Claim Missing Document
Check
Articles

TAHLIL AL-NUSUS AL-MA’ANI FI SURAH AL-FATHI WA TATBIQUHA FI TA’LIM AL-LUGHAH AL-‘ARABIYAH LADA THULLAB BI MADRASAH HUSNUL ABRAR AL-DINIYYAH AL-ISLAMIYYAH KETANGGA LUMBUK AL-SYARQIYAH Anshari, M Sauqi Sufyan; Maujud, Fathul
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 23 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v23i1.9941

Abstract

Muslims believe that learning Arabic should be primarily focused on understanding the meaning of the Qur'anic texts because the Arabic language and the al-Qur'an have a close link. Understanding the meaning of the Qur'an requires knowledge of both the inner uses of the sentences as well as the actual lafaz from which they are constructed. Also, because it uses instances of expressions quoted from the Qur'an, Arabic language study has not been centered on developing student talents in understanding the meaning of the Qur'an from the perspective of Balagah Science. This study employs a descriptive qualitative research design, and two methodologies are used to collect the data. A direct analysis of the Balagah Surah Al-Fath employing Balagah Science Theories Library Research is the first technique, in which researchers gather information by looking at the well-known interpretation books among Muslims. The researcher collects data, which is involves direct observation, and interviews in the research field. There are goals for this investigation is to make these methods more effective for learning Arabic. Based on the findings of the study process conducted at Madrasah Diniyah Islamiyah Ketangga, it has been determined that the surah Al-Fath contains a number of Balagiyah Techniques, including 1. Ijaz (4), 2. Ithnab (5), and 3. Musawah (1). The Qiasiyah Method is used to implement these Balagiyah Techniques, which starts with a general Qawa'id Balagiyah lesson before introducing examples from surah Al-Fath as a way to compare them to the Qowa'id and to help students understand it better.
Strategi Coorperative Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab Al-Kaosari, Muhammad; Komalasari, Ratna; Maujud, Fathul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3053

Abstract

This study aims to analyze the application of the Cooperative Learning strategy in Arabic language teaching and its effectiveness in improving students’ understanding, participation, and motivation. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, focusing on literature studies that examine various Cooperative Learning models such as Student Teams Achievement Division (STAD), Make a Match, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), and Rotating Trio Exchange (RTE). Data were obtained from books, scientific journals, and previous research discussing the implementation of collaborative learning in Arabic instruction. The results show that Cooperative Learning effectively enhances students’ mastery of vocabulary (mufrad?t), critical thinking, and communication skills. Students become more active and confident in using Arabic through discussion and group activities, while teachers act as facilitators to guide the learning process. Integration with digital media such as Quizizz and Kahoot increases engagement and creates a more enjoyable learning atmosphere. Therefore, Cooperative Learning is an effective and relevant strategy for modern Arabic language education in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Cooperative Learning dalam pembelajaran bahasa Arab serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman, partisipasi, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi pustaka terhadap berbagai model Cooperative Learning seperti Student Teams Achievement Division (STAD), Make a Match, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan Rotating Trio Exchange (RTE). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penerapan pembelajaran kolaboratif dalam konteks pendidikan bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Cooperative Learning efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata (mufrad?t), kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi siswa. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu bekerja sama dalam kelompok, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses belajar. Integrasi media digital seperti Quizizz dan Kahoot juga meningkatkan keterlibatan dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian, Cooperative Learning merupakan strategi yang efektif dan relevan bagi pembelajaran bahasa Arab modern di Indonesia.Artikel sendiri terdiri dari 3500-7500 kata)
Pendekatan Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam Pengajaran Bahasa Arab Bahri, Samsul; Maujud, Fathul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3054

Abstract

                Pendekatan pengajaran bahasa berbasis tugas (TBLT) telah menjadi salah satu strategi yang semakin populer dalam pengajaran bahasa, termasuk dalam konteks pengajaran bahasa Arab. Dalam studi ini, Penelitian ini mengadopsi dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) atau kajian literatur. Penelitian ini fokus pada analisis mendalam yang berkaitan dengan Pendekatan Task-Based Language Teaching dalam konteks pengajaran Bahasa Arab. Hasil menunjukkan bahwa TBLT terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran, akurasi, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa target, terutama di berbagai negara di mana bahasa Inggris diajarkan sebagai bahasa asing. Selain itu, efektivitas pendekatan ini membuktikan bahwa pendekatan ini sangat relevan dan adaptif untuk pembelajaran bahasa asing dan bahasa kedua, sambil menyoroti faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya, seperti harapan budaya, kebijakan institusi, dan pelatihan guru. Maka dari itu, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana penerapan paradigma pedagogis yang menekankan makna, otentisitas, dan keterlibatan siswa, sambil menuntut penyesuaian konteks, kesiapan guru, dan pengembangan penelitian yang berkelanjutan
Strategi Projek P5 dalam Pendidikan Karakter Kurikulum Merdeka berdasarkan Perspektif Qur'an dan Hadist Provinsi NTB Ihsan, Lalu Kasiran; Maujud, Fathul
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2024.16(1).78-86

Abstract

Meningkatnya tantangan dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga berakhlak mulia menuntut strategi pendidikan yang lebih holistik dan berkelanjutan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi semakin relevan untuk memastikan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moral siswa. Pendidikan karakter yang kuat dapat membantu siswa menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai strategi pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka serta mengeksplorasi relevansinya dengan nilai-nilai Qur'an dan Hadist. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara dengan pendidik yang menerapkan P5 di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 dengan pendekatan pembelajaran kontekstual dan kolaboratif dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter berbasis nilai-nilai Islami. Implementasi P5 yang mengintegrasikan ajaran moral dari Qur'an dan Hadist terbukti membantu siswa dalam menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian sosial. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut melalui pelatihan guru, pengembangan modul pembelajaran berbasis Islam, serta evaluasi berkala guna meningkatkan efektivitas P5 dalam pendidikan karakter di era Kurikulum Merdeka. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Manajemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (Studi Kasus Pengembangan Mutu Akademik Mahasiswa Pada Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Mataram) fathul maujud
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 15 No. 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v15i2.252

Abstract

Pengembangan mutu akademik mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) merupakan suatu sistem yang terintegrasi dengan sejumlah kompetensi utama mata kuliah dan kebijakan lembaga. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan saling bergantung (bersinergi) satu sama lain, ia bukan merupakan aktivitas yang berjalan sendiri-sendiri. Aktivitas yang bersinergi tersebut merupakan pelaksanaan dari setiap keputusan yang diambil, dengan demikian manajemen pengembangan sumber daya mahasiswa merupakan kebijakan dan keputusan yang tepat untuk mengembangkan mutu akademik lulusan. Atas dasar itulah, maka diperlukan manajemen pengembangan sumber daya mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan mutu akademik bagi mahasiswa Jurusan PBA.Perencanaan pengembangan sumber daya mahasiswa dalam mengembangkan mutu akademik dilakukan dengan perencanaan yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Rekonstruksi kurikulum berbasis KKNI dilakukan melalui FGD dan Workshop Kurikulum. Perencanaan program perkuliahan reguler dilakukan secara integratif, dengan prosedur identifikasi ketersediaan dosen dengan bidang keilmuan yang diajarnya, penyusunan draf jadwal kuliah, opering mata kuliah, penyusunan jadwal kuliah tetap, sosialisasi jadwal kuliah, dan pelaksanaan kuliah reguler. Sedangkan perencanaan program praktikum Jurusan PBA berbasis produk dengan tahapan; persiapan, sosialisasi, pelaksanaan, monitoring, editing, dan pelaporan.Implementasi pengembangan sumber daya mahasiswa dalam mengembangkan mutu akademik dilakukan dengan diterapkannya kurikulum berbasis KKNI untuk mahasiswa semester satu TA. 2016/2017. Mengoptimalkan perkuliahan reguler dengan mendistribusikan mata kuliah kepada dosen pengampu yang sesuai dengan bidangnya, menyiapkan fasilitas pendukung, dan mengadakan kuliah umum/tamu dengan mendatangkan pakar dari pihak luar. Sedangkan program praktikum dilakukan berbasis produk dengan tiga tahapan yaitu praktik kalam 1, praktik kitabah 1, dan praktik qira’ah 2. Manajemennya ditangani oleh jurusan dan seluruh dosen dijadikan sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL).Evaluasi pengembangan sumber daya mahasiswa dalam mengembangkan mutu akademik di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Mataram dilakukan dengan rapat rutin tiap semester, rapat yang bersifat tentatif, dan FGD untuk berbagai tahapan kegiatan.
PEMBINAAN KETERAMPILAN MENULIS AL-QUR’AN BAGI ANAK USIA SEKOLAH DI DESA PAKUAN KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Fathul Maujud
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 16 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v16i1.427

Abstract

Pendidikan budi pekerti (akhlak) merupakan bagian penting darikomponen pendidikan yang terus dituntut peningkatan intensitas dankualitasnya oleh sebagian besar masyarakat dari lembaga pendidikan formal.Tuntutan tersebut muncul karena dilatarbelakangi oleh dua kondisi, yaitu:pertama, bangsa Indonesia saat ini sepertinya telah kehilangan karakter yangtelah dibangun berabad-abad. Keramahan, tenggang rasa, kesopanan, rendahhati, tolong menolong, solidaritas sosial dan sebagainya yang merupakan jatidiri bangsa seolah-olah hilang begitu saja. Kedua, kondisi lingkungan sosialyang belakangan ini banyak diwarnai oleh tindakan anarkis, perkelahian,hilangnya keteladanan pemimpin dan sebagainya. Program desa binaanini difokuskan pada pembinaan keterampilan menulis Al-Qur’an (Imla’)bagi anak-anak usia sekolah. Keterampilan menulis Al-Qur’an ini dirahakanpada bagaimana menulis surat-surat pendek dalam Al-Qur’an sesuai dengankaidah penulisan Bahasa Arab yang baik dan benar. Program ini memilikikeberlanjutan dengan program-program TPQ yang terdapat di desa PakuanNarmada. Desa Pakuan Kecamatan Narmada secara geografis merupakansalah satu desa yang terletak di bawah hutan Sesaot, hutan Sesaot dijadikansumber mata pencaharian oleh masyarakat setempat, sehingga sebagianbesar masyarakatnya bekerja sebagai tukang kebun (hutan). Realitasmasyarakat seperti ini (disamping tidak adanya madrasah di desa tersebut)yang menuntut untuk dibukanya TPQ bagi calon generasi mereka.Berdasarkan fakta empiris dan evaluasi yang telah dilaksanakan menunjukkanbahwa keterampilan menulis Al-Quran bagi anak didik di Desa PakuanKecamatan Narmada masih berada pada kategori cukup. Kategori cukup inidiberikan dengan berbagai pertimbangan di antaranya dari hasil evaluasi baiktulisan maupun pelafalan, di samping itu juga kategori tersebut didasarkanatas berbagai hasil observasi dalam proses-proses pembinaan. Anak didiktelah memiliki kemampuan secara teknis tentang bagaimana menulis hurufhurufhijaiyah yang baik dan benar sesuai dengan kaidah penulisannyasecara mandiri. Namun anak didik masih merasa kesulitan dalam menulishuruf-huruf tersebut dalam bentuk sambung, karena huruf-huruf arab akanmengalami perubahan bentuk penulisan tatkala berada pada posisi yangberbeda. Problem tersebut dialami ketika anak didik diminta untuk menulisberdasarkan apa yang didengar (imla), namun ketika anak didik menulis dengan cara menyalin (menukil) mereka tidak mengalami hambatan yangberarti kendati mereka belum terbiasa dengan menulis Arab.
PEMBINAAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB (MAHARAT AL-KALAM) SANTRI DAN SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH PAGUTAN KARANG GENTENG KOTA MATARAM Fathul Maujud
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 16 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v16i2.447

Abstract

Pondok pesantren Darul Hikmah merupakan pondok pesantrenyang baru memulai kebijakannya dalam menerapkan keterampilan berbicarabahasa arab bagi seluruh santri/santriwatinya. Kebijakan itu tentu masihmengalami berbagai kendala baik dari sisi tenaga pengajar, lingkungan, danpara santri/santriwati itu sendiri. Program madrasah binaan ini mengambilfokus kegiatan pada pembinaan keterampilan berbicara bahasa arab. Programmadrasah binaan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilanberbicara bahasa Arab santri/santriwati sehingga mereka dapat menggunakanbahasa Arab secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalamasrama maupun di luar asrama. Disamping itu, tujuan strategis dari programini adalah untuk meningkatkan daya saing pondok pesantren Darul HikmahPagutan diantara pondok pesantren yang sudah eksis dalam mengembangkanbahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Pembinaan keterampilanberbicara bahasa Arab (maharat al-kalam) di pondok pesantren Darul HikmahPagutan dilakukan dengan strategi workshop dan pendampingan. Programini memberi dampak postif bagi para santri/santriwati, mereka sudah mulaiberbicara dengan menggunakan bahasa Arab walaupun masih dicampurcampurdengan bahasa daerah, karena mereka masih kurang dalam mufradat.Namun demikian, sudah tampak dari aktivitas tersebut kemampuan merekadalam melafalkan bunyi. Mereka sudah memiliki kemampuan melafalkanatau mengucapkan huruf-huruf dalam mufradat dan ungkapan-ungkapansederhana dengan baik, bahkan mereka sudah bisa untuk membuat kalimatkalimatsederhana dengan mufradat yang mereka miliki.
????? ?????? ????? ??????? ????? ????? “????? ???????” ???????? ????????? ???? ????? ?????? ??????? ???? ?????? ??????? Fathul Maujud; Ainul Yanti
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 17 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v17i2.463

Abstract

?????. ??? ????? ????? ??????? ? ???? ?????? ?? ????? ????? ????? ??????? ?????????.???? ??????? ??????? ??? ??????? ????????? ?????????. ???????????? ??????? ??????????? ??????? ???????? ????????. ????? ??? ????? ?????? ????? ????? ?????????????? ????????? » ????? ??????? « ????? ??????? ???????? ????????? ????? ????????? ????? ?????? ??????? ???? ?????? ???????. ???? ???? ????? ???????? ??????? ????? ??????. ?????? ????? ?? ????? ????? ?????? ????? ??????? ???????? ?????? ?? ?????? ??? ??????? ??????? ??????? ????????. ????? ????? ?????? ????????? ?????? ?????????. ???? ??????? ???????? ??? ??????? ???????? ?????????.???? ??????? ???????? ???? ?? ?????? ??? ????? ?????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ? ?????? ?? ??????. ???????? ???????? ???? ?? ???? ??????? ???????????????
????? ????? ??????? ???????? ???????? ????? ???? ?????? ????? ??????? ????? ?????? ?????? ??????? Fathul Maujud; Abdul Hafiz
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 17 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v17i1.475

Abstract

????? ??? ????? ???? ?? ???? ????? ??? ????? ?????? ??? ????? ?????. ??? ??????????? ??? ???? ??????? ??? ??????? ????????? ??? ???? ????? ?? ?????? ?????? ??????? ???? ???? ?????? ?? ???????? ?? ??????? ?? ???????. ???? ??????? ???????????? ???? ?? ????? ????? ??????? ?? ???? ???????? ??? ?? ?? ??? ??????? ????? ??????? ?????????? ????. ?? ??? ?????? ??????? ????? ????? ??????? ?????????????? ????? ???????. ??? ????? ??????? ????? ???? ??????? ?????? ?????????????? ?????? ????????? ??? ???? ??? ??? ???? ????? ??????? ???????. ????????? ????? ?? ????? ????? ????? ???????? ??? ???????? ????? ?? ????? ???????????? ???????? ?? ???? ???? ?????? ??????? ????? ?????? ?????? ???????. ???????? ????? ???? ????? ?? ????? ???????? ????? ?? ??????? ???????? ???????.?????? ????? ?? ????? ????? ????? ??????? ???????? ????? ??? ????? ?????. ??????????? ??????? ?? ???? ??? ??????? ???????? ???????? ??????? ?? ????? ????? ????????? ???????? ?????? ???? ???? ????? ??????? ???? ????? ??????? ????? ???????? ????????????? ????? ???????? ??? ???? ??????.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM (PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN) Fathul Maujud; Muhammad Nurman; Sultan Sultan
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 21 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v21i1.5267

Abstract

The basic principle of teaching is to guide students' learning activities so that they are willing to learn. Student activity is very necessary in learning activities so that students should be active a lot, because students as subjects are the ones who plan, and they themselves carry out learning. This paper discusses the application of the PAIKEM learning model at MAS Assolihiyah Lopan. While the benefits are as information input for education practitioners (teachers and madrasah principals) regarding the importance of implementing the PAIKEM learning model, and as study material for stakeholders for decision-making references, especially those directly related to the problem of teaching and learning activities in madrasas, especially regarding the application of the PAIKEM learning model in schools. madrasa. The results of this study provide positive implications and impacts for teachers at MAS As-Sholihiyah Lopan, namely understanding the PAIKEM learning model and being able to apply it in the teaching and learning process in the classroom. Although there are still cases of teachers teaching using a conventional approach, namely teaching dominated by the lecture method. Thus, madrasas still need guidance in order to dismantle the teacher-centered teaching paradigm into student-centered learning.