency. Additional challenges include a lack of digital accounting knowledge, technological limitations, and insufficient human resources. The business owner would be motivated to transition to a digital system if adequate training were provided. Overall, the study indicates that management accounting is not only a recording tool but also a strategic information system for optimizing the supply chain. To improve competitiveness and the reliability of information systems, the study recommends that MSMEs participate in digital accounting training.
Peran Akuntansi Manajemen dalam Peningkatan Kualitas Layanan Publik di Sektor Keluarga Berencana Kecamatan Situjuah Limo Nagari Rahmat, Ade; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2048

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran akuntansi manajemen dalam meningkatkan kualitas layanan publik pada Balai Penyuluh KB Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan wawancara dengan Koordinator Lapangan, Staf Administrasi, dan Petugas Lapangan KB serta observasi langsung terhadap administrasi proses serta kegiatan pelayanan KB MKJP di lapangan seperti PSA (Pelayanan Sejuta Akseptor), HUT IBI (Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia), dan Hari Kartini. Data sekunder diperoleh dari dokumen Buku Kas Umum (BKU) tahun 2024 yang menunjukkan rincian penggunaan anggaran kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi manajemen dijalankan terutama dalam bentuk perencanaan anggaran, pencatatan manual menggunakan BKU, pengendalian kegiatan melalui evaluasi rutin, dan pelaporan keuangann yang transparan. Pengelolaan anggaran yang terarah membantu kegiatan pelayanan berjalan efisien dan meningkatkan kepuasan masyarakat. Temuan ini konsisten dengan teori akuntansi manajemen sektor publik, yang menekankan desain perencanaan, pengendalian, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan layanan publik. This study aims to analyze the role of management accounting in improving the quality of public services at the Family Planning Counseling Center (Balai Penyuluh KB) in Situjuah Limo Nagari District. The research employed a descriptive qualitative method through interviews with the Field Coordinator, Administrative Staff, and Family Planning Field Officers, as well as direct observations of administrative processes and long-acting contraceptive service activities in the field, such as the PSA (One Million Acceptors Service), the Indonesian Midwives Association Anniversary (HUT IBI), and Kartini Day programs. Secondary data were obtained from the 2024 General Cash Book (BKU), which contains detailed records of budget utilization. The findings indicate that management accounting is implemented primarily through budget planning, manual recording using the BKU, activity control through routine evaluations, and transparent financial reporting. Structured budget management supports efficient service delivery and improves community satisfaction. These results align with public-sector management accounting theory, which emphasizes planning, control, and accountability in the provision of public services.
Peran Akuntan Publik dalam Mendeteksi dan Mencegah Praktik Tindak Pidana Pencucian Uang Rafif, Muhammad; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2055

Abstract

Akuntan publik merupakan Pihak Pelapor dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Berdasarkan PP Nomor 43 Tahun 2015, akuntan publik sebagai Pihak Pelapor memiliki kewajiban melakukan penerapan Prisnip Mengenali Pengguna Jasa dan pelaporan kepada PPATK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran akuntan publik dalam pencegahan dan pemberantasan TPPU. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengambilan data melalui wawancara dan telaah dokumen peraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAP Hadori Sugiarto Adi dan Rekan telah menerapkan PMPJ secara terstruktur melalui tahapan identifikasi, verifikasi, pemantauan transaksi pengguna jasa dan telah terdaftar pada sistem pelaporan goAML. Hambatan dalam pelaksanaan PMPJ antara lain keterbatasan sumber daya manusia, akses data, dan kurangnya pemahaman prosedur PMPJ oleh pengguna jasa. Untuk mengatasi hambatan tersebut KAP harus meningkatkan sinergi dengan regulator, kapasitas akuntan publik, dan memberikan pemahaman kepada pengguna jasa terkait prosedur PMPJ. Penelitian ini memberikan rekomendasi pentingnya penguatan pelatihan, kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat implementasi PMPJ, dan mengikutsertakan akuntan publik dalam pelatihan atau diskusi terkait pencegahan dan pemberantasan TPPU. Public accountants are Reporting Parties in the prevention and eradication of money laundering (TPPU). Based on Government Regulation No. 43 of 2015, public accountants as Reporting Parties have the obligation to implement the Know Your Customer Principle and report to the Financial Transaction Reports and Analysis Center (PPATK). This study aims to determine the role of public accountants in the prevention and eradication of ML. This study uses descriptive qualitative research with data collection through interviews and document analysis of regulations. The results show that KAP Hadori Sugiarto Adi dan Rekan has implemented PMPJ in a structured manner through the stages of identification, verification, and monitoring of client transactions and is registered in the goAML reporting system. Obstacles in the implementation of PMPJ include limited human resources, data access, and a lack of understanding of PMPJ procedures by clients. To overcome these obstacles, public accounting firms must improve their synergy with regulators, the capacity of public accountants, and provide clients with an understanding of PMPJ procedures. This study recommends the importance of strengthening training, inter-agency collaboration to strengthen PMPJ implementation, and involving public accountants in training or discussions related to the prevention and eradication of TPPU.
Peningkatan Etika Akuntan untuk Membangun Kepercayaan Publik di Era Teknologi Digital Sinta; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2069

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode literature review yang bertujuan untuk mengkaji pentingnya penguatan etika akuntan dalam membangun kepercayaan publik dengan tetap memperhatikan manfaat serta mencari solusi untuk menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi. Ini diakukan dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan berbagai sumber terdahulu yang relevan dan saling berkaitan antara etika dengan persepsi publik terhadap akuntan di era digital. Transformasi teknologi digital membawa perubahan yang cukup signifikan dalam praktik akuntansi terutama dalam analisis data hingga proses pelaporan keuangan yang semakin mengandalkan sistem otomatisasi dan membuat laporan menjadi lebih berkualitas. Dibalik itu terdapat tantangan yang cukup kompleks akibat digitalisasi yang meliputi risiko manipulasi informasi, keamanan data, serta ketergantungan pada sistem otomatis. Dalam konteks ini, etika akuntan memegang peranan penting sebagai landasan dasar untuk menjaga kepercayaan publik terhadap informasi keuangan yang dihasilkan, ini bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa strategi seperti mengutamakan pendidikan terhadap etika profesi dan teknologi, memperbarui kode etik secara berkala agar tetap selaras dengan perkembangan zaman, serta mengimplikasikan budaya organisasi yang berbasis integritas dilingkungan kerja akuntansi. Artikel ini menyimpulkan bahwa etika akuntan bukan hanya sebatas dasar moral profesi, tetapi juga menjadi faktor untuk mempertahankan kredibilitas dan reputasi akuntan di era teknologi digital dengan harapan akan terciptanya harmonisasi antara etika profesi dan pengguna teknologi digital agar dapat membangun dan meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan. This study employs a literature review method aimed at examining the importance of strengthening accountants’ ethics in building public trust while considering the benefits and identifying solutions to address various challenges in the era of digitalization. This is carried out by reviewing various journals, books, and other relevant previous sources that are interconnected and discuss the relationship between ethics and public perceptions of accountants in the digital era. Digital technological transformation has brought significant changes to accounting practices, particularly in data analysis and financial reporting processes, which increasingly rely on automated systems and contribute to higher-quality reporting. However, digitalization also presents complex challenges, including the risk of information manipulation, data security issues, and dependence on automated systems. In this context, accountants’ ethics play a crucial role as a fundamental foundation for maintaining public trust in the financial information produced. This can be achieved through several strategies, such as prioritizing education on professional ethics and technology, regularly updating codes of ethics to remain aligned with technological developments, and implementing an integrity-based organizational culture within the accounting work environment. This article concludes that accountants’ ethics are not merely the moral foundation of the profession, but also a key factor in maintaining the credibility and reputation of accountants in the digital technology era, with the expectation that harmonization between professional ethics and the use of digital technology will be achieved to sustainably build and enhance public trust.
Sistem Pengendalian Internal dalam Meningkatkan Akurasi Laporan Keuangan di Lembaga Pendidikan Nonformal Ifanary, Delyra; Sofa, Devi Maya
Nusantara Entrepreneurship and Management Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Entrepreneurship and Management Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/nemr.v4i1.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pelaporan keuangan, mengidentifikasi hambatan pengendalian internal, serta menilai efektivitas penerapan sistem pengendalian internal dalam mendukung akurasi laporan keuangan pada Lembaga Pendidikan Nonformal BBC English Training Specialist Cilegon. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi yang masih dilakukan pencatatan manual berbasis kwitansi fisik dan laporan kas harian yang dicatat menggunakan Microsoft Excel sederhana yang berpotensi menimbulkan keterlambatan penyusunan laporan, kesalahan pencatatan, serta ketidaksesuaian antara saldo kas dan catatan administrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama kepala lembaga dan staf administrasi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengendalian internal belum berjalan optimal, terutama pada aspek aktivitas pengendalian dan pemantauan. SOP keuangan telah tersedia, namun belum dijalankan secara konsisten; staf administrasi merangkap sebagai pemegang kas sehingga tidak terdapat pemisahan tugas; bukti transaksi sering terlambat atau tidak lengkap; serta rekonsiliasi tidak dilakukan secara rutin. Berdasarkan kerangka COSO, ditemukan bahwa lemahnya implementasi komponen aktivitas pengendalian dan pemantauan menjadi penyebab utama rendahnya akurasi laporan keuangan. Penelitian ini menegaskan perlunya penerapan sistem pencatatan digital, peningkatan kedisiplinan staf dalam menjalankan SOP, serta penguatan monitoring untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal dan kualitas pelaporan keuangan lembaga. This study aims to analyze the financial reporting process, identify internal control barriers, and assess the effectiveness of the internal control system implementation in supporting the accuracy of financial reports at the BBC English Training Specialist Cilegon Non-Formal Education Institution. This research is motivated by the condition where manual recording is still carried out based on physical receipts and daily cash reports recorded using a simple Microsoft Excel, which has the potential to cause delays in report preparation, recording errors, and discrepancies between cash balances and administrative records. This study uses a descriptive qualitative approach through interviews, observation, and documentation, with key informants, namely the head of the institution and financial administration staff. The results show that the implementation of internal control is not yet optimal, especially in the aspects of control and monitoring activities. Financial SOPs are available but have not been implemented consistently; administrative staff also serve as cash holders, resulting in a lack of segregation of duties; transaction evidence is often late or incomplete; and reconciliations are not conducted routinely. Based on the COSO framework, it was found that weak implementation of control and monitoring activity components is the main cause of the low accuracy of financial reports. This study emphasizes the need for the implementation of a digital recording system, increasing staff discipline in implementing SOPs, and strengthening monitoring to improve the effectiveness of internal control and the quality of the institution's financial reporting.
Co-Authors Abd Adim, Abd Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Achmad Wicaksono Ade Rahmat, Ade Adinda Putri, Yuliana AGUS Aji, Susilo Amal, Achlosul Amelia Dwi Lestari Ameyliah, Rizky Andriani, Rena Anggraini Dianita Anggraini, Salsa Ardana Aning Fitriana Aprilia, Dea Putri Arisandi, Kirana Aristo Surbakti, Manuel Chems Eddine Boukhedimi Cholidah, Lely Nurul Dandi Prahasta Dedali, Sindhu Hargo Denny Iswanto Deti Devi Masito, Risca Dianita, Anggraini Djatu, Petrus Fraidy Legif Putra Djatu, Petrus Fraidylegif Putra Dwi Putri, Rizka Yunita Efendy, Edy Ervitasari, Devi Fadhillah, Ilma Faizi, Afiffuddin Nur Falach, M. Zidnal Fauziah, Shinta Octy Febyanti, Triana Fitriana, Ayu Intan Fraidylegif Putra Djatu, Petrus Halimatus Sa’diyah Haryati, Tati Hidayat, Luqman Arief Hidayat, Luqman Arif Hilmawan, Tanta Ifanary, Delyra Ika Fitri Ulfindrayani Isnan, Nawawi Jannah, Riyadotul Khamidah, Yuni Astriana Kirana Arisandi Kirana Arisandi Kurniawan, Dhea Salsabila Lailiyah, Nikmatul Lukman Arif Hidayat Lukman Hakim M. Taufiq Hidayat Manuel Aristo Surbakti Manuel Aristo Surbakti Mardianto, Totok Michael Oswald Kritiano Djenal Mutiara Reka Oktavia Nadia, Syarifah Nadya Ayu Oktaviani Nadya, Indy Norlinstia Masi Bapa Novie Noordiana Rachma Yulia Oktavia, Igga Oswald, Michael Petrus Fraidylegif Putra Djatu Petrus Fraidylegif Putra Djatu Prahasta, Dandi Prakoso, Firza Agung Putri, Rizka Yunita Dwi Putri, Yuliana Adinda Rabbani, Kukuh Rambu Rafif, Muhammad Rahayuningsih, Yanti RAMDHANI, REVIANDY AZHAR Rizka Yunita Dwi Putri Robita, Dinda Rotama, Bintang Armando Salsa Ardana Anggraini Salsa Ardana Anggraini Santya, Fitra Afri Sembiring, Jetro Fery Boy Manumpak Septika Sero, Imelda Sheravin Sinta Sitorus, Michael Pandapotan ST, Agus Sujudi, Muhammad Surbakti, Manuel Aristo Syahputeri , Nadine Ramadhani Fauzi Syaldina Malaika Tanjaya, Shallom Glory Tasya, Argita Pramestia Wijaya, Fakhirah Putri yani, Tri Oktawi Yoesoef, Ardiana Yulia, Novie Noordiana Rahma Yuliana Adinda Putri Yuliana Adinda Putri Yunanda, Amelia Sabrina Yuniarta, Alfian Zulharman Zulharman Zulharman Zupita